IMAGINEDdepan

Imagine Dragons Suguhkan Konser Yang Sangat Epik Di Singapura

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Band Rock Alternatif asal Las Vegas, Nevada – Amerika, IMAGINE DRAGONS sukses menghentak Singapura pada Selasa lalu (25 Agustus) dalam sebuah konser yang megah di Singapore Indoor Stadium. CREATIVEDISC berkesempatan meliput konser ini ke Singapura. Konser yang dipromotori oleh Live Nation Lushington Singapore ini merupakan rangkaian dari tur dunia, Smoke + Mirrors Tour yang telah dimulai sejak April 2015 di kota Santiago-Chili (Amerika Selatan) kemudian berlanjut ke Amerika Serikat, Amerika Utara, Asia, Australia, Eropa dan akan berakhir bulan Februari tahun depan di kota Amsterdam-Belanda. Mereka menjadwalkan ada sekitar 105 pertunjukkan untuk tur ini. Singapura menjadi salah

arianajkt

Ariana Grande The Honeymoon Tour di Jakarta: Sensual Tapi Kurang Maksimal

Ariana Grande, penyanyi berusia 22 tahun yang pamornya sedang naik ini akhirnya menuntaskan kerinduan penggemarnya dalam sebuah konser yang berlangsung di JIEXPO Hall B & C, Kemayoran, Jakarta, Rabu malam lalu (27/8). Jakarta termasuk salah satu kota yang beruntung, karena dalam rangkaian The Honeymoon Tour 2015 ini, untuk kawasan Asia, Ariana hanya menyambangi 3 kota saja ; Tokyo (Jepang), Manila (Filipina) dan Jakarta (Indonesia). Adalah Dyandra Entrtainment yang mengorganisir kedatangan penyanyi yang di sebut-sebut kekuatan vocalnya menyaingi Mariah Carey ini. Dari jam 16:00 sore, Arianators, sebutan untuk fans Ariana sudah mulai memadati venue konser untuk antri masuk ke dalam arena

R.City

Single of the Day: R. City feat. Adam Levine – Locked Away

Perlahan tapi pasti, single ‘Locked Away’ milik R.City (juga dikenal dengan Rock City) mulai mencuri perhatian. Tidak hanya menanjak di tangga lagu namun juga mulai sering dimainkan di berbagai tempat. Memang ada alasan kenapa lagu ini bisa menjadi semarak dan mendapat atensi lebih. Duo R.City yang terdiri atas Timothy “A.I.”Thomas dan Theron “Uptown AP” Thomas mengajak frontman Maroon 5, Adam Levine, dalam ‘Locked Away’ ini. Track urban ini mengedepankan pendekatan ala reggae yang catchy serta hook pada chorus untuk mengikat pendengarnya dan rasa-rasanya upaya mereka cukup sukses. Apalagi vokal Levine bernyanyi dengan lebih lembut dan tidak melengking tinggi seperti biasanya,

Neck Deep

Album Of The Day: Neck Deep – Life’s Not Out to Get You

Band asal Wales, UK yang bernama Neck Deep telah merelease album kedua mereka yang diberi judul “Life’s Not Out to Get You“. Neck Deep yang kini terdiri dari vokalis Ben Barlow, gitaris Matt West, bassist Fil Thorpe-Evans dan drummer Dani Washington mulai dikenal namanya sejak mereka merelease debut album mereka “Wishful Thinking” pada tahun 2014 lalu. Album ini berhasil membuat nama Neck Deep menjadi salah satu band yang paling banyak dibicarakan sepanjang tahun 2014 dan album ini juga berhasil mengantarkan Neck Deep memenangkan Best British Newcomer dalam ajang penghargaan Kerrang Awards 2014. Berselang kurang lebih setahun, Neck Deep pada bulan

Jess Glynne

Album of the Day: Jess Glynne – I Cry When I Laugh

Tahun lalu mungkin kita hanya mengenal Jess Glynne sebagai bintang tamu dari single-single sukses milik Clean Bandit dan Route 94 (‘Rather Be’ dan ‘My Love’). Namun kini dengan dua single nomor satu dengan mengusung namanya sendiri (‘Hold My Hand’ dan ‘Don’t Be So Hard On Yourself’) serta tambahan satu lagi dari kolaborasinya dengan Tinie Tempah dalam ‘Not Letting Go’, jelas nama Jess Glynne kini menjulang sebagai penyanyi muda asal Inggris yang berada di garda depan. Menyusul 5 single #1 tersebut kini Glynne siap untuk mempersembahkan musikalitas dirinya dalam album debut, “I Cry When I Laugh“. Memakai judul yang berbau ironi,

Time Tunnel: M2M

PhotobucketThe Beginning
Banyak orang yang bertanya-tanya, siapakah dua gadis cantik yang bernyanyi menemani Pikachu dalam film Pokemon : The First Movie yang dirilis pada tahun 2001? Mereka adalah duo M2M. Marit Larsen dan Marion Raven. Tidak ada yang menyangka bahwa persahabatan mereka yang dimulai sejak berumur 5 tahun akan membuat mereka dikenal di seluruh penjuru dunia dan semuanya itu bermulai di kota kecil bernama Lorenskog, Norwegia.

