Quantcast

Album of the Day: Kelly Clarkson – Meaning of Life

By - 2 weeks ago in Album of The Day

Atlantic Records

Kelly Clarkson, ‘Meaning of Life’. Sekilas entah harus mulai dari mana. Selanjutnya, bisa dipahami betul dari mana album ini bisa mulai diulas, yakni menguraikan beberapa poin penting yang sudah Kelly umbar sendiri sebelum album ini akhirnya lahir pada 27 Oktober kemarin. Pertama-tama, ini album yang membuat Kelly merasa layaknya artis baru lagi, ini adalah rekaman yang dipengaruhi oleh idola-idolanya, dan yang terpenting dari semuanya, ini adalah rekaman yang sangat ia inginkan dari dulu.

Merasa layaknya artis baru lagi…

Wajar. Kelly Clarkson memenangkan ajang American Idol di tahun 2002 dan setelahnya ia berada di bawah naungan 19 Recordings dan RCA Records (distribusi oleh Sony Music) sebagai “ganjaran” kemenangannya. Menyelesaikan kontrak tersebut bukan hal yang mudah bagi Kelly. Acap kali ia mengutarakan perbedaan pandangan dengan label yang mengakibatkan ia tak sepenuhnya bebas berekspresi. Ketika kontrak selesai dan hendak diperbarui, manajemen Kelly mendapat tawaran dengan Atlantic Records (distribusi Warner Music Group) yang langsung diamini oleh Sang Idola karena di dalamnya mengandung klausal “kebebasan kreativitas”. Dukungan penuh Atlantic ditunjukkan dengan mengumpulkan tim yang terdiri dari “orang-orang baru”, sehingga Kelly yang ingin menyetir albumnya ke arah soul dan R&B tanpa sepenuhnya melupakan arena pop-rock yang menjadi playground-nya selama ini menjadi sebuah keniscayaan. Dengarkan ‘Whole Lotta Woman’ yang secara utuh memborbardir ruang dengar dalam arahan musik yang belum pernah kita konsumsi dari Kelly sebelumnya. Lagu berjudul ‘Cruel’ dan ‘Slow Dance’ pun demikian, yang dalam mid-temponya menghanyutkan pendengar dalam gaya soul yang berpadu dengan blues. Jadi, “merasa layaknya artis baru lagi” memang bisa diartikan sebagai ketakutan Kelly apakah musik barunya ini bisa berterima di masyarakat, tapi bagi yang sudah mengenal Kelly sebagai sosok yang fearless, maka “merasa layaknya artis baru lagi” mutlak diartikan sebagai gerakan revolusinya sebagai musisi yang bebas berkespresi.

…ini adalah rekaman yang dipengaruhi oleh idola-idolanya…

Saat mendengarkan ‘Love So Soft’ hal pertama yang muncul dalam benak adalah ini lagu anti-mainstream. Ya, saat Bumi tengah dirundung demam Latin dalam ‘Despacito’, artis-artis lain dengan materi yang sudah “mereka kuasai”, di saat itu pula Kelly datang dengan materi yang “orang lain kuasai”. Ayolah, soul dan R&B memang pernah ter-sounding di album pertama Kelly dulu, “Thankful” lewat lagu ‘The Trouble with Love is’, tapi nama Kelly tidak diasosiasikan dengan genre tersebut. Pop-rock justru menjadi “jualan” utamanya. Untuk mendukung gaya baru ini, Kelly disokong oleh musisi-musisi yang selanjutnya mengiringinya selama perjalanan promosi album. Grup Earth, Wind & Fire bahkan menyempatkan diri untuk menyumbangkan percikan musik mereka dalam sesi di ‘Love So Soft’. Masih ingat saat Kelly terkesima ketika bertemu Mariah Carey di panggung American Idol season 12 lalu? Mariah adalah salah satu idolanya, dan idolanya tersebut hadir untuk menginspirasi ‘Medicine’ yang Kelly ungkap sendiri berunsur pop 90-an seperti hit Mariah, ‘Emotions’. Idola lain yang memberi pengaruh dalam album ini adalah Michelle Obama yang pidatonya pada Konvensi Nasional Partai Demokrat di tahun 2016 silam dibuat menjadi lirik dalam lagu ‘Go High’. Cuplikan pidato tersebut berisi “When they go low, we go high”. Memang, ‘Meaning of Life’ sejatinya tampil bukan sebagai album terinspirasi ala ala. Itu justru esensinya.

