20150830-SWI_4849

“TAKE ME HOME TONIGHT” Fan Meeting 2PM di Bangkok

Setelah mengeluarkan album baru ber-title “No 5′ dan sukses mengadakan konser “House Party” di Korea Selatan dan Jepang. 2PM yang beranggotakan Jun.K, Nickhun, Taecyeon, Wooyoung, Junho dan Chansung datang kembali ke Bangkok pada tanggal 29 agustus 2015 dan mengadakan fanmeeting yang diberi title “Take Me Home Tonight” yang merupakan potongan lirik dari lagu baru mereka yang berjudul “My House” (우리집). Fanmeeting ini di mulai pada pukul 18.00 waktu setempat, diawali dengan talk show mengenai karir dan personality member satu per satu. mereka ditanya beberapa pertanyaan oleh MC. Setelah itu dilanjutkan oleh pemutaran video yang disiapkan oleh Thai Hottest dimana video

Lana Del Rey

Single of the Day: Lana Del Rey – High By The Beach

Setelah merilis ‘Honeymoon’ sebagai teaser untuk album barunya yang berjudul sama, kini Lana Del Rey merilis single resmi pertamanya untuk album tersebut. Berjudul ‘High by the Beach‘, masih harapkan vokal dan atmosfir lagu mengawang dari sang diva sadcore. Ditulis oleh Del Rey bersama dengan Rick Nowels dan Kieron Menzies, ‘High by the Beach’ seolah mengembalikan dirinya ke masa “Born to Die”. Dalam album “Ultraviolence” (2014), Del Rey seperti ingin keluar dari wilayah aman dengan mengeksplorasi musiknya melalui pendekatan yang lebih luas, meski tentunya masih tetap bercirikan karakteristik dirinya. Nah, dalam ‘High by the Beach’ tampaknya Del Rey mencoba kembali ke

Jess Glynne

Album of the Month: Jess Glynne – I Cry When I Laugh

Tahun lalu mungkin kita hanya mengenal Jess Glynne sebagai bintang tamu dari single-single sukses milik Clean Bandit dan Route 94 (‘Rather Be’ dan ‘My Love’). Namun kini dengan dua single nomor satu dengan mengusung namanya sendiri (‘Hold My Hand’ dan ‘Don’t Be So Hard On Yourself’) serta tambahan satu lagi dari kolaborasinya dengan Tinie Tempah dalam ‘Not Letting Go’, jelas nama Jess Glynne kini menjulang sebagai penyanyi muda asal Inggris yang berada di garda depan. Menyusul 5 single #1 tersebut kini Glynne siap untuk mempersembahkan musikalitas dirinya dalam album debut, “I Cry When I Laugh“. Memakai judul yang berbau ironi,

owlcity

Album of the Day: Owl City – Mobile Orchestra

Sejak kehadiran di industri musik, nama Owl City termasuk sebagai salah satu musisi yang paling produktif. Dalam kurun waktu kurang dari enam tahun, ia bisa menelurkan 4 album studio, berikut sebuah album kompilasi. Nah, di tahun ini, ia merilis album studio terbaru yang diberi judul “Mobile Orchestra”. Dari judulnya ada udah berasa magical-ya kan? Begitu pula lagu-lagunya. ‘Verge’ yang sudah dirilis lebih dahulu, menampilkan kolaborasi Owl City bersama Aloe Blacc, dipenuhi nuansa musik gembira yang kaya akan serunai musik keceriaan. Perbedaan vokal yang sangat siginifikan antara Owl City dan Aloe memberi nilai tambah pada keunikan lagu ini. Derap beat saat

IMAGINEDdepan

Imagine Dragons Suguhkan Konser Yang Sangat Epik Di Singapura

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Band Rock Alternatif asal Las Vegas, Nevada – Amerika, IMAGINE DRAGONS sukses menghentak Singapura pada Selasa lalu (25 Agustus) dalam sebuah konser yang megah di Singapore Indoor Stadium. CREATIVEDISC berkesempatan meliput konser ini ke Singapura. Konser yang dipromotori oleh Live Nation Lushington Singapore ini merupakan rangkaian dari tur dunia, Smoke + Mirrors Tour yang telah dimulai sejak April 2015 di kota Santiago-Chili (Amerika Selatan) kemudian berlanjut ke Amerika Serikat, Amerika Utara, Asia, Australia, Eropa dan akan berakhir bulan Februari tahun depan di kota Amsterdam-Belanda. Mereka menjadwalkan ada sekitar 105 pertunjukkan untuk tur ini. Singapura menjadi salah

