brandon-flowers

Album of the Day: Brandon Flowers – The Desired Effect

Setelah bertahun-tahun, “The Desired Effect” jadi upaya paling berhasil Brandon Flowers mengembalikan sound 80s ke dunia mainstream. Sejak pertama kali menggebrak dunia melalui album perdana The Killers, “Hot Fuss”, semua orang tahu betapa obsesifnya Flowers akan image superstar glam yang pernah jadi panduan gaya anak muda seluruh dunia. Lewat The Killers, Flowers bermimpi menjadi Simon LeBon era modern. Dengan make up mencolok dan dandanan extravagant. Semangat ini dibawa Flowers juga dari cara menyanyinya yang anthemik dan liriknya yang penuh hiperbola tentang pelacur, dunia malam dan sakit hati. Hanya saja, di album solo keduanya ini, dibantu produser Ariel Rechtsaid lah obsesinya

Ultra Dance

Album of the Day: Various Artists – Ultra Dance 2015

Setelah tahun lalu kita bisa memiliki (dan mendengarkan) rangkaian hits EDM yang dirilis oleh salah satu label EDM terkemuka, Ultra, dalam Ultra Dance 2014, maka kini, di tahun 2015, tiba saatnya untuk menyimak kembali lagu-lagu apa yang tengah menjadi hits di tahun 2015 dalam Ultra Dance 2015. Sebagaimana album pendahulunya, Ultra Dance 2015 pun dibagi dalam dua keping CD sehingga memiliki materi yang cukup berlimpah, dengan tiap bagian dipecah menjadi masing-masing 15 track. Dan karena memiliki embel-embel Ultra, tentunya banyak materi datang dari lagu para musisi yang dirilis oleh label tersebut. Keping pertama dibuka dengan salah satu hits Top 40

Shawn Mendes

Album of the Day: Shawn Mendes – Handwritten

There’s a new kid in town. His name is Shawn Mendes. Menarik perhatian publik lewat Vine, ia berhasil memenangkan kontrak rekaman bersama Island Records hingga akhirnya berhasil merilis album studio dengan judul “Handwritten” di April 2015 ini. Sedikit delay dari jadwal tersebut, kita yang di Indonesia baru kebagian jatah menikmati keping CD original Shawn di pertengahan tahun ini. But that’s alright, karena kenikmatannya tetap tak berkurang. Pop dan soul tertera sebagai genre dari album yang berisikan selusin track ini. Terkesan tua untuk usianya yang masih sangat belia? What a minute. Karena sebenarnya interpretasi yang dilakukan terhadap musik berperawakan dewasa tersebut

iconapop

Single of the Day: Icona Pop – Emergency

Duo Caroline Hjelt dan Aino Jawo membawa Icona Pop sebagai salah satu ikon pesta masa kini. Mengapa tidak? Dengan barisan hits seperti ‘I Love It’ (yang dinyanyikan bersama Charli XCX), ‘Girlfriend’ atau ‘All Night’, mereka siap untuk memeriahkan suasana. Lagu-lagu club banger yang cenderung menyajikan vokal mereka dalam intensitas, nyaris tanpa dinamika. Seru? Pasti? Monoton? Bisa jadi. Oleh karenanya Icona Pop mungkin ingin mengubah gaya bermusik mereka untuk kelanjutan karya mereka. Dan itu dibuktikan dengan single paling baru mereka, ‘Emergency‘. Diambil dari EP berjudul sama, ‘Emergency’ dipastikan dihadirkan Icona Pop dalam mode yang berbeda. Senang mendengarkan Icona Pop mencoba hal

selenagomez-goodforyouvideo

Single of the Day: Selena Gomez feat. ASAP Rocky – Good For You

Kesan pertama saat mendengarkan ‘Good For You‘ dari Selena Gomez ini adalah: this doesn’t sound anything like her. Anything at all. Lagu ini terlalu ghetto untuk ukuran mantan Disney Princess tersebut. Ia menenggelamkan diri dalam pesona musik pop yang kuat terpengaruh pada R&B dan Hip-Hop. Tapi mengingat track record Selena yang sangat bagus dengan uji coba -dimana ‘Come & Get It’ dan aroma worldbeat-nya berhasil memberi puncak karir baru bagi sang artis- ‘Good For You’ ini pun punya masa depan yang cerah. Peran utamanya dalam mengolah vokal sesuai kebutuhan lagu; agak me-raspy dengan tone down sepanjang durasi merupakan alasan utama

Time Tunnel: M2M

PhotobucketThe Beginning
Banyak orang yang bertanya-tanya, siapakah dua gadis cantik yang bernyanyi menemani Pikachu dalam film Pokemon : The First Movie yang dirilis pada tahun 2001? Mereka adalah duo M2M. Marit Larsen dan Marion Raven. Tidak ada yang menyangka bahwa persahabatan mereka yang dimulai sejak berumur 5 tahun akan membuat mereka dikenal di seluruh penjuru dunia dan semuanya itu bermulai di kota kecil bernama Lorenskog, Norwegia.

