Quantcast

Album of the Day: All Time Low – Last Young Renegade

By - 1 week ago in Album of The Day

Fueled By Ramen

Tidak terasa sudah 12 tahun semenjak All Time Low (ATL) merilis album debut mereka, “The Party Scene” (2005). Kini, untuk album ketujuh mereka, “Last Young Renegade“, band pengusung pop-punk ini bergabung dengan label yang menaungi banyak band terkemuka lain, Fueled By Ramen. Dan sebagaimana rekan-rekan di label baru ini, seperti Paramore atau Panic! At The Disco, maka All Time Low pun melakukan perombakan dalam gaya bermusik di album terbaru mereka ini.

Harus diakui, meski pop-punk masih tetap konsisten menjadi salah satu subgenre yang masih digemari hingga saat ini, namun bisa dikatakan secara musikalitas mengalami stagnansi dengan gaya bermusik yang senada antara satu band dengan band yang lain. Mungkin karena itu juga mengapa ATL memilih untuk sedikit mengubah pendekatan mereka untuk genre ini.

Tidak bisa dinafikan jika musik ATL semakin kemari memang cenderung lebih memberi penekanan pada pop ketimbang punk, yang bisa dirasakan dalam album sukses mereka sebelumnya, “Future Hearts” (2015). Tone yang sama juga bisa ditemui dalam “Last Young Renegade”. Hanya saja, dibandingkan “Future Hearts”, maka ATL terasa mengincar sisi yang lebih dewasa atau matang, baik dari segi musik atau tematis lagu untuk materi dalam “Last Young Renegade”.

Yang paling terasa mungkin adalah pemanfaatan synth dan piano secara ekstensif dalam lagu-lagu di dalam album. Sebutlah ‘Dirty Laundry’ yang dibuka secara atmosferik dengan pemanfaatan sound electronic ala alt-R&B, sebelum kembali pada sisi rock di paruh kedua. Pendekatan yang sama bisa ditemukan dalam track seperti ‘Life of the Party’ yang meski secara tempo lagu jelas lebih up-beat dibandingkan ‘Dirty Laundry’, namun nuansa rock tergantikan oleh synth-pop ala retro.

Synth-pop atau pop-electronic juga bisa ditemukan dalam ‘Dark Side of Your Room’ yang anthemik (walau terkadang agak mengingatkan akan Placebo) atau ‘Good Times’ yang melankokolis. Menariknya, meski track-track ini kental dengan sentuhan pop, namun ATL tidak meminggirkan sisi rock mereka begitu saja, sehingga bagaimanapun mereka tetap terdengar seperti lagu yang dinyanyikan oleh sebuah band rock.

Mengajak Tegan and Sara dalam track ‘Ground Control’ mungkin penegasan ATL jika album “Last Young Renegade” memang sangat kental dengan pengaruh synth-pop. Kolaborasi antara dua musisi yang sebenarnya memiliki latar ini ternyata cukup padu atau harmonis. Meski ATL terdengar lebih condong mengikuti gaya Tegan and Sara yang manis tapi edgy ketimbang ATL yang meriah atau slengean itu sendiri.

Berbicara tentang slengean, maka mungkin pendengar setia ATL akan sedikit kecewa, karena dalam “Last Young Renegade” band ini terdengar lebih serius dibandingkan sebelumnya. Bukan berarti tidak ada track yang sejenis dan mungkin memuaskan kerinduan, seperti ‘Nice2KnoU’ atau ‘Drugs & Candy’ yang pasti akan sangat meriuhkan konser live mereka dengan aksi panggung yang intens dan enerjik.

Hanya saja memang, secara umum lagu-lagu dalam “Last Young Renegade” berada di koridor yang berbeda. Sebagaimana title-track yang juga membuka album, maka ATL mencoba menghadirkan nostalgia dan retrospektif dalam lagu-lagu mereka. Oleh karenanya, ini menjadikan ATL menjadi relatif lebih serius dalam musikalitas mereka.

“Last Young Renegade” adalah album yang berbicara tentang kenangan, drama dalam sebuah hubungan, dan kegelisahan kehidupan di daerah suburban. Dengan durasi yang cukup singkat, 37 menit dan terbagi atas 10 track, “Last Young Renegade” sudah usai saat kita belum sempat merasa lelah dengan dirinya. Ini menjadi keuntungan tersendiri karena berarti ATL tidak ingin bertele-tele dalam menyajikan albumnya dan menyisakan “kenangan” yang baik akan albumnya.

Setiap track dihadirkan dengan baik oleh ATL, di mana masing-masing memiliki kekuatan tersendiri dan dapat berdiri secara mandiri. Secara track terdengar kuat dan berbeda antara satu sama lain. Tidak ada momen yang dibiarkan renggang oleh ATL agar “Last Young Renegade” terasa solid dan terhindar dari lagu-lagu filler.

Mungkin muncul pertanyaan, apakah ATL masih akan memberikan enerji yang sama saat tampil live membawakan lagu-lagu seperti yang terdapat dalam album ini, sebagaimana yang dulu kerap mereka hadirkan. Namun, terlepas dari itu ATL tetap harus diberi selamat karena mampu memberi warna baru yang segar di musikalitas mereka, setelah “bermain aman” di satu dekade karir mereka.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “Last Young Renegade” 3:34
2. “Drugs & Candy” 3:38
3. “Dirty Laundry” 3:18
4. “Good Times” 3:45
5. “Nice2KnoU” 3:17
6. “Life of the Party” 3:25
7. “Nightmares” 4:08
8. “Dark Side of Your Room” 3:26
9. “Ground Control” (featuring Tegan and Sara) 3:56
10. “Afterglow” 4:04

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | July 21, 2017 By

Sedang Tidak Depresi, Adele Kesulitan Menulis Lagu Untuk Album Barunya

Music News | By

The Up-And-Coming Boyband PRETTYMUCH Rilis Single Debut Mereka, ‘Would You Mind’

Music News | By

Louis Tomlinson Hadirkan Pop Melankolis Dalam Duetnya Bersama Bebe Rexha, ‘Back To You’