Quantcast
Creative Disc Interview With RESH: Menulis Lagu Yang Terinspirasi Dari Banyak Aspek Kehidupan – Creative Disc

Creative Disc Interview With RESH: Menulis Lagu Yang Terinspirasi Dari Banyak Aspek Kehidupan

RESH, atau bernama asli Hiresh Haridas, adalah seorang penyanyi asal Malaysia yang sebagian besar lagu-lagunya adalah berbahasa Inggris. Saat memulai karir lebih dari 10 tahun lalu ia dikenal sebagai Reshmonu. Namun semenjak tahun 2015 ia memutuskan untuk memakai RESH saja sebagai nama panggung.

Dalam karirnya, ia memiliki barisan hit seperti ‘Walk Away’, ‘Cintaku Pergi’, ‘Hey Waley’ dan ‘Superfine’, yang membuat ia memiliki barisan penggemar tidak hanya di Malaysia, namun juga Singapura, Filipina, dan Indonesia. Kini ia berniat untuk mengembangkan karirnya dengan mengajak penyanyi asal India, Monica Dogra, untuk berkolaborasi dalam single berjudul ‘Trouble’.

Apa saja cerita RESH tentang single barunya ini? Simak dalam wawancara di bawah ini:

CD: Bagaimana reaksimu saat tahu Half The Man dan Can’t Live Without Ya dimainkan di lebih dari 500 stasiun radio di seluruh dunia?
RESH: Sangat bahagia! Aku ingat waktu tahu laguku masuk tangga lagu Digital Radio Tracker (DRT), yang melacak lagu yang dimainkan stasiun radio di seluruh dunia. Yang lebih baiknya, aku lalu tahu bahwa ‘Half The Man’ dapat peringkat 13 di program radio US Top 20, yang dibawakan produser nominasi Grammy, Al Walser, yang mengatur acara tangga lagu radio yang dimainkan lebih dari 500 stasiun radio di seluruh dunia!

CD: Bisa ceritakan kisah pendek tentang bagaimana kamu memproduksi single ‘Trouble’ dengan Monica Dogra?
RESH: Itu hanya panggilan telpon untuk membicarakan kemungkinan kolaborasi ini. Aku dikenalkan pada Monica oleh label rekaman kami, Universal Music. Aku menelponnya untuk berdiskusi tentang kolaborasi, rasanya profil dan suara kami akan sempurna untuk satu sama lain. Momen kami menemukan kami dalam sisi yang sama, kami langsung sibuk dan akhirnya merekam duet ‘Trouble’. Segera setelah Monica menyetujui duet ini, dia merekam bagian vokalnya di India dan mengirimnya padaku di Malaysia. Lalu aku fokus memproduksi seluruh lagunya dengan memasukkan vokalnya untuk membawa sentuhan keajaiban esktra pada lagunya.

CD: Apa harapanmu untuk single ‘Trouble’?
RESH: Banyak pihak berbakat yang mengerjakan lagu ini dan membuatnya jadi versi sebaik mungkin, dan aku sangat puas dengan hasilnya. Bisa dibilang, aku ingin lagunya sering dimainkan secara regional dan internasional.

CD: Ada bocoran untuk album atau single-mu selanjutnya?
RESH: Saat ini tidak ada, belum. Masih dalam tahap diskusi, tapi aku pasti akan memberitahu fansku saat ada sesuatu yang sedang diracik!

CD: Siapa penyanyi yang ingin kamu ajak kolaborasi untuk single atau album selanjutnya?
RESH: Terlalu cepat untuk memutuskan, karena aku belum merencanakan kolaborasi lagi. Jika aku sudah memutuskan untuk merekam kolaborasi, ada beberapa nama yang ada di kepalaku. Kita lihat saja akhirnya nanti.

CD: Apa arti musik bagimu?
RESH: Untuk lagu ‘Trouble’, itu bukan berarti ‘Masalah’ dalam arti buruk. Semua itu ada di tengah-tengah dan komentar kasual ‘Oh, sepertinya itu banyak masalah.’ Itu tentang mengetahui seseorang bisa saja dalam masalah, tapi dia tetap menarik bagimu.

CD: Apa yang menginspirasimu dalam membuat lagu?
RESH: Aku mendapat inspirasi dari banyak aspek kehidupan. Itu campuran pengalaman pribadi, anekdot, atau bisa saja lagu baru yang kudengar di radio.

CD: Ada rencana untuk datang ke Indonesia, promosi?
RESH: Aku ingin sekali datang ke Indonesia dan memberi sesuatu untuk fansku di Indonesia. Mereka sangat mendukung musik baruku dan aku sangat senang dengan responnya. Penerimaan ‘Half The Man’ sangat baik di Indonesia dan semoga ‘Trouble’ akan mencapai ketinggian yang sama… atau bahkan lebih baik! Kami sedang mencari kemungkinan untuk segera datang ke Indonesia untuk promosi dan pertunjukan, semoga terwujud!

Special Thanks to Universal Music Indonesia untuk kesempatan interview dengan RESH.
Teks:
Sheyla Ashari

About The Author

Reply