Quantcast

Album of the Day: Pink – Beautiful Trauma

By - 1 month ago in Album of The Day

RCA

Dibandingkan rekan-rekannya sesama popstar produk akhir 90-an/awal 2000, bisa dikatakan Pink adalah yang tetap mampu untuk menjaga eksistensinya secara konsisten. Di saat banyak popstar kemudian datang dan pergi silih berganti, ia tetap di sini, menjamu para penggemarnya, ataupun penikmat musik pop, dengan materi-materinya, termasuk yang paling baru, “Beautiful Trauma“.

Mungkin rahasia sukses penyanyi bernama asli Alecia Beth Moore yang kini berusia 38 tahun ini adalah ia lebih mengedepankan musiknya ketimbang sisi glamor kehidupan seorang popstar. Tentu saja vokalnya yang prima dan seolah tak lekang dimakan waktu adalah kekuatan utama Pink, selain kemampuannya dalam mengadopsi trend kekinian tanpa harus meninggalkan ciri khasnya sebagai seorang penyanyi/musisi.

Hal tersebut sekali lagi bisa disimak dalam “Beautiful Trauma”, yang tercatat sebagai album ketujuhnya. Di awal karirnya, saat merilis album “Can’t Take Me Home” (2000), ia membawa R&B dan electropop sebagai usungannya. Namun semenjak album kedua, “Missundaztood” (2001), ia mulai meninggalkan R&B dan secara perlahan tapi pasti beralih ke pop-rock yang kini lekat dengan namanya.

Bukan berarti R&B dan electropop tadi ditinggalkan juga, karena Pink masih menyempatkan untuk menyuntik genre-genre populer tersebut di beberapa lagunya. Selain itu ia juga tidak segan kadang kala untuk bereksplorasi ke ranah EDM atau malah folk. Formula pop-rock dan infusi berbagai genre tadi adalah sajian Pink secara konsisten dalam lebih dari satu dekade terakhir. Formula yang masih bisa kita temui dalam “Beautiful Trauma”.

Tentunya pop rock familiar ala Pink masih tetap mewarnai “Beautiful Trauma”, termasuk semenjak album dibuka dengan track yang berjudul sama. Hadirnya Jack Antonoff sebagai rekan penulis lagu dan produser memberi sentuhan retro yang kerap dibawakan Antonoff dalam produksi-produksinya.

Sementara ‘Revenge’ terdengar lebih playful berkat hadirnya Eminem, yang akhirnya bisa diajak Pink untuk menjadi rekannya dalam berduet. Disusul pula dengan ‘Whatever You Want’, di mana dua kolaborator setia Pink, Max Martin dan Shellback, menjamin ciri khas pop rock harmonis ala Pink tetap terjaga. Album juga menyediakan track slow-rock seperti ‘For Now’.

“Beautiful Trauma” tentunya juga menyajikan Pink dalam genre-genre yang lebih lebar. Terlepas kehadiran track-track balada seperti ‘But We Lost It’, ‘Wild Hearts Can’t Be Broken’ atau track yang menutup lagu, ‘You Get My Love’. Lagu-lagu ini meldoramatis dengan bumbu vokal soulful, yang menjamin jika Pink siap menjadi lawan tanding untuk Adele, album juga menyajikan ruang untuk balada electrofolk seperti ‘Barbies’ yang menghadirkan penyanyi dan penulis lagu yang tengah menanjak namanya, Julia Michaels, untuk membantu dirinya.

‘Barbies’ mungkin terdengar pas pula jika dinyanyikan oleh Katy Perry misalnya, namun vokal Pink yang ikonik dan penuh penjiwaan membuat lagu sulit untuk tidak mengaosiasikannya dengan sosok Pink itu sendiri. Berbicara tentang folk, Pink pun menghadirkan pendekatan yang lebih tradisional dalam ‘I Am Here’ yang siap bersaing dengan Mumford & Sons atau Fleet Foxes misalnya.

Sedang dalam ‘Where We Go’ folk dengan gemilang justru dipadukan dengan nuansa tropical house. Mungkin itu karena vokal Pink, sehingga pergeseran genre yang terjadi dalam “Beautiful Trauma”, betapa tajamnya terjadi, tidak terasa dipaksakan, melainkan bertransisi dengan mulus. Oleh karenya, meski EDM kuat menguar dalam ‘Where We Go’, ia tetap terdengar sangat Pink sekali dan pas menjadi bagian “Beautiful Trauma”.

EDM yang lebih konvensional dihadirkan Pink dalam ‘Secrets’ yang terdengar mengusung deep house dalam balutan pop-rock yang menyelubungi lagu. Sedangkan ‘What About Us’, yang menjadi andalan Pink untuk album ini, jelas adalah sebuah anthem electropop dengan nuansa electronic dance kuat, meski tidak mendistraksi dari kandungan liriknya yang begitu dalam dan penuh makna. Hey, Pink pun tak melupakan R&B/soul yang diwakili oleh ‘Better Life’.

Jadi, jika kembali bertanya mengapa Pink masih “betah” bertahan sebagai popstar terkemuka? Simak saja “Beautiful Trauma”. Genre-hopping, yang agak sulit dilakukan dengan mulus oleh para juniornya, mampu dieksekusi dengan sangat baik oleh Pink. Mungkin karena dia itu adalah Pink. Sosok yang begitu ikonik dan berkarakter kuat, sehingga apapun yang disajikannya akan selalu terdengar sangat….Pink-esque.

Mungkin “beautiful Trauma” masih bermain aman. Formula-nya pun masih disajikan Pink mirip dengan album sebelumnya, “Wild Hearts Can’t Be Broken” (2012). Tapi sangat sulit untuk bisa mengelak dari pesona pop yang ditawarkan Pink. Terlepas apakah mungkin lagu-lagunya terdengar begitu “mulus” dan terlalu “gampang dicerna”. Tapi, musik, sebagaimana idealnya sebuah karya estetis lainnya, haruslah komunikatif terhadap penikmatnya. Dan “Beautiful Trauma” dipastikan sangat bisa dinikmati pesan maupun musikalitasnya.

Official Website

TRACKLIST

1. “Beautiful Trauma” 4:10
2. “Revenge” (featuring Eminem) 3:46
3. “Whatever You Want” 4:02
4. “What About Us” 4:29
5. “But We Lost It” 3:27
6. “Barbies” 3:43
7. “Where We Go” 4:27
8. “For Now” 3:36
9. “Secrets” 3:30
10. “Better Life” 3:20
11. “I Am Here” 4:06
12. “Wild Hearts Can’t Be Broken” 3:21
13. “You Get My Love” 5:11

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 21, 2017 By

Kolaborasi Seru Anitta & J Balvin Dalam Banger Catchy, ‘Downtown’

Music News | By

Eminem Hadirkan Medley Epic Hits-nya Di “Saturday Night Live”

Music News | By

“Reputation” Taylor Swift Catatkan Debut Terbesar Tahun Ini Di Billboard 200