UMF-795x350

Album of the Day: Various Artists – Ultra Music Festival 2015

Ultra Music Festival (UMF) adalah festival EDM tahunan yang berlangsung di bulan Maret di kota (tentu saja) Miami, Florida, Amerika Serikat. Festival yang berlangsung secara outdoor ini merupakan salah satu yang bergengsi dan menghadirkan barisan line-up yang datang dari nama-nama paten di skena dance music. Begitu populernya festival ini, hingga setiap tahun selalu padat dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai sudut dunia. Mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan DJ/musisi EDM favoritnya beraksi. Mungkin kita tidak bisa menghadiri UMF tahun ini. Tapi jangan takut, karena kini telah hadir sebuah album kompilasi bertajuk “Ultra Music Festival 2015” yang siap menghadirkan keriuhan UMF dimana saja,

Pretty Girls

Single of the Day: Britney Spears & Iggy Azalea – Pretty Girls

Britney Spears tampaknya tanggap akan trend. Dan itulah yang mungkin membuat ia masih mampu memegang eksistensinya sebagai princess of pop, selain tentunya tetap berkarya. Iggy Azalea sendiri merupakan nama panas di skena musik dunia. Rapper asal Australia ini memang tengah menjulang namanya berkat album dan single suksesnya. Tidak heran jika kemudian ia menarik minat artis lain untuk bekerjasama, termasuk juga Spears. Setelah digaungkan dengan cukup intens, akhinya kolaborasi antara Spears dan Azalea, yang berjudul ‘Pretty Girls‘, akhirnya bisa kita simak juga. Dan senang Britney kembali ke gaya urban, ketimbang EDM yang akhir-akhir ini sering ia bawakan. Tentu saja dengan hadirnya Azalea lagunya

Album of the Day: Shayne Ward – Closer

Music make over? Possibly. Tapi kebenaran sejati mengenai “Closer“, album studio keempat dari Shayne Ward ini adalah kisah yang lebih luas dari itu. Perceraiannya dengan Sony pasca “Obsession” merupakan tantangan terberat dalam karir pemenang The X Factor UK ini. Ia menandai momentum tersebut dengan “1 door closed, A Thousand more will open.” Bergabungnya Shayne di bawah manajemen baru, Alan Edwards membuatnya bisa bernafas lega dan melanjutkan impian indahnya sebagai recording artist. Pun, perjodohannya dengan Mike Stock, sepertiga dari legenda produsen musik SAW, berhasil melahirkan album studio bertemakan throwback di tahun 2015 ini. ‘My Heart Would Take You Back’ yang terlebih

Brandon-Flowers-2015

Single of the Day: Brandon Flowers – Can’t Deny My Love

Berselang 5 tahun setelah album solo pertamanya, Brandon Flowers kembali merilis album solo berjudul “The Desire Effect”. Single berjudul “Can’t Deny My Love” didaulat menjadi lead single dalam album solo kedua dari vokalis band The Killers ini. Lagu “Can’t Deny My Love” ditulis oleh Flowers dan Darren Beckett, seorang drummer dari band The Red Romance. Secara umum lagu ini berbeda dengan lagu-lagu Flowers di album sebelumnya. Lebih banyak sentuhan synth dalam “Can’t Deny My Love”. Meski begitu, beat dan dentuman drum serta solo gitarnya membuat kita merindukan lagu-lagu poprock era 80-an. Setelah dirilis, single ini kemudian menjadi Most Viral Track

Lisa

Album of the Day: LiSA – Launcher

Merubah image lama menjadi suatu image yang baru memang tidaklah mudah dan hal ini sekarang dialami oleh penyanyi yang sudah malang melintang di dunia soundtrack anime atau anisong yaitu Risa Oribe atau yang sering dipanggil LiSA. Penyanyi yang sudah malang melintang dan sering mengisi anime populer seperti Fate/Zero, Sword Art Online, Mahouka dan yang paling baru Nisekoi ingin merubah image penyanyi anisong yang sudah lama ia sandang dan ingin menjadi seorang lady rocker. Hal ini memang dirasa wajar karena sebelum LiSA melejit berkat sumbangsih suaranya dalam anime Angel Beats dia adalah seorang vokalis dari band rock bernama “Chucky” yang terpengaruh

