Quantcast

Album of the Day: Fifth Harmony – Fifth Harmony

By - 3 weeks ago in Album of The Day

Epic

Tahun 2016 bisa dikatakan adalah tahun di mana kejayaan Fifth Harmony mencapai puncaknya. Melalui sukses masif ‘Work Form Home’, yang diambil dari album kedua mereka, “7/27”, status Fifth Harmony melesat menjadi mega-bintang dan tercatat sebagai salah satu girlband tersukses dan mendominasi di mana trend girlband telah lama nyaris vakum nyaris satu dekade lamanya. Tapi tahun 2016 juga menandakan riak di tengah eksistensi mereka saat salah satu anggotanya, Camila Cabello, memutuskan untuk mengundurkan diri.

Ditinggal oleh satu personel-nya bukan hal aneh bagi sebuah girlband atau boyband. Geri Halliwell, Robbie Williams, Nicole Scherzhinger, atau yang terbaru, Zayn Malik, adalah beberapa contohnya. Lantas bagaimana dengan para anggota yang tersisa: Ally Brooke Hernandez, Normani Kordei, Dinah Jane dan Lauren Jauregui? Alih-alih memilih pengganti atau malah membubarkan diri, mereka mantap untuk meneruskan karir hanya dengan format baru, kuartet. Maka, dengan hadirnya sebuah album ketiga yang mengusung sebuah self-titled sebagai judul, Fifth Harmony menandakan “kelahiran” kembali diri mereka.

Syukurlah inkarnasi baru Fifth Harmony ini berjalan dengan mulus. Begitu juga dengan transisi pada arah musikalitas yang condong pada hip-hop dan R&B yang lebih pekat dan edgy ketimbang pop cerah sebagaimana yang mereka usung di album-album sebelumnya. ‘Down’, single pertama yang mereka rilis, mungkin masih menghadirkan corak electronic music dance yang kerap mereka bawakan dulunya, namun kini dengan pengaruh hip-hop tebal, terasa lebih low-key sekaligus matang dan dewasa.

Begitu juga dengan reggaeton yang disampirkan dalam track berikutnya, ‘He Like That’. Aroma dance masih menguar kuat, namun dalam tatanan urban yang kental pula. Begitu pula dengan ‘Angel’ di mana Skrillex dan Poo Bear membantu mereka di track balada yang kaya dengan penjiwaan dan permainan olah vokal prima.

Yup. Olah vokal Fifth Harmony kini terasa lebih berdinamika dan berjangkauan luas. Dengan hanya beranggotakan 4 orang, komposisi pembagian vokal pada masing-masing anggota menjadi terasa lebih tepat guna, efektif, kompak dan sangat memperkaya lagu. Terutamanya memberi ruang yang lebih besar pada Lauren Jauregui yang sebenarnya memiliki vokal tak kalah khas dan gampang teridentifikasi, meski cenderung termarginalisasi di album-album sebelumnya.

Hanya bersenjatakan 10 track saja, “Fifth Harmony” adalah album yang singkat tapi padat. Tidak ada filler yang membuat album terasa bertele-tele. Setiap track berdiri dengan kuat. Mulai dari R&B era 90-an dalam ‘Sauced Up’, ‘Deliver’ atau balada mid-tempo manis, ‘Messy’. Track-track ini mengingatkan akan TLC di jaman kejayaan mereka, tanpa harus terdengar menjadi peniru, karena ciri khas Fifth Harmony tetap kuat tercap di dalam lagu-lagu tersebut.

Tentunya tetap tersaji track-track yang terasa kekinian, yang mengadaptasi skena dance kontemporer di dalam lagu-lagunya, seperti tiga track yang telah dilepas sebagai single promosi, atau ‘Make You Mad’, ‘Lonely Night’ atau ‘Don’t Say You Love Me’ yang meminjam reggaeton dan tropical house untuk mewarnai lagunya.

Album ditutup dengan sebuah power-ballad dalam ketukan beat pop-dance yang mengandung pesan kuat, ‘Bridges’. Dengan lirik, “There’s something beautiful in the flaws in all we are / Something calling all of us and it says,” dan mengajak membangun jembatan ketimbang tembok, yang pastinya selain ingin menyampaikan semangat positivisme, juga menyentil sang presiden Amerika, Donald Trump, yang ingin membangun tembok untuk membatasi negaranya dengan negara tetangga alias Meksiko.

Fifth Harmony sebelumnya pernah menyebutkan jika album mereka ini akan ditandai dengan adanya sebuah lompatan antara satu genre dengan genre lain. Berhasil atau tidak memang relatif, karena sebagian besar materi masih dalam kandungan R&B dan hip-hop sementara terkadang ada kelindan pop dan dance di dalamnya. Tapi ini adalah album yang menyenangkan untuk disimak.

Materi “Fifth Harmony” tidak lah luar biasa. Namun harus diakui jika Fifth Harmony mampu meningkatkan kelas mereka melalui album ini menjadi sebuah girl group yang tidak hanya mengandalkan lagu-lagu pop jenerik atau bubblegum belaka, namun mampu memberi lagu-lagu yang lebih kaya dan kuat secara artistik, serta pemilihan sound yang lebih berkelas. Sebuah album yang mampu memberi pernyataan, baik tentang eksistensi Fifth Harmony itu sendiri ataupun musikalitas mereka, ketimbang hanya menjadi alat “jualan” saja.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “Down” (featuring Gucci Mane) 2:45
2. “He Like That” 3:37
3. “Sauced Up” 3:17
4. “Make You Mad” 2:54
5. “Deliver” 3:26
6. “Lonely Night” 3:25
7. “Don’t Say You Love Me” 3:13
8. “Angel” 3:09
9. “Messy” 3:14
10. “Bridges” 4:03

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

One Response to “Album of the Day: Fifth Harmony – Fifth Harmony”

  1. Heloo says:

    He like that bang bang bang
    He like that bomb bomb bomb

Leave a Reply

Related Articles

Music News | September 25, 2017 By

Ed Sheeran Pilih ‘Perfect’ Sebagai Single Barunya Dan Hadirkan Video Lirik Romantis

Music News | By

Liam Payne Umumkan Tanggal Rilis Single Keduanya, ‘Bedroom Floor’

Music News | By

Fergie Hadirkan 3 Video Musik Baru Lagi Untuk Album “Double Dutchess”