Hit Me Baby 10 More Times!

‘…Baby One More Time’
Single perdana Britney Spears, ditulis oleh Max Martin dan Rami. Dirilis pada tanggal 23 Oktober 1998, single ini berhasil meraih posisi puncak di Billboard Hot 100 pada tanggal 30 Januari 1999 dan di puncak UK Singles Chart pada tanggak 27 Februari 1999. Single ini mengantarkan Britney Spears sebagai nominator Best New Artist di ajang Grammy Awards, sekaligus nominasi di kategori Best Female Pop Vocal Performance di tahun 2000. Hingga kini, single ini tercatat sebagai salah satu lagu paling laris dalam sejarah!

The power of Britney Spears!!!
Let’s go back to the late 90’s til early 2000’s, where pop was full dancepop, bubblegumpop, teenpop, and…. Britney Spears. Yes, it’s Britney, b*tch! Nama legendaris yang memulai karirnya dengan lagu dancepop ‘Baby One More Time’, hingga kini bisa bertahan dengan prestasi kerja sebagai salah seorang pengoleksi hit terbanyak di dunia musik pop internasional. Sedari awal, kehadirannya sudah bernilai sensasional, metamorfosanya yang sempat dinilai kontroversial, namun konsistensinya sanggup membuat diri dan namanya sebagai sebuah brand, sekaligus salah satu sosok yang paling berpengaruh di peradaban.

Kata kunci: berpengaruh.
Ya, sedemikian kuatnya pengaruh Britney di dunia musik. Bahkan di awal kemunculannya, ia nyaris menciptakan genre sendiri yang dijadikan panutan (baca: contekan) bagi gadis-gadis muda lain yang hendak mengambil jalur sebagai seorang popstar. This is a tribute to Britney Spears, tanpa sedikitpun mengecilkan sosok dan pesona, serta keberadaan artis-artis dalam daftar berikut. Mereka didapat berdasarkan kesamaan genre di bidang dancepop, teenpop, bubblegumpop, kemiripan ciri performa artistik dengan backup dancers, serta kemunculan mereka di dunia pop sejenak setelah kesuksesan debut Britney. Kebanyakan dari mereka kini hanya tinggal sejarah, namun masih ada yang bergerak di bidang popularitas lain, seperti aktris, pengusaha, dan pembawa acara.

https://www.youtube.com/watch?v=GbKYXiB5bKw


Kaci (Battaglia)

Lahir di Florida, Amerika Serikat pada tahun 1987, Kaci Lyn Battaglia adalah popstar Amerika yang lebih diapresiasi di daratan Eropa. Di tahun 2001, dengan nama panggung Kaci, ia merilis single ‘Paradise’ yang sempat duduk di peringkat 11 pada UK Singles Chart. Label rekaman yang menggandeng Kaci adalah Curb Records, label yang didirikan oleh veteran musik Mike Curb, yang sebelumnya sukses meluncurkan karir LeAnn Rimes. ‘Paradise’ ini sebenarnya lagu dari tahun 80-an yang dinyanyikan ulang oleh Kaci awalnya sebagai demo, bersama produser Joel Diamond. Album dengan judul yang sama dirilis di tahun 2001 juga, juga melahirkan hit Top 10 di UK, ‘I Think I Love You’. Pun ini merupakan lagu cover dari The Partridge Family.


Ellie Campbell

Jauh sebelum kita mengenal Ellie Goulding, ada Ellie lain dari akhir 90-an. Namanya Ellie Campbell, ia adalah seorang penyanyi wanita asal Britania Raya yang merilis sebut single-nya, ‘Sweet Lies’ pada tanggal 8 Februari 1999. Puncak karir Ellie sebagai recording artist adalah saat merilis ‘So Many Ways’ yang masuk dalam jajaran Top 40 di UK Singles Chart. Ellie digandeng oleh label yang sama dengan Britney, yaitu Jive Records. Album perdana (dan satu-satunya) “Ellie” dirilis pada pertengahan tahun 2001. Musik yang dia usung tidak jauh beda dari sang senior, sehingga Ellie mendapat banyak perbandingan dengan Britney di masa itu. Ellie sempat berkunjung ke Indonesia dalam rangka promo album debutnya ini. Saat itu tak lama setelah ia merilis ‘Don’t Want You Back’ sebagai single ketiga dari albumnya.


