Classic: Destiny’s Child – Destiny’s Child

Empat gadis muda, satu genre musik R&B yang hendak dijual. Segenap hype yang berhasil mereka ciptakan dengan label indie dan nama yang berbeda, akhirnya Destiny’s Child mampu menarik perhatian label sebesar Columbia untuk mengepak musik yang mereka hasilkan menjadi sebuah komoditi layak jual di pasar musik. Dari Januari 1996 hingga Januari 1998, proyek pengerjaan album ini berjalan. Akhirnya, ia layak tampil di Februari 1998 dengan judul “Destiny’s Child”. Jerry Duplesis, Jermaine Dupri, Wyclef Jean, Cory Rooney, dan masih banyak lagi yang ingin ikut serta dalam peletakan batu pertama dari istana musik yang DC bangun.

Yang tidak asing dari album ini adalah ‘No, No, No’. Single andalan yang menampilkan Wyclef ini merupakan sentuhan R&B yang menantang dari Beyonce dkk. Dijadikan cikal bakal terhadap penguasaan materi empowering yang mereka punya bertahun-tahun kemudian, single ini adalah pondasi yang kokoh, refleksi yang kuat, dan arahan yang jelas bagi nasib kelangsungan musik DC. Meskipun minim single, album ini tetap memiliki killer tracks yang juga pantas dikeluarkan dari album untuk diperdengarkan ke radio. ‘Bridges’ dan ‘Show Me The Way’ adalah dua di antaranya. Selain musik yang apik, harmonisasi vokal yang mereka buat juga merupakan alasan kuat mengapa DC patut didengar.

Dalam formasi awal Beyonce Knowles, LaToya Luckett, LaTavia Roberson, dan Kelly Rowland, album ini tercipta. Sudah dari awal mereka ingin menampilkan sensualitas dan seksualitas pada musik mereka. Hanya, keterbatasan usia belia yang membuat DC di album ini belum begitu menyatu dengan konsep yang mereka coba tawarkan. Well, paling tidak saat membawakan ‘With Me’ bersama Jermaine Dupri, mereka sudah berusaha untuk memberi kilasan keintiman yang akhirnya mereka mulai kuasai di album berikutnya.

Bicara masalah album berikutnya, hal tersebut yang kemudian menenggelamkan album ini dalam kuburnya. Kenyataan bahwa kesuksesan “The Writing’s On The Wall” yang kemudian membuat “Destiny’s Child” menghembuskan nafasnya kembali menimbulkan pendapat negatif terhadap keberadaan album ini. Tapi lagi, materi yang ia kandung sebenarnya tidak kalah. Ada ‘Sail On’ yang merupakan hasil karya dari Lionel Richie, ‘Illusion’ yang kembali menampilkan Wyclef dan Pras, juga ‘Birthday’ sebagai salah satu lagu pertama yang DC kreasikan bersama. Dari jalan menuju takhta Queen, seseorang harus melewati jalur Princess dulu kan?! Itulah posisi DC di album ini.

Breakthrough yang DC punya di album “Writing’s” merupakan kesukses global mutlak. Saat itu terjadi, tidak ada lagi yang tidak “ngeh” terhadap siapa itu Destiny’s Child. Tapi ternyata, Soul Train sudah terlebih dahulu mengapresiasi DC di garis start ini. Album “Destiny’s Child” memenangkan Best R&B/Soul Album of the Year di ajang Soul Train Lady of Soul Awards, menjadi penghargaan pertama dari ragam penghargaan yang mereka koleksi berikutnya. Meskipun demikian, saya masih tidak merasa kalau klasik adalah kata yang tepat untuk album ini. It’s like clean nails but haven’t been polished, kepolosan Beyonce dkk yang ter-capture dalam sebuah album.

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
01. “Second Nature” 5:10
02. “No, No, No Part 2” (featuring Wyclef Jean) 3:25
03. “With Me Part I” (featuring Jermaine Dupri) 3:26
04. “Tell Me” 4:47
05. “Bridges” 4:05
06. “No, No, No Part 1” 4:00
07. “With Me Part II” (featuring Master P) 4:16
08. “Show Me the Way” 4:20
09. “Killing Time” 5:09
10. “Illusion” (featuring Wyclef Jean & Pras) 3:53
11. “Birthday” 5:15
12. “Sail On” 4:06
13. “My Time Has Come” (Dedicated to Andretta Tillman) 4:25

About The Author

Reply