Time Tunnel: Milli Vanilli

PhotobucketMilli Vanilli dibentuk pada tahun 1988 di Jerman oleh Frank Farian, seorang produser musik dan penulis lagu dari Jerman sekaligus pemilik Far Corporation yang juga sukses membentuk grup Boney M di tahun 1970an. Grup ini beranggotakan Rob Pilatus dan Fab Morvan. Konsep yang dikembangkan oleh Frank Farian adalah konsep duo dimana pad awalnya dia memilih suara vokal dari Charles Shaw, John Davis, Brad Howell dan Jodie dan Linda Rocco tetapi dia kemudian merasa kalau tampang mereka kurang bisa menjual sehingga akhirnya dipilihlah Robert Pilatus dan Fabrice Morvan yang lebih good looking. Mereka berdua adalah model dan dancers yang ditemukannya di sebuah dance club di Berlin. Debut album mereka yang berjudul All Or Nothing dirilis di Eropa di pertengahan tahun 1988 dengan memasang tampang Rob dan Fab di sampul album tanpa menyebutkan siapakah yang sebenarnya mengisi suara mereka. Kesuksesan album tersebut menarik perhatian Arista Records yang kemudian merekrut untuk gabung ke labelnya. Beberapa lagu dihapus dan beberapa lagu baru ditambahkan termasuk sebuah lagu yang ditulis oleh Diane Warren “Blame It On the Rain”, kemudian album ini dirilis ulang dengan judul Girl You Know It’s True untuk pasar Amerika di awal tahun 1989. Versi baru album ini berhasil mencapai 6 kali platinum sehingga single yang berjudul sama dengan albumnya yaitu Girl You Know Its True dirilis dan berhasil mencapai peringkat 2 dalam Hot 100 di bulan April 1989. Commercial sukses juga diraih setelah 3 single mereka yaitu Baby Dont Forget My Number, Girl Im Gonna Miss You dan Blame In On the Rain semuanya berhasil mencapai peringkat 1. Single ke 5 dan terakhir, All Or Nothing juga berhaisl mencapai 5 besar di awal tahun 1990an. Puncak sukses Milli Vanilli dalam dunia musik adalah ketika mereka dianugerahi sebuah Grammy Award untuk kategori Best New Artist tepatnya pada tanggal 22 Februari 1990.

