Quantcast

Album of the Day: Christina Aguilera – Liberation

By - 4 weeks ago in Album of The Day

RCA Records

Di tahun 1999, salah satu mantan bintang Disney lain, Christina Aguilera, merilis album debutnya, sebuah self-titled, yang sukses mengangkat namanya sebagai penyanyi bersuara khas dengan jangkauan vokal tinggi. Jika album tersebut adalah sebuah perkenalan yang manis dan bisa dikatakan mengikuti selera awam, maka Xtina, kemudian ia dikenal, meramu ulang formula musik dan juga imej-nya dengan “Stripped”.

Tapi tak mengapa, karena album juga terbukti sukses dan menjadi landasan bagi Xtina untuk kembali mengeksplorasi musikalitasnya tanpa harus diikat aturan-aturan tertentu dari label. Album berkonsep tinggi dan berkeping ganda, “Back to Basics” (2006) menjadi buktinya. Sebuah pernyataan akan “liberation” atau kebebasan seorang Xtina dalam berkarya.

Xtina menyusulnya dengan sebuah album electro-pop menarik, “Bionic” (2010), meski tidak maksimal dalam bereksplorasi. Sebagai antisipasi berikutnya, Xtina bermain aman dengan menghadirkan album berisi materi catchy dan radio-friendly, “Lotus” (2012), yang sayangnya malah kurang bergaung. Kegagalan dua album ini tentu membuat Xtina harus berputar otak untuk menemui formula yang pas untuk album berikutnya. Apalagi iklim industri musik sudah jauh berubah di bandingkan ia memulai karirnya atau saat berada di puncak karir di era 2000-an.

Tidak heran Xtina membutuhkan waktu 6 tahun untuk melahirkan “Liberation” album studio kedelapannya. Dengan memakai judul tadi, rupanya Xtina ingin kembali membebaskan dirinya yang menandakan jika dirinya merupakan sosok artis yang sejatinya memang hanya ingin menyajikan apa yang ingin disajikannya. Yang harus dilakukan pendengar adalah duduk manis dan menikmati.

Oleh karena itu “Liberation” kental dengan track-track kaya idealisme yang mungkin tidak begitu radio-friendly atau bernafaskan top 40. Lagipula “Liberation” pas dengan tema kekinian, emansipasi atau women empowerment yang saat ini tengah nge-trend di kalangan penyanyi perempuan.

Kolaborasinya bersama Demi Lovato dalam ‘Fall In Line’ bisa menjadi representasi sikap tadi. Bukan tanpa alasan mengapa Xtina mengajak Demi, yang juga mantan bintang Disney. Bersama mereka menghadirkan anthem yang menandakan kebebasan mereka dari belenggu. Masing-masing dikenal sebagai penyanyi dengan vokal besar, maka siapkan diri dengan akrobatik vokal dari Demi dan Xtina.

Xtina sadar kalau ketrampilannya berakrobatik vokal atau melengkingkan nada tinggi masih layak untuk diandalkan dan menjadi ciri khasnya, maka tentu saja album masih dibekali dengan lagu-lagu yang beramunisi gaya bernyanyi tadi. Seperti track bernafaskan R&B seperti ‘Maria’ yang mengambil sampel lagu Michael Jackson, ‘Maria (You Were the Only One)’, soul old-skool ‘Sick of Sittin” yang mengembalikan kenangan ke era 70-an, atau track hip-hop meriah ‘Accelerate’ yang dibantu tulis Kanye West dan menampilkam Ty Dolla Sign dan 2 Chainz sebagai kolaborator.

Masih ada beberapa track lain sejenis, jadi bagi yang nge-fans kepada Xtina karena ciri khasnya ini, “Liberation” akan memuaskan kerinduan. Tapi sebenarnya Xtina terdengar jauh lebih berkilau, menonjol dan dewasa justru dalam track-track yang di luar pakemnya. Sehingga kita malah berharap “Liberation” lebih fokus pada lagu-lagu sejenis ini saja.

Track yang dimaksud adalah seperti ‘Deserve’, sebuah track pop-R&b mid-tempo yang atmosferik di mana Xtina bernyanyi dengan lebih tertahan namun kaya dengan emosi dan penjiwaan yang kuat. Lengkingan vokal yang relatif lebih tertahan membuat alur dan ritme lagu menjadi pas untuk mengantarkan nuansa atmosferik tadi.

Jangan lewatkan juga ‘Masochist’ yang terdengar sebuah synth-pop manis ala 80-an. Xtina yang bernyanyi dengan lembut di satu sisi dan tegas di sisi lain menjalin dengan takaran yang pas atau proporsional. Sementara ‘Pipe’ yang groovy pun menghadirkan sisi playful Xtina dengan ciamik.

Sebenarnya dibuka dengan track epilog mengawang dan indah seperti ‘Liberation’, yang kemudian disusul dengan interlude ‘Searching For Maria’, album awalnya memberi indikasi akan menjadi sebuah pengalaman musikal ethereal ala seorang Christina Aguilera. Sayangnya bukan demikian yang terjadi, karena pada dasarnya “Liberation” masih dalam bungkus standar saja. Walau begitu, kita harus memuji keberanian Xtina untuk memilih lagu-lagu yang sebenarnya cenderung tersegmentasi. Lagu-lagu yang di era kejayaan streaming seperti saat ini, mungkin bukan akan menjadi pilihan utama para penikmat musik generasi masa kini.

Official Website

TRACKLIST

1. “Liberation” 1:47
2. “Searching for Maria” 0:25
3. “Maria” 4:34
4. “Sick of Sittin'” 4:00
5. “Dreamers” 0:36
6. “Fall in Line” (featuring Demi Lovato) 4:06
7. “Right Moves” (featuring Keida and Shenseea) 3:48
8. “Like I Do” (featuring GoldLink) 4:49
9. “Deserve” 4:23
10. “Twice” Kirby Lauryen 4:02
11. “I Don’t Need It Anymore (Interlude)” 0:54
12. “Accelerate” (featuring Ty Dolla Sign and 2 Chainz) 4:03
13. “Pipe” (featuring XNDA) 4:05
14. “Masochist” 3:30
15. “Unless It’s with You” 4:17

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

One Response to “Album of the Day: Christina Aguilera – Liberation”

  1. Riri says:

    Dear CD
    Kok tumben review nya gak bagus?
    I mean Kurang kena. Apa karena mas harisnya hanya love film love books only??
    Love music nya??
    Ini album di review di tempat lain detail. Dan mengena.
    SSetiap lagu dijabarkan dan dikaji dengan baik.
    Ini kok jadi semacam review mentah ya?

Leave a Reply

Related Articles

Music News | July 20, 2018 By

Dengar Single Baru Death Cab For Cutie, ‘I Dreamt We Spoke Again’

Music News | By

Bebe Rexha Adalah Pasien Rumah Sakit Jiwa Dalam Video ‘I’m A Mess’

Music News | By

Dua Lipa Diincar Menjadi Penyanyi Lagu Tema Film James Bond Terbaru