Quantcast

Classics: Various Artists – MTV Most Wanted Boys

By - 1 year ago in Time Tunnel

MTV Most Wanted BoysLet’s go back to 1997, shall we?! Saat pop dikuasai oleh para boyband. Saking menjamurnya, MTV Asia sampai-sampai terpengaruh untuk membuat sebuah kompilasi yang menjaring para kumpulan pria muda yang membuat histeria penikmat musik memuncak di era tersebut. Ada 15 nama besar dengan lagu-lagu terbaik mereka yang berhasil dikumpulkan oleh Polygram divisi Asia yang bermarkas di Hongkong, memanfaatkan salah satu show terbaik jaringan MTV, yaitu Most Wanted dan menabalkan nama untuk album ini dengan judul “MTV Most Wanted Boys“. Wow! Menguak banyak memori bukan?!

Mulai dari yang terpopuler seperti Backstreet Boys, hingga yang underrated sekelas Damage, dengan lagu yang paling riang seperti ‘Tellin’ Everybody’ hingga yang paling syahdu ‘Sukiyaki’, juga tak melupakan dari yang paling beraksi 911 ‘Bodyshakin” hingga yang harmonisasi vokalnya juara Boyz II Men ‘On Bended Knee’, album kompilasi ini menawarkan sejuta pesonanya yang memang sulit untuk ditolak.

Lihat tracklist album ini yang terdiri dari 15 buah lagu, dengan total durasi nyaris satu jam.

1 Quit Playing Games — Backstreet Boys 3:53
2 A Different Beat — Boyzone 4:15
3 BodyShakin — 911 3:42
4 Falling — Ant & Dec 4:32
5 Can We Talk — Code Red 4:02
6 Invisible Man — 98 Degrees 4:42
7 On Bended Knee — Boyz II Men 5:32
8 Stay Another Day — East 17 4:28
9 Tellin Everybody — Human Nature 4:01
10 Let This Love — Caught in the Act 3:40
11 Love II Love — Damage 4:04
12 Rock me Good — Universal3:00
13 Make It With You — Let Loose 3:49
14 One More Chance — The One 3:07
15 Sukiyaki — 4 PM 2:41

Meskipun terdiri dari lagu balada dan upbeat, keseluruhannya masih tetap dalam koridor easy listening. Ya, easy listening! Jadi tak peduli betapa kencang melodi lagu ‘Bodyshakin” yang dibawakan oleh 911, ataupun ‘Tellin” Everybody’ yang dinyanyikan oleh Human Nature, tetap saja terasa nyaman di telinga.

Statistik mungkin menunjukkan bahwa lagu-lagu boyband di 90-an kebanyakan yang mengandalkan beat kencang sehingga pantas untuk disajikan bersama koreografi. Tidak salah memang, tapi album ini menampilkan pesona lain dari boyband-boyband populer ini. Kompilator lebih memilihkan balada ‘Quit Playing Games (With My Heart)’ dari Backstreet Boys, ketimbang ‘We’ve Got It Going On’ atau ‘Get Down’ yang lebih dahulu membuat nama BSB membahana di jagad raya, padahal kedua dirilis dalam jarak yang tak berjauhan.

So, vocal over performance. Kualitas yang ditampakkan oleh Boyz II Men sepanjang karir mereka, sehingga publik lebih memilih untuk menamai mereka grup vokal daripada boyband. Menjunjung tinggi pesan serupa, Boyzone ditampilkan dengan ‘A Different Beat’, East 17 dengan lagu ‘Stay Another Day’, dan Ant + Dec di lagu ‘Falling”. Mereka-mereka di atas merupakan yang masih punya banyak pilihan, sementara yang baru merintis karir, seperti 98 Degrees atau Code Red, pilihan tak banyak, sehingga debut single ‘Invisible Man’ dan lagi paling ngehits ‘Can We Talk’ pun menjadi pilihan.

Nama Damage, Universal, Let Loose, ataupun The One terdengar sulit untuk dikenali. Damage menorehkan prestasi dengan ‘Love II Love’ dalam koleksi Top 20 di UK, Universal pun pernah mencicipi Top 40 di UK dengan lagu reggae sentris ‘Rock Me Good’, sebelum akhirnya bergabung kembali di tahun 2005 untuk ajang The X Factor di Australia, Let Loose memegang sejumlah lagu Top 10 di UK, termasuk ‘Make It With You’ yang peak di no.7, dan The One dengan ‘One More Chance’ yang juga teregistrasi dalam Top 40. Karir mereka tergolong singkat, namun tepat. Karena sempat dirangkum untuk diabadikan dalam album kompilasi ini.

“MTV Most Wanted Boys” juga menampilkan Caught In The Act dengan lagu ‘Let This Love Begin’, ditutup dengan lagu berpesona oriental, ‘Sukiyaki’ oleh 4 PM. Kelima belas lagu dalam album ini adalah padanan yang lumayan akurat dalam mengilustrasikan musik pop oleh boyband di sekitaran 96-97. Alasan mengapa beberapa nama besar seperti Take That, ‘NSync, Five, New Kids on the Block, ataupun All-4-One tak tercantum di dalam album ini bisa jadi beragam. Apakah mereka vakum bermusik, peluncuran karir setelah album dirampungkan, atau kendala di bidang lintas label. Tapi ketidakberadaan mereka tidak mengurangi pesona album ini sebagai salah satu produk musik yang paling diminati.

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Top 10 Lists | September 20, 2017 By

17 Sweet 17 Albums in 2017

Single of The Day | September 15, 2017 By

Single of the Day: Rendy Pandugo – I Don’t Care & Silver Rain

Album of The Day | September 12, 2017 By

Album of the Day: Various Artists – Power Hits 2017