Quantcast

CreativeDisc Exclusive Interview With Patent Pending

By - 4 months ago in Artist Interviews

Band rock asal New York, Patent Pending baru saja merilis album terbaru mereka, “Other People’s Greatest Hits” pada 26 Mei lalu. Band yang beranggotakan Joe Ragosta (vokal), Anthony Mingoia (drum), Marc Kantor (gitar), Rob Felicetti (gitar, vokal) dan Corey DeVincenzo (bass) ini merilis album yang cukup berbeda dengan yang pernah mereka rilis sebelumnya. Yup, seperti judulnya “Other People’s Greatest Hits”, Patent Pending membawakan ulang lagu-lagu hits milik artis lain. Yang cukup mengejutkan adalah lagu hits yang dibawakan, mempunyai genre yang cukup bervariasi, mulai dari “Spice Up Your Life” milik Spice Girls, “Livin’ La Vida Loca” milik Ricky Martin hingga hits terbaru dari Ed Sheeran “Shape of You”.

CreativeDisc mendapatkan kesempatan istimewa dari Rude Records untuk bisa interview dengan sang vokalis, Joe Ragosta. Simak video interviewnya disini:

CD: Apa hal terbaik dan terburuk tentang tinggal di New York sebagai sebuah band?

Joe Ragosta: New York itu keras. Amat sangat keras. Aku tidak tahu hanya bagi orang Amerika, tapi kota ini bagaikan salah satu pusat alam semesta, salah satu tempat mode, hiburan dan kegilaan berasal, jadi bayangkan semua orang pergi ke New York. Sisi negatif tentang tinggal di New York adalah di sini ada sejuta band, ada jutaan tempat, semua orang tampil sepanjang waktu. Saat kamu masih muda, sulit untuk menerobos segala keributan itu karena banyak sekali orang berbakat yang melakukan apa yang coba kamu lakukan. Sisi baiknya tentang tinggal di New York, adalah kamu ada di pusat alam semesta tempat adanya semua hiburan. Kami bisa belajar dari band terbaik di dunia karena semua orang datang ke New York. Kami tidak pernah melewatkan pertunjukan atau penampilan, kami bisa belajar dari penampil terbaik di dunia. Jadi kupikir New York melatih kami menjadi band yang lebih baik dan lebih menghibur karena di New York, kamu tidak bisa jadi band yang bagus saja yang hanya berdiri dan bermain alat musik. Kamu harus jadi sesuatu yang berbeda. Jadi itu berkontribusi besar pada band yang berbeda.

CD: Patent Pending sudah ada sejak 2001. Kalian pasti sudah belajar banyak hal sepanjang perjalanan kalian, bisa kalian ceritakan pada kami?

Joe Ragosta: Ya, aku belajar sangat banyak hal di perjalanan ini. Dari pengalaman pribadiku berada dalam band ini, aku belajar hal seperti selalu membawa camilan karena kamu tidak tahu berapa lama suatu kegiatan akan dibutuhkan. Cobalah untuk berencana dari awal dan bersiaplah hadapi kenyataan bahwa kamu tidak berencana sejak awal, jadi kamu keteteran dan bekerja lebih keras. Lupakan tidur. Kalau kamu dalam band, pastikan kamu bersama orang yang kamu sayangi. Karena jika kalian tidak akur, band-nya tidak akan berhasil, tidak peduli seberapa berbakatnya setiap anggota. Jika kalian tidak saling suka dan tidak bekerja sama dengan baik, band-nya akan runtuh. Itulah salah satu alasan kami bisa tetap bersama untuk waktu yang sangat lama. Kami harus saling menghormati dan saling menyukai. Itu dulu, barulah buat musik. Itu pelajaran baik yang kami pelajari. Pelajaran lainnya adalah selalu kemas pakaian lebih karena sesuatu mungkin terjadi; hujan mungkin turun, atau ada yang menumpahkan bir, apapun bisa terjadi.