…ini adalah rekaman yang sangat ia inginkan dari dulu.

Artis manapun ketika merilis album barunya kerap menyebut album tersebut adalah yang terbaik yang ia hasilkan. Frase tersebut nyaris selalu diembel-embeli oleh frase lanjutannya yaitu ‘hingga saat ini’. Apakah mereka berdusta atau mengatakan yang sebenarnya, hanya masing-masing dari mereka dan Tuhan lah yang tahu. Kejujuran Kelly juga teruji saat ia menyebut ini adalah album yang sedari dulu ingin ia hasilkan. Untuk mengecek sejarah, berikut kutipan tanggapan Kelly mengenai album-albumnya terdahulu:

It was the first time I didn’t really feel inspired, because I was so sick, but I didn’t feel like writing anymore. The big difference for this recording was collecting from other writers I’m inspired by.” – Piece by Piece 2015

The production is all him (Greg Kurstin). I would be just like ‘Hey, can we make this more jazz? Hey, can we make this more bluesy. And he just, like Harry Potter, made this happen. It’s so weird.” – Wrapped in Red 2013

This album was influenced by Prince, Tina Turner, Sheryl Crow, Radiohead and there’s a little bit of a Country vibe/influence on a couple of songs.” – Stronger 2011

Ya terserah saja apa mau dikata, karena itu juga album yang dia buat dan ia yang tahu betul bagaimana proses pembuatannya. Tapi bicara urusan “ingin”, Kelly pernah dengan sangat inginnya membuat rekaman sesuai keinginan pribadinya. Itu adalah ‘My December’ yang dihasilkan nyaris tanpa campur tangan label, produksi oleh Kelly, distribusi oleh label. Lalu bagaimana dengan konsumsi oleh publik? Boleh dibilang mengenaskan, meski berhasil menciptakan lagu top 10 ‘Never Again’. Sejarah kelam ini bukan lantas melabeli Kelly tak punya selera yang bagus. Keinginannya adalah prioritas, dan itu adalah ide awal dari pemberdayaan yang acap kali ia desas-desuskan. Yang ia inginkan adalah keberhasilan dalam me-‘Move You’ kita dengan album ini, sehingga ia akhirnya bisa dengan PD berucap ‘Didn’t I (told you so)’? Dan bagi yang merasa kalau album ini terlalu lembek dibanding ‘Stronger’ atau ‘Breakaway’, saya tidak akan membantah. Tapi ini saatnya Kelly untuk berdikari secara elegan, tidak lagi terlalu berapi-api seperti dulu. Terbukti dari ‘I Didn’t Think About You’ yang merupakan kisah perpisahannya dengan label terdahulu. Produksi sudah, distribusi tengah dijalankan, kini tinggal segi konsumsi yang nantinya akan memberi gambaran jelas apakah yang Kelly inginkan sama dengan yang pasar inginkan.

Bisa disimpulkan bahwa album ini bukan hanya karya anti-mainstream dari seorang Kelly Clarkson, tapi lebih kepada titik penting dalam sejarah keartisannya. Dimana dirinya memisahkan definisi antara “show” dan “biz”. Di album ini ia secara utuh telah menyentuh titik aktualisasi diri sebagai musisi, bukan titik komersil seperti dulu. Go high, our true idol! Our faith in you!

Tracklist “Meaning of Life”:
1. A Minute (Intro)
2. Love So Soft
3. Heat
4. Meaning of Life
5. Move You
6. Whole Lotta Woman
7. Medicine
8. Cruel
9. Didn’t I
10. Would You Call That Love
11. I Don’t Think About You
12. Slow Dance
13. Don’t You Pretend
14. Go High

Tinggal di Dunia Pop dan Dunia Disney!

Comments

One Response to “Album of the Day: Kelly Clarkson – Meaning of Life”

  1. Misbah Saputra says:

    Beautiful review.. i love this so much ??

Leave a Reply

Related Articles