Quantcast

CreativeDisc Exclusive Interview With LANY: Terkenal Berkat Streaming

By - 4 weeks ago in Artist Interviews

Group LANY yang berasal dari Los Angeles, California ini datang pertama kalinya di Indonesia untuk tampil di ajang We The Fest 2017. Ternyata penampilan mereka disambut sangat meriah oleh para penonton #WTF17 yang juga turut bernyanyi bersama mereka. CreativeDisc mendapatkan kesempatan untuk interview LANY sebelum mereka manggung. LANY baru saja merilis debut self-titled mereka, pada tanggal 30 Juni lalu. Yuk, simak obrolan CreativeDisc bersama Paul Jason Klein, Charles Leslie “Les” Priest dan Jake Clifford Goss ini.

CD: Halo semuanya, bagaimana Jakarta?
Paul: So far so good, meski lalu lintasnya berantakan tetapi kami senang dengan orangnya serta banyak tempat asyik untuk ngopi.

CD: Apa yang kalian pikirkan ketika kalian membentuk LANY?
Paul: Kami tidak terlalu kepikiran begitu dalam ketika membentuk LANY, mungkin ini terdengar konyol tetapi semu yang kami buat mengalir dari jiwa kami. Kami tidak pernah duduk bersama dan terlalu memikirkan konsep apa yang kita pakai di album kita, sound apa yang kita pakai semuanya mengalir begitu saja.

CD: Nama kalian merupakan penggabungan dari dua kota yaitu LA (Los Angeles) dan NY (New York). Kenapa kalian memilih dua kota itu?
Paul: LA dan NY adalah dua kota yang mempunyai banyak kesamaan mulai dari kultur, musik, seni, dan fashion. Dua kota tersebut juga merepresentasikan band ini secara keseluruhan.

CD: Sebutkan pengaruh musik kalian dalam bermusik?
Paul: Saya tumbuh besar dengan John Mayer dan Coldplay
Jake: Saya suka 90’s sound terutama grunge dan Seattle sound seperti Pearl Jam, dan Nirvana

Les: Saya orangnya sedikit oldies karena mendengarkan musik 80’an serta classic rock seperti Phil Collins dan Genesis.

CD: Tema besar apa yang kalian bawakan di album perdana kalian “LANY”?
Paul: LANY berisikan enam belas lagu, satu diantaranya adalah lagu lama. LANY berisi enam belas lagu yang adiktif dan menjadi sarana orang untuk mengenal kami seutuhnya. LANY merepresentasikan identitas kami sebagai band serta memberi tahu orang-orang tujuan sebenarnya kami bermusik.

CD: Bagaimana kalian melihat streaming?

Paul: Kami adalah produk streaming, kami tidak bisa sebesar ini jika tidak ada streaming. Streaming juga bisa membawa kami keliling dunia termasuk ke Jakarta, jadi kami akan terus memanfaatkan platform ini sebisa mungkin untuk membantu menyebarkan musik kami.

CD: Bagaimana rasanya keliling dunia?
Paul: Kami sudah terbiasa dengan hal itu karena kami melakukannya hampir setiap hari bersama LANY. Sangat senang untuk keliling dunia dan menghibur banyak orang. Meski tempatnya selalu berbeda-beda tetapi sensasinya sama.

CD: Di album kalian lagu “Good Girls” terdengar sedikit berbeda dari lagu lainnya. Ceritakan tentang proses pengerjaan lagu ini ?
Paul: Prosesnya sendiri menyenangkan. “Good Girls” merupakan lagu terakhir yang direkam sewaktu kami melakukan rekaman di Nashville selama 13 hari. Ketika saya membuat lagu ini saya mencoba untuk berpikir lebih santai dan tidak ribet.

CD: Apa lagu favorit kalian di album LANY?
Paul: Superfar dan 13
Jake: Tampa
Les: Hurts

CD: Album kalian benar-benar sangat instagram-able mulai dari pemilihan cover sampai ke citra albumnya. Apakah kalian sengaja melakukan hal seperti ini untuk menggaet penggemar muda?

Paul: Wow kami tidak berpikir sampai ke sana, saya bahkan berterima kasih ke kamu yang berpendapat bahwa album kami sangat instagram-able. Sebenarnya semua cover, artwork dan citra dari band ini tidak dibuat untuk itu karena kami ingin musik kami didengar untuk semua orang bukan hanya dari kaum muda saja, citra yang kami berikan di album pertama ini adalah mawar karena bunga tersebut melambangkan jati diri kami sebagai band.

CD: Sebutkan hal yang kita tidak ketahui tentang LANY?
Paul: Kami sudah mulai berteman semenjak umur 15 tahun
Jake: Saya belajar drum dari Chester Thompson yang merupakan touring drummer Phil Collins. Dia sungguh jago dan saya senang karena dia merupakan drummer dari Phil Collins
Les: Kami pernah bermain di Kanada dengan penonton hanya satu orang.

Special thanks to Ismaya Live dan We The Fest
Foto by Tya Rahma

Lahir bersama Britpop, besar bersama Evangelion dan pop kultur

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Album of The Day | September 12, 2017 By

Album of the Day: Various Artists – Power Hits 2017

Artist Interviews | September 5, 2017 By

CreativeDisc Interview With Charli XCX: Pengen Kolaborasi Dengan BTS

Artist Interviews | August 29, 2017 By

CreativeDisc Interview With Shura: Saya Beruntung Jadi Musisi