Furious 7

Album of the Day: Various Artists – Furious 7 OST

Tidak terasa film seri kebut-kebutan “The Fast and Furious” sudah memasuki judul ketujuhnya. Tapi untuk di film terbaru ini judulnya dipersingkat menjadi “Furious 7” saja. Masuk akal, karena di beberapa film terakhir tema kebut-kebutan mulai ditinggalkan dan berubah menjadi film aksi/crime thriller  murni. Sebagaimana biasa, album soundtrak seri “Fast & Furious” selalu mengandalkan barisan artis hip hop sebagai amunisinya. Album ini bukan pengecualian. Banyak sekali musisi ternama dari skena hip hop yang direkrut untuk menyumbangkan lagu.  Dan nama-nama yang bergabung tidak main-main. Contohlah Wiz Khalifa yang berkolaborasi dengan Iggy Azalea dalam track ‘Go Hard or Go Home’. Tentu saja Azalea hanya sebagai

years & years 4

Single of the Day: Years & Years – King

Musik synthpop mempunyai karakteristik di vokal dan instrumen yang dipakai. Musik ini mempunyai vokal yang lush dan empuk juga terkadang berat dan instrumen yang sangat mengandalkan synthesizer untuk membuat beat-beat yang maut dan dancy. Synthpop sangat terkenal di era 80an dan di era sekarang banyak penyanyi kembali menggunakan jenis musik ini untuk membuat orang bergoyang sambil merasakan apa yang disampaikan oleh penyanyi melalui liriknya. Di era modern seperti saat ini, synthpop telah beradaptasi dengan banyak sound modern tanpa kehilangan unsur vintage nya sehingga bisa diterima oleh khalayak ramai dan hal ini dicoba oleh salah satu trio pendatang baru asal Inggris,

CBTYGA

Album of the Day: Chris Brown x Tyga – Fan of a Fan: The Album (Deluxe Edition)

Chris Brown dan rapper Tyga berkolaborasi tidak hanya dalam lagu, tapi sekaligus dalam sebuah album yang bertajuk “Fan of a Fan: The Album“. Menarik bagaimana Brown yang sudah berkarir sepanjang satu dekade ini selalu aktif dalam merilis album, termasuk juga dengan proyek kolaborasi seperti ini. Sedang Tyga pun merupakan salah satu rapper muda yang tak kalah aktifnya, semenjak merilis album debutnya di tahun 2008. Perpaduan dua nama yang bisa dikatakan mewakili semangat muda skena RnB dan hip hop ini tentu saja menarik perhatian untuk dicermati. Single perdana dari album kolaborasi mereka ini adalah sebuah pop RnB dan hip hop berjudul ‘Ayo’.

Blue

Album of the Day: Blue – Colours

Pertanyaan saya ketika Blue menampilkan gaya musik baru dalam album studio terbaru mereka, “Colours” di Maret 2015 ini adalah: are they showing their real colours? Kalau memang ya, butuh waktu yang cukup panjang dan jumlah album yang tidak sedikit untuk menemukan keberanian tersebut. Tapi, jawabannya sudah barang tentu tidak. Warna asli mereka sudah ditampilkan sejak Day 1. Dengan ‘All Rise’ saja, aksi pop mereka sudah banyak dicemari oleh R&B. Bukan sekedar bercak, karena warna ini nge-blend sempurna dalam sajian menu musik empat pria asal Inggris ini. Dari waktu ke waktu, influens tersebut berkembang, hingga akhirnya datanglah “Colours” yang warna black

florence1_2038870b

Single of the Day: Florence and The Machine – What Kind of Man

Rasanya tidak percaya jika pengusung baroque pop asal Inggris, Florence and the Machine, butuh empat tahun setelah album “Ceremonials” yang dirilis di tahun 2011, untuk mempersembahkan album terbarunya, “How Big, How Blue, How Beautiful”. Tapi Florence Welch, sebagai pentolannya, tentu punya alasan mengapa ia memerlukan waktu selama itu untuk merilis album baru. Mungkin diperlukan waktu yang panjang untuk menggodok materi-materi yang akan menjadi amunisi “How Big, How Blue, How Beautiful”. Masih agak lama juga, Juni nanti tepatnya, untuk bisa mendengarkan secara penuh album tesebut, tapi setidaknya kita bisa mencicipi single pertamanya, yaitu ‘What Kind of Man’ yang kembali mempersembahkan vokal power house milik

