Hilary Duff

Album of the Day: Hilary Duff – Breathe In. Breathe Out.

Tahun 2015 pantas menjadi tahun selebrasi bagi Hilary Duff dan semua penggemarnya. Nama Hilary Duff mestinya tak asing lagi karena ia telah menjadi bintang bersinar sejak kecil melalui Disney. Duff mengawali karir sebagai aktris dalam beberapa film produksi Disney, termasuk menjadi pemeran utama dalam drama remaja yang sangat terkenal : Lizzie McGuire. Karirnya di dunia akting terus memuncak hingga di tahun 2002 ia melakukan ekspansi ke dunia tarik suara dengan album pertama Santa Clause Lane. Ternyata karir Duff sebagai penyanyi pun segemilang karirnya sebagai aktris. Ia terus memproduksi album hingga tahun 2007 album keempatnya berjudul “Dignity” rilis. Setelah Dignity, Hilary

Leona Lewis

Single of the Day: Leona Lewis – Fire Under My Feet

Sudah seharusnya Leona Lewis memulai bab baru musiknya dengan sesuatu yang antemik. Toby Gad, penulis lagu sekaligus produser pop yang banyak berkontribusi untuk artis dunia seperti Alicia Keys hingga Madonna ini untuk pertama kalinya tampil dalam karya Leona. ‘Fire Under My Feet‘ adalah sebuah anthem yang pas untuk memulai gejolak di album studio terbaru Leona, album pertamanya di bawah payung Island, “I Am”. Ini sebenarnya agak menjauh dari pesona pop yang Leona biasa tampilkan. Sebelumnya ia kaya akan cita rasa komersil, tapi sekarang -paling tidak di single ini-, Leona lebih ingin memenangkan hati pendengar lewat musik. Corak musik lebih ia

mariah-carey-2-infinity-thatgrapejuice

Album of the Month: Mariah Carey – #1 to Infinity

Mariah Carey + #1 = ∞ Awalnya, “#1’s” adalah album kompilasi pertama yang Mariah Carey rilis di tahun 1998. Album ini mengemas seluruh lagu no.1 yang ia punya yang pada saat itu berjumlah 13. Kini, 17 tahun kemudian, ia berhasil menambah jumlah lagu no.1-nya hingga akhirnya terkumpul sebanyak 18 buah. Dengan membubuhi sebuah lagu baru berjudul ‘Infinity’, Mariah merilis kompilasi terbarunya, “#1 to Infinity“, yang sekaligus menandakan reuni bersama L.A. Reid dan residency di Caesar’s Palace, Las Vegas. Yang namanya no.1 merupakan hal yang mutlak. Pengambilannya didasarkan pada chart resmi yang Billboard kelola dan diakui nationwide. Tapi untuk edisi global, tracklist album mengalami perombakan. Bukan hal yang baru juga, karena

Will Young

Album of the Day: Will Young – 85% Proof

Ekspansif? Harus. Itulah gunanya usia karir dekade kedua. Bukan hendak mencari-cari jati diri, tapi lebih kepada kepuasaan nyeni. Will Young banyak memberlakukan hal tersebut dalam album studio terbarunya, “85% Proof“. Lantas, kenapa 85%? Jawabannya ternyata ada pada pernyataan Will yang menunjuk angka tersebut pada alcoholic strength of moonshine. Sementara album ini sendiri ceriteranya menjorok pada fikiran hidup, dan musiknya kebanyakan yang upbeat. Itulah ‘Love Revolution’, single andalan dari album ini yang dengan kepiawaian Will bersama Jim Eliot dan Mima Stilwell mengawinkan karya mereka dengan karya Ivan Matias, Andrea Martin, dan DJ Tomcraft. Jadilah irama pop yang tak biasa dengan segenap

