Quantcast

Album of the Day: The Chainsmokers – Memories…Do Not Open

By - 6 months ago in Album of The Day Featured Article

Sony Music Entertainment Indonesia

Di awal 2010-an hingga sekitar dua tahun lalu, EDM bisa dikatakan berada di masa kejayaanya. Berbagai nama musisi EDM atau DJ yang awalnya relatif tak dikenal banyak yang melesat menjadi superstar. Di periode tersebutlah duo Drew Taggart dan Alex Pall yang bernaung di bawah The Chainsmokers muncul. Sebelum #SELFIE menjadi sensasi viral di tahun 2014 dan memperkenalkan mereka ke permukaan, sebelumnya The Chainsmokers sudah merilis dua single, termasuk debut berjudul ‘Erase’ bersama aktris dan penyanyi Priyanka Chopra.

Usungan The Chainsmokers adalah pop-dance dalam balutan progressive house, sebagaimana yang ditampilkan dalam ‘Erase’ dan tentu saja ‘#SELFIE’. Dibandingkan ‘Erase’, maka ‘#SELFIE’ cenderung lebih komikal, mengandalkan beat catchy dan monolog yang berkesan. Dan sebagaimana umumnya artis yang beken berkat hit viral di masa kini, selepas itu The Chainsmokers kehilangan gaungnya. Single susulan mereka, ‘Kanye’, juga dirilis di tahun 2014, yang menghadirkan gaya bermusik berbeda, sebenarnya cukup menarik untuk disimak, namun gampang dilupakan. Oleh karenanya, tidak heran jika The Chainsmokers kemudian dikategorikan sebagai one-hit-viral-wonder.

Memasuki 2015, The Chainsmokers pun mulai bergeliat lagi dan seolah ingin membuktikan jika mereka tidak hanya bisa membuat sebuah lagu catchy tapi konyol, duo ini secara konsisten merilis single demi single yang memiliki corak dan gaya bermusik berbeda satu sama lain. Progressive house mulai ditinggalkan dan EDM dilekatkan dengan genre lain, seperti indie-pop, rock, atau synth. Tentu saja sebagai musisi EDM pendatang baru The Chainsmokers harus dan senantiasa menjadi bintang tamu di banyak festival EDM, sehingga untuk itu mereka juga menghadirkan track-track “konvensional” dalam ranah EDM.

Di luar itu, single-single yang dirilis di sepanjang 2015 digabungkan dalam sebuah EP berjudul “Bouquet”. Tugasnya jelas ingin menunjukkan jika The Chainsmokers adalah musisi serius dan tidak mengandalkan musik novelty saja. Konsistensi masih berlanjut dan menemukan momentum dengan ‘Don’t Let Me Down’, sebuah anthem trap bersama Daya, serta tentu saja disusul kolaborasi future bass bersama Halsey dalam ‘Closer’ yang sukses menjadi salah satu hit terbesar di tahun 2016. Bersama tiga single lain, lagu-lagu ini kemudian dikemas dalam EP berikutnya, “Collage”, yang semakin menegaskan musikalitas The Chainsmokers yang meminggirkan progressive house meski tetap mengadopsi beat ritmis, big room banger, dan drop di beberapa bagian lagu.

“Collage” bisa dikatakan merupakan contoh sempurna untuk gaya bermusuk The Chainsmokers, yaitu EDM yang dipadu dengan pop bertempo sedang serta menawarkan emosi serta kedalaman dalam lirik lagunya. Setidaknya dalam ‘Closer’. Kini The Chainsmokers pun akhirnya merilis album pertama mereka yang bertajuk “Memories..Do Not Open“.

Sukses ‘Closer’ kemudian diset sebagai formula untuk “Memories..Do Not Open”. Lagu-lagu di dalamnya cenderung bergerak di tempo sedang. Nyaris tidak ada lagi big room banger atau drop. Tidak hanya itu, Taggart pun lebih percaya diri untuk menjadi penyanyi utama ketimbang mengajak bintang tamu. Tidak heran jika “Memories..Do Not Open” tidak memiliki begitu banyak rekan kolaborasi dibandingkan album-album musisi EDM lainnya.

Tapi mungkin memang The Chainsmokers tidak ingin dianggap sebagai musisi EDM lagi. Pengalaman diremehkan saat menjadi pengusung EDM dan kesuksesan pasca ‘Closer’ membuat mereka membelokkan arah musik lebih ke ranah pop-electronic. Tidak heran jika track utama album, ‘Paris’, terdengar seperti anthem emo yang dibalut musik electronic ketimbang EDM murni.