March 2012 Artist Highlight – The Fray

Image and video hosting by TinyPic

Pencapaian yang mereka peroleh lewat album sebelumnya membuat The Fray tak mungkin kemana-mana selain bertahan dalam pergulatan musik dunia. Grammy mengunggulkan album tersebut dalam salah satu kategori tahunan mereka, tapi dampaknya bergema hingga selamanya. Membuat band yang beranggotakan Isaac Slade, Joe King, Dave Welsh, Ben Wysocki, dan Jeremy McCoy ini diperhitungkan dalam kancah musik rock. Nyaris 7 tahun berselang dari debut album mereka, “How to Save a Life”, The Fray telah menemukan posisi mereka dalam dunia musik, memperkokoh posisi tersebut di album kedua, “The Fray”, dan kini mempertahankan kekokohan tersebut lewat album ketiga, “Scars & Stories”.

Siapa yang menyangka bahwa kegiatan agama justru yang mempersatukan band ini untuk bersama. Saat mereka mengucap pujian kepada Yang Maha Kuasa, saat itu pula mereka mendapat jalan untuk menciptakan musik bersama, dan membagikannya peada masyarakat yang bersedia untuk menerima musik mereka. Di awal karir, The Fray sudah mendapatkan manisnya perlakukan media. Dalam ulasan di sebuah tabloid musik spesialisasi alternatif, musik kawanan ini disebut “epic”. Lantas hal tersebut yang membuat mereka percaya diri untuk menerjunkan diri ke industri rekaman untuk membuktikan apakah ulasan tersebut hanya merupakan sebuah sweet talk atau memang benar adanya.

Debut single ‘Over My Head (Cable Car)’ berhasil mencolok di chart. Masuk dalam jajaran Top 10 di Amerika Serikat. Dan single berikutnya pun enggak mau kalah. ‘How To Save A Life’ masuk dalam Top 3. The Fray mulai diperbincangkan. Album mereka meraih penjualan double platinum. Grammy pun menunggulkan mereka untuk 2 kategori sekaligus, pop dan rock. Ternyata memang benar apa yang tertulis dalam tabloid tersebut, The Fray’s music is EPIC! Barulah kemudian album kedua mereka yang menduduki puncak album chart di Amerika, berikut menerima sebuah unggulan di Grammy. Hembusan nama band ini pun sampai ke belahan benua lain; Asia dan Australia. Hits lain seperti ‘You Found Me’ dan ‘Never Say Never’ menjadikan band ini sdebagai idola. Pantas saja mereka juga dihidangkan dalam album Muppets, tribute untuk U2, juga kolaborasi bersama Timbaland.

Kini giliran album “Scars & Stories” yang memanjakan telinga kita. Berisi 12 track yang dijamin membuat kita merasa tertagih saat mendengarkannya. ‘Heartbeat’ disuguhkan sebagai single andalan, yang mengunggulkan “unsur rock yang lebih kental dengan sound distorsi gitar yang dominan namun memasuki verse sound piano kembali mengambil alih” (William Supardi). Tapi bukan hanya itu, karena 11 track lainnya juga punya potensi untuk disukai. ‘The Fighter’, ‘Rainy Zurich’, dan silahkan pilih yang lainnya. Dan kalau ingin mendapatkan kesempatan untuk mendengar progresifitas musik The Fray, gabung bareng CreativeDisc selama se-Maret penuh ini. Karena The Fray dan “Scars & Stories” kita hadirkan dalam Artist Highlight, persembahan Sony Music Indonesia.

Baca Review album “Scars & Stories” disini
Official Website The Fray

One Response

  1. ibas Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Exclusive Interview with Darin Zanyar: Ingin Kolaborasi Dengan Ryan Tedder
New Release Video: 02 Aug
“TAKE ME HOME TONIGHT” Fan Meeting 2PM di Bangkok
Garbage Akan Rilis Ulang Album Debut Mereka Sebagai Perayaan 20 Tahun Usianya
Take That, The Weeknd, James Bay, Bergabung Bersama Apple Music Festival
Justin Bieber Diprediksi Akan Mendapatkan Single #1 Inggris Pertamanya Dengan ‘What Do You Mean?’
Avril Lavigne Dan Chad Kroeger Memutuskan Untuk Berpisah
Billboard Hot 100 – 05 Sep
Billboard 200 Album Chart – 05 Aug
Billboard Digital Songs Chart – 05 Sept
Phoenix Top 40 – 29 Aug