Leona Lewis

Single of the Day: Leona Lewis – Fire Under My Feet

Sudah seharusnya Leona Lewis memulai bab baru musiknya dengan sesuatu yang antemik. Toby Gad, penulis lagu sekaligus produser pop yang banyak berkontribusi untuk artis dunia seperti Alicia Keys hingga Madonna ini untuk pertama kalinya tampil dalam karya Leona. ‘Fire Under My Feet‘ adalah sebuah anthem yang pas untuk memulai gejolak di album studio terbaru Leona, album pertamanya di bawah payung Island, “I Am”. Ini sebenarnya agak menjauh dari pesona pop yang Leona biasa tampilkan. Sebelumnya ia kaya akan cita rasa komersil, tapi sekarang -paling tidak di single ini-, Leona lebih ingin memenangkan hati pendengar lewat musik. Corak musik lebih ia

mariah-carey-2-infinity-thatgrapejuice

Album of the Month: Mariah Carey – #1 to Infinity

Mariah Carey + #1 = ∞ Awalnya, “#1’s” adalah album kompilasi pertama yang Mariah Carey rilis di tahun 1998. Album ini mengemas seluruh lagu no.1 yang ia punya yang pada saat itu berjumlah 13. Kini, 17 tahun kemudian, ia berhasil menambah jumlah lagu no.1-nya hingga akhirnya terkumpul sebanyak 18 buah. Dengan membubuhi sebuah lagu baru berjudul ‘Infinity’, Mariah merilis kompilasi terbarunya, “#1 to Infinity“, yang sekaligus menandakan reuni bersama L.A. Reid dan residency di Caesar’s Palace, Las Vegas. Yang namanya no.1 merupakan hal yang mutlak. Pengambilannya didasarkan pada chart resmi yang Billboard kelola dan diakui nationwide. Tapi untuk edisi global, tracklist album mengalami perombakan. Bukan hal yang baru juga, karena

Will Young

Album of the Day: Will Young – 85% Proof

Ekspansif? Harus. Itulah gunanya usia karir dekade kedua. Bukan hendak mencari-cari jati diri, tapi lebih kepada kepuasaan nyeni. Will Young banyak memberlakukan hal tersebut dalam album studio terbarunya, “85% Proof“. Lantas, kenapa 85%? Jawabannya ternyata ada pada pernyataan Will yang menunjuk angka tersebut pada alcoholic strength of moonshine. Sementara album ini sendiri ceriteranya menjorok pada fikiran hidup, dan musiknya kebanyakan yang upbeat. Itulah ‘Love Revolution’, single andalan dari album ini yang dengan kepiawaian Will bersama Jim Eliot dan Mima Stilwell mengawinkan karya mereka dengan karya Ivan Matias, Andrea Martin, dan DJ Tomcraft. Jadilah irama pop yang tak biasa dengan segenap

Little Mix

Single of the Day: Little Mix – Black Magic

Disadari atau tidak, Little Mix gemar untuk melakukan utak-atik terhadap musik mereka. Dari satu album ke album berikutnya, mereka bergerak luwes dengan beragam influens yang pastinya membuat karya pop mereka anti bosan. ‘Black Magic‘, single terbaru dari Perrie Edwards dkk ini akan membawa para pendengar untuk asyik beretro ria dalam kemasan musik yang banyak merefleksikan pop di masa 80-an. Think about ‘Girls Just Want to Have Fun’ and ‘I Wanna Dance With Somebody’ fused together. Ya, ‘Black Magic’ setara dengan kedua karya klasik tersebut dalam ukuran fun dan joy-nya. Dalam pelaksanaan tribute kepada pop 80-an tersebut, LM enggak harus bayar

Giorgio Moroder

Album of the Day: Giorgio Moroder – Déjà Vu

Coba bayangkan jika Giorgio Moroder terus menjadi penyanyi rock dan tidak berkolaborasi dengan Donna Summer? Mungkin Calvin Harris, Avicii, Swedish House Mafia, Daft Punk tidak akan memainkan musik electro dan Ultra Music Festival tidak akan pernah ada. Giorgio menulis masa depan untuk musik electro lewat kolaborasinya bersama Donna Summer di awal 70’an, lagu seperti “I Feel Love” dibuat dengan menggunakan Moog synthesizer dan menghasilkan sound yang futuristik pada masanya (dan masih relevan sampai sekarang), lagu ini pun menjadi lagu proto-EDM. Setelah “I Feel Love” mencetak hit — para musisi berlomba-lomba memakai synthesizer untuk terdengar modern dan Giorgio terus menghasilkan hits

February Artist of The Month: 2013 Grammy Nominees

Image and video hosting by TinyPic

Enggak butuh banyak perkenalan ke Grammy. Karena setiap orang yang ngeh sama musik barat pasti juga akrab sama nama yang satu ini. Grammy Award, atau yang aslinya disebut sebagai Gramaphone Award adalah proyek National Academy of Recording Arts and Sciences di Amerika Serikat yang memberikan pujian atas pencapaian di industri musik. Penghargaan ini begitu bergengsinya sehingga posisi Grammy untuk musik setara dengan Emmy untuk pertelevisian, Tony untuk pementasan, dan Oscar untuk perfilman.

