Quantcast

10 Compilations Made Of 2 Or Less Studio Albums

By - 2 years ago in Behind The Music

Adakah standar waktu atau jumlah untuk membangun sebuah karya kompilasi? Entah itu “The Best of…” ataupun “Greatest Hits”? Tampaknya tidak. Lihat bagaimana Rihanna yang kian hari kian gemilang sejak debutnya kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, tujuh album studio telah ia rilis dengan puluhan lagu hits tentunya. Tapi hingga saat ini belum ada ancang-ancang untuk merapikan koleksi tersebut ke dalam sebuah kompilasi. Demikian pula dengan Beyonce. Total lima album studio dalam rentang karir solo tidak kurang dari 12 tahun.

Namun disini kisah sebaliknya akan kita ungkap, dimana album kompilasi dibangun dengan pondasi seminimal mungkin. Berbagai alasan mendasari terciptanya album-album kompilasi di bawah ini, mulai dari habis kontrak hingga perpecahan grup. So here they are, compilation album made of two or less studio album.

Selena Gomez

Stars Dance = For You
Di tahun 2009, Selena Gomez mulai unjuk gigi di bisnis musik setelah sebelumnya tampil sebagai salah satu bintang penting di stasiun televisi Disney. Untuk membedakan diri dari para peer; Demi Lovato dan Miley Cyrus, Selena membentuk sebuah band untuk mem-backup musiknya. Terjadilah Selena Gomez & The Scene sebagai caranya untuk menjual lagu-lagu di skena musik pop. Tapi di tahun 2013, entah mengapa dan bagaimana, Selena memberanikan diri untuk tampil solo dengan nama Selena Gomez. Ia merilis sebuah album studio dengan hit ‘Come and Get It’ yang mendunia. Setahun setelahnya, Selena merilis album kompilasi berjudul “For You” dengan single andalan ‘The Heart Wants What It Wants’. Dalam koleksi ini, single-single yang dulu dirilis bersama credit The Scene pun dimuat, meskipun album hanya atas nama Selena Gomez. Alasannya sih katanya karena Selena akan pamit dari Hollywood Records dan memulai bab baru musiknya bersama Interscope.


Samantha Mumba

Gotta Tell You = The Collection
Berkat kekuatan sosok Britney Spears, banyak gadis muda belia yang tak mau kalah untuk mencoba peruntungan di dunia musik. Salah satunya adalah Samantha Mumba, klan Britney asal Irlandia. Digandeng oleh Polydor Records, Sam mendebut karirnya di tahun 2000 dengan album studio “Gotta Tell You”. Termasuk yang perkasa juga, album ini memiliki enam single dengan prestasi yang beragam. ‘Gotta Tell You’ menembus Top 5 di US, ‘Body II Body’ dan ‘Baby, Come Over (This is Our Night)’ melaju di Top 5 UK, serta ‘Always Come Back to Your Love’ yang merajai tangga lagu di Irlandia. Hanya dengan satu album tadi, Sam merilis kompilasi “The Collection” di tahun 2006. Tentu ia butuh materi yang lebih untuk album tersebut, maka dipilihkan lagu-lagu yang sebelumnya menjadi b-side untuk single ‘Gotta Tell You’, plus dua lagu baru yang salah satunya dirilis sebagai single, ‘I’m Right Here’. Karir musik Sam dinonaktifkan dengan alasan fokus ke dunia akting. Namun ia sempat comeback dengan merilis single ‘Only Just Begun’ di tahun 2014 yang masih direspon baik oleh publik Irlandia.


M2M

Shades of Purple + The Big Room = The Day You Went Away: The Best of M2M
Ultimate guilty pleasure, M2M adalah duo musik pop asal Norwegia yang luar biasa sukses di Asia, terutama Indonesia. Karya musik dalam album pertama, “Shades of Purple” memuat lagu-lagu evergreen mulai dari ‘Don’t Say You Love Me’, ‘Mirror Mirror’, ‘Pretty Boy’, ‘Everything You Do’, ‘The Day You Went Away’, hingga ‘Girl in Your Dreams’. Di album keduanya, M2M tidak berlaku begitu manis manja lagi. Ada pergolakan yang terjadi di musik mereka, dengan influens rock yang lebih berat dan potensi manis yang sedikit memudar. “The Big Room” juga menjadi bukti musikalitas grup yang meningkat, bisa disimak dari single ‘Everything’ dan ‘What You Do About Me’. Tapi tiga tahun rasanya sudah sangat cukup bagi Marion dan Marit untuk bermusik bersama, karena di tahun 2003 mereka memutuskan untuk berpisah dan merilis album kompilasi “The Day You Went Away: The Best of M2M”. Masing-masing personel kemudian berkarya secara terpisah. Marion mendekat ke musik poprock, sementara Marit menikahi musik folk.


