Quantcast

Ramai – Ramai Menyelamatkan EDM

By - 8 months ago in Random

Jika memang ada yang beranggapan tahun 2017 gemerlap EDM akan kian redup sepertinya harus berpikir ulang atas asumsi tersebut. Jika kamu termasuk makhluk ciptaan Tuhan yang mulai muak dengan dentuman dan segala repetisi, maaf kamu harus masih harus bersabar, ini mungkin ujian.

Pertanda itu datang saat Brits Award 2017, Coldplay dan The Chainsmokers merilis kolaborasi berjudul “Something Just Like This”. Sesuatu yang berada diluar nalar saya pribadi. Single yang akan mengisi album debut duo The Chainsmokers “Memories… Do Not Open” ini terdengar tidak bernyawa. Sensasi yang dirasakan tak lagi sama saat Coldplay berkolaborasi pertama kali di ranah EDM pada “A Sky Full Of Stars” dengan Avicii. Trek ini terdengar begitu generik. Ya, seperti obat generik. Murah, terjangkau, ada dimana-mana. Confetti warna-warni bisa ditebak jadi salah satu elemen visual.

Aksi beramai-ramai menyelamatkan EDM ini semakin ketara, selain karna Coldplay yang mau turun gunung seperti saya ceritakan diatas, dalam waktu bersamaan, dalam beberapa minggu ini, single-single bernapas EDM dirilis secara berdempetan. Zedd yang tak berhasil mengulangi sukses album debut, mengajak Alessia Cara pada lagu berjudul “Stay”. Lumayan sih. Tapi sungguh saya tak akan menjadikannya pengisi iPod seperti halnya “Stay The Night” (feat Hayley Williams) yang masih setia saya selipkan.

Kita coba tinggalkan sejenak para bintang-bintang pop EDM tersebut diatas. Spesialis lantai dansa penuh energi Yellow Claw bergotong royong dengan DJ Snake dan Elliphant pada single “Good Day”. Perasaan saya sedikit membaik. Tembang ini cukup nendang. Sentuhan elektro klasik dibagian pembuka membawa nuansa segar. Dan menjelang beat dilepaskan ada energi yang ikut terbebas. Bukankah demikian seharusnya musik EDM itu? Kita meminggirkan segala beban, dan memasrahkan pada dentuman.

Jika kamu ingin “sampai” pada puncak. Kita harus bersyukur Marshmello & Ookay mengajak Noah Cyrus, adinda Miley pada Chasing Colors. Akhirnya kita tahu bahwa ia tak hanya bisa meratap seperti single pertamanya “Make Me (Cry)”. Vokal Noah Cyrus harus saya akui unik (seperti saudarinya), berpadu dengan beat milik Marshmello, saya pastikan kamu akan lupa jumlah gelas dan jalan pulang.

Dan saya pun bertambah yakin tengah ada upaya yang terstruktur dan masif untuk menyelamatkan EDM dengan versi remix Major Lazer atas lagu “Shape of You” milik Ed Sheeran. Sesungguhnya pada versi asli, lagu ini sendiri sudah memiliki nafas “bergoyang”. Dengan olahan Major Lazer dibantu Nyla dan Kranium akan membuat ketagihan. Atau kita harus berharap album “Divide” di remix EDM saja? Ah, sudahlah.

Dari seluruh lagu yang saya pilih dalam artikel ini. “Slide” milik Calvin Harris adalah yang terbaik. Materi seperti inilah menurut saya yang mampu mempertahankan gemerlap EDM dikancah musik populer. Penyelamatnya bagi saya adalah Frank Ocean dan Migos. Dua musisi yang sukses menjejakkan karya mereka pada kultur pop saat ini, telah membuat saya sedikit percaya pada bakat Calvin Harris. Sebelumnya saya beranggapan bahwa DJ asal Skotlandia ini lebih baik menjaid bintang iklan celana dalam saja. “Slide” tampil tanpa ada drop beat berat ala EDM. Ada romansa yang dihadirkan, atas peluh yang kita seka setelah berdansa semalaman. “Slide” akan mengantarkan kita pulang, membayar tagihan malam itu yang mendadak bengkak, menggendong teman yang mendadak berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda, menunggu kendaraan tumpangan, dan berakhir rebah di kasur dengan atau tanpa sandaran.

