Quantcast

Album of the Month: Justin Timberlake – Man of the Woods

By - 2 weeks ago in Album of The Day

Sony Music

Justin Timberlake adalah contoh sukses seorang mantan personel boyband (yang biasanya dipandang ringan) yang merambah karir solo dengan memanisfestasi ulang dirinya menjadi musisi serius dan pastinya layak diperhitungkan. Semenjak “Justified” (2002) membuka jalan itu, JT memantapkan dirinya sebagai sosok penting di skena musik pop dengan “FutureSex/LoveSounds” (2006). Tidak heran jika ia berani merilis album dalam jarak berjauhan dan bahkan melakukan eksperimentasi dengan proyek dwilogi “The 20/20 Experience” (2013).

Dengan kecenderungan JT menghadirkan jeda panjang antar albumnya, maka fans memang terbiasa untuk tidak berlalu berharap sang idola untuk merilis album dalam waktu dekat. Namun, nyaris tanpa aba-aba dan agak mendadak, tiba-tiba JT siap untuk merilis album solo keempatnya, “Man of the Woods“. Tentunya ini disambut dengan gembira oleh para pop-enthusiast. Dan sebagai musisi mapan sekaligus ikon pop masa kini, JT mengharapkan kita untuk menerima saja saat ia menyebutkan materi dalam album ini adalah perpaduan antara akar selatan dirinya (americana/country/folk/southern rock) dengan R&B kontemporer.

Pria asal Memphis, Tennessee, ini tentu tahu bukan tidak ada resiko memadukan dua corak musikalitas berbeda tadi. Resikonya tinggi. Namun tak menghalangi JT untuk mengeksplorasinya. Sosok-sosok yang dulu kerap membantunya, Timbaland dan (utamanya) Pharrell Williams bersama The Neptunes-nya masih setia mendukung JT dengan “petualangan” barunya ini.

Oleh karena itu seharusnya nuansa R&B dan juga hip-hop yang ada dalam “Man of the Woods” tetap terasa familiar. Hanya saja, JT menghadirkan dinamika dan ritme yang berbeda dengan album-album sebelumnya berkat pengaruh americana/country/folk/southern rock yang disampirkan dalam setiap lagunya.

Saat ia menghadirkan ‘Filthy’, yang diset sebagai single perdana album, kita akan merasa sedikit terkejut akan usungan terbaru JT ini. Tapi mungkin karena kita tidak terbiasa saja. Karena setelah mencerna albumnya, “Man of the Woods” tetap terdengar seperti Justin Timberlake dengan vokal bergaya soulful-nya. Yang membedakan memang asupan musikalitas ala selatan tadi.

‘Man of the Woods’ yang juga menjadi judul album menghadirkan irama riang yang pastinya pas diperdengarkan di klub country seklaigus club urban. Lagu terdengar playful tanpa harus terlalu ringan juga. Pendekatan yang bisa ditemui dalam setiap track dalam album.

Contohlah ‘Higher, Higher’ yang dibuka dengan harmonisasi vokal ala soul dan kemudian dibalur dengan funk-pop. Sementara ‘Say Something’, di mana JT mengajak bintang country Chris Stapleton membantunya, merupakan contoh pas saat country dan electro-R&B saling bertabrakan dan menghasilkan sebuah fusi yang seru.

Sedangkan kolaborasi JT bersama Alicia Keys dalam ‘Morning Light’ mempersembahkan dinamika musikalitas eklektik yang pastinya masih mengkombinasi antara americana bersama R&B. Pendekatan yang setipe bisa ditemui juga dala track-track seperti ‘Wave’ atau ‘Montana’ atau ‘The Hard Stuff’.

Meski begitu JT tetap memberi ruang pada track-track yang lebih bulat, dalam artian fokus hanya satu pada genre saja, R&B seperti dalam ‘Supplies’ yang edgy atau americana pada ‘Montana’ (tentu saja), sehingga album seharusnya tidak terasa monoton dan terdengar memiliki warna sama dalam durasi 65 menitan-nya yang sebenarnya cukup panjang sehingga memiliki potensi melelahkan.

Mungkin “Man of the Woods” perlu waktu untuk bisa benar-benar bisa dicerna dengan baik. Bagaimanapun fusi yang dihadirkan JT dalam album ini terdengar agak… berat. Bisa jadi awalnya kita mendapat kesan jika album terlalu sibuk bermain dengan perpaduan genre dan juga teknis mapan namun terlupa memasukkan jiwa.

Hanya saja, setelah didengar berulang-ulang, kesan tersebut menjadi pupus. Karena melalui “Man of the Woods” sekali lagi Justin Timberlake membuktikan mengapa ia bisa menjadi seorang musisi terkemuka. Agak sulit saat ini bisa menemukan sosok musisi yang bisa menghadirkan track seperti ‘Midnight Summer Jam’ misalnya yang menghadirkan fusi-disko secara berkesan tanpa terdengar gimmicky.

Bukannya tanpa cacat cela, tapi excellency yang diusung “Man of the Woods” terlalu kuat untuk membuat kita menafikan kekuatan musikalitas seorang Justin Timberlake.

Official Website

TRACKLIST

1. “Filthy” 4:53
2. “Midnight Summer Jam” 5:12
3. “Sauce” 4:05
4. “Man of the Woods” 4:03
5. “Higher, Higher” 4:18
6. “Wave” 4:24
7. “Supplies” 3:45
8. “Morning Light” (featuring Alicia Keys) 4:02
9. “Say Something” (featuring Chris Stapleton) 4:39
10. “Hers (Interlude)” 1:01
11. “Flannel” 4:49
12. “Montana” 4:39
13. “Breeze Off the Pond” 4:11
14. “Livin’ Off the Land” 4:53
15. “The Hard Stuff” 3:15
16. “Young Man” 3:45

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | February 23, 2018 By

5 Seconds of Summer Rilis Single ‘Want You Back,’ Umumkan Tur 2018

Music News | By

Sufjan Stevens Akan Rilis Vinyl Lagu-Lagu Soundtrack “Call Me by Your Name”

Music News | By

Post Malone Gandeng Ty Dolla $ign, Hadirkan Single Baru, ‘Psycho’