Quantcast

Dos & Don’ts Nonton Festival Musik

By - 2 years ago in Top 10 Lists

Minggu lalu, 2 festival musik digelar di Jakarta: MonkeyLada Festival, dan Jazz Goes To Campus. Masing-masing punya cerita. Di Monkey Lada Festival, banyak yang ‘kecele’ karena Isyana Sarasvati dan GAC ternyata main siang-sore. Beda cerita di Jazz Goes To Campus yang (terlalu) ramai, sampai nggak bisa jalan, atau karena kelamaan ngantri toilet, akhirnya telat sampe panggung dan nggak nyaman nontonnya.

Supaya nggak kejadian lagi, Creativedisc mau bagi-bagi tips “dos” and “don’ts” nonton Festival Musik, berkaca dari MLF dan JGTC. Check this out!


DO: Research first!

Music Festival pasti punya banyak panggung, dan bisa jadi musisi favorit kita tidak hanya tampil di satu panggung saja. Lakukan riset kecil sebelum berangkat. Cek rundown acara (biasanya akan dipublish website atau twitter resminya), tentukan artis mana saja yang mau kita tonton, dan perhitungkan juga jeda waktu kamu untuk jalan dari satu panggung ke panggung yang lain.

DONT: Be Late

Datanglah duluan untuk keliling-keliling ‘mengenali’ venue. Tau posisi dimana kamar mandi (apalagi kamar mandi yang ‘tersembunyi’, supaya nggak ngantri kalau rame), panggung, atau bahkan area yang sering dilewati para artis bisa jadi sangat berguna buat kamu. Kadang-kadang penampilan artis di siang / sore hari juga keren kok!

DO: Dress Up!

Kenapa? Banyak artis yang akan wara-wiri di sekitar kamu. Catch them, take a photo, dan kamu bisa pamer di Instagram / Path nantinya. So, dress up it’s a must, but don’t overdo! Kamu akan berjalan dari satu stage ke stage yang lain (yang bisa jadi sangat jauh!). Jangan membebani diri kamu dengan pake sepatu hak tinggi, atau yang nggak nyaman, atau baju yang bikin kamu berkeringat dan ribet. Pake baju dan sepatu yang nyaman, tapi tetep bikin kamu keliatan kece! Tips: Bawa kacamata hitam, dan sedia tissue. Itu sangat penting.

Processed with VSCOcam with a5 preset

DONT: Snapchat / Upload Every Moment.

Kecuali kalau kamu adalah wartawan. Rebutan sinyal dengan 20.000++ orang dan kamu kerjanya cuma Snapchat/upload foto di Path/Instagram, atau malah Skype-ing waktu konser berlangsung demi temen kamu yang nggak bisa nonton?! Oh, well.. Batere kamu akan cepat habis. Lagipula, lebih enak ngeliat artisnya langsung, daripada ngeliatin dari layar handphone, kan?

DO: Know Your Privilege.

Beberapa music festival mungkin mematok harga yang cukup mahal untuk tiket masuknya. Tapi percayalah, it comes with some benefit(s) for you, terutama untuk music festival yang bekerja sama dengan banyak sponsor. Berkelilinglah sejenak ke booth sponsor dan bertanya promonya. Kamu bisa mendapatkan at least kipas (yes, itu sangat berguna supaya kamu nggak kepanasan), snack, makan berat (seperti di MLF. Yes, kamu dapet paket ayam gratis, lho), atau uang tunai.. kalau kamu ikut kuis disana. Lumayan.

DONT: Record One Show Full.

Kamu bayar mahal festival, dan kerjanya cuma pegang kamera? Hellaaaw.. Selain bikin capek tangan, ngabisin memori, menghalangi orang dibelakang kamu (apalagi kalau ngerekamnya pake tablet besar!) kamu jadi nggak bisa menikmati musisi favorit kamu. Rekam 30 detik aja, supaya bisa diposting di Path atau Instagram. Biasanya pihak panitia juga sudah menyiapkan tim tersendiri kok, untuk merekam dan dimasukkan ke Youtube.

Teks by: Danie Cung
Photo by: Anton Wijaya Saputra

Life-enjoyer person. Extraordinary.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | October 7, 2017 By

CreativeDisc Exclusive Interview With Bag Raiders: Kami Doyan Babi Guling

Artist Interviews | October 4, 2017 By

CreativeDisc Exclusive Interview With alt-J: Musik Untuk Manjakan Telinga

Concerts Review | September 12, 2017 By

Hari Kedua Soundrenaline 2017 – Kolaborasi Lintas Genre Yang Menyedot Penonton