CD: Bulan Mei lalu kalian merilis album baru, “Other People’s Greatest Hits.” Ide apa di balik album ini?

Joe Ragosta: Patent Pending mempersembahkan “Other People’s Greatest Hits.” Album ini dirilis Jumat, 26 Mei 2017. Kami bangga sekali pada album ini. Ini menyenangkan. Banyak yang bertanya, dari mana ide kami melakukan ini. Idenya adalah kami band yang aneh yang senang bermain musik dan kami senang merilis materi musik baru. Kami tidak benar-benar punya waktu untuk merekam album beberapa bulan belakangan. Kami tur di Inggris dan aku mengajak teman-temanku merekam lagu dan kami memilih lagu cover! Semua lagu dari band yang lagunya kami cover punya arti spesial bagi kami. Jadi ide di baliknya hanyalah untuk melakukan hal menyenangkan yang bisa dinikmati penggemar kami dan semoga penggembar baru bisa nikmati secara tidak sengaja saat mencari siapa penyanyi aslinya.

CD: Bagaimana kalian memilih lagu yang dimasukkan ke dalam “Other People’s Greatest Hits”?

Joe Ragosta: Memilih lagunya adalah salah satu hal terberat yang harus kulakukan dalam hidupku. Album ini butuh waktu satu setengah bulan pembuatan dan kami menghabiskan dua minggu hanya untuk memilih lagunya. Terjadi perdebatan serius. Kami berbicara pada label kami, Rude Records. Ada 176 lagu di daftarnya. Dari 176 lagu, publisis kami memilih enam. Ide kami sungguh aneh. Tapi akhirnya tergantung pada kami, apakah kami suka lagunya? Apa kami bisa membuat lagunya keren? Apa orang lain akan mau mendengarkannya? Tibalah waktu kami harus memutuskan, dan akhirnya kami memilih Spice Girls, karena di era ini, di dunia, banyak perempuan yang ditekan. Ini baru bagi kami orang Amerika karena kami pikir hal ini sudah punah. Jadi ini waktunya perempuan butuh untuk didengarkan dan lebih didukung. Aku mengerti kami sekelompok lelaki yang merekam lagunya dan tidak banyak perempuan yang terlibat, tapi ini mars untuk kekuatan perempuan, untuk Spice Girls. Grup ini datang entah dari mana di tahun 90-an, dan menyerukan “kami perempuan hebat!” Kurasa energi di dalam pesan itu luar biasa. “Never Gonna Give You Up” adalah lagu yang aku suka waktu kecil, orangtuaku selalu memutar lagu ini di mobil, itu bagian dari masa kecilku. Teman-teman bandku juga suka lagu itu. Dulu kami sering menjahili orang di telepon dengan menyanyikan lagu itu. Kami menelepon nomor acak dan siapapun yang mengangkat, kami langsung bernyanyi. Semua lagu ini punya arti pribadi bagi kami, dan lagunya memang enak dan kami penggemar berat. Kami menemukan banyak hal tentang lagu-lagu ini dan penyanyi aslinya dengan menyelam ke dalam lagunya untuk mencari apa yang membuat lagu itu “ngehits” dan memahaminya.

CD: Lagu mana yang paling sulit di-cover?

Joe Ragosta: Itu sulit. Aku tidak tahu. Kupikir lagu yang paling sulit akhirnya tidak masuk ke dalam album! Kami coba mengcover Sk8er Boi Avril Lavigne dan tidak berhasil. Kami mencoba sekeras mungkin selama berhari-hari, dan ternyata kami tidak bisa sekeren Avril. Jadi yang paling sulit di-cover di album ini mungkin “Shout Out to My Ex,” bagiku pribadi, karena banyak nyanyian yang terlibat. Para perempuan (Little Mix) itu bernyanyi dengan baik.

