Quantcast

Album of the Day: Various Artists – Black Panther: The Album

By - 6 months ago in Album of The Day

Interscope Records

Film terbaru Marvel, “Black Panther” dirayakan sebagai film superhero dengan karakter-karakter dengan latar kulit hitam terbesar. Antisipasi rupanya begitu tinggi sehingga tidak heran jika film menuai sukses saat ditayangkan sepekan lalu dan masih menunjukkan gelagat akan mempertahankan status blockbustenya di pekan-pekan mendatang. Yang tak kalah disambut antusias adalah album soundtracknya, “Black Panther: The Album“.

Rapper kenamaan Kendrick Lamar diberi tugas untuk “meramu” formula untuk album soundtracknya. Mengingat film berlatar kultur masyarakat kulit hitam, maka Lamar tentu saja mengundang banyak artis/musisi kulit hitam untuk membantunya di album ini. Mengingat Lamar dikenal sebagai musisi hip-hop dengan estetika seni yang berada di atas rata-rata rekannya dan kerap menghadirkan pilihan musikalitas yang artistik, maka tentunya musisi-musisi yang diajaknya setidaknya memiliki visi yang senada dengan dirinya.

Album dibuka dengan sebuah track relatif singkat berjudul ‘Black Panther’. Semacam prolog, track ini menampilkan Lamar ngerap sekaligus memperkenalkan motif tribal yang nantinya akan mengisi album. Bagi penggemar Lamar, dipastikan sang rapper meniupkan ruh anthemik di dalam lagu, menegaskan jika album adalah sebuah soundtrack untuk film yang berkisah tentang T’Challa sang raja Wakanda dan seorang pahlawan – terlepas dari status supernya.

Setelahnya langsung hadir kolaborasi Lamar bersama SZA dalam ‘All the Stars’. Track up-beat ini memang mengedepankan pop yang catchy, meski tak melupakan ranah hip-hop itu sendiri. Menarik namun pilihan yang masuk akal karena lagu bertugas untuk menarik perhatian penikmat musik secara umum untuk melongok album dan pastinya filmnya. Radio friendly? Pasti. Tapi tak melupakan estetika Lamar tadi.

Track “Black Panther: The Album” memang mayoritas diisi oleh Lamar – berkolaborasi dengan banyak artis lain – namun ia juga mengkurasi pilihan lagunya dengan kecermatan matang. Memang ada track-track mumble-rap yang saat ini tengah ngetrend, seperti ‘X’ yang dihadirkan ramai-ramai oleh Schoolboy Q, 2 Chainz dan Saudi, atau ‘Seasons’ yang dibawakan Mozzy, Sjava dan Reason. Track-track yang tentunya pas dengan selera trend hip-hop kekinian.

Hanya saja album paling mengkilap saat menyalurkan semangat modernis inovatif dan etos menggali kekuatan sendiri negara Afrika fiktif yang ultra-modern, Wakanda. Sesuatu yang juga bisa dilekatkan oleh sosok Kendrick Lamar. Sehingga tidak heran jika track-track menjulang album merupakan olahan Lamar, seperti ‘King’s Dead’, di mana Lamar mengajak Jay Rock, Future dan James Blake atau ‘Pray For Me’ yang merupakan duet Lamar bersama The Weeknd.

Namun bukan berarti track yang tidak menampilkan Lamar tidak menghadirkan karakter setipe. Track eksplosif dan terpoles canggih seperti ‘Opps’ justru dihadirkan oleh Vince Staples dan Yugen Blakrok. Beat up-tempo ‘Opps’ memang cenderung bergerak di ranah electronic dance music. Tapi perpaduan nuansa tribal, techno dan hip-hop membuat lagu terdengar kaya dan dinamis serta modern. ‘Redemption’ milik Zacari dan Babes Wodumo memiliki pendekatan sama. Tradisional dan modern berpadu dengan sangat pas menghadirkan lagu dengan enerji dan intensitas yang sangat mengundang tanpa harus terdengar generik atau pasaran.

Album juga menyediakan ruang untuk track-track urban, sehingga kita bisa menikmati kolaborasi Khalid dan Swae Lee yang atmosferik dalam ‘The Ways’ atau sesuatu yang playful sebagaimana usungan SOB X RBE dalam ‘Paramedic!’. Kehadiran James Blake memberi ruang bagi trip-hop untuk mengarsir hip-hop dalam track ‘Bloody Waters’, di mana ia berkolaborasi bersama Ab-Soul dan Anderson Paak.

Dengan dukungan materi sekuat ini, tidak heran jika “Black Panther: The Album” terdengar menjulang. Tidak hanya sebagai sebuah album soundtrack, yang dengan pas mengadaptasi unsur tematik filmnya dalam susunan dan struktur musikalitas, tapi juga sebuah album kompilasi bercorak hip-hop yang berkelas dan mengusung estetika terjaga secara kualitas.

Melalui “Black Panther: The Album”, Kendrick Lamar menegaskan mengapa ia tercatat sebagai rapper papan atas masa kini. Hip-hop tetap jiwanya, namun tak menghalangi untuk mengeksplorasi ke wilayah yang lebih jauh. Kadang membenturkan genre. Kadang memantul-mantulkannya. Kadang meremas dan menyatukannya. Dan itu dilakukan Lamar dengan genial. Dukungan artis-artis yang tak kalah berkualitas adalah kelebihan tambahan.

Tapi jangan lantas mengerutkan kening menganggap “Black Panther: The Album” sebagai sesuatu yang berat. Meski terdengar sangat “hitam”, dipastikan album juga sangat “fun” untuk disimak. Menegaskan jika genre superhero tidak melulu tentang keseruan (yang tentu tidak ada salahnya), namun juga kuat secara dimensi dan memiliki kedalaman, baik artistik maupun tematis.

TRACKLIST

1. “Black Panther” (Kendrick Lamar) 2:11
2. “All the Stars” (Kendrick Lamar & SZA) 3:56
3. “X” (Schoolboy Q, 2 Chainz & Saudi) 4:27
4. “The Ways” (Khalid & Swae Lee) 3:59
5. “Opps” (Vince Staples & Yugen Blakrok) 3:01
6. “I Am” (Jorja Smith) 3:29
7. “Paramedic!” (SOB X RBE) 3:39
8. “Bloody Waters” (Ab-Soul, Anderson Paak & James Blake) 4:32
9. “King’s Dead” (Jay Rock, Kendrick Lamar, Future & James Blake) 3:50
10. “Redemption Interlude” 1:25
11. “Redemption” (Zacari & Babes Wodumo) 3:42
12. “Seasons” (Mozzy, Sjava & Reason) 4:02
13. “Big Shot” (Kendrick Lamar & Travis Scott) 3:42
14. “Pray for Me” (The Weeknd & Kendrick Lamar) 3:31

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

New Release Video | August 18, 2018 By

New Release Video: 18 Aug 2018

Music News | By

Bastille Diajak Marshmello Berkolaborasi Dalam Single ‘Happier’

Music News | By

MNEK Umumkan Album Debut “Languange” Dan Luncurkan Single Baru, ‘Crazy World’