Quantcast

JogjaRockarta & Dream Theater Yang Sangat Istimewa

By - 2 weeks ago in Reviews

Rajawali Indonesia Communication dibawah pimpinan CEO Anas Syahrul Alimi boleh berbangga hati. Festival Musik Rock dan Metal yang mereka beri nama JogjaRockarta yang berlangsung dua hari tanggal 29 dan 30 September 2017 di Stadion Kridosono Yogyakarta sukses dan mendapat appresiasi yang besar dari berbagai kalangan. tidak hanya dari musisi-musisi, tapi juga dari penonton yang memadati Stadion selama dua hari itu. JogjaRockarta adalah Festival Musik Rock berskala Internasional yang menampilkan Headliner dedengkot Progressive Metal DREAM THEATER untuk dua hari penyelenggaraan-nya serta band-band papan atas Indonesia mulai dari God Bless, Power Metal, Kelompok Penerbang Roket, Dead Vomit dan GHO$$ (Juara ajang SupermusicID Rockin’ Battle) untuk hari pertama dan Pas, ROXX, Burgerkill, Something Wrong serta Killa The Phia (Juara 3 ajang SuperMusicID Rockin’ Battle) untuk hari kedua.

Mengapa saya mengatakan boleh berbangga hati? alasan pertama dikarenakan venue konser yang semula akan dilaksanakan di kawasan Candi Prambanan akhirnya terpaksa dipindah H-2 ke Stadion Kridosono, padahal 2 panggung besar, booth-booth sponsor dan atribut-atribut konser sudah 50% didirikan di Kawasan Candi Prambanan. Pada hari Rabu, 27 September 2017, melalui media sosialnya, Rajawali Indonesia Communication selaku penanggung jawab JogjaRockarta mengumumkan perpindahan venue acara tersebut dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono. Sebelumnya, Anas memang telah mempersiapkan Stadion Kridosono sebagai venue cadangan jika Ditjen Kebudayaan tidak mengizinkan penyelenggaraan di Candi Prambanan. So, dalam 2 hari itu tersisa itu Promotor melakukan pekerjaan yang berat demi berlangsungnya festival ini yakni membongkar 2 panggung dan atribut-atribut yang sudah terpasang serta mendirikannya kembali di Stadion Kridosono. Alasan kedua adalah karena Festival Musik Rock ini sukses digelar, dihadiri lebih dari 15,000 penonton selama 2 hari penyelenggaraannya.

Bagi Dream Theater, konser ini merupakan bagian dari World Tour yang kali ini diberi nama Images, Words and Beyond World Tour 2017. World Tour ini adalah dalam rangka perayaan 25 tahun album “Images and Words” (1992) yang sangat bersejarah untuk Dream Theater sendiri, karena album ini menuai sukses besar di seluruh penjuru dunia. “Take The Time”, “Another Day”, “Sorrounded”, “Pull Me Under” dan “Metropolis Pt.1 The miracle and The Sleeper” bertengger di chart-chart lagu di seluruh dunia pada saat itu. By The Way, Kedatangan mereka kali ini adalah untuk yang ketiga kali-nya ke Indonesia. Pertama kali adalah tahun 2012 di MEIS Ancol, serta tahun 2014 di Lapangan D. Keduanya berlangsung di Jakarta.

Pada hari pertama, Jumat 29 September 2017, sejak selesai Sholat Jum’at, kawasan Stadion Kridosono sudah mulai dibanjiri penonton yang rata-rata mengenakan t-shirt hitam bertulisan band-band rock atau metal, tapi yang mengenakan T-shirt bertulisan Dream Theater jelas paling banyak dari yang lain. Pedagang t-shirt serta atribut-atribut lain tak ketinggalan menambah ramai suasana di sekitar Stadion Kridosono. Sekitar jam 2:30 sore, penonton yang telah mengantri panjang diperkenankan masuk stadion. Tak lama berselang, sekitar jam 3:30 GHO$$ membuka festival JogjaRockarta ini, disusul oleh unit Rock asal Jakarta, Kelompok Penerbang Roket yang memanaskan suasana dengan lagu-lagu mereka yang kental dengan sound rock 70-an antara lain ; “Target Operasi”, “Mati Muda”, dan “Dimana Merdeka”. Band Death Metal asal Jogjakarta, Dead Vomit tampil setelahnya. Ada kejutan yang ditampilkan Dead Vomit hari itu, dimana Sofyan Hadi dkk mengajak komunitas Drummer Guyub Yogyakarta serta Gitaris Sheila on 7, Eros Chandra untuk berkolaborasi di atas panggung. Setelah Break Magrib, penonton semakin banyak yang datang dan mulai memadati venue. Next performance adalah Power Metal, band heavy metal yang sudah malang melintang sejak menjuarai Festival Rock Se-Indonesia versi Log Zhelebour tahun 1989. Power Metal tampil selama 45 Menit membawakan lagu-lagu yang sudah tidak asing lagi di telinga penggemar rock tanah air seperti ; “Penguasa”, “Timur Tragedi”, “Satu Jiwa”, “Sadarku” sampai “Sang Pendusta” sukses mengajak penonton untuk ber-sing along.