Kecintaan mereka terhadap musik (dan juga permen), bisa dilihat dari band yang pertama kali mereka dirikan bernama ”Hubba Bubba”. Mereka mulai senang untuk memainkan alat musik dan menciptakan lirik lagu mereka sendiri. Akhirnya pada tahun 1995 mereka berkesempatan untuk bekerja sama dengan label EMI untuk merekam sebuah album yang diberi judul ”Marit og Marion Synger Kjente Barnesanger” atau ”Marit and Marion sing famous children’s songs”.

Dari sini sudah bisa ditebak. Semua orang kagum dengan performance mereka. Debut album yang dirilis di tahun 1996 ini mendapat pembicaraan dimana-mana. Masa kecil mereka pun dipenuhi dengan penampilan di berbagai macam pementasan drama. Mulai dari The Sound Of Music, Annie, sampai The Wizard of Oz. mereka bekerja sama dengan para kru, penari, dan mereka sudah terlihat sangat profesional!

The Breakthrough
Beberapa tahun kemudian, dua sahabat ini sudah memasuki masa remaja dan memulai pengalaman-pengalaman emosional mereka. Inilah yang dijadikan ”bahan bakar” oleh keduanya dalam menulis lagu. Marit Larsen sendiri mengakui bahwa, “Instead of writing in a diary, we’ll write a song about the things going on in our lives,”. Disinilah awal mula dari track-track hebat seperti “Don’t Say You Love Me” yang hadir sebagai single pertama mereka dari album “Shades Of Purple” yang dirilis di tahun 2000.

Atlantic Records yang bertanggung jawab pada kesuksesan duo ini sangat kagum dengan kemampuan keduanya dalam memainkan instrument (Marion pada piano, Marit pada gitar). Hal ini menjadi nilai plus, karena mereka tidak hanya bernyanyi saja melainkan membuat semua komposisi dalam album mereka. Kesuksesan film Pokemon : The First Movie mempunyai andil yang besar juga. Karena film ini sukses besar terutama di kawasan Asia.

Satu catatan khusus bahwa single “Don’t Say You Love Me” diproduseri oleh Jimmy Bralower and Peter Zizzo yang terbiasa menjadi produser untuk lagu-lagu Celine Dion. Berdasarkan data dari Sound Scan, single ini melakukan debutnya di posisi 72 dalam chart Billboard Top 100 serta terjual sebanyak 39. 000 buah hanya dalam waktu seminggu! Posisi tertingginya? Nomor 21 dalam chart Billboard Top 100 dan nomor 5 dalam Billboard’s Hot 100 Singles Sales. Pencapaian yang sangat hebat untuk seorang artis pendatang baru.

Nama M2M sebenarnya berasal dari kegemaran mereka akan salah satu merek permen, juga karena rasa kagum mereka terhadap Eminem. Nama pertama yang ingin mereka gunakan adalah The Moniker, tetapi karena telah dipakai oleh band lain, mereka memutuskan untuk memakai nama inisial mereka saja. Jadilah M2M mulai untuk menularkan pop-ballad bertema cinta keseluruh dunia.

Total keseluruhan ada 4 single lain yang dirilis untuk album ”Shades Of Puple” ini. “Mirror Mirror”, “The Day You Went Away”, “Pretty Boy” dan “Everything You Do” menjadi amunisi mereka untuk menjajah pasar Asia dan Australia. Ternyata ramuan ini berhasil. Mereka sangat digilai-gilai di kawasan Asia (terutama Filipina), bahkan track “Pretty Boy” dibuat dalam versi mandarin. Penyanyi Taiwan, Cyndi Wang pun sangat tergila-gila dengan lagu-lagu dari M2M sampai memutuskan untuk membuat versi mandarin dari “The Day You Went Away”.