PhotobucketThe Real Milli Vanilli
Sayang kesuksesan mereka harus dinodai dengan kasus lipsync yang pertama kali terlihat di akhir tahun 1989 dalam sebuah acara live MTV di Lake Compounce, Bristol, Connecticut. Pada saat mereka perform live di panggung tiba2 backsound lagu Girl You Know Its True macet dan mulai tidak karuan, mengulang2 bagian “Girl you know it’s..” sehingga mereka melanjutkan berpura2 menyanyi dan menari untuk beberapa saat di panggung sebelum akhirnya melarikan diri dari panggung meskipun fans yang hadir di konser tersebut terlihat tidak begitu mempedulikannya. Setelah kejadian itu bermunculan pertanyaan publik mengenai siapakah yang sebenarnya mengisi suara Milli Vanilli sehingga akhirnya Farian mengaku kepada wartawan pada tanggal 12 November 1990 bahwa Fab Morvan dan Rob Pilatus bukanlah penyanyi asli lagu2 Milli Vanilli. Hal ini berujung kepada ditariknya Grammy Awards mereka 4 hari kemudian dan Arista Records mendepak mereka sekaligus menghapus album dan masternya dari katalog. Sementara itu materi yang direncanakan untuk album kedua Milli Vanilli yang sudah selesai direkam termasuk single Keep On Running, sudah dirilis untuk disebarkan ke radio2 hanya beberapa hari sebelum Farian mengungkap kenyataan yang sebenarnya ke publik. Di menit2 terakhir, cover album kedua Milli Vanilli diubah dan diganti dengan penyanyi asli yang selama ini mengisi suara Milli Vanilli dan mengubah namanya menjadi The Real Milli Vanilli. Formasi angota dari the Real Milli Vanilli ini adalah Brad Howell, Jon Davis, Ray Horton dan Gina Mohammed, sementara itu yang absen dari grup adalah Charles Shaw, Jodie dan Linda Rocco. Sebagai catatan, Charles Shaw ini adalah veteran US Army yang dibayar sebesar $6000 untuk perform rap dalam lagu Girl You Know Its True. Satu2nya album dari grup ini sedianya akan dirilis sebagai album kedua Milli Vanilli tetapi berita tentang Rob dan Fab yang hanya lipsync dan tidak bernyanyi menggunakan suara aslinya dalam live performance sudah menyebar sebelum album tsb dirilis sehingga judul albumnya pun dirubah dari Keep On Running menjadi the Moment of Truth. Album ini hanya dirilis di Eropa dan Asia dan mencapai top 20 di Jerman. Single2 yang pernah dirilis oleh the Real Milli Vanilli adalah Tell Me Where It Hurts, Keep On Running, Too Late (True Love) dan Nice N Easy. Lagu When I Die yang ditulis oleh Diane Warren juga pernah dinyanyikan oleh No Mercy, yang dibentuk oleh Frank Farian juga. Sementara Tell Me Where It Hurts yang juga ditulis oleh Diane Warren juga banyak dicover versionkan oleh beberapa penyanyi, antara lain : Kathy Troccoli, MYMP (band dari Filipina), Patti LaBelle dll.

PhotobucketRob & Fab
Sementara itu apakah yang terajdi dengan Rob dan Fab pascar terbongkarnya kasus lipsync ? Well, mereka ber2 pindah ke Los Angeles, California dan dikontrak oleh Joss Entertainment Group dimana mereka kemudian rekaman sebuah album dengan menggunakan nama mereka sendiri Rob & Fab. Hampir semua lagu dalam album tersebut ditulis oleh Kenny Taylor dan Fab sendiri selain mengisi vocal bersama Rob. Tetapi karena masalah keuangan, Joss Entertainment Group hanya mampu merilis album tsb di US. Satu2nya single dari album tersebut hanya dirilis untuk diputar di radio2 dan sayang sekali kurangnya publisitas, promo, distribusi yang buruk dan terutama adalah skandal kasus lipsync, membuat album ini gagal total dengan hanya terjual sebanyak 2000 copies.

Kemudian di tahun 1997, Farian memutuskan untuk berusaha kembali membangkitkan karir mereka dengan Fab dan Rob sebagai lead vocals dan hal inilah yang membawa mereka untuk rekaman album reuni Milli Vanilli di tahun 1998 yang berjudul Back and In Attack. Dan lagi2 sungguh sangat disayangkan nampaknya nasib baik tidak lagi berpihak kepada mereka karena meskipun sudah ditambah dengan beberapa penyanyi studio untuk membantu dalam album ini dan mengembalikan kejayaan mereka tetapi kenyataannya masa jaya mereka sudah benar2 berakhir. Gagalnya usaha untuk kembali, mereka berdua pun lama tidak saling menjalin komunikasi.

Menyinggung tentang kehidupan pribadi Rob dan Fab pasca kasus, nasib Rob Pilatus yang paling mengenaskan. Dia terlibat dalam beberapa masalah pribadi selama rekaman album baru tersebut. Terlibat obat2an dan masalah kriminal, yaitu merampok yang akhirnya membuat dia masuk penjara di California selama 3 bulan. Farian membantu Pilatus untuk bisa masuk ke panti rehabilitasi ketergantungan obat selama 6 bulan dan membayar tiket pesawat supaya bisa pulang kembali ke Jerman tetapi lagi2 berita buruk menerpa, sehari sebelum tour promo untuk album baru mereka (Back and In Attack), Rob ditemukan tewas di usianya yang ke 32 di sebuah hotel di Frankfurt setelah menelan campuran pil dan vodka.

