Classics: Ashlee Simpson – Autobiography

Orang bilang album pertama adalah curahan hati terdalam, terkondisi paling personal, dan merupakan cita-cita paling luhur yang akhirnya terwujud. Buat Ashlee Simpson hal ini berlaku dengan “Autobiography” yang rilis pada Juli 2004 silam. Album perdananya yang dirilis oleh Geffen Records di bawah distribusi Universal Music ini merupakan luapan emosi terdalam yang ia tuangkan lewat musik. Memilih jalur poprock, Ashlee memiliki faktor suprising di level yang berbeda dari sang kakak, Jessica Simpson yang sudah lebih dahulu terjun ke showbiz.

John Shanks membidani album ini. Secara fisik, musik yang terwujud memang “keras”. Tipikal vokal Ashlee yang mengarah ke serak pun jadi cocok dikayuh dalam irama sedemikian. ‘Pieces of Me’ sebagai percobaan awal hadir dalam taraf pas dan sempurna membangun imej Ashlee sebagai pemain baru di pentas seni.

Sebenarnya agak lucu juga mengetahui bahwa dalam pagelaran musiknya, Ashlee sama sekali tidak terkait dengan sang kakak. Satu-satunya orang yang sama yang muncul dalam kedua karir mereka adalah Joe Simpson, sang ayah, yang berperan sebagai manajer. Selain John Shanks, Kara DioGuardi, Shelly Peiken, Billy Mann, dan juga John Feldmann bahu-membahu menemukan jalur yang tepat bagi Ash, menyempurnakan keinginannya untuk tampil sebagai seorang singer/songwriter. So she sang her own songs, dengan kata lain, she owned them. ‘Shadow’ yang dirilis sebagai single ketiga merupakan lagu paling personal yang ia sampaikan ke dunia. Mengobati segala second guessing yang tampak menghujani Ash seketika ia berusaha untuk meluncurkan karirnya.

Selusin lagu, dengan edisi internasional ditambahi satu lagu lagi, merupakan produk jempolan untuk artis baru yang saat itu masih berusia 20 tahun. Tatanan pop rock yang apik ada yang menghentak; ‘Autobiography’, menggembirakan; ‘La La’, juga menghanyutkan; ‘Giving It All Away’. Sejuta rasa yang album ini tampilkan menjamah setiap sudut artistik yang bisa disentuh oleh sebuah album rekaman. Sesekali kita mungkin berfikir kalau album ini dibungkus dalam produksi yang berlebih untuk ukuran genre-nya, tapi di beberapa track terasa tingkat produksi yang tak terlalu polish. ‘Love Makes the World Go Round’, ‘Better Off’, hingga ‘Surrender’ meninggalkan jejak underproduced secara sengaja.

Another funny thing yang album ini tawarkan adalah rasa yang memadatinya, membuat pendengar merasa mendapati banyak influens band alternatif seperti Blonde ataupun Garbage yang mengilhami album ini, pun Joan Jett, rocker cadas asal Amerika. Mendekatkan diri dengan para seniornya, “Autobiography” selanjutnya memisahkan Ashlee dari para peer yang juga berjalan di genre serupa; Lindsay Lohan dan Hilary Duff. Dengan tingkat popularitas yang beragam, serta fanbase yang juga tak serupa, ketiganya membuat trend poprock chick di pertengahan dekade 2000-an. Untuk Ash sendiri, ini merupakan awal karir cemerlang yang membangun kepercayaan dirinya.

iTunes

TRACKLIST
1. “Autobiography” 3:34
2. “Pieces of Me” 3:37
3. “Shadow” 3:57
4. “La La” 3:42
5. “Love Makes the World Go Round” 3:45
6. “Better Off” 3:27
7. “Love Me for Me” 3:27
8. “Surrender” 3:20
9. “Unreachable” 3:53
10. “Nothing New” 3:06
11. “Giving It All Away” 2:56
12. “Undiscovered” 4:56
13. “Harder Everyday” 3:29

Ai Hasibuan
CreativeDisc Contributor
@hasibuanai11

About The Author

Reply