Little Mix

Single of the Day: Little Mix – Black Magic

Disadari atau tidak, Little Mix gemar untuk melakukan utak-atik terhadap musik mereka. Dari satu album ke album berikutnya, mereka bergerak luwes dengan beragam influens yang pastinya membuat karya pop mereka anti bosan. ‘Black Magic‘, single terbaru dari Perrie Edwards dkk ini akan membawa para pendengar untuk asyik beretro ria dalam kemasan musik yang banyak merefleksikan pop di masa 80-an. Think about ‘Girls Just Want to Have Fun’ and ‘I Wanna Dance With Somebody’ fused together. Ya, ‘Black Magic’ setara dengan kedua karya klasik tersebut dalam ukuran fun dan joy-nya. Dalam pelaksanaan tribute kepada pop 80-an tersebut, LM enggak harus bayar

Time Tunnel: Milli Vanilli

PhotobucketMilli Vanilli dibentuk pada tahun 1988 di Jerman oleh Frank Farian, seorang produser musik dan penulis lagu dari Jerman sekaligus pemilik Far Corporation yang juga sukses membentuk grup Boney M di tahun 1970an. Grup ini beranggotakan Rob Pilatus dan Fab Morvan. Konsep yang dikembangkan oleh Frank Farian adalah konsep duo dimana pad awalnya dia memilih suara vokal dari Charles Shaw, John Davis, Brad Howell dan Jodie dan Linda Rocco tetapi dia kemudian merasa kalau tampang mereka kurang bisa menjual sehingga akhirnya dipilihlah Robert Pilatus dan Fabrice Morvan yang lebih good looking. Mereka berdua adalah model dan dancers yang ditemukannya di sebuah dance club di Berlin. Debut album mereka yang berjudul All Or Nothing dirilis di Eropa di pertengahan tahun 1988 dengan memasang tampang Rob dan Fab di sampul album tanpa menyebutkan siapakah yang sebenarnya mengisi suara mereka. Kesuksesan album tersebut menarik perhatian Arista Records yang kemudian merekrut untuk gabung ke labelnya. Beberapa lagu dihapus dan beberapa lagu baru ditambahkan termasuk sebuah lagu yang ditulis oleh Diane Warren “Blame It On the Rain”, kemudian album ini dirilis ulang dengan judul Girl You Know It’s True untuk pasar Amerika di awal tahun 1989. Versi baru album ini berhasil mencapai 6 kali platinum sehingga single yang berjudul sama dengan albumnya yaitu Girl You Know Its True dirilis dan berhasil mencapai peringkat 2 dalam Hot 100 di bulan April 1989. Commercial sukses juga diraih setelah 3 single mereka yaitu Baby Dont Forget My Number, Girl Im Gonna Miss You dan Blame In On the Rain semuanya berhasil mencapai peringkat 1. Single ke 5 dan terakhir, All Or Nothing juga berhaisl mencapai 5 besar di awal tahun 1990an. Puncak sukses Milli Vanilli dalam dunia musik adalah ketika mereka dianugerahi sebuah Grammy Award untuk kategori Best New Artist tepatnya pada tanggal 22 Februari 1990.