Selain nama-nama diatas, ada beberapa single lain yang juga turut meramaikan layanan streaming dalam beberapa minggu ke belakang, seperti Afrojack & Luis Fonsi “Wave Your Flag”, DJ Khaled “Shining” (feat. Beyoncé & JAY Z), Laidback Luke & Ralvero “XOXO” (feat. Ina).

Kita lihat saja apakah upaya ramai-ramai menyelamatkan EDM ini berhasil.  Atau kamu tak setuju dengan pendapat saya? Sudah biasa kok, luapkan saja dibagian komentar.

Baperians, meta-fetcher, pelahap segala, kecuali mantan.

Comments

12 Responses to “Ramai – Ramai Menyelamatkan EDM”

  1. Bella says:

    Suka dengan pembawaan dan bahasa gaya review author ini jadi tertarik untuk scrolling terus kebawah dan melahap habis artikelnya!??????

  2. dipa says:

    im sick of edm, it has to be end, bring back electro pop!!!

  3. Adnan says:

    Saya mah nggak ngerti musik mas, kalo asik, enak didenger yaudah nikmati aja kalo nggak ya ditinggalin. Tapi yang disebut di atas, asik-asik lagunya.

  4. hendrabahars says:

    haha selera kita beda kayaknya, gue lebih suka dua lagu pertama 😉 EDM masih aman kok, btw promosiin EDM Indonesia dong yang gak kalah sama EDM luar.. makasih

  5. Edo ganesha says:

    yang lebih aneh lagi ketika linkin park comeback thn ini dengan (menurut saya)sentuhan Edm.
    Begitu juga lagu barunya all time low “dirty laundry”…
    Ini sekedar opini saya penyuka musik rock,walaupun sy juga nggak bisa main musik he..he..he

  6. Fahmi says:

    EDM aja dr dulu ga identik sm vokal, sekarang aja yg lg ngetren edm di crossover sama pop jadi musiknya mau ga mau harus kompromi dari sisi produsernya,, scene EDM masi kuat kok tp atensinya lg melemah saja

  7. rima kosasih says:

    Tapi EDM juga ancaman untuk musisi genre lain, yang malah terkesan ‘mau gak mau ikut arus EDM’ karena khawatir pasarnya ilang, walau fans mereka pasti (semoga) setia.

  8. Tia says:

    Thanks buat artikelnya, jadi tau lagu2 yg suka diputerin di radio judil nya apa ???? Edm yang masih idup itu frank pole yang anything feat greyson chance !!!

  9. Penikmat musik biasa says:

    EDM tidak butuh diselamatkan bro karena masa depan emang udah pasarnya EDM seperti layaknya musik pop funk pada tahun 80an
    Yang perlu diselamatkan itu jazz, blues genre musik lainnya yang mulai tenggelam sejak adanya EDM ini. Sorry to say tapi jujur aja lagu EDM tidak pernah punya kesan tersendiri alias cepat membosankan

  10. Angga Walastiko says:

    Menurut saya untuk lagu “Something Just Like This” bukan tidak bernyawa, memang saat saya pertama kali dengara agak kurang seru.. Tapi memang itu betul, karena The Cainsmokers sendiri tidak full bergenre Trap dengan Drop yang kencang, seperti Yellow Claw & Avicii yang bergenre Trap. Coba lihat yang Paris/ dengar albumnya.. Hampir tidak ada dengan musik drop yang keras. Tapi jika dengan album Yellow Claw, sangat bersemangat, karena memang dia bergenre dengan beat/drop yang keras. Menurut saya gitu mas..

Leave a Reply

Related Articles

Music News | October 16, 2017 By

Beberapa Hari Sebelum Tur Asia, Ed Sheeran Alami Kecelakaan Saat Bersepeda

Music News | September 26, 2017 By

Harry Styles, The Weeknd, Miley Cyrus Meriahkan iHeartRadio Music Fest 2017

Music News | September 25, 2017 By

Ed Sheeran Pilih ‘Perfect’ Sebagai Single Barunya Dan Hadirkan Video Lirik Romantis