Quantcast

SAGA Music Festival Sukses Jadi Pesta EDM Penghujung Tahun 2017 di Bali

By - 4 months ago in Concerts Review

Gelaran SAGA Music Festival, sudah diadakan 28-29 Desember kemarin, dan benar-benar menjadi ‘berkah’ tersendiri, terutama bagi pulau Bali yang berbulan-bulan agak sepi pasca erupsi Gunung Agung. Mungkin bukan hanya dari jumlah wisatawan yang (akhirnya) naik lagi, tapi SAGA benar-benar menjawab keinginan banyak orang – Ya, KAMI PERLU JOGED!

Hari pertama, SAGA Music Festival sudah menyiapkan lineup yang luar biasa, yang terbagi dalam 2 stage. Yang cukup disayangkan adalah 2 stage ini agak sedikit jauh letaknya, sehingga kalau ingin berpindah-pindah dari stage satu ke yang lain, para penonton sedikit repot dengan ‘mendaki-gunung-melewati-lembah’. Mungkin ini juga yang membuat banyak pengunjung yang lebih memilih stay di panggung utama.

Salah satu yang dinanti di hari pertama adalah FKJ (French Kiwi Juice). Multi-instrumentalist dari Prancis ini benar-benar membawa suasana sunset di GWK yang cerah, makin nyessss dengan tracknya yang chill, tapi tetep bisa bikin goyang.

Setelah FKJ, ada penampilan dari TWRK, Garmiani, dan mendekati jam 10 malam, KSHMR naik ke panggung utama. KSHMR, “the highest new-entry at Top 100 DJ on 2015” dan tahun ini ada di nomer 12, sepertinya sudah menjadi jaminan mutu kalau penampilannya akan spesial. Dan memang, DJ dengan penampilan khasnya ini memberikan track-track terbaiknya selama kurang lebih 1 jam, termasuk lagu terbarunya ‘Power’.

DJ Snake – yang ditunggu-tunggu, tampil setelah KSHMR. Sudah bisa dipastikan, semua datang memadati panggung utama, enjoy dengan track-track andalannya. “Let Me Love You”, sampai yang paling baru “A Different Way” membuat pecah lantai dansa di GWK. Suasana makin pecah, dengan lighting dan firework di lagu “Middle” yang menjadi track terakhirnya. Selepas DJ Snake, tampil DJ Marc Benjamin, dengan track electro / progressive housenya.

Hari kedua, sayangnya cuaca tidak terlalu mendukung seperti kemarin. Mendung, dan bahkan sempat hujan. Tapi tidak menurunkan suasana meriah SAGA Bali! Sejak sore, sejumlah DJ sudah memanaskan suasana, meski penonton masih belum terlalu banyak. Sunset Session hari kedua diisi oleh Dipha Barus, yang bisa dibilang tracknya memang lagi hits banget, “All Good”, dan “No One Can Stop Us”.

Hujan gerimis, tidak menghentikan party! Terima kasih untuk panitia SAGA yang sigap, membagi-bagikan jas hujan gratis ke party-goers. Bahkan penampilan Rave Republic, Chris Lake, sampai Dropgun masih bisa menaikkan suasana. Yah, hujan-hujan biar anget dibuat joged.

Seeb, mulai membuat suasana ‘sejuk’ menjadi lebih hangat dengan track-tracknya. Sesuai janjinya, mereka lebih banyak memainkan track originalnya, tapi tetep “I Took a Pill in Ibiza” jadi lagu pamungkasnya. Sudah bisa ditebak, hampir semua menantikan track yang satu ini karena sudah jadi ‘anthem’. Lanjut, Martin Jensen membuat SAGA makin bergoyang kece. Track-track asik dimainkan, tidak lupa juga lagu jagoannya, “Solo Dance”, dan “Wait”.

Meski hujan masih turun, Puncaknya di jam 12, Axwell Ingrosso naik. Benar-benar ‘pelepas-rindu-party’, karena track-track nya langsung ‘menghentak’. Dipanaskan dulu dengan track-track hits, salah satunya adalah One (Your Name) – Swedish House Mafia, yang membuat hujan tidak terasa. Belum lagi di “More Than You Know” yang membuat koor-massal di GWK. Axwelll Ingrosso main selama kurang lebih 80 menit, sebelum akhirnya MarLo menutup rangkaian acara SAGA Music Festival.

Life-enjoyer person. Extraordinary.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | March 10, 2018 By

Lauv, Goo Goo Dolls, Jhene Aiko Menyemarakkan Hari Ketiga Java Jazz Festival 2018

Concerts Review | By

Daniel Caesar dan JP Cooper Bersinar di Hari Kedua Java Jazz Festival 2018

Concerts Review | By

Celebrate Jazz in Diversity Di Java Jazz Festival 2018 Hari Pertama