PhotobucketThe Real Milli Vanilli
Sayang kesuksesan mereka harus dinodai dengan kasus lipsync yang pertama kali terlihat di akhir tahun 1989 dalam sebuah acara live MTV di Lake Compounce, Bristol, Connecticut. Pada saat mereka perform live di panggung tiba2 backsound lagu Girl You Know Its True macet dan mulai tidak karuan, mengulang2 bagian “Girl you know it’s..” sehingga mereka melanjutkan berpura2 menyanyi dan menari untuk beberapa saat di panggung sebelum akhirnya melarikan diri dari panggung meskipun fans yang hadir di konser tersebut terlihat tidak begitu mempedulikannya. Setelah kejadian itu bermunculan pertanyaan publik mengenai siapakah yang sebenarnya mengisi suara Milli Vanilli sehingga akhirnya Farian mengaku kepada wartawan pada tanggal 12 November 1990 bahwa Fab Morvan dan Rob Pilatus bukanlah penyanyi asli lagu2 Milli Vanilli. Hal ini berujung kepada ditariknya Grammy Awards mereka 4 hari kemudian dan Arista Records mendepak mereka sekaligus menghapus album dan masternya dari katalog. Sementara itu materi yang direncanakan untuk album kedua Milli Vanilli yang sudah selesai direkam termasuk single Keep On Running, sudah dirilis untuk disebarkan ke radio2 hanya beberapa hari sebelum Farian mengungkap kenyataan yang sebenarnya ke publik. Di menit2 terakhir, cover album kedua Milli Vanilli diubah dan diganti dengan penyanyi asli yang selama ini mengisi suara Milli Vanilli dan mengubah namanya menjadi The Real Milli Vanilli. Formasi angota dari the Real Milli Vanilli ini adalah Brad Howell, Jon Davis, Ray Horton dan Gina Mohammed, sementara itu yang absen dari grup adalah Charles Shaw, Jodie dan Linda Rocco. Sebagai catatan, Charles Shaw ini adalah veteran US Army yang dibayar sebesar $6000 untuk perform rap dalam lagu Girl You Know Its True. Satu2nya album dari grup ini sedianya akan dirilis sebagai album kedua Milli Vanilli tetapi berita tentang Rob dan Fab yang hanya lipsync dan tidak bernyanyi menggunakan suara aslinya dalam live performance sudah menyebar sebelum album tsb dirilis sehingga judul albumnya pun dirubah dari Keep On Running menjadi the Moment of Truth. Album ini hanya dirilis di Eropa dan Asia dan mencapai top 20 di Jerman. Single2 yang pernah dirilis oleh the Real Milli Vanilli adalah Tell Me Where It Hurts, Keep On Running, Too Late (True Love) dan Nice N Easy. Lagu When I Die yang ditulis oleh Diane Warren juga pernah dinyanyikan oleh No Mercy, yang dibentuk oleh Frank Farian juga. Sementara Tell Me Where It Hurts yang juga ditulis oleh Diane Warren juga banyak dicover versionkan oleh beberapa penyanyi, antara lain : Kathy Troccoli, MYMP (band dari Filipina), Patti LaBelle dll.

PhotobucketRob & Fab
Sementara itu apakah yang terajdi dengan Rob dan Fab pascar terbongkarnya kasus lipsync ? Well, mereka ber2 pindah ke Los Angeles, California dan dikontrak oleh Joss Entertainment Group dimana mereka kemudian rekaman sebuah album dengan menggunakan nama mereka sendiri Rob & Fab. Hampir semua lagu dalam album tersebut ditulis oleh Kenny Taylor dan Fab sendiri selain mengisi vocal bersama Rob. Tetapi karena masalah keuangan, Joss Entertainment Group hanya mampu merilis album tsb di US. Satu2nya single dari album tersebut hanya dirilis untuk diputar di radio2 dan sayang sekali kurangnya publisitas, promo, distribusi yang buruk dan terutama adalah skandal kasus lipsync, membuat album ini gagal total dengan hanya terjual sebanyak 2000 copies.

Kemudian di tahun 1997, Farian memutuskan untuk berusaha kembali membangkitkan karir mereka dengan Fab dan Rob sebagai lead vocals dan hal inilah yang membawa mereka untuk rekaman album reuni Milli Vanilli di tahun 1998 yang berjudul Back and In Attack. Dan lagi2 sungguh sangat disayangkan nampaknya nasib baik tidak lagi berpihak kepada mereka karena meskipun sudah ditambah dengan beberapa penyanyi studio untuk membantu dalam album ini dan mengembalikan kejayaan mereka tetapi kenyataannya masa jaya mereka sudah benar2 berakhir. Gagalnya usaha untuk kembali, mereka berdua pun lama tidak saling menjalin komunikasi.

Menyinggung tentang kehidupan pribadi Rob dan Fab pasca kasus, nasib Rob Pilatus yang paling mengenaskan. Dia terlibat dalam beberapa masalah pribadi selama rekaman album baru tersebut. Terlibat obat2an dan masalah kriminal, yaitu merampok yang akhirnya membuat dia masuk penjara di California selama 3 bulan. Farian membantu Pilatus untuk bisa masuk ke panti rehabilitasi ketergantungan obat selama 6 bulan dan membayar tiket pesawat supaya bisa pulang kembali ke Jerman tetapi lagi2 berita buruk menerpa, sehari sebelum tour promo untuk album baru mereka (Back and In Attack), Rob ditemukan tewas di usianya yang ke 32 di sebuah hotel di Frankfurt setelah menelan campuran pil dan vodka.

