CBTYGA

Album of the Day: Chris Brown x Tyga – Fan of a Fan: The Album (Deluxe Edition)

Chris Brown dan rapper Tyga berkolaborasi tidak hanya dalam lagu, tapi sekaligus dalam sebuah album yang bertajuk “Fan of a Fan: The Album“. Menarik bagaimana Brown yang sudah berkarir sepanjang satu dekade ini selalu aktif dalam merilis album, termasuk juga dengan proyek kolaborasi seperti ini. Sedang Tyga pun merupakan salah satu rapper muda yang tak kalah aktifnya, semenjak merilis album debutnya di tahun 2008. Perpaduan dua nama yang bisa dikatakan mewakili semangat muda skena RnB dan hip hop ini tentu saja menarik perhatian untuk dicermati. Single perdana dari album kolaborasi mereka ini adalah sebuah pop RnB dan hip hop berjudul ‘Ayo’.

Blue

Album of the Day: Blue – Colours

Pertanyaan saya ketika Blue menampilkan gaya musik baru dalam album studio terbaru mereka, “Colours” di Maret 2015 ini adalah: are they showing their real colours? Kalau memang ya, butuh waktu yang cukup panjang dan jumlah album yang tidak sedikit untuk menemukan keberanian tersebut. Tapi, jawabannya sudah barang tentu tidak. Warna asli mereka sudah ditampilkan sejak Day 1. Dengan ‘All Rise’ saja, aksi pop mereka sudah banyak dicemari oleh R&B. Bukan sekedar bercak, karena warna ini nge-blend sempurna dalam sajian menu musik empat pria asal Inggris ini. Dari waktu ke waktu, influens tersebut berkembang, hingga akhirnya datanglah “Colours” yang warna black

florence1_2038870b

Single of the Day: Florence and The Machine – What Kind of Man

Rasanya tidak percaya jika pengusung baroque pop asal Inggris, Florence and the Machine, butuh empat tahun setelah album “Ceremonials” yang dirilis di tahun 2011, untuk mempersembahkan album terbarunya, “How Big, How Blue, How Beautiful”. Tapi Florence Welch, sebagai pentolannya, tentu punya alasan mengapa ia memerlukan waktu selama itu untuk merilis album baru. Mungkin diperlukan waktu yang panjang untuk menggodok materi-materi yang akan menjadi amunisi “How Big, How Blue, How Beautiful”. Masih agak lama juga, Juni nanti tepatnya, untuk bisa mendengarkan secara penuh album tesebut, tapi setidaknya kita bisa mencicipi single pertamanya, yaitu ‘What Kind of Man’ yang kembali mempersembahkan vokal power house milik

george ezra

Album of the Day: George Ezra – Wanted on Voyage

Folk hidup kembali. Setelah Mumford & Sons memenangkan Grammy semuanya langsung menjadi folk sampai-sampai musisi electro berlomba-lomba untuk menjadi folk. Di Inggris sendiri folk hidup kembali berkat Jake Bugg, Little Green Cars, Dry The River dan George Ezra. George Ezra adalah salah satu penyanyi dari Inggris yang mencoba peruntungannya di dunia folk. Setelah banyak dipuji oleh pecinta musik berkat permainan folk nya yang teduh dan suaranya yang berat dia mengeluarkan album debutnya “Wanted on Voyage” yang sukses meraih empat nominasi Brit Awards 2015 kemarin dan berhadapan dengan Sam Smith di bidang Best Male Solo Artist. Jika Jake Bugg terdengar seperti

Ella Henderson

Single of the Day: Ella Henderson – Mirror Man

Satu sukses tak cukup menjadi jaminan bagi seorang artis untuk bertahan hidup di blantika musik. Apalagi jika ia berada di belantara pop, dimana penduduknya lebih padat dengan mobilitas yang tak kondusif. Ella Henderson merupakan nama baru begitu kekar di awal, sejalan dengan single perdananya ‘Ghost’ yang begitu perkasanya di chart. Tapi pasca ‘Ghost’, ia masih minim prestasi. Padahal, musik yang ia pahat dengan singel-single berikutnya; ‘Glow’ dan ‘Yours’ ditawarkan dalam variasi warna musik yang berbeda. Begitu pula dengan ‘Mirror Man‘ ini. Dengannya, Ella mampu menggali soul dari dalam dirinya. Tanpa melupakan peran El Shux dan Laura Pergolizzi yang memback-up Ella