Jennifer Paige

Jennifer Paige + Positively Somewhere = Flowers (The Hits Collection)
Penyanyi asal Atlanta, Georgia, Amerika Serikat ini punya awal karir yang sangat cemerlang. Jennifer Paige meluncurkan single perdananya ‘Crush’ di pertengahan 1998 dan berhasil menguasai chart musik di Amerika, Eropa, dan juga Asia. Ini membuat album perdana “Jennifer Paige” pun laris manis di pasaran. Album keduanya yang hadir berselang 3 tahun pun membuktikan kekuatan pesona Jen masih terasa. “Positively Somewhere” membuka pasarnya semakin luas di kawasan Eropa dan Asia. Album ini menciptakan hit ‘These Days’ dan ‘Stranded’ yang mengenalkan warna poprock dalam musik Jen. Menuntaskan kerjasamanya dengan Hollywood Records dan Edel, Jen dibuatkan album kompilasi “Flowers (The Hits Collection)”. Tapi ini bukanlah akhir dari sang artis, karena di tahun 2008 ia merilis album studio ketiga, dan di tahun 2010 membentuk sebuah band bernama The Fury dengan musisi bernama Coury Palermo.


Kavana

Kavana + Instinct = Special Kind of Something – The Best of Kavana
Si tampan nan adorable Anthony Kavanagh alias Kavana ini hadir di tahun 1996 dengan debut single yang masuk ke jajaran 40 besar UK Singles Chart. Tapi single ‘I Can Make You Feel Good’ dan ‘MFEO’ di tahun 1997 yang membuat namanya membahana. Debut albumnya yang berjudul “Kavana” pun cukup menyita perhatian, yang membuat ia sanggup merilis album studio kedua dengan judul “Instinct”. Tiga single dari album ini memiliki dampak yang cukup besar di ranah pop. ‘Special Kind of Something’ serta ‘Will You Wait for Me?’ menyebabkan Kavana dinobatkan sebagai penyanyi pria dengan lagu-lagu pop romantis. Sayangnya, karir musiknya cukup sampai disana. Ia pun merilis album kompilasi “Special Kind of Something – The Best of Kavana” sebagai merchandise musik yang kemudian dipermak ulang dengan kompilasi berikutnya “Thank You – Greatest Hits”. Di tahun 2013 ia mencoba audisi untuk acara The Voice UK, namun gagal mendapat tempat disana. Tapi di akhir tahun, ia bergabung dengan 4 popstar lain dan membentuk 5th Story di ajang The Big Reunion.


Aqua

Aquarium + Aquarius = Cartoon Heroes: The Best of Aqua
Masih dari daratan Eropa, kali ini membahas mengenai kumpulan yang berkarir ditahun 90-an, dengan resume penjualan rekaman sekitar 33 juta kopi di seluruh dunia. Aqua, grup yang terdiri dari Lene Nystrøm, René Dif, Søren Rasted, dan Claus Norreen ini memborbardir dunia dengan ‘Barbie Girl’ di tahun 1997. Tahukah kalian kalau ternyata ini bukan single perdana dari album “Aquarium”? Adalah ‘Roses Are Red’ yang menjadi pencetus karir Aqua, namun gaungnya masih di Denmark dan sekitarnya saja. Dua album studio diciptakan oleh Aqua sebelum akhirnya menyimpulkan karir mereka dengan album kompilasi “Cartoon Heroes: The Best of Aqua” di tahun 2002. Selain berisikan single-single yang telah dirilis sebelumnya, album ini juga memuat tracks dari dua album milik Aqua. Di tahun 2009, Aqua mengumumkan reuni mereka dengan merilis kompilasi kedua, dilanjutkan perilisan album studio ketiga di tahun 2011.


Adam Lambert

For Your Entertainment + Trespassing = Playlist: The Very Best of Adam Lambert
Karena perbedaan ide kreatif untuk album studio ketiga, Adam Lambert rela dilepas oleh RCA Records yang telah mengontraknya pasca berkompetisi di American Idol. Di bawah payung “Playlist” pun album kompilasinya dirancang. Memang sedikit membuat terkesan tidak resmi, tapi fokus Adam saat album ini dirilis memang tidak kesana. Karena minimnya materi single yang dirilis dari dua album studio Adam, “For Your Entertainment” dan “Trespassing”, beberapa rekaman dari penampilan live di American Idol pun diikutsertakan dalam album ini. Lumayan, tiga lagu tersebut menjadi alasan besar untuk mengoleksi album kompilasi dari Adam. Di bulan Juni 2015 ini, Adam sudah merilis album studio ketiganya dengan label baru yakni Warner Bros. Records.