Image mereka sebagai remaja membantu pula dalam penjualan album ini. Berbagai sarana marketing digunakan untuk mendongkrak penjualan ”Shades Of Purple”. Mulai konser dari mall ke mall, Junior Spa Day, pelajaran gitar bersama Marit Larsen, sampai bekerja sama dengan perusahaan permen terkenal yaitu Cookie Dough. Prestasi ini membuat M2M menjadi salah satu band yang ”diimpor” dari Norwegia dan mencatat sukses yang luar biasa di Amerika selain band A-ha.

Tahun 2002 mereka siap merilis album kedua mereka yang diberi judul ”The Big Room”. Ternyata dalam waktu 2 tahun membuat musik mereka sedikit berubah. Mereka tidak lagi menjual nada-nada manis dari cinta, tapi album ini didefinisikan sebagai “a far cry from the glossy and peppy tracks”. Dua track yang patut diingat adalah “Everything” dan “What You Do about Me”. M2M tidak pernah merilis single ketiga untuk album ini, walaupun track “Don’t” sempat terputar dan mendapat sambutan baik dari radio-radio di Amerika Serikat dan Amerika Latin, sedangkan track ”Wanna Be Where You Are” dirilis secara resmi di Filipina.

Setelah melakukan tur untuk mempromosikan album ini, mereka kemudian bergabung sebagai opening act dari summer tour milik Jewel. Sayang seribu sayang, ternyata disinilah kabar buruk mulai berhembus. Kerjasama mereka bersama Atlantic Records berakhir dengan alasan penjualan ”The Big Room” yang anjlok di pasaran. Walaupun sebenarnya performa album ini sangat bagus di Norwegia, Asia, dan Australia. Isu lain yang berhembus adalah image mereka sebagai ”teenager” tidak cocok lagi untuk dijual dan sebuah kontrak baru untuk karir solo Marion Raven sedang dipersiapkan. Jadilah September 2002 menjadi bulan terkelam dalam perjalanan dua sahabat ini. M2M resmi dibubarkan!

Where Did They Go Now?
Perjalanan Marit Larsen dan Marion Raven selepas era M2M bisa dikatakan lumayan panjang. Sehingga bagian ini harus kita bagi 2.

PhotobucketMarit Larsen
Marit Larsen kemudian kuliah di University of Oslo untuk mengisi masa hiatusnya dan melakukan “comeback” di Norwegia dengan penampilannya di NRK radio dengan merilis 3 buah single yaitu “This Time Tomorrow”, “Recent Illusion”, and “Walls” di tahun 2004. Penampilannya di konser by:Larm yang dihelat pada bulan Februari 2005 mendapat apresiasi yang luar biasa. Akhirnya di tahun yang sama Marit Larsen merekam album ”Under The Surface” bersama label EMI. Single ”Don’t Save Me” mendapat ganjaran penghargaan dimana-mana sewaktu dirilis 6 Februari 2006 dan dengan cepat melejit ke chart lagu di Norwegia. Full albumnya sendiri dirilis sebulan kemudian berisikan 11 track dan menjadi ”the most waited album of this year”.

Tampaknya predikat ini tidak main-main. Sebut saja penjualannya mendapat predikat gold karena sanggup menjual lebih dari 20 ribu kopi selama 3 minggu perilisannya, Marit Larsen juga memenangkan Best Norwegian Act dalam MTV Europe Music Award di tahun 2006 plus Spellemannprisen (Grammy versi Norwegia) awards untuk kategori Best Female Artist dan Best Video.

Album solo kedua yang diberi judul ”The Chase” resmi dirilis pada bulan Oktober 2008 di Norwegia. Sama seperti album sebelumnya, album ini pun menuai kritik yang positif dari para kritikus. Single pertama ”If A Song Could Get Me You” langsung menduduki posisi pertama di chart penjualan di Norwegia pada minggu pertama perilisannya dan langsung mendapat nominasi dalam Spellemannprisen awards dalam kategori Hit Of The Year.

Awal tahun 2009, Marit Larsen diundang oleh Jason Mraz sebagai opening act dari Europe Spring tour miliknya. Pertemuan mereka terjadi ketika sama-sama menjadi pengisi acara dalam konser Nobel Peace Prize di tahun 2008. Saat ini Marit Larsen sedang melakukan tour perdana German-Swiss miliknya.

PhotobucketMarion Raven
Marion Raven melanjutkan kontrak yang bernilai jutaan dolar bersama Atlantic Record. Sepanjang tahun 2003 sampai tahun 2005 dia bekerja sama dengan penulis lagu Max Martin, Rami, Chantal Kreviazuk serta Raine Maida. Disinilah image Marion berubah menjadi lebih gelap ketika album Here I Am dirilis di tahun 2005. Sound yang diusungnya berubah menjadi pop rock dan terdengar seperti Avril Lavigne ataupun Evanesence.

