Quantcast

Hari Kedua Soundrenaline 2017 – Kolaborasi Lintas Genre Yang Menyedot Penonton

By - 1 month ago in Concerts Review

Memantapkan posisi sebagai “festival musik yang masih tetap eksis sampai 15 tahun”, #Soundrenaline2017 kembali memanaskan suasana Garuda Wisnu Kencana, Bali, di hari kedua ini. Total, lebih dari 80.000 pengunjung terpuaskan dengan gelaran musik yang satu ini!

Dimulai jam 4 tepat, pengunjung langsung tersebar ke 4 stage yang berbeda. Kebanyakan penonton menyerbu Burst Stage, karena ada Payung Teduh. Band ‘penyejuk’ ini tampil dengan aura dan kharismanya yang membuat semua penonton bernyanyi lagu-lagu Payung Teduh (Is, vokalis Payung Teduh sendiri sempat kaget, karena penonton di Bali hafal semua lagunya). Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan”, “Berdua Saja”, dan pastinya “Akad”, lagu yang sedang wara-wiri di radio Indonesia & nomer 1 di Youtube saat ini.

Di hari kedua ini juga ada penampilan dari musisi Internasional Dashboard Confessional & Cults. Cults, band indie-pop dari Amerika Serikat ini menyihir Slim Refined Stage (Amphitheatre) jam 18.30. Dan karena bermain di suasana ‘indoor’, membuat antrian panjang di pintu masuk Amphitheatre, bersyukurlah yang sudah duduk didalam Amphitheatre dari sore, sehingga bisa menikmati Cults.

Rendy Pandugo main di Slim Refined stage jam 19.50 malam. Meski terlihat sedikit lelah (baru tampil di Muara Bungo, flight Bali, langsung manggung), tapi semua terbayar dengan performancenya – yang membawakan lagu-lagu dari debut albumnya, The Journey. Oh ya, Rendy disela-sela lagunya, menceritakan inspirasi dari lagu yang dia tulis di album ini. I Don’t Care, 7 Days, bahkan sempat Rendy membawakan Sebuah Kisah Klasik yang membuat amphiteathre mendadak bernyanyi. Rendy mengakhiri shownya dengan membawakan Silver Rain.

Satu hal yang jadi ciri khas #Soundrenaline2017, adalah adanya kolaborasi lintas genre – yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Coba bayangkan Kelompok Penerbang Roket (rock) dan Glenn Fredly bisa jadi satu panggung, atau Andien – yang Jazz banget, dengan Scaller – Progresive Rock, atau Neonomora X HMGNC. Mereka menampilkan pertunjukkan yang amazing di Soundrenaline 2017. To be honest, kolaborasi-kolaborasi inilah yang seharusnya ditonton – karena belum tentu akan ada lagi nih.

Dashboard Confessional tampil di A Stage, dan dibuka dengan “Don’t Wait”. Ya, nggak usah menunggu-nunggu lagi dengan Dashboard Confessional, semua track-track andalan dari 6 albumnya keluar semua, terutama waktu “Stolen”, sepertinya membuat koor massal di GWK. Terpukau dengan koor massal, membuat Dashboard Confessional menantang semua penonton untuk bernyanyi, merekam, dan akan dimasukkan di album terbarunya. How cool!

Soundrenaline 2017 ditutup oleh Sheila On 7 menjadi band yang paling ‘menyedot’ perhatian. Faktanya, penonton sebagian besar tersedot ke United We Loud stage, demi bernostalgia dengan Sheila On 7. Tampil sebagai penutup rangkaian Soundrenaline 2017, Sheila On 7 mengajak ribuan orang berkaraoke dan bernostalgia dengan lagu-lagu Sheila On 7, seperti Kita, Sahabat Sejati, Dan, Lapang Dada, dan masih banyak yang lainnya. Di waktu yang sama, NTRL juga mengisi di A stage, dan DiskoPantera di BurstStage, menutup 2 hari Soundrenaline 2017, United We Loud!

Life-enjoyer person. Extraordinary.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | October 15, 2017 By

Festival Unik Bestival Bali Hadirkan Line Up Yang Tidak Biasa

Artist Interviews | October 7, 2017 By

CreativeDisc Exclusive Interview With Bag Raiders: Kami Doyan Babi Guling

Artist Interviews | October 4, 2017 By

CreativeDisc Exclusive Interview With alt-J: Musik Untuk Manjakan Telinga