Quantcast

Lagu dan Memori yang Terlupakan

By - 2 years ago in Random

Suka atau tidak, setiap lagu kesukaan memiliki kenangan tersendiri. Seketika hasil proses kreatif dari penulis lagu seolah-olah menceritakan (menyindir) apa yang terjadi dalam hidup kita. Padahal semua itu bisa saja fiktif belaka, jika terjadi kesamaan nama tokoh maupun tempat, itu hanyalah ketidaksengajaan belaka. (Kok jadi FTV??)

Banyak faktor yang mempengaruhi keterikatan memori dengan sebuah lagu. Mari simak sebuah cerita berikut (lho beneran jadi FTV??). Dua insan muda yang tengah di mabuk asmara, terlibat prahara cinta segitiga. Sang pria yang terus menerus “kasih rapat” mengirimkan potongan lirik Ariana Grande feat The Weeknd “Love Me Harder”. Cause if you want to keep me, you gotta gotta gotta gotta love me harder. Sang wanita yang memang tengah dalam fase “bosan” dengan pacarnya, menangkap kode tersebut sebagai sebuah dorongan dari sang pria untuk segera meninggalkan kekasih hati yang telah 5 tahun dipacarinya. Singkat cerita, umpan serak sang pria bersambut dengan keputusan nekat sang wanita. Mereka bersatu, dan “Love Me Harder” menjadi soundtrack-nya. Setidaknya begitu mereka berdua mengingatnya.

Kedua pasangan ini hanya bisa bertukar pandangan dan tersenyum malu-malu. Ketika mereka nge-date resmi pertama kali di sebuah pusat perbelanjaan dan berkumandang duo suara Ariana dan The Weeknd yang bernama asli Abel Tesfaye. Kencan pertama itu berakhir manja di bioskop, dengan sang wanita yang ngedusel pada sang pria di bagian akhir film Insidious bernomor tiga. Satu minggu berselang, sang pria disibukkan kembali dengan realita, sang wanita? Kembali dengan pacarnya. (lho kok??) Pahit? Entah kenapa sang pria merasa biasa saja. Justru sebaliknya, fakta bahwa ia memanfaatkan momen sang wanita yang tengah gundah gulana membuatnya merasa hina dina.

Kini ia pun tak tertarik untuk kembali mendapatkannya. Tak ada unsur kesengajaan yang membuatnya mengirimkan beberapa potongan lirik dari penyanyi lainnya. Sang wanita pun telah memblokirnya dari berbagai jejaring media sosial, maupun aplikasi bertukar pesan. Lantas ia hanya bisa meninggalkan golak asmara sesaat itu dengan melupakan kenangannya. Dan tentu lagu yang menjadi pendukungnya.

Saya rasa cukup banyak cerita-cerita serupa, yang melibatkan cinta dan tembang pengiringnya. Musisi yang tak tahu apa-apa harus menerima konsekuensinya, dibenci oleh mereka yang tersakiti. Padahal, jangankan bertemu muka. Mengenal saja tidak rupanya.

Saya sendiri terbawa dalam memori-memori yang sepertinya saya lupakan. Semua bermula dari sebuah lagu pembuka album kedua milik jejaka lantai dansa, Zedd, “True Colors”. Lagu berjudul “Addicted to a Memory” menghasilkan pertanyaan, apakah benar begitu candunya kita pada kenangan? Lantas hal ini pulakah yang membuat kita susah untuk moveon, misalnya.

Saat saya mencari kenangan yang telah terlupakan (saya berusaha tidak melibatkan kisah cinta lama untuk digali kembali), saya bingung sendiri. Namun justru ketika saya berusaha mencari-cari apa yang terlupakan dalam kepala membawa saya pada sebuah lagu di tahun 2001. Milik sebuah band asal Belanda, Di-Rect. Berjudul “Inside My Head”. Sempat saya bertanya kepada beberapa orang teman, apakah ada yang mengingat band ini, semua serentak menyebut lagu yang sama.

Band ini telah ditinggalkan vokalisnya sejak tahun 2009. Dan ketika mengunjungi Indonesia pada 2010 di gelaran Java Rockin’land mereka telah bersama vokalis baru. Corak suara vokal baru yang berbeda pun membuat perbedaan musikalitas dari band tersebut kini. Iya, saya menggali kembali tentang mereka.

Kenangan yang terbawa bersama lagu itu tampak samar-samar. Saya masih dibangku sekolah. Pertemuan saya dengan lagu ini pun hanya di layar kaca. Sekilas dengar lagu ini memang bisa dituduh seperti milik Lifehouse atau 3 Doors Down yang memang di kala itu genre alternatif menjadi biangnya. Kelirihan pada bagian reff, saat pertanyaan “is it you inside my head?” dinyanyikan berulang-ulang, membawa kembali nostalgia romantika sekolah menengah pertama. Pubertas remaja, perubahan referensi akan musik sebagai bentuk pengukuhan jati diri meski masih bercelana biru. Sembari kini berusaha merefleksikan kembali lirik yang sama pada ingatan segar yang ada. “is it you inside who says, that i become someone else?”. Bisa ugaakk!! Kita menjadi seperti saat ini sebagai bagian dari proses panjang titik kulminasi memori-memori masa lalu. Jika saya tak lagi sama, jujur saya tak akan menyalahkan kenangan beserta lagu yang saya lupakan. 🙂

Jadi apa lagu dan memori yang terlupakan bagi kamu? Atau kamu masih berusaha melupakan kenangan yang tertinggal? Seperti sang pria yang kembali terluka melihat pengumuman konser Ariana Grande di Indonesia dengan harga tiket hampir tujuh juta?

