Now RNB

Album of the Day: Various Artists – Now R&B, Vol. 1

Album kompilasi. Siapa yang tidak suka? Album yang bertugas mengumpulkan banyak lagu paten dalam satu kemasan saja dan bisa menjadi penanda apa yang tengah ngehits pada saat itu. Kini tambah lagi satu album kompilasi yang cukup layak untuk dikoleksi dan datang dari franchise NOW yang populer, “Now R&B, Vol. 1“. Dibagi dalam dua keping dengan masing-masing bagian terdiri atas 19 track, jelas album ini sangat kaya materi. Lantas, ada apa yang ditawarkan oleh 38 track dalam album ini? Pertama-tama mari kita telaah dulu keping pertama. Jika menilik barisan track yang terdapat di sini, jelas nama-nama pop masih mendominasi, meski usungan

Jack U

Album of the Day: Jack Ü – Skrillex and Diplo Present Jack Ü

Salah dua nama terdepan dalam skena EDM masa kini, Skrillex dan Diplo, sudah tidak asing dengan yang  namanya proyek kolaborasi. Tapi bagaimana jika keduanya justru yang berkolaborasi? Maka terbentuklah Jack Ü yang memberikan apa yang kita kenal dari keduanya dalam sebuah perpaduan yang ekplosif dan tersajikan dalam sebuah album berjudul “Skrillex and Diplo Present Jack Ü“. Sebelumnya Jack Ü menghadirkan sebuah single perkenalan berjudul ‘Take Ü There’ yang secara vokal diisi oleh Kiesza. Alih-alih deep house sebagaimana yang biasa disajikan penyanyi asal Kanada tersebut, Jack Ü justru mengajak Kiesza untuk menjadi pemimpin laju sebuah track trap yang menggelegar. Ketukan drum yang berderap, khas trap, menjadi

James Bay

Single of the Day: James Bay – Let It Go

Sebelumnya, baca dulu James Bay: Sebuah Cerita Masa Kini. .. .. Let’s reintroduce James Bay. Penyanyi asal Inggris yang masih berusia 24 tahun ini dipastikan akan menjadi nama yang layak untuk diperhatikan ke depannya. Dan single pertamanya untuk album debut “Chaos and the Calm” yang berjudul ‘Let It Go‘ bisa menjadi pengantar perkenalan yang baik. ‘Let It Go’ pada dasarnya sebuah indie-pop yang bertemu dengan folk dan soul. Aransemen lagunya menggabungkan semua eleman tadi dengan cukup baik, meski pada akhirnya pop mungkin menjadi arsiran utama dari lagunya. Sebagai balada, tentunya kekuatan utama terletak pada bagaimana Bay menyanyikan lagunya. Dan dengan

All Time Low

Album of the Day: All Time Low – Future Hearts

Ketenaran All Time Low bisa dibilang stabil dan bahkan selalu produktif dalam menghasilkan karyanya sejak terbentuk tahun 2003 silam. Setelah album kelima mereka “Don’t Panic” yang diikuti “Don’t Panic: It’s Longer Now” pada 2013 lalu, kesibukan All Time Low tidak pernah mereda. Mereka terlibat dalam berbagai pertunjukan seperti Warped Tour, SoundWave, dan konser solo mereka “A Love Like War: UK Tour”. Di sela-sela kesibukan itu mereka tetap berusaha menciptakan karya-karya baru, hingga akhirnya band asal Baltimore, Maryland – USA ini resmi merilis album ke-6 berjudul “Future Hearts” pada 7 April 2015 lalu. All Time Low tidak main-main dalam menggarap album

Ed Sheeran

Single of the Day: Ed Sheeran & Rudimental – Bloodstream

Sebagai single keempat untuk album X, Ed Sheeran merilis ‘Bloodstream‘. Tapi ada yang istimewa di sini karena kali ini Sheeran memutuskan untuk menghadirkan versi remiksnya. Dan yang bertanggung jawab untuk meremiks adalah Rudimental. Single ini juga menjadi andalan untuk album terbaru Rudimental. Kolaborasi mereka berdua menjadikan sebuah anthem drum n’ bass yang intens, meski tetap mengusung semangat balada aslinya. Beat yeng berderap, bergemuruh dan kemudian meledak dalam chorus mungkin bisa menjadi representasi dari latar belakang pembuatan single ini. Ditulis oleh Sheeran bersama Rudimental bersama dua anggota Snow Patrol, Johnny McDaid dan Gary Lightbody, lagu berkisah tentang pengalaman Sheeran saat menenggak MDMA saat menghadiri

