Quantcast

Album of the Day: John Mayer – The Search for Everything

By - 5 months ago in Album of The Day

Columbia Records

Sebenarnya, jika menilik perilisan John Mayer semenjak debutnya, “Room for Squares” di tahun 2001, maka ia konsisten dalam merilis album dengan jeda 1 hingga 3 tahun. Namun pola ini patah semenjak album ketujuhnya, “The Search for Everything“, yang memiliki jarak sekitar 4 tahun setelah album terakhirnya, “Paradise Valley” (2013). Apa yang membuat ia vakum cukup lama ini? Dan apakah ada pengaruhnya dalam musikalitas Mayer?

Mungkinkah kisah kasihnya bersama Katy Perry (yang kemudian bubar jalan) menjadi penyebab? Bisa jadi. Toh, Mayer sudah mengkonfirmasi jika track yang menjadi pembuka album, ‘Still Feel Like Your Man’, memang berkisah tentang Perry. Dan bisa jadi rasa patah hati menjadi sumber inspirasi Mayer dalam mengerjakan “The Search of Everything”.

Sebelum album ini hadir secara penuh, Mayer telah merilis dua EP, yang dilepasnya secara berturut di bulan Januari dan Februari tahun ini, “The Search for Everything: Wave One” dan “The Search for Everything: Wave Two”, yang masing-masing berisi 4 buah lagu. Kalau tidak salah, rencana awal adalah merilis 4 buah EP yang materinya nantinya akan dikompilasi dalam “The Search for Everything”.

Mungkin karena satu dan lain hal akhirnya Mayer memilih untuk menghadirkan saja “The Search for Everything” secara penuh, ketimbang memecahnya menjadi 4 EP. Apalagi album beramunisi 12 lagu, sehingga memang pas untuk melengkapi jika “The Search for Everything” dibagi menjadi 4 bagian. Jadi, jika sudah mendengar 2 EP yang telah dirilis Mayer, maka telah mengetahui separuh dari materi yang ditawarkan oleh “The Search for Everything”.

Dalam konteks umum “The Search for Everything” memang dipenuhi oleh track-track balada. Mulai dari ‘Emoji of a Wave’ yang melantun lembut dengan iringan musik minimalis, ‘Changing’ yang lebih up-tempo dengan pengaruh blues dan americana. ‘Moving On and Getting Over’ mengembalikan sisi jazzy seorang John Mayer meski berbalut soul. ‘Never on the Day Leave’ yang mellow dan mengingatkan balada era 70-an, hingga ‘You’re Gonna Live Forever in Me’ yang kembali lagi dihadirkan secara minimalis.

Secara garis besar, untuk menggambarkan “The Search for Everything” bisa ditilik dalam ‘Theme from “The Search for Everything”‘, sebuah track berdurasi 1 menitan yang dihadirkan Mayer secara instrumentalia. Lagu yang mengandalkan gitar yang dipadu dengan vokal melodius.

Oleh karenanya, “The Search for Everything” memang cenderung lebih laidback dan downtempo dibandingkan beberapa album Mayer sebelumnya. Contohlah “Battle Studies” atau “Born and Raised” yang menghadirkan track dengan lebih variatif; antara pop, folk, jazz, soul, rock, country hingga americana. Sebenarnya “The Search of Everything” agak mirip dengan “Paradise Valley” yang memilih untuk berkonsentrasi pada americana atau country. Sedang konsentrasi “The Search of Everything” pada balada tadi.

Bisa dikatakan “The Search of Everything” sebenarnya menghadirkan materi yang lebih kaya dibandingkan “Paradise Valley”, karena Mayer masih menghadirkan pendekatan ala pop atau jazznya. Beberapa track upbeat masih bisa dijumpai, seperti ‘Moving On and Getting Over’ atau ‘In The Blood’ yang menampilkan Sheryl Crow sebagai pengisi vokal latar. Hanya saja, lagu-lagu ini cenderung bergerak dengan lebih santai, sehingga secara tone dan atmosfir pas dengan mayoritas lagu lain yang berada dalam ranah balada.

Lagu-lagu “The Search of Everything” dipastikan akan memuaskan penggemar John Mayer atau penikmat lagu pop-folk-rock bertempo sedang. Tidak ada lagu yang tidak menarik untuk disimak. Hanya saja, saat mendengarkan album secara utuh, agak sulit menghindari kesan monoton. Satu lagu dengan lagu lain kurang memiliki perbedaan yang mencolok. Berbeda jika didengar secara satu persatu, yang memang mampu berdiri dengan kuat. Tidak ada eksplorasi. Tidak ada eksperimentasi.

Terlepas dari kekurangannya, dan pastinya bukan yang terbaik darinya, tetap saja “The Search of Everything” adalah sebuah album John Mayer yang layak disimak. Gitar solonya masih mentereng. Lirik-liriknya juga masih manis dan kontemplatif. Hanya saja kita memang berharap lebih dari sekedar “bermain aman” dari seorang John Mayer. Mungkin di album berikutnya?

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “Still Feel Like Your Man” 3:56
2. “Emoji of a Wave” 3:59
3. “Helpless” 4:09
4. “Love on the Weekend” 3:31
5. “In the Blood” 4:05
6. “Changing” 3:33
7. “Theme from “The Search for Everything”” 1:54
8. “Moving On and Getting Over” 4:21
9. “Never on the Day You Leave” 3:44
10. “Rosie” 4:03
11. “Roll It on Home” 3:25
12. “You’re Gonna Live Forever in Me” 3:09

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | September 19, 2017 By

Linkin Park Rilis Video Menyentuh ‘One More Light’ Dan Umumkan Konser Tribut Chester Bennington

Music News | By

Harry Styles Kini Ingin Dikenal Sebagai Dirinya Sendiri Ketimbang Menjadi Anggota One Direction

Music News | By

Little Mix Berdansa Seksi Bersama CNCO Di Video Remix ‘Reggaeton Lento’