Track-track sejenis memenuhi “Memories..Do Not Open”, termasuk kolaborasi bersama Coldplay yang sudah dinanti-nantikan, ‘Something Just Like This’. Setelah menyimak lagunya, sebenarnya muncul rasa sedikit kecewa. Bukan berarti lagunya tidak catchy, hanya saja tidak menawarkan sesuatu yang baru. Ia terdengar seperti lagu Coldplay yang diremix oleh The Chainsmokers. Itupun bukan remix yang paling memukau, mengingat di awal-awal karir mereka The Chainsmokers kerap menghasilkan remix-remix yang bahkan tak kalah gemilang dibandingkan versi aslinya, seperti ‘Sway’ milik Anna of the North atau ‘Habits (Stay High)’ dari Tove Lo.

Kembali ke track-track sejenis, maka selain ‘Paris’ atau ‘Something Just Like This’, album juga menghadirkan track-track melodik mid-tempo electronic-pop seperti ‘The One’, ‘Bloodstream’, atau ‘Don’t Say’ dan ‘My Type’ yang menampilkan vokal kolaborator setia mereka, Emily Warren. Pendekatan yang terlalu jenerik atau formulatif ini membuat lagu-lagunya terkesan sama sehingga cenderung membosankan. Bahkan penyanyi sekaliber Jhené Aiko saja tidak mampu “menyelamatkan” ‘Wake Up Alone’ dari rasa jenerik. Padahal sebenarnya lagu-lagunya diaransemen dengan baik dan melodi dengan tingkat catchy yang tinggi. Tema-tema yang “pongah” serta narsistik juga tidak membantu.

Tapi syukurnya “Memories…Do Not Open” masih memiliki beberapa track dengan warna berbeda. Sebut saja, synth-pop-rock ‘Break Up Every Night’, yang jika berdiri sendiri pasti akan membuat pangling karena tidak terdengar seperti The Chainsmokers kebanyakan. Lalu ada corak alt-pop dalam ‘It Won’t Kill Ya’, dengan Louane sebagai pengisi vokal, meski agak mengingatkan Halsey. Bahkan ada sentuhan country dalam ‘Last Day Alive’ mengingat musisi country Florida Georgia Lane yang membantu, meski hasil akhirnya membuat lagu seperti sebuah anthem synth-pop/new-wave ala M83.

Bisa jadi “Memories…Do Not Open” diniatkan sebagai album pembuktian. Tentunys sebuah niatan yang patut diacungi jempol. Hanya saja hasil akhirnya tidak begitu memuaskan mengingat ternyata The Chainsmokers tidak begitu mengeksplorasi musikalitas mereka yang rasa-rasanya lebih bisa tergali dibandingkan yang tampil saat ini: formulatif dan bermain aman. Apakah karena begitu ekstensifnya peran Taggart dalam album (sebagai penulis sekaligus penyanyi) dibandingkan Pal menjadi penyebabnya? Bisa jadi.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “The One” 2:57
2. “Break Up Every Night” 3:27
3. “Bloodstream” 3:44
4. “Don’t Say” (featuring Emily Warren) 3:48
5. “Something Just Like This” (with Coldplay) 4:07
6. “My Type” (featuring Emily Warren) 3:37
7. “It Won’t Kill Ya” (featuring Louane) 3:37
8. “Paris” 3:41
9. “Honest” 3:28
10. “Wake Up Alone” (featuring Jhené Aiko) 3:35
11. “Young” 3:44
12. “Last Day Alive” (featuring Florida Georgia Line) 3:34

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

2 Responses to “Album of the Day: The Chainsmokers – Memories…Do Not Open”

  1. Wulan says:

    Yup, cukup boring denger album ini…

  2. Yuan says:

    Worst album…gk percaya albumnya malah jadi aneh.
    Saking catchy nya..malah bikin bosen. Malah berasa beberapa remix dr satu lagu. Apalagi yg feat. Coldplay, sekali denger langsung ilfeel..beatdropnya mirip Roses.

Leave a Reply

Related Articles

Music News | September 26, 2017 By

Cardi B Singkirkan Taylor Swift Sebagai Juara Billboard Hot 100

Music News | By

Pharrell, Ariana Grande, Justin Timberlake Bersatu Untuk “A Concert for Charlottesville”

Music News | By

Boyband Gress, Why Don’t We, Siap Perkenalkan EP Baru Mereka, “Invitation”