March 2012 Artist Highlight – The Fray

Image and video hosting by TinyPic

Pencapaian yang mereka peroleh lewat album sebelumnya membuat The Fray tak mungkin kemana-mana selain bertahan dalam pergulatan musik dunia. Grammy mengunggulkan album tersebut dalam salah satu kategori tahunan mereka, tapi dampaknya bergema hingga selamanya. Membuat band yang beranggotakan Isaac Slade, Joe King, Dave Welsh, Ben Wysocki, dan Jeremy McCoy ini diperhitungkan dalam kancah musik rock. Nyaris 7 tahun berselang dari debut album mereka, “How to Save a Life”, The Fray telah menemukan posisi mereka dalam dunia musik, memperkokoh posisi tersebut di album kedua, “The Fray”, dan kini mempertahankan kekokohan tersebut lewat album ketiga, “Scars & Stories”.

Siapa yang menyangka bahwa kegiatan agama justru yang mempersatukan band ini untuk bersama. Saat mereka mengucap pujian kepada Yang Maha Kuasa, saat itu pula mereka mendapat jalan untuk menciptakan musik bersama, dan membagikannya peada masyarakat yang bersedia untuk menerima musik mereka. Di awal karir, The Fray sudah mendapatkan manisnya perlakukan media. Dalam ulasan di sebuah tabloid musik spesialisasi alternatif, musik kawanan ini disebut “epic”. Lantas hal tersebut yang membuat mereka percaya diri untuk menerjunkan diri ke industri rekaman untuk membuktikan apakah ulasan tersebut hanya merupakan sebuah sweet talk atau memang benar adanya.

Debut single ‘Over My Head (Cable Car)’ berhasil mencolok di chart. Masuk dalam jajaran Top 10 di Amerika Serikat. Dan single berikutnya pun enggak mau kalah. ‘How To Save A Life’ masuk dalam Top 3. The Fray mulai diperbincangkan. Album mereka meraih penjualan double platinum. Grammy pun menunggulkan mereka untuk 2 kategori sekaligus, pop dan rock. Ternyata memang benar apa yang tertulis dalam tabloid tersebut, The Fray’s music is EPIC! Barulah kemudian album kedua mereka yang menduduki puncak album chart di Amerika, berikut menerima sebuah unggulan di Grammy. Hembusan nama band ini pun sampai ke belahan benua lain; Asia dan Australia. Hits lain seperti ‘You Found Me’ dan ‘Never Say Never’ menjadikan band ini sdebagai idola. Pantas saja mereka juga dihidangkan dalam album Muppets, tribute untuk U2, juga kolaborasi bersama Timbaland.

Kini giliran album “Scars & Stories” yang memanjakan telinga kita. Berisi 12 track yang dijamin membuat kita merasa tertagih saat mendengarkannya. ‘Heartbeat’ disuguhkan sebagai single andalan, yang mengunggulkan “unsur rock yang lebih kental dengan sound distorsi gitar yang dominan namun memasuki verse sound piano kembali mengambil alih” (William Supardi). Tapi bukan hanya itu, karena 11 track lainnya juga punya potensi untuk disukai. ‘The Fighter’, ‘Rainy Zurich’, dan silahkan pilih yang lainnya. Dan kalau ingin mendapatkan kesempatan untuk mendengar progresifitas musik The Fray, gabung bareng CreativeDisc selama se-Maret penuh ini. Karena The Fray dan “Scars & Stories” kita hadirkan dalam Artist Highlight, persembahan Sony Music Indonesia.

Baca Review album “Scars & Stories” disini
Official Website The Fray

One Response

  1. ibas Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Album of the Day: Various Artists – Now R&B, Vol. 1
Album of the Day: Jack Ü – Skrillex and Diplo Present Jack Ü
New Release Video: 22 Apr
2015 Radio Disney Music Awards Winners List
Kolaborasi Britney Spears Dengan Giorgio Moroder di “Tom’s Diner”
The Dolls Akan Jadi Pembuka Prismatic World Tour Katy Perry di Asia
Maroon 5 Kembali Gelar Konser di Indonesia, 23 September 2015
Creative Disc Top 50 Chart – 27 Apr
Istara 40 Hits – 23 Apr
Ardan Flight 40 – 25 Apr
Billboard Digital Songs Chart – 27 Apr