Quantcast

Psikedelik Energik di konser POND

By - 2 weeks ago in Concerts Review

Jakarta – Pukul 10.10 pagi (Minggu, 26/12/2017), 12 jam sebelum POND, band pyschedelic rock asal Perth dijadwalkan untuk tampil pertama kalinya di Jakarta, Creativedisc mendapatkan informasi bahwa venue konser mereka akan dipindahkan ke daerah Fatmawati, Jakarta Selatan.

Seperti slogan yang sering berkumandang, “lokasi menentukan prestasi”, pemilihan lokasi tempat sebuah konser diselenggarakan sangat mempengaruhi apakah acara tersebut berhasil atau tidak. Termasuk didalamnya sound system dan lighting yang berperan sangat penting, khususnya bagi pertunjukkan musik yang melibatkan audio dan visual. Lokasi venue konser POND yang awalnya akan diselenggarakan di The Pallas, SCBD dinilai sudah menjadi pilihan tepat untuk mengakomodasi musik POND dalam menyajikan pengalaman psikedelia secara totalitas. Tapi apapun keputusan penyelenggara untuk memindahkan lokasi venue konser, CD tentu menghormati keputusan tersebut.

Namun, selang beberapa jam, akhirnya Sonic Live Asia, selaku promotor yang memboyong POND ke Indonesia memberikan konfirmasi kepada publik via akun media sosial bahwa konser POND Live in Jakarta tetep diadakan sesuai rencana awal, yakni di The Pallas, SCBD. Saya lega dan berharap banyak.

Saya tiba di The Pallas sekitar pukul 21.30; saat itu para penonton sudah bersiap untuk mengantri masuk. Band rock muda asal Jakarta, .Feast sudah berada diatas panggung untuk membuka acara malam itu. Meski tidak menonton banyak penampilan mereka, .Feast sanggup memanaskan The Pallas yang sudah mulai ramai diisi oleh para fans POND. Good job, .Feast!

POND akhirnya naik keatas panggung pada pukul 10 malam. Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung “menggeber” The Pallas dengan opening song ‘30.000 Megatons’ yang juga kebetulan juga menjadi track nomor urut pertama di album ketujuh mereka, The Weather. Kedatangan POND ke Jakarta, selain untuk menyapa penggemar mereka di Indonesia juga bertujuan untuk mempromosikan album The Weather yang dirilis pertengahan tahun 2017. Indonesia menjadi negara Asia terakhir yang dikunjungi oleh Nick Allbrook dkk sebelum akhirnya bertandang kembali ke negeri Kangguru.

POND banyak mendapatkan review positif dari media; NME sempat menjuluki POND “The hottest new band in town”, namun band ini paling sering dipuji karena penampilan live mereka yang kabarnya memiliki pengalaman yang tidak terlupakan. Ternyata kabar tersebut bukan kabar burung. Penampilan langsung POND memang menggesankan, jauh berkali-kali lipat lebih baik ketimbang mendengar rekaman mereka di Spotify. Seolah mereka dilahirkan untuk berada diatas panggung. Hal ini juga tidak lepas dari faktor lighting warna warni dan visualisasi LED yang turut menambah pengalaman psikedelik (tanpa obat-obatan, tentunya).

Nick Allbrook adalah anggota POND yang paling menonjol diantara 3 personil lainnya (meski sebenarnya ada 1 tambahan additional drummer). Secara fisik ia paling kurus dan paling pendek diantara yang lain, namun apapun yang dilakukan Nick diatas panggung – bernyanyi menggunakan efek suara, bermain gitar, melempar bir ke penonton; semuanya mengundang histeria para penonton. Ia bahkan sempat memainkan seruling di lagu ‘Zen Automaton’ dan berulang kali turun panggung ‘tuk menghampiri fans.

Malam itu kondisi The Pallas begitu memanas, terutama ketika hits populer seperti ‘Sweep Me Off My Feet’ dan ‘Elvis Flaming Star’ dimainkan. Jay Watson memang sudah berjanji bahwa pada penampilan mereka malam ini, POND akan memainkan setlist hasil perpaduan seimbang dari lagu-lagu di album lama dan baru mereka. Hal itu dibuktikan dengan membawakan lagu “Don’t Look at the Sun or You’ll Go Blind” yang diambil dari album debut mereka, Psychedelic Mango (2009). Jay Watson bahkan sempat merebut hati para wanita saat menyanyikan ‘Sitting Up on Our Crane’.

Shiny Joe Ryan, gitaris POND yang berambut gimbal juga kebagian jatah untuk menyanyikan ‘All I want for Xmas (Is a Tascam 388)’, mengingat tahun 2017 sudah hampir memasuki bulan Desember. Momen terbaik muncul ketika mereka memainkan ‘Paint Me Silver’, salah satu lead single The Weather yang sontak membuat seluruh hall di The Pallas berkaraoke massal. Konser POND di Jakarta malam itu ditutup oleh lagu ‘The Weather’. Penonton yang belum puas meminta mereka untuk naik keatas panggung, dan POND akhirnya kembali memberikan encore ‘Man It Feels Like Space Again’. Total 15 lagu melengkapi pengalaman psikedelia saya bersama POND malam itu. Terima kasih POND atas pengalaman yang menyenangkan!

Setlist :
1. 30.000 Megatons
2. Sweep Me Off My Feet
3. Elvis’ Flaming Star
4. Waiting Around for Grace
5. Zen Automaton
6. Fire in the Water
7. Don’t Look at the Sun or You’ll Go Blind
8. Sitting Up on Our Crane
9. Paint Me Silver
10. All I Want for Xmas (Is a Tascam 388)
11. Edge of the World, Pt. 1
12. Edge of the World, Pt. 2
13. Giant Tortoise
14. The Weather
Encore:
15. Man It Feels Like Space Again

INFP Sejati. Kurang lebih begitu. Nanti jika tahu lebih jauh, kamu bisa jatuh hati

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | October 4, 2017 By

Band Psychedelic Rock Asal Australia, Pond, Siap Sambangi Jakarta

Concerts Review | September 28, 2017 By

Martin Garrix, Alan Walker, Han Solo Dan Banyak Lagi Meriahkan Invasion Lost In Wonderland

Single of The Day | September 11, 2017 By

Single of The Day: 30 Seconds to Mars – Walk on Water