Quantcast

Album of the Day: Incubus – 8

By - 7 months ago in Album of The Day

Island Records

Enam tahun sudah berlalu semenjak Incubus merilis album “If Not Now, When?” (2011). Kini mereka menghadirkan album kedelapan mereka yang diberi judul, tentu saja, “8“. Sebagai band yang sudah aktif semenjak pertengahan dekade 90-an, Incubus memang patut dipuji untuk konsistensi mereka dalam berkarya, meskipun jeda antar album kini dalam rentang waktu yang cukup panjang-panjang. Tapi tak mengapa, karena yang penting Incubus masih mau dalam memenuhi rindu penggemar dan tetap menghadirkan musikalitas mereka.

Dalam “8”, band yang digawangi oleh vokalis Brandon Boyd ini tetap mengusung rock. Hanya saja, sebagaimana album-album mitahir mereka yang lain, Incubus kini bergerak dalam ranah rock yang lebih “tenang”. Jika awalnya kita bisa merasakan nuansa nu-metal dalam lagu-lagu mereka, kini Incubus cenderung menghadirkan rock modern yang lebih kekinian. Mungkin pengaruh usia band mereka yang sudah cukup matang juga. Oleh karena itu kita bisa menyimak lagu-lagu bercorak ala stadium rock bahkan rock yang diarsir dengan pop-folk di dalamnya, terutama untuk lagu-lagu balada.

Album dibuka dengan track enerjik, ‘No Fun’, yang dengan gegap gempita mengajak pendengarnya untuk bersorak. Meski ada embel-embel “no fun” di dalamnya, tapi ternyata lagu cukup “fun” kok. Hentakan rock alternatif di verse dan chorus kemudian disusul dengan bridge yang ambient seolah menegaskan jika Incubus memang senang bermain-main dengan genre.

Tentunya album dipenuhi dengan track-track stadium rock tadi, seperti ‘Nimble Bastard’, ‘Familiar Faces’, ‘Glitterbomb’, ‘Love in a Time of Surveillance’ atau ‘Throw Out the Map’. Tapi mungkin yang membedakan Incubus dengan band-band yang kerap membawakan lagu sejenis, seperti Coldplay, Bastille atau Imagine Dragons (yang bisa disebut sebagai garda depan stadium rock masa kini) adalah bagaimana mereka mengemas lagu-lagu tersebut dengan sentuhan grunge, alternatif dan bahkan nu-metal, sehingga terdengar berbeda. Kadang agak mengingatkan akan Nickleback, misalnya. Kadang juga Train. Tapi secara umum tetap dalam koridor Incubus, sehingga bisa dibedakan dengan rekan-rekan mereka.

Yang menarik dari “8” adalah memang lagu-lagu yang berada di luar wilayah aman Incubus. Sebutlah ‘State of the Art’ yang kemudian disusul ‘Undefeated’. Ada sedikit pengaruh pop-folk Ed Sheeran-esque di lagu-lagu ini, meski secara utuh bentukannya tetap rock. Mungkin karena sajian notasinya yang cenderung lebih “ringan” dan melodik. Bahkan dalam ‘Undefeated’ terdengar agak melodramatis.

Bahkan Incubus dengan berani menghadirkan ‘When I Became a Man’ dalam gaya cha-cha-cha dengan sound yang cenderung lo-fi. Memang track sepanjang 56 detik ini pendek, sehingga lebih dekat sebagai interlude ketimbang track utuh, namun jelas memberi warna tersendiri bagi album “8”. Dalam ‘Loneliest’ nuansa murung yang disajikan Incubus pun lebih lekat ke warna electronic atmofesrik, meski kita juga bisa merasakan jiwa grungy di dalamnya. Menarik.

Menarik memang bisa dipakai untuk menggambarkan “8”. Memang bukan sebuah album yang luar biasa. Apalagi masterpiece dari Incubus. Hanya saja album tetap mampu menyajikan ketajaman musikalitas band sekelas Incubus, yang usianya hampir 3 dekade lamanya. Lagu-lagu tetap terdengar segar, meski sebenarnya memakai formula tertebak. Ini bisa menjadi bukti bahwa Incubus masih memiliki kekuatan dalam merangkai musik yang menarik untuk disimak.

Dan kita yang tinggal di Indonesia punya kesempatan untuk menyaksikan Incubus tampil secara live, lho. Pada Rabu, tanggal 2 Februari 2018, berlokasi di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Incubus akan kembali menyambangi Indonesia, untuk yang ketiga tepatnya, melalui konser yang bertajuk “Incubus Live in Jakarta”, yang merupakan bagian tur untuk mempromosikan album “8” ini.

Dipromotori oleh Dyan Mas Entertaiment Asia (DME Asia), Brandon Boyd (vokal), Mike Einziger (gitar), Jose Pasillas (drum), Chris Kilmore (keyboard dan turntables), dan Ben Kenney (bassist) rencananya akan menghibur kurang lebih 7 ribu penggemar mereka.

Tiket “Incubus Live in Jakarta 2018”, dijual dalam 2 periode waktu; pre-sale dengan harga tiket Rp 500 ribu untuk kelas Festival dan Rp 750 ribu untuk kelas Front Stage Festival; dan tiket normal sebesar Rp 900 ribu untuk kelas Front Stage Festival dan Rp 650 ribu untuk kelas Tribun.

Kunjungi Rajakarcis.com dan Dyandratiket.com untuk informasi lebih lanjut.

Selamat menikmati!

Official Website

TRACKLIST

1. “No Fun” 3.21
2. “Nimble Bastard” 3:39
3. “State of the Art” 3:46
4. “Glitterbomb” 4:45
5. “Undefeated” 3:56
6. “Loneliest” 3:37
7. “When I Became a Man” 0:56
8. “Familiar Faces” 3:26
9. “Love in a Time of Surveillance” 4:55
10. “Make No Sound in the Digital Forest” 3:23
11. “Throw Out the Map” 4:28

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | July 21, 2018 By

Taylor Swift & Jennifer Hudson Siap Bintangi Film Adaptasi Musikal “Cats”

Music News | July 20, 2018 By

Werewolf Dan Kejar-Kejaran Bersama Polisi Dalam Video Single Baru Muse, ‘Something Human’

Music News | By

The 1975 Hadirkan Single Baru Dengan Pesan Tersembunyi Dalam Liriknya, ‘Love It If We Made It’