CD: Kalau kalian bisa habiskan sehari bersama idola kalian, siapa itu dan kenapa?

Joe Ragosta: Ini pertanyaan yang sulit dijawab untuk seluruh anggota bandku, karena kami semua suka hal yang berbeda. Tapi aku yakin kami suka Tom Hanks. Kami ingin habiskan hari bersama Tom Hanks. Kenapa? Karena dia luar biasa. Oh aku juga suka Bill Murray! Jadi jawabannya Tom Hanks dan Bill Murray. Aku ingin main bowling bersama mereka, untuk lihat seperti apa mereka, mungkin ke pub dan minum, dan melihat apa yang membuat mereka hebat, karena mereka yang terbaik.

CD: Sebutkan salah satu tujuan pribadimu tahun ini?

Joe Ragosta: Sebagai band, tujuanku adalah membuat album yang baru kami rilis ini sukses di seluruh dunia dan membuat orang senang. Menyenangkan orang adalah hal yang berusaha Patent Pending lakukan, kuharap album ini bisa melakukannya. Kami punya hal lain yang akan datang, yang belum boleh kami bicarakan, yang merupakan tujuan keren yang harus kami capai. Tujuan yang selalu kami punya, kami ingin tampil di acara tengah malam. Aku tidak tahu apakah di Indonesia ada talkshow tengah malam. Di sini ada David Letterman, Jimmy Fallon, Jimmy Kimmel dan James Corden. Di acara tengah malam ini, berbagai bintang tampil untuk diwawancara dan akan ada band yang main. Kami belum pernah melakukan itu. Aku ingin melakukannya. Secara pribadi, istriku dan aku baru saja tahu kami akan punya anak kembar. Tujuanku untuk tahun lalu adalah untuk memastikan kami bertahan hidup karena anak-anak ini akan jadi hal luar biasa, aku tidak sabar.

CD: Ada rencana untuk tur di Asia?

Joe Ragosta: Aku ingin tambahkan ini ke pertanyaan sebelumnya. Ini juga tujuanku tahun ini; datang ke Asia dan tampil di sana. Kalau kamu mau Patent Pending main ke negaramu, kami ingin ke Asia dan bermain di acara rock. Kalau kamu bisa atur itu, kami akan datang. Kami akan datang ke Asia, tampil di pertunjukan, itu akan menyenangkan, kami akan mengenal makanan kalian dan kami akan terus makan. Tolong bawa kami ke Asia.

CD: Gambarkan musik kalian dalam tiga kata.

Joe Ragosta: Ini selalu sulit! Ini selalu jadi pertanyaan sulit karena musik kami aneh. Oke. Menyenangkan, Mendebarkan, dan Aneh. Itu menggambarkan musik kami.

CD: Apa pesan kalian untuk penggemar kalian di Indonesia?

Joe Ragosta: Hai penggemar Patent Pending di Indonesia! Apa kabar? Terima kasih sudah menonton interview kami di Creative Disc dan terima kasih Creative Disc atas interview ini. Pesanku untuk penggemar kami di Indonesia: cari cara agar kami bisa datang ke sana. Dan bawa kami ke sana. Itu pesanku untuk kalian. Baik hatilah, saling menyayangi, hidup dengan cara yang kamu cintai, lakukan hal yang ingin kamu lakukan dan bawa Patent Pending ke kotamu. Aku sayang kalian!

Special Thanks to Rude Records, Secret Signal
Video Edit by Dundhee Yuwono
Script by Sheyla Ashari

From Post-Hardcore to K-pop. Pizza is so pop-punk. Pop-punk is life. Therefore, pizza is life.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

New Release Video | June 16, 2017 By

New Release Video: 16 June

Music News | By

Patent Pending Rilis Video Untuk Mash-Up ‘Wasted/Wake Me Up’

Album of The Day | June 8, 2017 By

Album of the Day: Patent Pending – Other People’s Greatest Hits