Quantcast

Album of the Day: Zedd – True Colors

By - 4 years ago in Album of The Day

Released by: Universal Music Indonesia

Anton Zaslavski atau Zedd mungkin membuat namanya berkibar melalui album debutnya, “Clarity” (2012) dan menjadikan dirinya sebagai salah satu selebritas kenamaan saat ini. Tidak hanya memperkenalkan dirinya serta musikalitas yang ditawarkannya, album itu juga menarik banyak musisi lain untuk bekerjasama. Lady Gaga, Justin Bieber, atau Ariana Grande mungkin bisa disebut sebagai contoh sukses kerjasama tersebut.

Tiga tahun berlalu dan kini hadirlah album sophomorenya, “True Colors”. Kata orang jika album pertama adalah album untuk memperkenalkan diri maka album kedua adalah album pembuktian, apakah ia akan bertahan dan lanjut atau tersendat dan kemudian berhenti. Penentuan nasib seorang musisi pendatang baru tergantung pada kualitas album keduanya. Lantas bagaimana dengan Zedd. Apakanya produser dan DJ yang baru berusia 25 tahun ini bisa membuktikan jika ia pantas untuk tetap maju ke depan?

Ada alasan kenapa Zedd menamakan albumnya dengan “True Colors”, karena setiap lagu yang terdapat dalam albumnya diasosiasikan dengan sebuah warna. Setiap lagu hadir dengan warnanya sendiri. Setelah mendengarkan “True Colors” secara keseluruhan, sebenarnya agak sulit untuk menemukan warna yang tepat sebagaimana yang diinginkan oleh Zedd, tanpa terlebih dahulu melihat contekan perwakilan warna setiap lagu. Mengapa? Karena sebagian besar materi dalam “True Colors” justru kini terdengar lebih seragam, yaitu nomor pop yang familiar kalau tidak mau disebut formulatis.

Contohlah kolaborasinya dengan Selena Gomez, ‘I Want You To Know’, yang dengan tegas menampilkan Zedd dalam mode pop, dibandingkan hardcore EDM ala electro house. Agak mengingatkan akan ‘Break Free’-nya Ariana Grande. Tapi jika pop yang dikejar oleh Zedd, bolehlah, meski sayangnya Zedd akhirnya agak meminggirkan aransemen dan sound yang lebih canggih dan kompleks, sebagaimana yang biasa kita kenal darinya.

Inilah yang terjadi pada album “True Colors”. Terlepas dari track instrumental yang porsinya sangat minim, hanya satu tepatnya, yaitu ‘Bumble Bee’, sebuah electro yang merupakan hasil kerjasama Zedd dengan Botnek, semua lagu adalah nomor-nomor pop yang mengejar melankolisme dan drama. Mungkin agak pengecualian ada di nomor hibrida trap, dubstep, electro, dan pop, ‘Transmission’.

Selebihnya Zedd akan mengajak kita pada pahit manisnya romansa. Simak saja seperti ‘Beautiful Now’ yang menghadirkan vokal Jon Bellion. Tampaknya Zedd masih percaya pada EDM yang begaya progressive house bercampur pop sebagai singlenya. ‘Beautiful Now’ adalah sebuah pop manis yang dinyanyikan Bellion dengan sedikit melodramatis, meski beat yang bergerak dengan berderap tentunya dapat menjadi teman di lantai club. Hasilnya memang menjadi terdengar lebih melankolis.

Kita masih akan menemukan sensasi yang sama dalam track seperti ‘Done With Love’ atau ‘Straight to Fire’. Tapi jangan salah. Meski lagu-lagu ini memang terdengar nge-pop dan tipikal atau klise, tapi setidaknya Zedd mampu membangun emosi yang tepat, baik melalui lirik maupun notasi melodi. Lagunya terdengar manis sekaligus getir, dan rasa-rasanya itu cukup sulit untuk dilakukan, meski Zedd mampu untuk melakukannya.

Yang juga patut dicermati adalah ‘Papercut’, sebuah nomor moody dimana Zedd mengajak penyanyi muda Troye Sivan sebagai pengisi vokal. Juga track yang terdengar layaknya sebuah indie-pop, berjudul ‘Daisy’, dan menjadi pemberi “warna” kuat di album ini. Sebagai penutup, Zedd mengajak band remaja Echosmith untuk membantunya di track ‘Illusion’, dimana semangat indie-pop tadi kembali dibangun sebagai pengemas lagunya.

Baiklah. Mungkin Zedd memang tidak ingin mengeksplorasi kekuatannya sebagai seorang DJ dengan keluar dari ranah aman dan bereksperimen dengan sound dan gaya serta corak EDM. Ia hanya melanjutkan gaya pop yang sudah membesarkan namanya melalui album “Clarity”. Sebuah pilihan yang sebenarnya tidak bisa dihakimi juga, karena setiap musisi memiliki cara dan keyakinan tersendiri dalam pilihan karir mereka.

Dengan “True Colors” Zedd bisa membuktikan kalau ia seorang musisi EDM dengan pendekatan pop yang kuat. Membuktikan jika nomor pop generik juga masih bisa dinikmati dengan manis dan memikat. Lagipula, “True Colors” adalah album yang renyah untuk disimak. Relax and enjoy the so-called colors, tanpa harus banyak beban di benak.

So, is Zedd here to stay or what? Jawaban terbesar adalah “yes!”.

Official Website

TRACKLIST
1. “Addicted to a Memory” (featuring Bahari) 5:03
2. “I Want You to Know” (featuring Selena Gomez) 3:59
3. “Beautiful Now” (featuring Jon Bellion) 3:38
4. “Transmission” (featuring Logic and X Ambassadors) 4:02
5. “Done with Love” 4:56
6. “True Colors” 3:48
7. “Straight Into the Fire” 3:41
8. “Papercut” (featuring Troye Sivan)7:23
9. “Bumble Bee” (with Botnek) 4:07
10. “Daisy” 2:54
11. “Illusion” (featuring Echosmith) 6:30

Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Love Film. Love Books. Love Music. And Everything in Between.

Comments

2 Responses to “Album of the Day: Zedd – True Colors”

  1. Rizky says:

    aku bener-bener kecewa dengan track illusion, minim lyrics. Padahal ini lagu paling bagus dari semua lagu di album

  2. irwan says:

    sumpah lagunya additced bgt

Leave a Reply

Related Articles

Music News | July 17, 2019 By

Common Umumkan Album Barunya, “Let Love”

Music News | By

Julien Baker Comeback Dengan 2 Single Sekaligus, ‘Red Door’ & ‘Conversation Piece’

Music News | By

Album Posthumous Lil Peep Telah Diumumkan