Sementara itu Fab Morvan menghabiskan waktunya sebagai musisi yang bekerja untuk penyanyi atau pemusik lain atau yg biasa disebut sebagai session musician. Selain itu di tahun 1998 dia bekerja sebagai DJ di sebuah radio di LA, KIIS-FM kemudian di tahun 1999 dia tampil di Wango Tango festival concert di Dodger Stadium, LA, California. Di tahun 2000 Fab muncul di BBC Documentary yang membahas tentang perjalanan karir Milli Vanilli yang juga menjadi episode pertama dari program VH1 Behind The Music. Fab Morvan menghabiskan sebagian besar waktunya di tahun 2001 untuk mempersiapkan solo karirnya dengan tour dimana akhirnya pada tahun 2002 tampil sebagai penyanyi inaugural di Velvet Lounge, Hard Rock Cafe Hotel di Orlando, Florida. Dan di tahun 2003 dia merilis album solo pertamanya yang berjudul Love Revolution. Seluruh lagu dalam album ini ditulis dan dinyanyikan oleh Fab. Ada sebuah lagu yang khusus dia tulis untuk mengenang Rob Pilatus dan masa kejayaan mereka sebagai Milli Vanilli, yaitu It’s Your Life”. Pada tanggal 26 Maret 2007 sebuah album dirilis yaitu, the Milli Vanilli Greatest Hits. Bagi generasi muda jaman sekarang yang doyan menikmati musik pop dance, tidak ada salahnya jikalau sekali2 menengok ke tahun 80-90an dengan menikmati album Greatest Hits ini, yang bisa kalian jadikan pilihan untuk menikmati ringkasan perjalanan karir mereka karena meskipun Milli Vanilli sudah almarhum tetapi lagu2nya masih melekat di hati para penggemarnya, bahkan di telinga para penikmat musik dan tetap enak untuk didengarkan sampai sekarang.

Discography
1988 All or Nothing
1989 Girl You Know It’s True
1989 All or Nothing (remix album)
1989 2 X 2 [Repackaged album dari “All Or Nothing” dan “All or Nothing” (US Remix Album)]
1990 The Remix Album
1991 The Moment of Truth (as The Real Milli Vanilli)
1993 Rob & Fab
1998 Back and in Attack (Unreleased)
2003 Love Revolution
2006 Greatest Hits

Review by: Lendy

22 Comments

  1. Seb Spinner Reply
  2. Seb Spinner Reply
  3. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  4. welly Reply
  5. teddyandri Reply
  6. teddyandri Reply
  7. Seb Spinner Reply
  8. Seb Spinner Reply
  9. teddyandri Reply
  10. Seb Spinner Reply
  11. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  12. Seb Spinner Reply
  13. Lendy Reply
  14. Jhonatan Asyari Reply
  15. Seb Spinner Reply
  16. Seb Spinner Reply
  17. Primahessa Reply
  18. Lendy Reply
  19. bluewings Reply
  20. herry Reply
  21. Seb Spinner Reply
  22. timmy Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Creative Disc Exclusive Single – 25 May
Shawn Mendes, Musisi Pertama Dari Vine Yang Sukses Besar
Interview With Boyzone: Ronan Keating Mengerti Kenapa Zayn Keluar Dari 1D
Nicki Minaj Melakukan Premiere Video ‘The Night Is Still Young’ Di Tidal
Martin Garrix Turut Membantu Kampanye Amal Melawan Kemiskinan
Katy Perry Akan Rilis Album Baru Di Tahun 2016
Serunya Konser Reuni Boyzone di Jakarta
UK Top 100 Singles – 25 May
Wide Shot Metro TV Top 10 Chart – 25 May
Creative Disc Top 50 Chart – 25 May
Istara 40 Hits – 23 May