Time Tunnel: Milli Vanilli

PhotobucketMilli Vanilli dibentuk pada tahun 1988 di Jerman oleh Frank Farian, seorang produser musik dan penulis lagu dari Jerman sekaligus pemilik Far Corporation yang juga sukses membentuk grup Boney M di tahun 1970an. Grup ini beranggotakan Rob Pilatus dan Fab Morvan. Konsep yang dikembangkan oleh Frank Farian adalah konsep duo dimana pad awalnya dia memilih suara vokal dari Charles Shaw, John Davis, Brad Howell dan Jodie dan Linda Rocco tetapi dia kemudian merasa kalau tampang mereka kurang bisa menjual sehingga akhirnya dipilihlah Robert Pilatus dan Fabrice Morvan yang lebih good looking. Mereka berdua adalah model dan dancers yang ditemukannya di sebuah dance club di Berlin. Debut album mereka yang berjudul All Or Nothing dirilis di Eropa di pertengahan tahun 1988 dengan memasang tampang Rob dan Fab di sampul album tanpa menyebutkan siapakah yang sebenarnya mengisi suara mereka. Kesuksesan album tersebut menarik perhatian Arista Records yang kemudian merekrut untuk gabung ke labelnya. Beberapa lagu dihapus dan beberapa lagu baru ditambahkan termasuk sebuah lagu yang ditulis oleh Diane Warren “Blame It On the Rain”, kemudian album ini dirilis ulang dengan judul Girl You Know It’s True untuk pasar Amerika di awal tahun 1989. Versi baru album ini berhasil mencapai 6 kali platinum sehingga single yang berjudul sama dengan albumnya yaitu Girl You Know Its True dirilis dan berhasil mencapai peringkat 2 dalam Hot 100 di bulan April 1989. Commercial sukses juga diraih setelah 3 single mereka yaitu Baby Dont Forget My Number, Girl Im Gonna Miss You dan Blame In On the Rain semuanya berhasil mencapai peringkat 1. Single ke 5 dan terakhir, All Or Nothing juga berhaisl mencapai 5 besar di awal tahun 1990an. Puncak sukses Milli Vanilli dalam dunia musik adalah ketika mereka dianugerahi sebuah Grammy Award untuk kategori Best New Artist tepatnya pada tanggal 22 Februari 1990.

