Quantcast

Album of the Day: Niall Horan – Flicker (Deluxe)

By - 4 weeks ago in Album of The Day

Capitol

Jika saja Katy Perry tidak menyelamatkannya dari eliminasi di acara pencarian bakat X-Factor, kita mungkin tidak mengenal sosok Niall Horan. Sosok yang awalnya mungkin berada di latar bersama Louis Tomlinson, sementara rekan-rekan mereka yang lain di One Direction berlomba untuk mencuri perhatian.

Hanya saja, memang ada faktor X di diri Niall. Sosoknya memang tampan dan manis. Siapapun pasti mengakui. Tapi yang membuat sosoknya kemudian secara perlahan tapi pasti mencuat dan tak kalah berkilau, adalah tawaran rasa hangat dan simpatik tak berjarak dari dirinya. Jika Zayn Malik, Harry Styles atau Liam Payne terasa sulit dijangkau berkat aura selebriti mereka yang kental, Niall adalah pria yang rasa-rasanya tidak akan segan kita ajak untuk bersantai di cafe misalnya dan kemudian becerita apa saja. Tentunya ia tidak keberatan untuk menyumbangkan vokal merdunya, untuk bernyanyi satu dua lagu.

Berkat karakter boy-next-door yang membumi ini, kita tidak merasa jengah atau pangling saat ia memilih pop-folk sebagai usungan musikalitas di karir solonya. Sebagaimana tidak pangling saat Zayn memilih alt-pop/R&B, Harry dengan rock klasiknya atau Liam dengan pop trendi-nya. Sekilas ‘This Town’, single perdananya, terdengar seperti pengekor Ed Sheeran, tapi Niall mampu memberi karakter tersendiri untuk lagu balada yang sangat folk-ish ini, sehingga mampu menjadikan lagu sebagai miliknya utuh.

Niall sempat menyebutkan jika Fleetwood Mac dan Eagles yang memberi pengaruh dalam gaya bermusik untuk album solonya. Saat akhirnya bisa mendengarkan “Flicker“, demikian judulnya, rasa-rasanya ada Joni Mitchell atau Neil Young juga di sana. Namun, syukurlah dibandingkan album Harry Styles yang begitu kaya akan referensi rock klasik sehingga malah terdengar seperti impersonator ketimbang orisinal, kasus yang sama tidak berlaku untuk “Flicker”.

“Flicker” bukan album yang ambisius. Niall terdengar bernyanyi tanpa pretensi atau tekanan apapun. Kesan yang didapat, ia hanya ingin menyanyikan lagu-lagu laidback ala pop-folk, country bahkan americana, sebagaimana lagu-lagu klasik yang menjadi kesukannya. Lagu-lagu yang mampu membuat pendengarnya turut bernyanyi dengan suka rela, entah itu dalam lagu sendu atau penuh semangat.

Niall menulis keseluruhan lagu di dalam “Flicker”. Memang ada beberapa nama kenamaan seperti Tobias Jesso Jr, Dan Wilson atau Greg Kurstin, yang membantu, tapi bisa dikatakan format produksi album berada di tangan Niall. Para produser hanya membantu menyalurkan idealisme Niall.

Cukup berbicara tentang produksi. Bagaimana dengan lagu-lagu di dalam album? Tentunya kita sudah mendengarkan ‘Slow Hands’, sebuah anthem pop groovy sing-a-along dengan killer hook, yang sejauh ini tercatat sebagai single tersukses Niall. Lalu ada balada moody ‘Too Much to Ask’ yang dirilis sesaat sebelum album rilis.

Sebenarnya materi “Flicker” adalah variasi dari 3 lagu yang sudah kita dengar ini, sehingga seharusnya sudah memiliki gambaran sebelum mendengarkan albumnya secara utuh. Jadi kita akan menyimak pop-folk balada lain seperti ‘Paper Houses’, atau ‘Flicker’, pop balada lain seperti ‘Fire Away’ atau ‘You and Me’, serta anthem pop groovy lain seperti ‘On The Loose’, ‘Since We’re Alone’ dan duetnya bersama bintang country muda Maren Morris, “Seeing Blind’.

