Quantcast

Keintiman Yang Semarak Dalam Penampilan The xx di Jakarta

By - 4 months ago in Concerts Review

Antrian mengular terbentuk di JIEXPO Kemayoran pada Selasa, 23 Januari 2018 kemarin. Beragam generasi, mulai dari dedek-dedek imut yang beranjak dewasa sampai orang-orang yang sudah dewasa berbaur dalam sebuah antrian untuk menukarkan atau membeli tiket konser trio indie pop fenomenal asal Inggris, The xx.

Selain harga tiket konser yang sangat murah (dengan budget Rp. 200 ribu sudah bisa menonton The xx!), trio yang diisi oleh Romy, Oliver, dan Jamie ini memang seolah jadi soundtrack generasi muda sekarang yang mendambakan musik romantis tapi tidak mainstream dan punya ciri khas tersendiri. Penonton yang datang pada penampilan perdana pemenang Mercury Prize 2010 ini sungguh beragam, mulai dari kaum pekerja yang baru pulang kerja dan diwakilkan lewat album xx dan Coexist serta generasi pelajar dan mahasiswa yang diwakilkan lewat album I See You.

Momen hujan deras sebelum konser dimulai seolah menandakan bahwa penonton sudah siap untuk dihangatkan oleh penampilan trio ini, dan benar saja, saat The xx naik panggung sekitar jam setengah 10, suara riuh memanggil masing-masing personil grup ini langsung berkumandang di udara, mengiringi lagu “Intro” yang membuka penampilan mereka. Belum selesai teriakan penonton menyambut “Intro”, mereka langsung memainkan “Crystalised” yang sukses membuat penonton bernyanyi bersama mengingat masa lalu saat mereka masih berkuliah dimana pada era tersebut semua orang memberikan lagu The xx via MP3 di ponsel mereka.

Setelah generasi lama dipuaskan dengan dua lagu tersebut, generasi baru pecinta The xx tidak kuasa untuk tidak bernyanyi bersama dalam “Say Something Loving”. Belum puas bernyanyi bersama, “Islands” dimainkan, lagu yang ber-groove sangat kuat ini mampu membuat penonton bergoyang kecil dan kembali bernyanyi bersama sambil diiringi permainan bass Oliver yang lincah. “Heart Skipped A Beat” dan “Chained” dibawakan berikutnya. Ketika lagu “I Dare You” dilantunkan, para penonton kembali bernyanyi bersama dan Romy menjauhkan dirinya dari mic untuk sementara waktu agar emosi penonton yang disampaikan dengan menyanyikan lagu ini terus meluap.

“Maaf lama sekali baru kami bisa tampil di Jakarta,” ucap Oliver yang terlihat sangat ramah dan terus mengucapkan kata-kata yang humble di atas panggung, seolah-olah mereka masih band indie pop kecil yang sangat bersahabat dengan penontonnya. Setelah ucapan hangat tersebut, Romy ditinggal sendiri di atas panggung dan menyanyikan lagu “Performance” sebagai curahan hati Romy, lengkap dengan lirik ‘curhat’:

“I’ll put on a performance/I’ll put on a show/It is a performance/I do it all so/You won’t see me hurting/When my heart it breaks/I’ll put on a performance/I’ll put on a brave face.”

Usai penampilan solo Romy, “Infinity” dibawakan dengan penuh semangat dan passion lalu dilanjutkan dengan “Dangerous”, “VCR”, dan “Fiction”. Ketika unsur mellow sudah mulai turun, Jamie langsung memanaskan penonton dan mengubah konser tersebut menjadi sebuah club dengan membawakan lagu “Shelter” yang dimodifikasi sedemikian rupa agar menjadi dance song dan dilanjutkan dengan versi remix “On Hold” oleh Jamie sambil menunggu kedua temannya bersiap-siap menyuguhkan persembahan terakhir mereka. Setelah suasana sudah semakin panas, barulah Romy dan Oliver kembali ke panggung dan menggoyangkan penonton dengan versi asli “On Hold” yang kembali membuat penonton gempar dan berdansa bersama.

Salam perpisahan diucapkan, Romy dan kawan-kawannya kemudian menutup penampilan intim dan menyenangkan pada malam itu dengan “Angels” yang membawa penonton larut ke dalam cinta dengan suara lirih Romy yang mampu menggetarkan jiwa penonton. Wajar saja jika Oliver mengucapkan permintaan maaf kepada penggemar mereka di Jakarta. Penonton ternyata sudah merindukan The xx begitu lama, terbukti dengan aksi ‘paduan suara’ di setiap lagu populer mereka dan teriakan tanpa henti saat jeda sambil mengucapkan nama semua personil.

Dari segi penampilan, The xx dapat menyatukan suasana intim dan dancy ke dalam penampilan mereka. Semuanya terjadi karena masing-masing personil The xx punya kekuatan tersendiri di panggung: Romy dengan suaranya yang dalam dan lirih, Oliver yang enerjik, dan Jamie yang jenius merangkai beat. Kekuatan tersebut menyatu ke dalam satu penampilan yang benar-benar cerdas dan menakjubkan. Chemistry yang terjadi di panggung antara Romy dan Oliver juga solid, terutama saat mereka berhadap-hadapan dalam bermain gitar dan bass seolah ada percakapan yang muncul di balik permainan mereka tersebut.

Konser The xx berhasil membuat penontonnya bergoyang bersama sambil memikirkan kisah indah nostalgia masa lalu atau sekadar mengingat kenangan sentimentil yang tiba-tiba muncul saat mendengarkan lagu mereka, dan itulah yang membuat penampilan The xx jadi salah satu penampilan terhebat dan paling pribadi yang mungkin dirasakan sebagian penonton. Terima kasih buat Ismaya Live yang telah mewujudkan mimpi indah ini!

Teks by Luthfi
Photo by @mrbudisusanto

Setlist:
Intro
Crystalised
Say Something Loving
Islands
Heart Skipped a Beat
Chained
I Dare You (Ballad version)
Performance
Infinity
Dangerous
VCR
Fiction
Shelter (Jamie xx Live Remix)
Loud Places (Jamie xx cover)
On Hold (Jamie xx Remix)
Angels

Lahir bersama Britpop, besar bersama Evangelion dan pop kultur

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | May 15, 2018 By

Konser Intim Cradle of Filth di Jakarta

Music News | May 3, 2018 By

Hailee Steinfeld dan Craig David Sukses Meriahkan Indonesian Choice Awards NET 5.0

Concerts Review | March 29, 2018 By

LANY, Kembali Menghentak Jakarta Dengan Sold-out Show