Kecintaan mereka terhadap musik (dan juga permen), bisa dilihat dari band yang pertama kali mereka dirikan bernama ”Hubba Bubba”. Mereka mulai senang untuk memainkan alat musik dan menciptakan lirik lagu mereka sendiri. Akhirnya pada tahun 1995 mereka berkesempatan untuk bekerja sama dengan label EMI untuk merekam sebuah album yang diberi judul ”Marit og Marion Synger Kjente Barnesanger” atau ”Marit and Marion sing famous children’s songs”.

Dari sini sudah bisa ditebak. Semua orang kagum dengan performance mereka. Debut album yang dirilis di tahun 1996 ini mendapat pembicaraan dimana-mana. Masa kecil mereka pun dipenuhi dengan penampilan di berbagai macam pementasan drama. Mulai dari The Sound Of Music, Annie, sampai The Wizard of Oz. mereka bekerja sama dengan para kru, penari, dan mereka sudah terlihat sangat profesional!

The Breakthrough
Beberapa tahun kemudian, dua sahabat ini sudah memasuki masa remaja dan memulai pengalaman-pengalaman emosional mereka. Inilah yang dijadikan ”bahan bakar” oleh keduanya dalam menulis lagu. Marit Larsen sendiri mengakui bahwa, “Instead of writing in a diary, we’ll write a song about the things going on in our lives,”. Disinilah awal mula dari track-track hebat seperti “Don’t Say You Love Me” yang hadir sebagai single pertama mereka dari album “Shades Of Purple” yang dirilis di tahun 2000.

Atlantic Records yang bertanggung jawab pada kesuksesan duo ini sangat kagum dengan kemampuan keduanya dalam memainkan instrument (Marion pada piano, Marit pada gitar). Hal ini menjadi nilai plus, karena mereka tidak hanya bernyanyi saja melainkan membuat semua komposisi dalam album mereka. Kesuksesan film Pokemon : The First Movie mempunyai andil yang besar juga. Karena film ini sukses besar terutama di kawasan Asia.

Satu catatan khusus bahwa single “Don’t Say You Love Me” diproduseri oleh Jimmy Bralower and Peter Zizzo yang terbiasa menjadi produser untuk lagu-lagu Celine Dion. Berdasarkan data dari Sound Scan, single ini melakukan debutnya di posisi 72 dalam chart Billboard Top 100 serta terjual sebanyak 39. 000 buah hanya dalam waktu seminggu! Posisi tertingginya? Nomor 21 dalam chart Billboard Top 100 dan nomor 5 dalam Billboard’s Hot 100 Singles Sales. Pencapaian yang sangat hebat untuk seorang artis pendatang baru.

Nama M2M sebenarnya berasal dari kegemaran mereka akan salah satu merek permen, juga karena rasa kagum mereka terhadap Eminem. Nama pertama yang ingin mereka gunakan adalah The Moniker, tetapi karena telah dipakai oleh band lain, mereka memutuskan untuk memakai nama inisial mereka saja. Jadilah M2M mulai untuk menularkan pop-ballad bertema cinta keseluruh dunia.

Total keseluruhan ada 4 single lain yang dirilis untuk album ”Shades Of Puple” ini. “Mirror Mirror”, “The Day You Went Away”, “Pretty Boy” dan “Everything You Do” menjadi amunisi mereka untuk menjajah pasar Asia dan Australia. Ternyata ramuan ini berhasil. Mereka sangat digilai-gilai di kawasan Asia (terutama Filipina), bahkan track “Pretty Boy” dibuat dalam versi mandarin. Penyanyi Taiwan, Cyndi Wang pun sangat tergila-gila dengan lagu-lagu dari M2M sampai memutuskan untuk membuat versi mandarin dari “The Day You Went Away”.