Sebelum Dream Theater naik panggung, penonton masih dihibur oleh GOD BLESS, band legendaris Indonesia yang karir musik mereka sudah memasuki usia 43 tahun di tahun ini. Kwintet dengan formasi terakhir Ahmad Albar (Vocal), Donny Fattah (Bass), Ian Antono (Gitar), Abadi Soesman (Keyboard) serta Fajar Sattitama (drums) tampil memukau dengan memainkan lagu-lagu andalan mereka seperti “Cermin”, “Bukan Mimpi Bukan Ilusi “, “Laskar”, dan “Lidah Petaka”. God Bless juga sempat berakustik ria pada lagu “Panggung Sandiwara” serta “Rumah Kita”. Penampilan God Bless malam itu ditutup dengan lagu “Bis Kota” serta “Semut Hitam”. Acungan jempol buat God Bless yang masih tetap eksis sampai sekarang.

Jeda antara God Bless dan Dream Theater ternyata cukup lama, hampir satu jam. Selama persiapan Panggung yang dilakukan oleh kru Dream Theater, berkumandanglah lagu-lagu Classic Rock seperti “Heaven and Hell”-nya Black Sabbath, “Hold The Line” nya Toto, “Separate Ways”-nya Journey dan lain-lain.

Tepat pukul 9 malam, lampu-lampu dipadamkan, dan terdengarlah intro “The Colonel” (Two Steps from Hell), Penonton yang memadati sekitaran panggung Dream Theater di Festival A & B berteriak histeris begitu intro ini disambut oleh lagu pembuka “The Dark Eternal Night” dari album Systematic Chaos.

Hello Yogyakarta. Great to be back once again. Tonight We have almost three hours to celebrate music. Welcome to Images, Words and Beyond tour. We are keep coming back as much as you want us to,” James LaBrie menyapa penonton Jogjarockarta..
Beruturtut-turut kemudian, Professor-professor musik progressive metal ini membawakan “The Bigger Picture”, “The Gift of Music”, dan “Our New World”. Selanjutnya, Bassist John Myung mengambil alih panggung dengan membawakan Bass Solo dimana dia meng-cover “Portrait of Tracy” dari Jaco Pastorius. James LaBrie mengatakan bahwa Jaco Pastorius adalah salah satu inspirasi John Myung dalam bermain bass. “As I am” serta “Breaking All Illusion” kemudian dibawakan untuk menutup session pertama. Seperti biasa Konser kemudian break selama 20 menit.

Konser kemudian memasuki session kedua dimana Dream Theater akan memainkan album Images and Words secara full, dari “Pull Me Under” sampai “Learning To Live”. Session kedua ini dibuka dengan Tape yang memutarkan cuplikan frekwensi Radio memutarkan lagu-lagu yang menguasai Radio Station pada tahun 1992, dan penyiar Radio yang bercerita tentang Album Images and Words serta mengucapkan Happy New Year 1992.

Perbedaaan Session pertama dan Session kedua adalah pada session pertama penonton seperti terhipnotis menyaksikan kehebatan skill masing-masing personil. Penonton seakan-akan sedang diberikan kursus bermain band yang benar. Sedangkan pada Session kedua ini penonton lebih sering ber-sing along dengan James LaBrie, terutama pada lagu “Another Day”, “Take The Time”, “Sorrounded” dan “Waiting For Sleep”.

Pada Session kedua ini, John Petrucci menunjukkan skill nya yang mumpuni dengan solo gitar di pertengahan lagu “Take The Time”. Sementara itu Mike Mangini juga melakukan solo drum yang membuat penonton berdecak kagum sebelum lagu “Metropolis Pt 1 ; The Miracle and The Sleeper”. Tak ketinggalan John Rhudes, memainkan intro yang panjang sebelum memainkan “Wait For Sleep”.

Konser ini kemudian memasuki Session Encore dimana Dream Theater memainkan “A Change Of Sessions” yang terdiri dari 7 Part, dengan Durasi Total 23:09 Menit. Total Durasi konser ini cukup lama yaitu 3 Jam, termasuk 20 menit Break.

Secara Keseluruhan, konser ini menurut saya adalah salah satu konser yang terbaik yang saya tonton untuk tahun ini. Performance, Setlist, Sound System dan juga Stage Lighting, semuanya baik sekali. Lebih dari 10,000 penonton yang hadir pada hari pertama terlihat puas dengan sajian istimewa dari Dream Theater ini.

Klik dibawah ini untuk hari kedua

Photographer, Live Music, Metalheads, Soup Addict.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | October 20, 2017 By

Synchronize Festival 2017 Yang Semakin Berkibar

Concerts Review | August 21, 2017 By

Presiden Jokowi Tonton Konser Charli XCX dan Kodaline di Hari Pertama We The Fest 2017

Concerts Review | August 20, 2017 By

Epik High Sukses Meriahkan Hari Kedua We The Fest 2017