Konflik internal di dalam tubuh Atlantic Records akhirnya menunda perilisan album ini secara luas. Hak belinya kemudian dibeli oleh Warner Music dan akhirnya bisa dinikmati di negara sendiri, Norwegia, pada bulan Agustus 2005. Album ini juga disambut baik di kawasan Asia, terbukti dengan rotasi pemutaran video klip ”End Of Me” serta ”Break You” yang sangat tinggi di MTV Asia.

Sebuah EP, Heads Will Roll kemudian dirilis di tahun 2006 selepas “perpisahan” yang kedua kalinya bersama Atlantic Records. Kesempatan besar didapatkan oleh Marion Raven ketika bekerja sama dengan Desmond Child yang waktu itu sedang menggarap album “Bat Out of Hell III: The Monster Is Loose” milik Meatloaf. Jadilah mereka berduet dalam track “It’s All Coming Back To Me Now” yang mencapai titik tertinggi dalam karir Marion Raven. Single ini mampu bertahan selama 85 minggu di berbagai chart di belahan dunia termasuk menjadi jawara selama 21 pekan di chart Norwegia.

Selama tahun 2008, Marion Raven disibukkan denga pengerjaan album barunya yang akan dirilis dibawah label Eleven Seven Music bekerja sama dengan EMI Records. Dalam akun Twitternya di bulan Juni yang lalu, Marion mengatakan bahwa album ini hampir rampung dan akan dirilis pada bulan Maret tahun 2010. silahkan menunggu!
(iQko / CreativeDisc Contributors)

Discography:
Shades of Purple (2000) #89 U.S.; #1 Norway (Certified Gold, over 20,000 copies);[5] #3 Philippines (4x Platinum, over 60,000 copies); Mexico (Certified Gold, over 75,000 copies); Chile (Certified Gold, over 7,500 copies); Thailand (7x Platinum, over 105,000 copies); Indonesia (7x Platinum, over 280,000 copies); Malaysia (3x Platinum, over 60,000 copies); Singapore (2x Platinum, over 30,000 copies); Taiwan (Platinum, over 14,000 copies); South Korea (Platinum, over 300,000 copies)

The Big Room (2002) #1 Norway (2x Platinum, over 80,000 copies); #2 Philippines (3x Platinum, over 45,000 copies); Mexico (Gold, over 75,000 copies)

The Day You Went Away: The Best of M2M (2003)

36 Comments

  1. Ricciadam Reply
  2. hendra Reply
  3. davkovsky Reply
  4. Aoh Reply
  5. yudh4_plk Reply
  6. chrizalis Reply
  7. iQko Reply
  8. Randy Reply
  9. Joe Ronald Reply
  10. EDWIN Reply
  11. welly Reply
  12. ALFIAN Reply
  13. uci Reply
  14. ecodoc Reply
  15. manle Reply
  16. man2u Reply
  17. cihuy Reply
  18. anisacumichan Reply
  19. WinzSky Reply
  20. Ekho Reply
  21. Iryn Reply
  22. penggemar m2m Reply
  23. Daniel Reply
  24. JERICHO Reply
  25. coky(manle.alterego) Reply
  26. roniwibowo Reply
  27. Ibnu Kholdun Reply
  28. Pamella Quiiry Keshasuxx I Reply
  29. alexander Reply
  30. Evanna Jenny Lynch Reply
  31. nurz fahmi Reply
  32. Kurniawan Octavian Reply
  33. gen-prime Reply
  34. wayangkulit Reply
  35. wayangkulit Reply
  36. Mariah Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Classics: Ashlee Simpson – Autobiography
New Release Video: 29 July
Album of the Day: Brandon Flowers – The Desired Effect
Prince Melepas Single Baru ‘Stare’. Ekslusif Di Spotify.
Coldplay Tidak Sabar Ingin Merilis Album Baru Mereka
Kanye West, Janet Jackson, Sam Smith Adalah Lined Up Untuk iHeartRadio Music Festival
Zayn Malik Resmi Bergabung Bersama RCA Records
Billboard Digital Songs – 01 Aug
Billboard Hot 100 – 01 Aug
Billboard 200 Album – 01 Aug
Wide Shot Metro TV Top 10 Chart – 27 July