Willa Ford

Perkenalkan Willa Ford, penyanyi asal Amerika Serikat yang bernama asli Amanda Lee Williford. Nama panggungnya sempat bergonta-ganti, dari Mandah hingga Mandy Modano. Perkara nama ini terjadi akibat kehadiran Mandy Moore yang tak jauh beda dari kehadirannya, agar publik tidak bingung dalam membedakan keduanya. Nama Mandah akan ditemui di album soundtrack “Pokemon: The First Movie”, dimana Britney pun hadir sebagai salah satu pengisinya. Single perdana Willa adalah ‘I Wanna Be Bad’ yang menampilkan rap dari Royce da 5’9″. Single ini dirilis menjelang akhir Mei 2001 dan berhasil menembus Top 40 di US Billboard Hot 100. Albumnya sendiri, “Willa Was Here” dirilis oleh Atlantic pada 17 Juli 2001. Keberadaan Willa cukup diakui di ranah pop, sehingga saat MTV merilis kompilasi Natal “MTV: TRL Christmas”, Willa tergabung di dalamnya bersama ‘NSync, Christina Aguilera, TLC, Blink 182, LFO, dan masih banyak lagi.


Mandy Moore

Sekarang ke nama yang kuatir disalahsebutkan dengan Willa di atas, Amanda Leigh Moore, alias Mandy Moore. Ia adalah gandengan Epic Records, saat mengkreasikan popstar dalam format wanita muda yang enerjik dengan backup dancer berjumlah minimal setengah lusin. Mandy merupakan salah satu contoh sukses di antara barisan artis yang mengikuti jejak langkah Britney. Terbukti dengan eksistensinya di dunia musik, menghasilkan 6 buah album studio. Selanjutnya, Mandy juga cemerlang di bidang perfilman. Dua sukses besarnya di bidang ini adalah dengan memerankan Jamie Sullivan dalam drama remaja “A Walk to Remember”, serta mengisi suara untuk Rapunzel dalam animasi “Tangled”. Dengar-dengar, Mandy tahun ini Mandy akan menghadirkan musik baru yang sudah ia persiapkan selama kurang lebih dua tahun.


Christina Milian

Akui saja, kesuksesan Britney memiliki kekutan yang memaksa beragam label rekaman ingin memproduksi artis berformat serupa. Istilahnya mengkloning Britney, memfotokopi formula suksesnya untuk mendapat apresiasi setara dari yang telah ada itu. Tapi, alangkah naifnya jika produksi massal mencetak popstar serupa persis dengan Britney: kulit putih dan pirang. So, Def Jam sebagai label yang otentik dengan black music-nya, menggagaskan Britney dalam bentuk Christina Millian. Artis yang lahirnya bernama Christine Flores ini awalnya muncul di single ‘Between Me and You’ milik Ja Rule yang tembus ke Top 40 di Amerika. Setelahnya, ia ikut serta dalam penulisan lagu untuk Jennifer Lopez, hingga akhirnya merilis debut album di semester kedua tahun 2001. Single perdananya, yang mungkin sebagian besar penikmat musik pop masih ingat, ‘AM to PM’ karya Bloodshy & Avant (yang selanjutnya bekerjasama untuk album Britney, “In the Zone”.


Angela Via

Mengingat Bieber Fever di penghujung dekade 2000-2009, seperti itulah wabah yang Britney tularkan dengan kehadirannya. Seperti musik berkiblat padanya, setiap kemunculan artis remaja cewek yang baru pasti tak jauh-jauh dari format musik dan performa dirinya. Sampel berikutnya adalah Angela Jolena Trullinger Villarreal alias Angela Via. Penyanyi asal Texas, Amerika Serikat ini juga mengawali musiknya di ranah teenpop dancepop bubblegumpop dengan kehadiran selftitled album di tahun 2000. Debut single-nya ‘Picture Perfect’ dirilis oleh Atlantic di tahun 2000, disusul dengan single kedua, ‘I Don’t Care’ yang ditulis oleh orang yang sama dengan penulis ‘Genie in a Bottle’ milik Christina Aguilera; David Frank, Steve Kipner, dan Pamela Sheyne. Faktor X dari Angela ini adalah kemampuannya dalam menembak nada tinggi dengan whistle, seperti yang ia perdengarkan untuk single ‘Picture Perfect’.


