Quantcast

Album of the Day: LANY – LANY

By - 4 months ago in Album of The Day

Released by: Universal Music Indonesia

Melakukan perubahan gaya bermusik bagi seorang musisi, atau sebuah band, tentu bukan hal aneh. Demikian juga dengan trio LANY yang terdiri atas Paul Klein, Jake Goss dan Les Priest. Jika awalnya mengusung rock alternatif, maka kini mereka dikenal dengan lagu-lagu synth/electro/dream/indie-pop mereka. Selepas 4 buah EP yang dirilis sepanjang 2014 hingga 2016, tahun ini akhirnya LANY (dibaca “Lay-Nee”, walau merupakan singkatan dari Los Angeles New York) merilis album pertama mereka, yang juga diberi judul LANY.

Materi yang dihadirkan LANY dalam album cukup berlimpah. Ada 16 track dengan durasi total 56:59 menit. Panjang sekali memang. Namun mengingat sebelum album rilis LANY sudah cukup sering merilis single demi single, maka sebenarnya jumlah track album tidak perlu diherankan. Yang menjadi pertanyaan, apakah 16 track ini menghadirkan sebuah album yang solid atau malah kopong dan kemudian membosankan?

Jawabannya ternyata bukan keduanya, melainkan di tengah-tengah. Semenjak dibuka dengan track singkat ‘Dumb Stuff’, yang kemudian disusul dengan ‘The Break Up’, dan ‘Super Far’, LANY terdengar seperti memperdengarkan track-track yang mirip, synth-pop manis dan catchy dengan tema yang setua eksistensi manusia, cinta dan segala problematikanya.

Namun saat setelah itu ada track atmosferik ala electro-trip-hop ‘Overtime’, LANY seolah juga memberi indikasi jika mereka bukan hanya mengejar track-track komersial saja. Meski kemudian LANY kembali dengan track pop cerah mereka di track berikutnya, ‘Flowers On The Floor’ yang terdengar seperti John Mayer jika mencoba memasuki ranah synth-pop. Kemudian ada track interlude ‘Parents’ yang sejatinya adalah sebuah rekaman voicemail dari mama-nya Jake, Susan, yang terdengar sangat antusias akan tato baru anaknya. Jenis cinta lain yang dipersembahkan LANY dalam album, sekaligus menunjukkan kasih tulus dari orang tua. Sweet!

Setelah jeda ini, LANY kembali menghadirkan track easy listening, yang sangat sing-a-long, ‘ILSYB’ (I Love You So Bad). Track catchy ini bisa dikatakan adalah contoh sempurna bagaimana akar rock alternatif LANY berpadu dengan electropop yang kini mereka sajikan. Meski liriknya memang agak terlalu cheesy, namun sulit untuk menolak pesona lagu dan kemudian ikut bernyanyi bersamanya.

Eskalasi tempo menurun dalam ’13’ yang terdengar chill-out dan laidback. Track yang sepertinya terpengaruh R&B ini terdengar seperti sebuah lagu akustik yang diremix dalam bentuk electronic. Bukan sesuatu yang jelek juga, karena hasilnya ’13’ merupakan lagu yang renyah didengar dan merupakan salah satu track terbaik dalam “LANY”. Balada yang melankolis bisa disimak dalam ‘Huricane’ yang menghanyutkan, sementara balada manis dan cantik dan terdengar sangat romantis boleh disimak dalam ‘So, Soo Pretty’, yang istimewanya justru adalah sebuah track instrumental yang singkat dan lebih mirip interlude.

Yang harus dicatat, meski mengusung electropop, aransemen LANY tidak pernah bombastis atau full effect atau gimmick. Indiepop bisa jadi menjadi penyebab mengapa lagu-lagu mereka dihadirkan dalam balutan electronica yang lebih sederhana, mengingat sejatinya LANY lebih mengedepankan melodi dan notasi yang gampang diingat.

Tapi selain menjadi kekuatan, ini juga menjadi kelemahan dalam “LANY”, karena setelah memasuki pertengahan, album terdengar repetitif dan cenderung monoton, meski tidak sampai membosankan juga. Sepanjang durasi album kita bisa mendengarkannya tanpa harus menekan tombol “skip” atau “next”, dalam arti setiap lagu bisa dinikmati dengan enak. Namun sulit untuk mengingat apa yang terjadi paruh hingga akhir album.

Mungkin karena itulah membuat album “LANY” masuk dalam kategori “OK”. Bukan sebuah masterpiece, tapi juga tidak jelek, meski mediocre rasanya terlalu berlebihan juga, karena jelas LANY memiliki potensi. Tema-tema dalam “LANY” sebenarnya memiliki tendensi menjadi dalam dan bermakna, namun mereka ternyata memilih wilayah aman dengan cinta dalam segala klisenya. Mungkin lain kali mereka bisa lebih memperkaya sound, sedikit eksperimental, dan memilih tema lagu yang lebih baik (juga memperbaiki lirik agar tidak terdengar cheesy).

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “Dumb Stuff” 2:32
2. “The Breakup” 3:56
3. “Super Far” 3:23
4. “Overtime” 3:31
5. “Flowers on the Floor” 4:18
6. “Parents” 1:18
7. “ILYSB” 3:31
8. “13” 3:54
9. “Hericane”5:46
10. “Hurts” 3:36
11. “Good Girls” 4:09
12. “Pancakes” 3:52
13. “Tampa” 3:41
14. “Purple Teeth” 3:53
15. “So, Soo Pretty” 1:42
16. “It Was Love” 3:48

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Top 10 Lists | November 23, 2017 By

Top 10 Videos: Clean Bandit

Music News | By

Maroon 5 Dan Jimmy Fallon Menyamar Sebagai Pengamen Di Stasiun Bawah Tanah New York

Music News | By

Sia Hadirkan Suasana Era 50-an Di Video Lagu Natalnya, ‘Santa’s Coming for Us’