Quantcast

17 Album Terbaik Tahun 2017 Versi Creative Disc

By - 7 months ago in Top 10 Lists

05. REPUTATION – Taylor Swift

Setelah terjun ke dunia pop secara lebih total dengan “1989”, maka dalam “Reputation“, album keenamnya, Taylor seolah meningkatkan akselerasi dan mempertebal sisi popnya secara lebih tegas. “Reputation” menegaskan jika Taylor semakin piawai dalam bermain dalam konsep dan antisipasi. Layaknya artis-artis pop besar seperti Madonna atau Lady Gaga, Taylor sudah paham kalau metamorfosa adalah kunci dalam dunia pop. Berikutnya adalah track-track bubbly yang catchy. Maka sebuah album memorable pun berada di tangan. Setelahnya, yakinlah dominasi dunia senantiasa berada di genggaman.


04. DUA LIPA – Dua Lipa

Dua Lipa sempat menyebutkan jika Christina Aguilera, Stereophonics, dan Robbie Williams, adalah para musisi yang mempengaruhi dirinya semasa remaja. Imprint para idolanya tersebut bisa ditemukan dalam warna musik Dua Lipa, hanya saja sang penyanyi rupanya berkembang dengan cukup baik hingga bisa menemukan musikalitasnya sendiri. Satu yang menarik, dan juga kekuatan lain dari Dua Lipa adalah ia mampu menulis lagu-lagunya sendiri. Meski secara tone agak belepotan, “Dua Lipa” adalah album pop yang menyenangkan untuk didengar.


03. THE THRILL OF IT ALL – Sam Smith

Setelah sempat vakum, Sam Smith merilis album sophomore-nya yang bertajuk “The Thrill Of It All“. Muncul pertanyaan, apakah secara kualitas album lebih baik pendahulunya? Jawaban singkat, ya. Sangat! Jika “In the Lonely Hour” adalah album curahan patah hati, maka Sam Smith menyebutkan “The Thrill of It All” sebagai album yang menyampaikan sosoknya saat ini sebagai seorang pria (gay). Meski demikian tidak usah takut jika album terdengar tersegmentasi untuk pangsa pendengar tertentu, karena bahasa musik yang dibawakan oleh “The Thrill of It All” bisa dinikmati siapa saja tanpa batasan sosial tertentu.


02. MELODRAMA – Lorde

“Melodrama” digambarkan Lorde sebagai sebuah album berkonsep; sebuah pesta yang tak terkontrol dan di mana keseluruhan “kisah” yang terdapat dalam setiap track terjadi di pesta tersebut. Dan sebagaimana pesta, ada keriaan, ada kemabukan, dan kadang penyesalan sesudahnya. Melalui konsep ini Lorde dengan cerdas menggambarkan kronika tentang hubungan bahkan eksistensialisme. Mendengarkan “Melodrama” adalah seperti mendengarkan barisan lagu pop terbaik tahun ini, selain menjadi catatan jika skena musik pop masih memiliki berlian setajam dan sebrilian Lorde.


01. ÷ – Ed Sheeran

Jika di album pertama adalah tentang penambahan, kedua tentang pengalian, maka album ketiga adalah pembagian. Mungkin demikian filosofi sederhananya. Berbicara tentang bagi-bagi, maka “÷” terasa cukup representatif, karena di dalamnya Sheeran seperti membagi enerjinya dalam berbagai corak musik. menjadi catatan jika setiap lagu dalam “÷” terdengar lebih matang dibandingkan lagu-lagu yang terdapat dalam dua album Sheeran sebelumnya. Setiap track dalam “÷” terdengar solid. Selain mampu berdiri sendiri juga saling menunjang antara satu track dengan track yang lainnya sehingga “÷” pun menjadi sebuah album yang utuh. Kesan filler, yang masih menghinggapi dua album Sheeran sebelumnya, nyaris tidak ditemui di sini. Ini seharusnya bisa menjadi catatan lebih baik untuk album “÷” atau musikalitas Sheeran itu sendiri.

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

8 Responses to “17 Album Terbaik Tahun 2017 Versi Creative Disc”

  1. Alfa says:

    Sayang sekali. Tell me you love me gamasuk

  2. RasAff says:

    Anggun 8 sudah beli di iTunes… Mantap emang.
    Musiknya megah & beberapa lagu ada nuansa rock nya
    A

  3. Iqbal Raihan says:

    + Eminem – Revival, G-Eazy – The Beautiful & Damned, Demi Lovato – Tell me you Love me, Fifth Harmony maybe.

  4. AMS says:

    Niall Horan di atas Harry Styles agak kurang setuju sih, secara Sign of the Times jadi single terbaik 2017 versi Rollingstone Magz. Tapi sekali lagi ini kan masalah selera, bukan?

  5. Abdul Jalil says:

    Red Pill Blues nya Maroon 5, One More Light nya Linkin Park

  6. Haris Rohan says:

    Gak setuju kalo “Red Pill Blues” sama “Fifth Harmony” gak masuk list. Dan lebih gak setuju lg knp “X” by Agnez Mo jd yg paling belakang…

    • Tommy Prasste says:

      Paling depan, kok… Paling atas pula…
      At least begitu buka artikel ini, album dia pasti terlihat.

      Nomor nya juga cantik, 17.

  7. Ario wibowo says:

    Tak ada banyak alasan mengapa album album ini masuk didalam list album terbaik. Ulasan mengenai jenis musik dan unsur unsur isi di dalam album hampir tidak ada. ini memang daftar artis artis yg nilai komersial albumnya tinggi bukan berarti kualitas albumnya juga bagus bukan. tapi saya respect bgt dg usaha penulisan list ini. akan lebih baik jika memberi alasan apa dan mengapa. karena ini bukan oleh personal dan untuk orang orang kenal saja. Thks

Leave a Reply

Related Articles

Music News | July 23, 2018 By

Panic! at the Disco & Cyndi Lauper Berkolaborasi Bawakan Hit Klasik ‘Girls Just Want to Have Fun’

Music News | By

Offset Dari Migos Ditangkap Akibat Kepemilikan Senjata Api

Creative Disc Exclusive Single | By

Creative Disc Exclusive Single: 23 July 2018