Sementara itu Fab Morvan menghabiskan waktunya sebagai musisi yang bekerja untuk penyanyi atau pemusik lain atau yg biasa disebut sebagai session musician. Selain itu di tahun 1998 dia bekerja sebagai DJ di sebuah radio di LA, KIIS-FM kemudian di tahun 1999 dia tampil di Wango Tango festival concert di Dodger Stadium, LA, California. Di tahun 2000 Fab muncul di BBC Documentary yang membahas tentang perjalanan karir Milli Vanilli yang juga menjadi episode pertama dari program VH1 Behind The Music. Fab Morvan menghabiskan sebagian besar waktunya di tahun 2001 untuk mempersiapkan solo karirnya dengan tour dimana akhirnya pada tahun 2002 tampil sebagai penyanyi inaugural di Velvet Lounge, Hard Rock Cafe Hotel di Orlando, Florida. Dan di tahun 2003 dia merilis album solo pertamanya yang berjudul Love Revolution. Seluruh lagu dalam album ini ditulis dan dinyanyikan oleh Fab. Ada sebuah lagu yang khusus dia tulis untuk mengenang Rob Pilatus dan masa kejayaan mereka sebagai Milli Vanilli, yaitu It’s Your Life”. Pada tanggal 26 Maret 2007 sebuah album dirilis yaitu, the Milli Vanilli Greatest Hits. Bagi generasi muda jaman sekarang yang doyan menikmati musik pop dance, tidak ada salahnya jikalau sekali2 menengok ke tahun 80-90an dengan menikmati album Greatest Hits ini, yang bisa kalian jadikan pilihan untuk menikmati ringkasan perjalanan karir mereka karena meskipun Milli Vanilli sudah almarhum tetapi lagu2nya masih melekat di hati para penggemarnya, bahkan di telinga para penikmat musik dan tetap enak untuk didengarkan sampai sekarang.

Discography
1988 All or Nothing
1989 Girl You Know It’s True
1989 All or Nothing (remix album)
1989 2 X 2 [Repackaged album dari “All Or Nothing” dan “All or Nothing” (US Remix Album)]
1990 The Remix Album
1991 The Moment of Truth (as The Real Milli Vanilli)
1993 Rob & Fab
1998 Back and in Attack (Unreleased)
2003 Love Revolution
2006 Greatest Hits

Review by: Lendy

22 Comments

  1. Seb Spinner Reply
  2. Seb Spinner Reply
  3. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  4. welly Reply
  5. teddyandri Reply
  6. teddyandri Reply
  7. Seb Spinner Reply
  8. Seb Spinner Reply
  9. teddyandri Reply
  10. Seb Spinner Reply
  11. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  12. Seb Spinner Reply
  13. Lendy Reply
  14. Jhonatan Asyari Reply
  15. Seb Spinner Reply
  16. Seb Spinner Reply
  17. Primahessa Reply
  18. Lendy Reply
  19. bluewings Reply
  20. herry Reply
  21. Seb Spinner Reply
  22. timmy Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Album of the Day: Hilary Duff – Breathe In. Breathe Out.
Creative Disc Exclusive Single: 06 July
10 Multi Star Video
Line-Up #DWP15 PHASE 1
Steven Tyler Rilis Video Untuk Single Country-nya ‘Love Is Your Name’
Album “Peace Is The Mission” Major Lazer Duduki #1 Billboard Dance/Electronica
Video ‘Blank Space’ Telah Ditonton 1 Miliar Orang Di Vevo
UK Top 100 Singles: 06 July
Wide Shot Metro TV Top 10 Chart – 06 July
Creative Disc Top 50 Chart – 06 July
Istara 40 Hits – 04 July