Quantcast

Album of the Day: Post Malone – Beerbongs & Bentleys

By - 4 months ago in Album of The Day

Republic Records

Tahun 2018 sepertinya memang tahun kejayaan Austin Richard Post atau yang lebih dikenal sebagai Post Malone. Memang album debutnya, “stoney”, cukup berhasil dalam mengangkat dirinya ke permukaan – terima kasih kepada Justin Bieber yang menjadi featuring act di track ‘Deja Vu’ – tapi Post Malone masih sekedar “pemain” level menengah. Namun kini, dengan “Beerbong & Bentleys“, album sophomore-nya, statusnya jauh terangkat dan menghuni papan atas.

Apa istimewanya “Beerbongs & Bentleys” sehingga Post Malone menuai sukses besar ini? Bisa jadi karena statusnya sebagai rapper dan penyanyi hip-hop berkulit putih yang dikombinasikan dengan musikalitas yang bisa dikatakan cukup tebal dengan nuansa kultur kulit hitam.

Berbeda dengan Eminem yang total nge-rap, maka Post Malone cenderung lebih dominan bernyanyi ketimbang merapalkan rima dalam liriknya. Sound yang diusungnya pun bahkan relatif gelap dan gloomy. Tapi ia harus dipuji karena tidak lantas terjatuh ke ranah obskuritas, mengingat lagu-lagunya mengusung melodi yang gampang dicerna, bahkan catchy.

Berbekal 18 track, materi “Beerbongs & Bentleys” memang cukup meluber. Tampaknya kreativitas Post Malone begitu meruah sehngga ia merasa harus menuangkan semuanya dalam album ini. Highlight album tentu saja single-single hits yang dilepas Post Malone dan sukses wara-wari di top 10 berbagai chart, termasuk Hot 100, seperti ‘Rockstar’ dan ‘Psycho’ di mana ia berkolaborasi bersama Ty Dolla $ign.

Kalau mendengar Post Malone hanya dari dua lagu tersebut, maka bisa dikatakan sudah bisa mendengar album secara keseluruhan. Karena sejujurnya dari setiap track ke track lain, pendekatan yang dilakukan Post Malone nyaris sama. Beat mid-tempo ritmis ala trap dan dengan nada-nada moody.

Coba saja simak track lain seperti ‘Paranoid’ yang membuka album, dan disusul dengan ‘Spoil My Night’ bersama Swae Lee, ‘Zack and Codeine’, atau ‘Same Bitches’ bersama G-Eazy dan YG. Tapi yang juga menonjol adalah pilihan Post Malone untuk menghindarkan lagu-lagunya menjadi terlalu depresif. Bahkan bisa dikatakan lagu-lagunya lebih condong menjadi sebuah bop dengan nuansa dance kental. Mid-tempo dance tentu saja.

Bukan berarti Post Malone sekedar mengulang formula sama di setiap lagu. Tetap ada upaya dalam memberi variasi tertentu. Dengarkan track balada ‘Blame It On Me’ yang terdengar agak Linkin Park-esque karena memadukan rock dan pop-electronic. Berbicara tentang rock, ada track lain yang diinfusi oleh semangatnya, seperti ‘Over Now’ yang menggebu dan anthemik atau balada akustik ‘Stay’.

Track menarik lain yang cukup menonjol adalah ‘Otherside’ dimana beat mengadopsi ritme ala disco. Kolaborasi Post Malone bersama Nicki Minaj, ‘Ball For Me’, pun menarik untuk disimak. Terdengar lebih laidback, Post Malone memelintir trap moody-nya menjadi lebih uplifting dan playful.

Kita bisa menyebutkan jika memadukan antara hip-hop dengan berbagai genre, utamanya pop, membuat “Beerbongs & Bentleys” memiliki koleksi sejumlah lagu hits dan potensial menjadi hits berikutnya. Pilihan ini membuat dirinya menjadi lebih mudah dicerna dan pada ujungnya bisa memasuki pangsa pendengar yang lebih luas.

Dengan begitu ia bisa menafikan anggapan dirinya sebagai “one hit wonder”, meski mungkin masih perlu waktu untuk membantah tuduhan “culture vulture” yang dilayangkan pada dirinya. Ia juga patut dipuji karena mengusung konsep “cross-genre”, album disajikan Post Malone dengan sound yang singular.

Mungkin yang menjadi masalah justru jumlah track album yang terlalu “berlebihan”. Karena meski di paruh awal album terdengar menarik, memasuki pertengahan menjadi monoton hingga melelahkan. Album memiliki kemungkinan akan menjadi lebih solid jika saja beberapa track filler dipangkas.

Tapi sudahlah, “Beerbong & Bentleys” sudah hadir dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ia sudah hadir untuk menjadi catatan dalam karir muda Post Malone sebagai musisi. Yang lebih penting, album menjanjikan jika Post Malone memang artis yang layak untuk dicermati langkah karirnya.

Official Website

TRACKLIST

1. “Paranoid” 3:44
2. “Spoil My Night” (featuring Swae Lee) 3:27
3. “Rich & Sad” 3:23
4. “Zack and Codeine” 3:23
5. “Takin’ Shots” 3:37
6. “Rockstar” (featuring 21 Savage) 3:39
7. “Over Now” 4:07
8. “Psycho” (featuring Ty Dolla Sign) 3:41
9. “Better Now” 3:50
10. “Ball for Me” (featuring Nicki Minaj) 3:27
11. “Otherside” 3:48
12. “Stay” 3:28
13. “Blame It on Me” 4:22
14. “Same Bitches” (featuring G-Eazy and YG) 3:31
15. “Jonestown” (Interlude) 1:51
16. “92 Explorer” 3:32
17. “Candy Paint” 3:49
18. “Sugar Wraith” 3:47

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | September 19, 2018 By

‘Love Lies’ Milik Normani Dan Khalid Tembus Posisi #1 Top 40 Radio

Music News | By

Gara-Gara ‘Starboy’, The Weeknd & Daft Punk Dituntut Ke Pengadilan

Music News | By

Meski Sudah Putus, Noah Cyrus Dan Lil Xan Tampil Mesra Dalam Video ‘Live Or Die’