Perhelatan Grammy pertama kali diselenggarakan pada 4 Mei 1959 sebagai penghargaan untuk pencapaian para musisi di tahun sebelumnya. National Academy of Recording Arts and Sciences sebagai panitia acara hadir sebagai hasil dari proyek Hollywood Walk Of Fame yang merasa perlu untuk menghargai para pekerja seni di bidang musik sesuatu yang berkesan. Dibuatlah penghargaan berbentuk gramaphone dilapis emas hasil ciptaan Emile Berliner di tahun 1958.

Bagaimana Grammy mengenali hingga menganugerahi para musisi di Amerika Serikat? Mereka membagi penghargaan kepada penampil dan produksi, kemudian membaginya ke dalam kategori-kategori yang berdasar pada genre, dengan empat kategori umum yang adalah penghargaan puncak tanpa dibatasi genre. Ada juga beberapa penghargaan khusus yang diberikan kepada musisi atas pencapaian mereka di bidang tertentu. Ada 22 kategori di Grammy pertama kali di tahun 1959. Seiring dengan perkembangan zaman, kategori ini pun ikut berkembang. Di tahun 2011, Grammy membagikan piala untuk 109 kategori. Karena kompleksnya penghargaan, maka untuk tahun 2012 Grammy memutuskan untuk memangkas habis 109 kategori menjadi 78. Perubahan utamanya adalah meleburkan kategori male dan female di setiap genre menjadi kategori solo, dan juga melebur dengan kategori kolaborasi dengan duo/group.

Hingga tahun 2009, sebanyak 7.578 buah trofi Grammy telah dibagikan kepada para pemenang. Georg Solti tercatat sebagai penerima penghargaan terbanyak dengan total 31. Mereka-mereka yang juga mencetak rekor sebagai penerima penghargaan terbanyak antara lain Quincy jones, Alison Krauss, U2, Stevie Wonder, Vince Gill, Aretha Franklin, juga Kanye West. Sementara nama yang paling banyak dinominasikan adalah Qincy Jones dengan 79 nominasi.

Sementara tradisi mengumpulkan lagu-lagu terpilih sebagai suvenir dari Grammy berbentuk album “Grammy Nominees” dimulai di tahun 1995. Mulai dari pop, rock, R&B, country, dan lainnya bergantian mendapat spotlight untuk ditampilkan dalam album ini. Album “2013 Grammy Nominees” berisi 22 buah track yang mengangkat kategori Record of the Year, Song of the Year, Album of the Year, Best New Artist, dan kategori Pop Album dan Rock Album sebagai sajian spotlight. Maka hadirlah nama-nama superstar seperti Kelly Clarkson, Taylor Swift, Katy Perry, Maroon 5, Coldplay, dan juga Adele dengan monster hit masing-masing, yang terpadu dengan pendatang baru seperti Carly Rae Jepsen, Fun, Ed Sheeran, juga Hunter Hayes.

Who loves music must love the Grammy. Who loves the Grammy must love this album. Menyenangkan dapat mendengarkan sebuah album yang di dalamnya terkumpul lagu-lagu yang sedang dalam tahap penjurian untuk hingga nanti ditemukan siapa yang terbaik di masing-masing kategori. Dan dengan baik hatinya, Warner Music Indonesia mengajak CreativeDisc dan seluruh pembacanya untuk ikut serta dalam hal yang menyenangkan ini. So what do say to Grammy? Heaven to the YES!

Official Website
Official Facebook
Official Twitter @thegrammys

Official Website Warner Music Indonesia
Official Twitter @WarnerMusicID

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Tags:

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
10 Multi Star Video
Single of the Day: Leona Lewis – Fire Under My Feet
New Release Video: 01 July
Usai Melahirkan, Utada Hikaru Siap Rilis Album Baru
DWP15 Kembali Akan Digelar 11 – 12 Desember 2015
BIGBANG Rilis Lagu Ballad “If You” Tanpa Music Video
Meghan Trainor Batal Konser Karena Pendarahan Pita Suara
Istara 40 Hits – 04 July
Flamboyant Top 20 – 04 July
Billboard Digital Songs Chart – 06 July
Billboard 200 Album Chart – 06 July