Quantcast

Album of the Day: Paramore – After Laughter

By - 3 months ago in Album of The Day Featured Article

Fueled by Ramen

Menyebutkan pop-punk di satu dekade terakhir, tentunya tak terlepas dari Paramore. Band asal Tennessee ini sudah menghasilkan 3 album sepanjang 2005 hingga 2009 yang tidak hanya memberi warna tersendiri pada skena pop punk namun juga mengangkat sang vokalis, Hayley Williams, menjadi idola yang ikonik.

Dalam usia mereka, Paramore bukan tanpa lika-liku atau drama. Bongkar pasang personel mengisi perjalanan karir mereka dengan cukup intens. Bahkan termasuk gitaris Josh Farro, yang membidani 3 album pertama Paramore, pun memutuskan untuk hengkang pada tahun 2011. Perumusan konsep album kemudian jatuh ke tangan Taylor York, yang dapat didengar pada album keempat mereka, “Paramore” (2013), yang mengantarkan Paramore pada warna musik yang lebih pop.

Kini, di album kelima, “After Laughter“, York, yang bekerjasama dengan Justin Meldal-Johnsen sebagai produser, memilih untuk menghadirkan Paramore secara lebih total dalam kaidah pop tadi. Oleh karenanya, siapkan diri untuk kehilangan sisi garang seorang Hayley Williams, karena ia akan lebih sering terdengar bernyanyi dalam vokal yang lebih playful, santai dan terkadang centil.

“After Laughter” juga merupakan album yang istimewa, karena menandakan kembalinya mantan drummer mereka, Zac Farro, setelah keluar selama 6 tahun lamanya. Dan meski corak musikalitas Paramore bisa dikatakan jauh berbeda, tampaknya Farro tidak merasa keberatan sama sekali karena ketukan drumnya masih tetap atraktif.

Meski mengusung pop, bukan berarti Paramore lantas menghadirkan pop generik saja. Mereka memilih untuk kembali ke era 80-an dalam lagu-lagu “After Laughter”, yang mengambil inspirasi dari The Bangles atau Talking Heads. Oleh karenanya, pop “After Laughter” tidak hanya diimbuhi dengan synth atau new wave, namun juga rock.

Oleh karenanya album menyediakan pop rock sing-a-long seperti ‘Grudges’, ‘Idle Worship’, atau ‘Fake Happy’, yang di balik tone yang cerah ceria, kita masih bisa merasakan sisi getir atau edgy ala Hayley Williams yang kita kenal. Jadi, seharusnya sih fans lama Paramore tidak perlu merasa kecewa dengan perubahan (nyaris) total band kesayangan mereka, karena Paramore tetap Paramore, terlepas bagaimana musik yang mereka usung.

Hanya saja, “After Laughter” tetap harus dicatat karena keberanian Paramore untuk memeluk pop-catchy era 80-an dengan tebal di banyak lagunya, yang sudah ditunjukkan dalam 3 track pembuka album, ‘Hard Times’, ‘Rose-Colored Boy’ dan ‘Told You So’. Bermain-main dengan sisi dance bahkan synth-pop, Paramore terdengar sama sekali baru. Untungnya Paramore mampu membatasi diri dalam mengambil inspirasi dari era tersebut, sehingga tidak terdengar menjiplak, namun tetap Paramore hanya saja dalam koridor yang berbeda.

Soal balada, jangan takut, karena “After Laughter” punya amunisi yang cukup untuk mengharu-biru pendengarnya. Simaklah ’26’ yang melantun lembut atau track penutup ‘Tell Me How’ yang tak kalah dalam membetot perasaan. Tidak banyak memang, namun cukup untuk memberi jeda di tengah sisi playful yang dipamerkan Paramore di sepanjang album.

Satu dekade lalu mungkin tak terbayang jika menyebutkan Paramore akan menghadirkan salah satu album pop terbaik untuk tahun ini. Tapi demikianlah yang terjadi. “Paramore” adalah salah satu album pop terbaik tahun ini.

Tidak hanya karena kemampuan dalam mengemas lagu-lagu yang sangat renyah, namun juga penulisan lirik yang bermain-main dengan semiotika dengan cerdas. Kita mungkin mendengar Hayley Williams bernyanyi dengan ceria, namun setelah mendengar lagu-lagunya secara utuh, kita tetap bisa merakan pergulatan dalam konflik dalam dirinya. Tidak heran jika lagu-lagu dalam “After Laughter” bukan sekedar pastiche atau imitasi, tapi memiliki kedalamam serta orisinalitas. Kredibilitas dalam memberi tribut pada era 80-an adalah nilai tambah.

Selamat datang Paramore di era barunya!

Official Website

TRACKLIST

1. “Hard Times” 3:02
2. “Rose-Colored Boy” 3:32
3. “Told You So” 3:08
4. “Forgiveness” 3:39
5. “Fake Happy” 3:55
6. “26” 3:41
7. “Pool” 3:52
8. “Grudges” 3:07
9. “Caught in the Middle” 3:34
10. “Idle Worship” 3:18
11. “No Friend” 3:23
12. “Tell Me How” 4:20

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

One Response to “Album of the Day: Paramore – After Laughter”

  1. Ninin Ariendy says:

    After Laughter = Diary Hayley + Taylor

Leave a Reply

Related Articles

Music News | August 16, 2017 By

Wiz Khalifa Ajak Demi Lovato Dan Jamie Foxx Di Video Musik Barunya, ‘Something New’

Music News | By

Evanescence Umumkan Album Baru Bernuansa Orkestra, “Synthesis”

Music News | By

We Love Manchester Emergency Fund Sumbangkan $300 Ribu Pada Keluarga Korban Bom Konser Ariana Grande