Image mereka sebagai remaja membantu pula dalam penjualan album ini. Berbagai sarana marketing digunakan untuk mendongkrak penjualan ”Shades Of Purple”. Mulai konser dari mall ke mall, Junior Spa Day, pelajaran gitar bersama Marit Larsen, sampai bekerja sama dengan perusahaan permen terkenal yaitu Cookie Dough. Prestasi ini membuat M2M menjadi salah satu band yang ”diimpor” dari Norwegia dan mencatat sukses yang luar biasa di Amerika selain band A-ha.

Tahun 2002 mereka siap merilis album kedua mereka yang diberi judul ”The Big Room”. Ternyata dalam waktu 2 tahun membuat musik mereka sedikit berubah. Mereka tidak lagi menjual nada-nada manis dari cinta, tapi album ini didefinisikan sebagai “a far cry from the glossy and peppy tracks”. Dua track yang patut diingat adalah “Everything” dan “What You Do about Me”. M2M tidak pernah merilis single ketiga untuk album ini, walaupun track “Don’t” sempat terputar dan mendapat sambutan baik dari radio-radio di Amerika Serikat dan Amerika Latin, sedangkan track ”Wanna Be Where You Are” dirilis secara resmi di Filipina.

Setelah melakukan tur untuk mempromosikan album ini, mereka kemudian bergabung sebagai opening act dari summer tour milik Jewel. Sayang seribu sayang, ternyata disinilah kabar buruk mulai berhembus. Kerjasama mereka bersama Atlantic Records berakhir dengan alasan penjualan ”The Big Room” yang anjlok di pasaran. Walaupun sebenarnya performa album ini sangat bagus di Norwegia, Asia, dan Australia. Isu lain yang berhembus adalah image mereka sebagai ”teenager” tidak cocok lagi untuk dijual dan sebuah kontrak baru untuk karir solo Marion Raven sedang dipersiapkan. Jadilah September 2002 menjadi bulan terkelam dalam perjalanan dua sahabat ini. M2M resmi dibubarkan!

Where Did They Go Now?
Perjalanan Marit Larsen dan Marion Raven selepas era M2M bisa dikatakan lumayan panjang. Sehingga bagian ini harus kita bagi 2.

PhotobucketMarit Larsen
Marit Larsen kemudian kuliah di University of Oslo untuk mengisi masa hiatusnya dan melakukan “comeback” di Norwegia dengan penampilannya di NRK radio dengan merilis 3 buah single yaitu “This Time Tomorrow”, “Recent Illusion”, and “Walls” di tahun 2004. Penampilannya di konser by:Larm yang dihelat pada bulan Februari 2005 mendapat apresiasi yang luar biasa. Akhirnya di tahun yang sama Marit Larsen merekam album ”Under The Surface” bersama label EMI. Single ”Don’t Save Me” mendapat ganjaran penghargaan dimana-mana sewaktu dirilis 6 Februari 2006 dan dengan cepat melejit ke chart lagu di Norwegia. Full albumnya sendiri dirilis sebulan kemudian berisikan 11 track dan menjadi ”the most waited album of this year”.

Tampaknya predikat ini tidak main-main. Sebut saja penjualannya mendapat predikat gold karena sanggup menjual lebih dari 20 ribu kopi selama 3 minggu perilisannya, Marit Larsen juga memenangkan Best Norwegian Act dalam MTV Europe Music Award di tahun 2006 plus Spellemannprisen (Grammy versi Norwegia) awards untuk kategori Best Female Artist dan Best Video.

Album solo kedua yang diberi judul ”The Chase” resmi dirilis pada bulan Oktober 2008 di Norwegia. Sama seperti album sebelumnya, album ini pun menuai kritik yang positif dari para kritikus. Single pertama ”If A Song Could Get Me You” langsung menduduki posisi pertama di chart penjualan di Norwegia pada minggu pertama perilisannya dan langsung mendapat nominasi dalam Spellemannprisen awards dalam kategori Hit Of The Year.

Awal tahun 2009, Marit Larsen diundang oleh Jason Mraz sebagai opening act dari Europe Spring tour miliknya. Pertemuan mereka terjadi ketika sama-sama menjadi pengisi acara dalam konser Nobel Peace Prize di tahun 2008. Saat ini Marit Larsen sedang melakukan tour perdana German-Swiss miliknya.

PhotobucketMarion Raven
Marion Raven melanjutkan kontrak yang bernilai jutaan dolar bersama Atlantic Record. Sepanjang tahun 2003 sampai tahun 2005 dia bekerja sama dengan penulis lagu Max Martin, Rami, Chantal Kreviazuk serta Raine Maida. Disinilah image Marion berubah menjadi lebih gelap ketika album Here I Am dirilis di tahun 2005. Sound yang diusungnya berubah menjadi pop rock dan terdengar seperti Avril Lavigne ataupun Evanesence.

