fbpx

Trending News

Blog Post

Album of the Month: Zayn – Mind of Mine [Deluxe Edition]
Album of The Day

Album of the Month: Zayn – Mind of Mine [Deluxe Edition] 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Saat Robbie Williams memutuskan keluar dari Take That di tahun 90-an, ia menyusulnya dengan sebuah karir solo yang sukses. Sukses pula ia memperpanjang imej bad-boy miliknya, yang seolah-olah selama ini terkekang dalam gambaran pria-pria manis dalam boyband yang membesarkan namanya tersebut. Kasus yang sama tampaknya berlaku untuk Zayn Malik, atau yang kini ingin dikenal sebagai Zayn saja.

Lima tahun bersama, tampaknya sudah cukup bagi Zayn untuk meninggalkan One Direction yang bersama mereka telah menghasilkan beberapa album sukses. Oleh karenanya, ia pun memutuskan untuk keluar dan mencari karirnya sendiri. Tidak menemukan ruangan untuk mengkreasikan kreatifitasnya sendiri adalah salah satu alasan bagi Zayn untuk keluar. Dan pada tanggal 25 Maret 2016, setahun tepat setelah ia berjalan solo, lahirlah album debutnya, “Mind of Mine“.

Zayn memang terdengar berusaha keras untuk terdengar jauh berbeda dengan One Direction yang bergerak dalam koridor pop-rock yang sangat pop. ‘Pillowtalk’ adalah persembahan perdananya. Dengan memadukan antara pop dan RnB serta sedikit elemen trap, ZAYN menghadirkan sosok dirinya yang lebih dewasa. Terdengar seperti One Direction yang menyebrang ke ranah The Weeknd? Bisa jadi.

Tapi ada Malay yang turut ambil bagian sebagai rekan penulis dan produser untuk sebagian besar albumnya. Pasti ingat jika Malay adalah sosok penting yang berada di belakang album “Channel Orange” milik Frank Ocean, sehingga sepertinya arah ini yang ingin dikejar Zayn.

Tentunya “Mind of Mine” tidak sekompleks “Channel Orange”. Zayn masih menghadirkan lagu-lagu yang jauh lebih mudah dicerna ketimbang milik Ocean. Meski begitu, jangan harapkan track-track cerah ceria, karena Zayn memilih untuk mewarnai albumnya dalam tone yang gelap dan bahkan sering kali murung.

Dengan perawakan yang penuh tato dan wajah brewok, secara fisik Zayn memang memenuhi syarat sebagai seorang bad boy. Bagaimana dengan albumnya? Mendengar “Mind of Mine”, tampaknya Zayn justru mengejar album pop RnB yang intim dan sensual. Memangg terkadang kasar. Bolehlah pas dengan imej bad boy, jika memang itu yang ingin diusungnya. Namun kekuatan album justru pada pemilihan Zayn untuk bereksperimen dengan RnB yang lebih edgy, ketimbang catchy belaka.

Bukan berarti “Mind of Mine” tidak memiliki lagu seperti itu. Misalnya ada pop-dance ‘Like I Would’ dimana Zayn mengajak kita berdansa dengan atraktif mengikuti iramanya. Memang, secara tone agak berbeda dengan track-track lainnya, sehingga Zayn meletakkannya sebagai di bagian bonus untuk edisi deluxe.

Menjadi catatan, ‘Like I Would’ adalah satu dari sedikit lagu up-tempo dalam album ini, karena “Mind of Mine” mayoritas diisi oleh track-track slow dan mid-tempo, yang bergerak perlahan dan mengizinkan Zayn untuk memfokuskan pada vokal yang meliuk, serta penekanan pada sisi emosional yang kuat.

Contoh sempurna mungkin bisa ditemui dalam track berjudul ‘It’s You’. Sebuah balada moody yang terkesan gelap dan dinyanyikan Zayn dengan lirih, sehingga terdengar begitu… sedih. Tapi bisa dikatakan lagu ini sukses memamerkan kekuatan Zayn sebagai penyanyi dengan asupan emosi yang kuat.

Secara tema, “Mind of Mine” tidak melulu berbicara romansa. Ia juga menyuarakan tentang bagaimana rasanya menjadi artis yang terkungkung misalnya, sebagaimana yang tertuang dalam ‘Befour’. “Time for me to move up / So many hours have gone / Heart beats the pump of my blood / No strings for you to pull on,” katanya.

Kolaborasi Malay dan Zayn memang tampaknya cukup padu, sehingga mereka bisa menghasilkan track-track yang menghadirkan Zayn sebagai penyanyi RnB yang dewasa, lepas dari penyanyi boyband remaja yang selama ini melekat pada dirinya.

Cuma kehadiran-kehadiran produser pendatang baru seperti MYKL dan XYZ juga memberi kontribusi tersendiri untuk “Mind of Mine”. Berkat tangan dingin MYKL, dalam ‘She’ Zayn malih rupa menjadi seorang penyanyi RnB yang siap berdansa dengan seksi. Pendekatan yang sama bisa ditemukan dalam ‘Tio’.

Sementara XYZ membantu membidani track seperti balada soulful ‘Fool For You’ atau ‘Wrong’ yang kuat dengan emosi dimana Zayn mengajak penyanyi pendatang baru bernama Kehlani.

“Mind of Mine” adalah ajang pembuktian bagi seorang Zayn Malik jika ia bukan sekedar penyanyi setiran produser atau label saja. Ia memiliki visi dan estetika musikalitas sendiri. Jika ternyata hasilnya cukup “berat” dalam ukuran mainstream, maka tentunya kita tidak bisa menyalahkan dia. Yang kita lakukan adalah mengembangkan tangan dan menerima dengan tangan terbuka.

Toh, “Mind of Mine” adalah album yang baik. Memiliki desain produksi berkualitas baik, dengan pilihan lagu tidak pasaran. Zayn Malik memberi awal menjanjikan untuk karirnya. Meski rasanya ia mungkin bisa mengeskplorasi lebih dari ini. Mendengarkan lagu “Intermission: Flower’, yang sangat layak untuk lebih panjang, dimana Zayn sukses mengajak pendengarnya memasuki sensasi transendental/ethereal yang menggugah, meski ia menyanyikannya dalam bahasa Urdu, bukan Inggris.

iTunes

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “MiNd Of MiNdd (Intro)” 0:57
2. “PILLOWTALK” 3:23
3. “iT’s YoU” 3:46
4. “BeFoUr” 3:29
5. “sHe” 3:09
6. “dRuNk” 3:25
7. “INTERMISSION: fLoWer” 1:44
8. “rEaR vIeW” 3:21
9. “wRoNg” (featuring Kehlani) 3:32
10. “fOoL fOr YoU” 3:22
11. “BoRdErZ” 3:59
12. “tRuTh” 4:05
13. “lUcOzAdE” 4:12
14. “TiO” 2:58

Deluxe Edition
15. “BLUE” 3:44
16. “BRIGHT” 2:56
17. “Like I Would” 3:12
18. “SHE DON’T LOVE ME” 4:15

Related posts

Leave a Reply