March 2012 Artist Highlight – The Fray

Image and video hosting by TinyPic

Pencapaian yang mereka peroleh lewat album sebelumnya membuat The Fray tak mungkin kemana-mana selain bertahan dalam pergulatan musik dunia. Grammy mengunggulkan album tersebut dalam salah satu kategori tahunan mereka, tapi dampaknya bergema hingga selamanya. Membuat band yang beranggotakan Isaac Slade, Joe King, Dave Welsh, Ben Wysocki, dan Jeremy McCoy ini diperhitungkan dalam kancah musik rock. Nyaris 7 tahun berselang dari debut album mereka, “How to Save a Life”, The Fray telah menemukan posisi mereka dalam dunia musik, memperkokoh posisi tersebut di album kedua, “The Fray”, dan kini mempertahankan kekokohan tersebut lewat album ketiga, “Scars & Stories”.

Siapa yang menyangka bahwa kegiatan agama justru yang mempersatukan band ini untuk bersama. Saat mereka mengucap pujian kepada Yang Maha Kuasa, saat itu pula mereka mendapat jalan untuk menciptakan musik bersama, dan membagikannya peada masyarakat yang bersedia untuk menerima musik mereka. Di awal karir, The Fray sudah mendapatkan manisnya perlakukan media. Dalam ulasan di sebuah tabloid musik spesialisasi alternatif, musik kawanan ini disebut “epic”. Lantas hal tersebut yang membuat mereka percaya diri untuk menerjunkan diri ke industri rekaman untuk membuktikan apakah ulasan tersebut hanya merupakan sebuah sweet talk atau memang benar adanya.

Debut single ‘Over My Head (Cable Car)’ berhasil mencolok di chart. Masuk dalam jajaran Top 10 di Amerika Serikat. Dan single berikutnya pun enggak mau kalah. ‘How To Save A Life’ masuk dalam Top 3. The Fray mulai diperbincangkan. Album mereka meraih penjualan double platinum. Grammy pun menunggulkan mereka untuk 2 kategori sekaligus, pop dan rock. Ternyata memang benar apa yang tertulis dalam tabloid tersebut, The Fray’s music is EPIC! Barulah kemudian album kedua mereka yang menduduki puncak album chart di Amerika, berikut menerima sebuah unggulan di Grammy. Hembusan nama band ini pun sampai ke belahan benua lain; Asia dan Australia. Hits lain seperti ‘You Found Me’ dan ‘Never Say Never’ menjadikan band ini sdebagai idola. Pantas saja mereka juga dihidangkan dalam album Muppets, tribute untuk U2, juga kolaborasi bersama Timbaland.

Kini giliran album “Scars & Stories” yang memanjakan telinga kita. Berisi 12 track yang dijamin membuat kita merasa tertagih saat mendengarkannya. ‘Heartbeat’ disuguhkan sebagai single andalan, yang mengunggulkan “unsur rock yang lebih kental dengan sound distorsi gitar yang dominan namun memasuki verse sound piano kembali mengambil alih” (William Supardi). Tapi bukan hanya itu, karena 11 track lainnya juga punya potensi untuk disukai. ‘The Fighter’, ‘Rainy Zurich’, dan silahkan pilih yang lainnya. Dan kalau ingin mendapatkan kesempatan untuk mendengar progresifitas musik The Fray, gabung bareng CreativeDisc selama se-Maret penuh ini. Karena The Fray dan “Scars & Stories” kita hadirkan dalam Artist Highlight, persembahan Sony Music Indonesia.

Baca Review album “Scars & Stories” disini
Official Website The Fray

One Response

  1. ibas Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Creative Disc Exclusive Single: 30 Mar
Album of the Day: Various Artists – Furious 7 OST
Single of the Day: Years & Years – King
Labels Music News Pre-Order
Zayn Malik Mengaku Terkejut Akan Reaksi Fans Atas Keluarnya Ia Dari One Direction
Destiny’s Child Reuni Di Stellar Gospel Music Awards
Hal Tergila Apa Yang Pernah Dilakukan oleh 2PM? Simak Interview nya Disini
Creative Disc Top 50 Chart – 30 Mar
Istara 40 Hits – 28 Mar
Billboard Digital Songs Chart – 30 Mar
B-Chart 40 – 03 Apr