PhotobucketThe Real Milli Vanilli
Sayang kesuksesan mereka harus dinodai dengan kasus lipsync yang pertama kali terlihat di akhir tahun 1989 dalam sebuah acara live MTV di Lake Compounce, Bristol, Connecticut. Pada saat mereka perform live di panggung tiba2 backsound lagu Girl You Know Its True macet dan mulai tidak karuan, mengulang2 bagian “Girl you know it’s..” sehingga mereka melanjutkan berpura2 menyanyi dan menari untuk beberapa saat di panggung sebelum akhirnya melarikan diri dari panggung meskipun fans yang hadir di konser tersebut terlihat tidak begitu mempedulikannya. Setelah kejadian itu bermunculan pertanyaan publik mengenai siapakah yang sebenarnya mengisi suara Milli Vanilli sehingga akhirnya Farian mengaku kepada wartawan pada tanggal 12 November 1990 bahwa Fab Morvan dan Rob Pilatus bukanlah penyanyi asli lagu2 Milli Vanilli. Hal ini berujung kepada ditariknya Grammy Awards mereka 4 hari kemudian dan Arista Records mendepak mereka sekaligus menghapus album dan masternya dari katalog. Sementara itu materi yang direncanakan untuk album kedua Milli Vanilli yang sudah selesai direkam termasuk single Keep On Running, sudah dirilis untuk disebarkan ke radio2 hanya beberapa hari sebelum Farian mengungkap kenyataan yang sebenarnya ke publik. Di menit2 terakhir, cover album kedua Milli Vanilli diubah dan diganti dengan penyanyi asli yang selama ini mengisi suara Milli Vanilli dan mengubah namanya menjadi The Real Milli Vanilli. Formasi angota dari the Real Milli Vanilli ini adalah Brad Howell, Jon Davis, Ray Horton dan Gina Mohammed, sementara itu yang absen dari grup adalah Charles Shaw, Jodie dan Linda Rocco. Sebagai catatan, Charles Shaw ini adalah veteran US Army yang dibayar sebesar $6000 untuk perform rap dalam lagu Girl You Know Its True. Satu2nya album dari grup ini sedianya akan dirilis sebagai album kedua Milli Vanilli tetapi berita tentang Rob dan Fab yang hanya lipsync dan tidak bernyanyi menggunakan suara aslinya dalam live performance sudah menyebar sebelum album tsb dirilis sehingga judul albumnya pun dirubah dari Keep On Running menjadi the Moment of Truth. Album ini hanya dirilis di Eropa dan Asia dan mencapai top 20 di Jerman. Single2 yang pernah dirilis oleh the Real Milli Vanilli adalah Tell Me Where It Hurts, Keep On Running, Too Late (True Love) dan Nice N Easy. Lagu When I Die yang ditulis oleh Diane Warren juga pernah dinyanyikan oleh No Mercy, yang dibentuk oleh Frank Farian juga. Sementara Tell Me Where It Hurts yang juga ditulis oleh Diane Warren juga banyak dicover versionkan oleh beberapa penyanyi, antara lain : Kathy Troccoli, MYMP (band dari Filipina), Patti LaBelle dll.

PhotobucketRob & Fab
Sementara itu apakah yang terajdi dengan Rob dan Fab pascar terbongkarnya kasus lipsync ? Well, mereka ber2 pindah ke Los Angeles, California dan dikontrak oleh Joss Entertainment Group dimana mereka kemudian rekaman sebuah album dengan menggunakan nama mereka sendiri Rob & Fab. Hampir semua lagu dalam album tersebut ditulis oleh Kenny Taylor dan Fab sendiri selain mengisi vocal bersama Rob. Tetapi karena masalah keuangan, Joss Entertainment Group hanya mampu merilis album tsb di US. Satu2nya single dari album tersebut hanya dirilis untuk diputar di radio2 dan sayang sekali kurangnya publisitas, promo, distribusi yang buruk dan terutama adalah skandal kasus lipsync, membuat album ini gagal total dengan hanya terjual sebanyak 2000 copies.

Kemudian di tahun 1997, Farian memutuskan untuk berusaha kembali membangkitkan karir mereka dengan Fab dan Rob sebagai lead vocals dan hal inilah yang membawa mereka untuk rekaman album reuni Milli Vanilli di tahun 1998 yang berjudul Back and In Attack. Dan lagi2 sungguh sangat disayangkan nampaknya nasib baik tidak lagi berpihak kepada mereka karena meskipun sudah ditambah dengan beberapa penyanyi studio untuk membantu dalam album ini dan mengembalikan kejayaan mereka tetapi kenyataannya masa jaya mereka sudah benar2 berakhir. Gagalnya usaha untuk kembali, mereka berdua pun lama tidak saling menjalin komunikasi.

Menyinggung tentang kehidupan pribadi Rob dan Fab pasca kasus, nasib Rob Pilatus yang paling mengenaskan. Dia terlibat dalam beberapa masalah pribadi selama rekaman album baru tersebut. Terlibat obat2an dan masalah kriminal, yaitu merampok yang akhirnya membuat dia masuk penjara di California selama 3 bulan. Farian membantu Pilatus untuk bisa masuk ke panti rehabilitasi ketergantungan obat selama 6 bulan dan membayar tiket pesawat supaya bisa pulang kembali ke Jerman tetapi lagi2 berita buruk menerpa, sehari sebelum tour promo untuk album baru mereka (Back and In Attack), Rob ditemukan tewas di usianya yang ke 32 di sebuah hotel di Frankfurt setelah menelan campuran pil dan vodka.