Catatan khusus untuk ‘Seeing Blind’, karena mampu menjadi salah satu lagu menonjol atau stand-out dalam album berkat kolaborasinya yang kompak bersama Maren. Mungkin karena tahunan tertempa bergabung di sebuah band yang membuat dirinya harus berbagi vokal dengan penyanyi lain, Niall terasa sangat fasih dalam berbagi tugas bersama Maren, yang ternyata juga tak kalah baik dalam mengimbangi Niall. Tidak heran lagu terasa begitu manis, padu dan harmonis.

Ini menjadi catatan tersendiri, karena “Flicker” sebenarnya tidak memiliki banyak track yang menonjol atau stand-out tadi, untuk membuat album menjadi lebih berkesan. Bukan berarti lagu-lagu dalam “Flicker” jelek. Tidak sama sekali! Hanya saja, meski terdengar manis atau menyejukkan pendengaran, lagunya belum begitu mampu untuk menyentuh hati. Setidaknya secara lebih maksimal.

Balada-balada dalam “Flicker” memang mengharu-biru. Sebagaimana yang disebut Vulture dalam ulasan mereka, lagu-lagu yang pasti pas menjadi lagu latar di sebuah adegan emosional di dalam sebuah film. Tapi ya hanya itu. Latar. Saat harus di depan, ia tidak begitu mampu menggedor perasaan kecuali anggapan ika kita memang baru saja mendengarkan lagu yang manis.

Mungkin penyebabnya karena Niall masih bermain dengan aman. Ia tidak begitu memaksa dirinya untuk menembus batasan dan mengeksplorasi genre secara lebih intens. Tidak harus terus menerus menghadirkan lagu easy listening untuk meyakinkan diri jika ia akan diterima oleh khalayak umum penikmat pop.

Beberapa track yang disiapkan sebagai sisipan bonus edisi deluxe sebenarnya bisa menjadi jawabannya. Folk-rock menggebu dan intens yang ditawarkan Niall dalam ‘On My Own’ bisa menjadi jawabannya. Meski rasa-rasanya agak terpengaruh Mumford & Sons atau The Lumineers, tapi Niall tidak terdengar terlalu “manis” lagi.

Ada gelora. Ada passion. Ada semangat. Lagu (akhirnya) mampu menggerakkan hati dan perasaan pendengarnya untuk larut dalam hasrat menggebu lagu.Semangat sama yang juga bisa didapatkan dalam ‘Mirrors’ dan ‘The Tide’. Lagu-lagu ini memiliki pendekatan yang sama, meski warna musik hadir dalam koridor yang cukup berbeda-beda.

Berandai-andai, tentunya album “Flicker” akan terdengar lebih menarik dengan track-track ala anthem stadium seperti di atas ketimbang hanya bersandar pada barisan balada, yang meski melantun dengan syahdu, tapi tidak memberikan efek signifikan. Berbeda saat Niall hadir dengan lebih intens dalam lagu-lagu up-beat-nya.

Tapi yang terjadi ya sudah terjadi. Tidak perlu disesali. Yang pasti “Flicker” adalah awal yang baik bagi seorang Niall Horan. Sebuah album yang memberi janji akan akan sebuah karir cemerlang. Janji akan hadirnya seorang musisi jenial. Bukan penyanyi karbitan atau bentukan industri. Dan saya kok yakin jika umur karir Niall Horan akan jauh lebih panjang dibandingkan rekan-rekannya.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “On the Loose” 3:43
2. “This Town” 3:52
3. “Seeing Blind” (with Maren Morris) 3:05
4. “Slow Hands” 3:07
5. “Too Much to Ask” 3:43
6. “Paper Houses” 3:34
7. “Since We’re Alone” 4:02
8. “Flicker” 4:18
9. “Fire Away” 3:26
10. “You and Me” 3:04

Deluxe Edition
11. “On My Own” 4:00
12. “Mirrors” 3:38
13. “The Tide” 3:20

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 21, 2017 By

Kolaborasi Seru Anitta & J Balvin Dalam Banger Catchy, ‘Downtown’

Music News | By

Eminem Hadirkan Medley Epic Hits-nya Di “Saturday Night Live”

Music News | By

“Reputation” Taylor Swift Catatkan Debut Terbesar Tahun Ini Di Billboard 200