Hoku

Seperti yang diungkapkan tadi, semua label rekaman sepertinya enggak mau ketinggalan dalam menciptakan popstar a la Britney. Dan yang sekarang adalah giliran Geffen Records yang menemukan Hoku sebagai bintang mereka. Penyanyi asal Hawaii ini muncul di sejak awal 2000. Bukan main-main, single perdananya langsung dipakai untuk soundtrack film “Snow Day”, yaitu ‘Another Dumb Blonde’ yang riang dan catchy. Pasca kesuksesan single tersebut, Hoku memutuskan untuk fokus ke dunia musik dan meninggalkan studinya, kemudian merilis album perdana di pertengahan tahun 2000. Di tahun 2001, ia merilis single ‘Perfect Day’ yang dipakai untuk soundtrack film “Legally Blonde” dimana ia mulai mengenalkan diri sebagai penyanyi yang bermain gitar, dan suasana musik pun diubah dengan sedikit influens rock.


Mikaila

Apakah dunia seperti kekurangan Britney sehingga label seolah sebagai pabrikan popstar berformat demikian. Yang ini datangnya dari Island Records, Mikaila. Di tahun 2000, saat usianya masih 14 tahun, ia sudah dibuatkan single ‘So in Love with Two’. Lagu yang mengisahkan tentang jatuh cinta dengan dua orang pria ini tampaknya terlalu dewasa baginya secara lirik, tapi tidak secara vokal. Karena Mikaila memiliki vokal yang mumpuni untuk ukuran remaja sepertinya. Single ini menembus Top 40 di Amerika, disusul dengan perilisan self-titled debut album di tahun 2001. Nah, padatnya arus penyanyi pop remaja di saat itu, membuat Mikaila kesulitan menembus pasar untuk single selanjutya, ‘It’s All Up to You’. Alhasil, ia tenggelam dalam arus dan lenyap dari papan popularitas.


Jessica Simpson

Oke, kita semua tahu bahwa sasaran utama Jessica Simpson di saat kemunculannya adalah vokal. Lewat ‘I Wanna Love You Forever’, ia ingin mengklaim diri sebagai artis yang more vocal than performance. Tapi dengan perilisan single ketiganya, ‘I Think I’m in Love with You’, yang masih diambil dari album yang sama, “Sweet Kisses”, ia malah menguatkan faktor kesamaannya dengan Britney, yaitu menari-nari dengan koreografi bersama para penari latar. Hal ini diperparah dengan keinginan label yang mengontrol konsep album keduanya, “Irresistible” ke arah anak panah kompasnya Britney. The dancepop really did sell. Buktinya, album kedua Jessica tersebut menjadi album dengan penjualan paling gemilang dalam karirnya.


Samantha Mumba

Di penghujung tahun 2000, Polydor Records berafiliasi dengan Interscope Records, Wildcard Records, dan A&M Records untuk menciptakan Britney yang baru. Datanglah sosok Samantha Tamania Anne Cecilia Mumba atau yang lebih dikenal dengan nama Samantha Mumba. Dancepop yang ia tawarkan lewat single perdana ‘Gotta Tell You’ memang lebih mengarah ke pengaruh R&B-nya, namun saat ia merilis ‘Always Comeback to Your Love’ dengan video musik yang tak jauh beda dari video musik-video musik milik Britney, sahlah sudah ia mewarisi gen Britney dalam darahnya. Maaf dengan kualitas video yang sangat buruk ini, tapi ini diambil dari channel SamanthaMumbaVEVO yang sepertinya tidak memegang copy terbaik dari video musik tersebut sehingga yang diunggah adalah rekaman dari video tersebut yang sedang diputar.


Semoga daftar ini dapat sejenak merefresh memori kita pada nostalgia musik pop di era akhir 90-an hingga awal 2000-an. Sekali lagi, tidak ada niatan menciutkan performa masing-masing pribadi yang terlibat di dalamnya, dan semata-mata hanya ingin memberi tribute kepada Britney Spears yang begitu powerful-nya meskipun masih tergolong artis baru di saat itu. Dan pengambilan nama-nama di atas adalah mereka yang meluncurkan karirnya pasca dirilisnya ‘Baby One More Time’ sebagai debut single Britney Spears.

About The Author

6 Comments

  1. via Reply
  2. Ivan Reply
  3. Ivan Reply
  4. via Reply
  5. Daniel Reply
  6. Rooney Reply

Reply