Konflik internal di dalam tubuh Atlantic Records akhirnya menunda perilisan album ini secara luas. Hak belinya kemudian dibeli oleh Warner Music dan akhirnya bisa dinikmati di negara sendiri, Norwegia, pada bulan Agustus 2005. Album ini juga disambut baik di kawasan Asia, terbukti dengan rotasi pemutaran video klip ”End Of Me” serta ”Break You” yang sangat tinggi di MTV Asia.

Sebuah EP, Heads Will Roll kemudian dirilis di tahun 2006 selepas “perpisahan” yang kedua kalinya bersama Atlantic Records. Kesempatan besar didapatkan oleh Marion Raven ketika bekerja sama dengan Desmond Child yang waktu itu sedang menggarap album “Bat Out of Hell III: The Monster Is Loose” milik Meatloaf. Jadilah mereka berduet dalam track “It’s All Coming Back To Me Now” yang mencapai titik tertinggi dalam karir Marion Raven. Single ini mampu bertahan selama 85 minggu di berbagai chart di belahan dunia termasuk menjadi jawara selama 21 pekan di chart Norwegia.

Selama tahun 2008, Marion Raven disibukkan denga pengerjaan album barunya yang akan dirilis dibawah label Eleven Seven Music bekerja sama dengan EMI Records. Dalam akun Twitternya di bulan Juni yang lalu, Marion mengatakan bahwa album ini hampir rampung dan akan dirilis pada bulan Maret tahun 2010. silahkan menunggu!
(iQko / CreativeDisc Contributors)

Discography:
Shades of Purple (2000) #89 U.S.; #1 Norway (Certified Gold, over 20,000 copies);[5] #3 Philippines (4x Platinum, over 60,000 copies); Mexico (Certified Gold, over 75,000 copies); Chile (Certified Gold, over 7,500 copies); Thailand (7x Platinum, over 105,000 copies); Indonesia (7x Platinum, over 280,000 copies); Malaysia (3x Platinum, over 60,000 copies); Singapore (2x Platinum, over 30,000 copies); Taiwan (Platinum, over 14,000 copies); South Korea (Platinum, over 300,000 copies)

The Big Room (2002) #1 Norway (2x Platinum, over 80,000 copies); #2 Philippines (3x Platinum, over 45,000 copies); Mexico (Gold, over 75,000 copies)

The Day You Went Away: The Best of M2M (2003)

36 Comments

  1. Ricciadam Reply
  2. hendra Reply
  3. davkovsky Reply
  4. Aoh Reply
  5. yudh4_plk Reply
  6. chrizalis Reply
  7. iQko Reply
  8. Randy Reply
  9. Joe Ronald Reply
  10. EDWIN Reply
  11. welly Reply
  12. ALFIAN Reply
  13. uci Reply
  14. ecodoc Reply
  15. manle Reply
  16. man2u Reply
  17. cihuy Reply
  18. anisacumichan Reply
  19. WinzSky Reply
  20. Ekho Reply
  21. Iryn Reply
  22. penggemar m2m Reply
  23. Daniel Reply
  24. JERICHO Reply
  25. coky(manle.alterego) Reply
  26. roniwibowo Reply
  27. Ibnu Kholdun Reply
  28. Pamella Quiiry Keshasuxx I Reply
  29. alexander Reply
  30. Evanna Jenny Lynch Reply
  31. nurz fahmi Reply
  32. Kurniawan Octavian Reply
  33. gen-prime Reply
  34. wayangkulit Reply
  35. wayangkulit Reply
  36. Mariah Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Creative Disc Exclusive Single: 31 Aug
Imagine Dragons Suguhkan Konser Yang Sangat Epik Di Singapura
Ariana Grande The Honeymoon Tour di Jakarta: Sensual Tapi Kurang Maksimal
Ne-Yo Telah Menikah Dan Akan Memiliki Seorang Anak Lagi
ONE OK ROCK Umumkan Jadwal Asia Tour 2016
Miley Cyrus Hadirkan Album Barunya, “Miley Cyrus and Her Dead Petz”, Secara Gratis
Fresh From The Oven! Justin Bieber Rilis Video Musik Single ‘What Do You Mean?’
Creative Disc Top 50 Chart – 31 Aug
Giss Twenty Chart – 30 Aug
Istara 40 Hits – 29 Aug
UK Top 100 Singles – 29 Aug