Noverdy Putra
CreativeDisc Contributor
@verd_

Baperians, meta-fetcher, pelahap segala, kecuali mantan.

Comments

13 Responses to “Lagu dan Memori yang Terlupakan”

  1. dundhee says:

    Hmmmm.. *kemudian jadi mikir*

    Emang buanyak lagu yang bikin aku ngerasa ‘ala-ala’ pernah mengalami.. Atau bahkan pernah mengalami trus akhirnya menobatkan jadi Soundtrack of My Life.. LOL..

    Paling kuinget adalah lagunya Adele – One and Only.. Soalnya pernah aku minta gebetanku buat denger lagu itu pas dia bilang ‘ga boleh pacaran dulu sama ortu’ disaat aku nembak dia.. #curcol

    • Sheyla says:

      (((((((Ga boleh pacaran dulu))))))))

    • Verdy says:

      Adele – “One and Only” ini kalau direnungkan bisa bikin melumer.. #pukpuk dundhee 🙂

      • dundhee says:

        Yeeees! Kalimat yang dituang Adele di lagu ini HACEP abis! Semacam cara tiap orang buat diakui kalo dia udah berusaha dan pengen diberi kesempatan sama orang yang disayang. Ah! Sayangnya lagu ini cuma tinggal lagu aja.. *teringat memori dulu* :’)

  2. Jehoo says:

    Hmm.. Ada nih lagu yang bikin “cakiitt” tapi kalo pas dengerin bisa bikin senyum2 sendiri. Itu lagu “When You Tell Me That You Love Me” Westlife – Diana Ross.

  3. Sheyla says:

    Hunter Hayes – Cry With You.
    Berawal dari seorang sahabat yang sedang dalam masa terburuk dalam hidupnya. Because he’s my dearest best friend, they hurt me too. I’m not a good advicer, and listening to all his stories was the best I could do. Dan lagu ini menggambarkan banget masa masa itu. Kalo denger lagu ini, selalu berasa sedih. Sedih hati adek, bang!

  4. sebenernya gue kalo ke creativedisc mampir baca postingan single-single terbaru doang sama chart nya hahaha tapi karena judulnya bikin tercengang jadi iseng baca dikit. dan ternyata kak @verd_ bikin aku pengen cerita juga.
    dari sekian juta lagu yang pernah gue denger ada satu lagu nih yang selalu bikin gue kesandung kalo ga sengaja denger. apalagi kalo beneran disengaja gue bisa guling-guling nyari ember(?)
    ini lagu nya Jason Mraz yang I Wont Give Up
    ceritanya…
    gue punya mantan, cuman 1 jadi kalo doi baca ya gimana lagi orang ga ada lagi mantan gue jadi gak akan ada yang geer -_-
    jadi lebih ke isi lagunya yang ngena. gue kalo denger lagu itu berasa jadi pendosa yang bener-bener jahat udah nyakitin orang. jadi dulu gue pertama pacaran sama dia disaat yang salah disaat gue yang masih labil. jadi bisa ketebak, bakal seberapa gak pastinya gue ke dia saat itu.
    gue yang emang diawal ngerasa nyaman, ternyata makin kesini, makin gabisa jalanin itu semua. alesannya bukan karena salah dia, dan dia emang ga salah. karena semuanya ada di gue semua salah ada di gue.
    gue berusaha pergi saat itu..
    gue berubah depan dia, gue bukan gue yang dia suka saat pertama..
    “see that youve come so far, to be right where you are, how old is your soul?”
    tapi doi selalu nunggu…
    ” And when you’re needing your space
    To do some navigating
    I’ll be here patiently waiting
    To see what you find…”

    sampe akhirnya gue gak balik lagi, dia tetep aja gak mau nyerah.
    “Well, I won’t give up on us
    Even if the skies get rough
    I’m giving you all my love
    I’m still looking up..”

    tapi gue gak pernah nyesel atas keputusan yang gue buat karena toh nyata nya gue pergi bukan karena gue suka sama orang lain, tapi karena gue gapunya perasaan apa-apa lagi gue gabisa jalanin semuanya dengan flat feeling gitu aja. dan terlebih lagi gue gamau nyakitin dia karena gue tau dia pantes dapetin lebih dari gue karena perasaan dia yg segitu gedenya. yaaah ngabuburit hari ini jadi curhat hahaha. ya gitulah, kadang kalo gue denger lagu ini ditempat-tempat umum gue berasa dia lagi disitu..

Leave a Reply

Related Articles

Music News | May 24, 2017 By

Korban dan Pelaku Ledakan di Konser Ariana Grande

Music News | By

Dangerous Woman Tour Dihentikan Sementara

Music News | May 23, 2017 By

Ledakan Bom di Konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris Tewaskan 19 Orang Fans