Billie Piper

Honey to the B + Walk of Life = The Best of Billie
Karir musik Billie Piper tergolong yang luar biasa, meskipun dalam usia karir yang begitu singkatnya. Di rentang waktu 1998 hingga 2000, ia mampu menelurkan dua album studio di bawah naungan Virgin Records dengan total 8 hit Top 40 (2 Top 5 hit, 2 Top 3, dan 3 single juara). Kedatangannya di blantika musik mendapat predikat kesayangan media Inggris, terbukti dengan keperkasaannya dalam mendominasi ajang penghargaan Smash Hits Awards di penghujung 90-an. Ditambah nominasi Brit Awards yang ia peroleh, Billie merupakan salah satu yang terbaik di masanya. Kesuksesan tersebut tidak menjamin betahnya Billie berada di industri ini. Fokusnya berubah ke akting, dan saat ia menjalani profesi sebagai aktris, ia pun menjadi salah satu yang terbaik. Terbukti dengan sejumlah penghargaan di bidang akting yang ia peroleh. Menjadi bingkisan manis dari satu masa kejayaannya sebagai seorang public figure, “The Best of Billie” dirilis di tahun 2005. Album ini berisi single-single rilisan dari dua album Billie, berikut beberapa track lain dan B-side.


Savage Garden

Savage Garden + Affirmation = Truly Madly Completely: The Best of Savage Garden
Ada satu kesamaan antara Savage Garden dengan M2M dan Aqua yang menjadikan ketiganya muncul dalam daftar kali ini. Ketiganya merilis dua album studio sebelum pembubaran grup dan merilis album kompilasi. Rata-rata usia karir pun di bawah lima tahun, tapi dengan legacy yang cukup memberi dampak. Di tahun ini, Savage Garden merevised revisited album kompilasi mereka yang sebelumnya telah dirilis di tahun 2005 dengan tajuk “Truly Madly Completely: The Best of Savage Garden”. Berhubung komposisi yang membangunnya tidak begitu banyak, maka koleksi hit duo asal Australia tersebut didampingi oleh lagu-lagu b-side yang sebelumnya cuma hadir di rilisan single-single-nya. Sebagai penambahan istimewa, Darren Hayes yang kala itu telah meluncurkan karir solonya, menyediakan lagu ‘So Beautiful’ secara istimewa untuk album ini.


All Saints

All Saints + Saints & Sinners = All Hits
Ga jauh beda dari M2M, Aqua, ataupun Savage Garden, grup vokal All Saints pun bernasib serupa. Dua album dilanjutkan sebuah kompilasi pasca pembubaran. Debut album yang dirilis di penghujung tahun 1997 adalah sebuah masterpiece. Selusin lagu yang tersedia di dalam album tersebut, setengahnya dirilis sebagai single. Beberapa di antaranya seperti ‘Never Ever’, ‘Under the Bridge’, ‘Lady Marmalade’, dan ‘Bootie Call’ menjadi monster hit. Album kedua mereka yang berselang dua tahun dari yang pertama kian mengangkat popularitas All Saints. Lagu ‘Pure Shores’ bahkan digunakan sebagai soundtrack untuk film “The Beach” yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Karena album berjudul “All Hits”, maka semua single dimasukkan ke dalam ini. Untuk menambahkannya, Melanie Blatt yang membawakan ‘TwentyFourSeven’ bersama The Artful Dodger pun diikutsertakan dalam tracklist, berikut remix untuk hit terbaik mereka, ‘Pure Shores’.


Esensi dari album kompilasi ini adalah legacy. Semakin penting legacy tersebut, semakin besar kemungkinan album kompilasi akan terjadi, tanpa memandang usia karir ataupun jumlah album yang dihasilkan. Sedikit tapi bermakna, tampaknya paling pas menggambarkan album-album kompilasi minimalis di atas.

Ai Hasibuan
CreativeDisc Contributor
@hasibuanai11

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | August 11, 2017 By

Zedd Ungkap Kolaborator Mendatangnya Dan Sebutkan Sisi Buruk Berpacaran Dengan Selena Gomez

New Release Video | July 28, 2017 By

New Release Video: 28 July

Music News | July 27, 2017 By

Selena Gomez Berikan Nuansa Aneh Dan Kinky Di Video ‘Fetish’