Sementara itu Fab Morvan menghabiskan waktunya sebagai musisi yang bekerja untuk penyanyi atau pemusik lain atau yg biasa disebut sebagai session musician. Selain itu di tahun 1998 dia bekerja sebagai DJ di sebuah radio di LA, KIIS-FM kemudian di tahun 1999 dia tampil di Wango Tango festival concert di Dodger Stadium, LA, California. Di tahun 2000 Fab muncul di BBC Documentary yang membahas tentang perjalanan karir Milli Vanilli yang juga menjadi episode pertama dari program VH1 Behind The Music. Fab Morvan menghabiskan sebagian besar waktunya di tahun 2001 untuk mempersiapkan solo karirnya dengan tour dimana akhirnya pada tahun 2002 tampil sebagai penyanyi inaugural di Velvet Lounge, Hard Rock Cafe Hotel di Orlando, Florida. Dan di tahun 2003 dia merilis album solo pertamanya yang berjudul Love Revolution. Seluruh lagu dalam album ini ditulis dan dinyanyikan oleh Fab. Ada sebuah lagu yang khusus dia tulis untuk mengenang Rob Pilatus dan masa kejayaan mereka sebagai Milli Vanilli, yaitu It’s Your Life”. Pada tanggal 26 Maret 2007 sebuah album dirilis yaitu, the Milli Vanilli Greatest Hits. Bagi generasi muda jaman sekarang yang doyan menikmati musik pop dance, tidak ada salahnya jikalau sekali2 menengok ke tahun 80-90an dengan menikmati album Greatest Hits ini, yang bisa kalian jadikan pilihan untuk menikmati ringkasan perjalanan karir mereka karena meskipun Milli Vanilli sudah almarhum tetapi lagu2nya masih melekat di hati para penggemarnya, bahkan di telinga para penikmat musik dan tetap enak untuk didengarkan sampai sekarang.

Discography
1988 All or Nothing
1989 Girl You Know It’s True
1989 All or Nothing (remix album)
1989 2 X 2 [Repackaged album dari “All Or Nothing” dan “All or Nothing” (US Remix Album)]
1990 The Remix Album
1991 The Moment of Truth (as The Real Milli Vanilli)
1993 Rob & Fab
1998 Back and in Attack (Unreleased)
2003 Love Revolution
2006 Greatest Hits

Review by: Lendy

22 Comments

  1. Seb Spinner Reply
  2. Seb Spinner Reply
  3. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  4. welly Reply
  5. teddyandri Reply
  6. teddyandri Reply
  7. Seb Spinner Reply
  8. Seb Spinner Reply
  9. teddyandri Reply
  10. Seb Spinner Reply
  11. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  12. Seb Spinner Reply
  13. Lendy Reply
  14. Jhonatan Asyari Reply
  15. Seb Spinner Reply
  16. Seb Spinner Reply
  17. Primahessa Reply
  18. Lendy Reply
  19. bluewings Reply
  20. herry Reply
  21. Seb Spinner Reply
  22. timmy Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Album of the Day: Chris Brown x Tyga – Fan of a Fan: The Album (Deluxe Edition)
Top 5 TV Series with Music
Album of the Day: Blue – Colours
Labels Music News Pre-Order
Night Changes For Indonesian Directioners
Dengarkan Lagu Baru Hilary Duff, ‘Sparks’, Di Teaser Serial “Younger”
Justin Bieber Kemungkinan Besar Tampil Sebagai Bintang Tamu Jack Ü Di Ultra Music Festival 2015
Billboard Hot 100 – 30 Mar
Billboard 200 Album Chart – 30 Mar
UK Top 100 Singles – 23 Mar
Creative Disc Top Chart – 23 Mar