Dari Fandom Ke Fandom: Good Charlotte Ke 5SOS

Setelah vakum atau bahasa trend-nya ‘hiatus’ selama 6 tahun, Good Charlotte akhirnya merilis album baru berjudul ‘Youth Authority’, 15 Juli 2016 kemarin. Beberapa minggu sebelumnya, tepatnya tanggal 1 Juli 2016, Blink 182 juga merilis album come back mereka ‘California’. Sebagai salah satu fans musik pop-punk, tentu saja bulan Juli tahun ini menjadi bulan yang cukup emosional bagi saya. Istilahnya jadi baper inget masa-masa SMA dan kuliah, jamannya saya dengerin lagu-lagu Good Charlotte dan Blink 182. Masa-masa labil, teenage life full of anxiety and insecurity. Lagu-lagu dari band ini seakan-akan menyemangati saya dan berujar, “It’s okay not to feel okay”. Jamannya kuliah masih cuek memakai kaos band-band ini ke kampus. Seakan-akan ingin memproklamirkan diri saya sebagai fans dari band-band tersebut. Belum lagi masa-masa kita menyebut diri kita sebagai “Anak Nongkrong MTV”, dimana saya ingin cepat-cepat pulang dari sekolah hanya untuk nonton video klip rilisan terbaru di MTV Fresh. Mengutip dari salah satu lirik di lagu baru Good Charlotte, ’40 oz. Dream’Grew Up On MTV”, saya merasa saya adalah salah satu anak yang tumbuh di era 90-an dan awal tahun 2000 dimana TV masih menjadi pusat informasi terpenting saat itu. Rasanya belum afdol kalau belum liat video klip baru mereka di MTV.

Lain Good Charlotte, lain pula dengan 5 Seconds Of Summer (5SOS). 5SOS yang sedang naik daun dan digandrungi oleh para remaja di seluruh dunia ini juga menarik (dan menyita) perhatian saya. Sebelum album come back Good Charlotte dan Blink 182 hadir, saya jadi mendengarkan lagu-lagu 5SOS. Awalnya tertarik cuma gara-gara Joel dan Benji membantu mereka dalam menulis lagu ‘Amnesia’. Meskipun tampaknya perpaduan pop rock di lagu-lagu 5SOS lebih cenderung ke pop, ternyata banyak juga fans Good Charlotte dan Blink 182 yang sekarang juga mendengarkan lagu-lagu 5SOS. Namun, berbeda dengan masa-masa MTV itu, sekarang kita bisa menonton langsung video klip yang baru dirilis, baik di Youtube maupun Vevo. 5SOS pun gencar mempromosikan single mereka ‘Girls Talk Boys’ yang merupakan salah satu lagu yang menjadi soundtrack di film remake Ghostbusters melalui: Twitter, Facebook, dan Spotify. Perubahan drastis terjadi ketika semua mengacu ke social media sebagai wadah untuk mempromosikan sesuatu, salah satunya di industri musik. Dengan adanya snapchat dan social media lainnya, fans menjadi merasa lebih dekat dengan personil 5SOS: Luke, Ashton, Calum dan Michael karena mereka selalu meng-update kegiatan mereka sebelum dan sesudah manggung di rangkaian tur dunia Sounds Live Feels Live yang sudah berlangsung sejak awal tahun ini. Mereka baru saja sukses menggelar 2konser sold out di Madison Square Garden, New York City dua malam berturut-turut dan salah satunya bertepatan dengan ulang tahun ke-20 sang vokalis, Luke Hemmings.

Keberhasilan atau masa jaya 5SOS saat ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah followers mereka baik di akun Twitter atau Instagram mereka ketimbang anggota-anggota band lawas lainnya. Ketenaran 5SOS tidak terlepas dari awal karir mereka meng-upload video-video cover mereka di Youtube, dan Louis Tomlinson (Iya, Louis dari One Direction itu) melihat salah satu video cover mereka dan mengajak mereka untuk menjadi opening act One Direction dalam rangkaian tur ‘Take Me Home’ dan ‘Where We Are’. And the rest is history. 5SOS sering mengatakan bahwa Good Charlotte adalah inspirasi musik mereka, bahkan Luke mengaku bahwa konser pertama yang dia hadiri adalah konser Good Charlotte. Digawangi oleh produser yang sama, John Feldmann, vokalis dan gitaris band Goldfinger, Good Charlotte dan 5SOS saling mendukung dan saling mempromosikan single atau album satu sama lain. Dengan banyaknya followers yang dimiliki oleh Luke dan Ashton, bukan tidak mungkin pendengar musik Good Charlotte akan bertambah hanya dengan membaca tweet mereka: Go check out Good Charlotte’s new music. Semacam simbiosis mutualisme, antar band. Bahkan nama fandom mereka sama, GCFAM dan 5SOS FAM. Meskipun saya bukan remaja lagi, saya sangat senang dengan adanya regenerasi dari band favorit saya dan yang terpenting kita dapat mendengarkan musik baru. Jadi, sekarang untuk membuktikan bahwa saya 5SOS FAM, apakah saya harus membeli kaos 5SOS? Atau memakai kaos Nirvana persis seperti yang dikenakan oleh Luke dan Calum? Atau saya justru harus mencari kaos Good Charlotte saya jaman kuliah dulu? We’ll see..

“Real Bands Save Fans.. Real Fans Save Bands..” (Michael Clifford – 5SOS)

Teks:
Ivy Agrina

About The Author

2 Comments

  1. Della Reply
    • Ivy Reply

Reply