Quantcast

Album of The Day: CHVRCHES – Love Is Dead

By - 3 months ago in Album of The Day

Dalam dua albumnya, trio synthpop yang diisi oleh Lauren Mayberry, Iain Cook, dan Martin Doherty ini sukses mencuri perhatian para pecinta musik alternatif dengan rajutan synthpop 80’an murni yang mereka bawakan dengan lirik yang berkisar tentang patah hati dan kecemburuan yang disukai oleh para generasi milenial. CHVRCHES juga hadir di saat yang tepat ketika para milenial jaman sekarang mencari kembali musik synthpop dan new wave yang disukai oleh para orang tua mereka ketika waktu muda.

Pada album ketiganya, sepertinya CHVRCHES ingin mencoba menyenangkan hati para kaum milenial tersebut dan mencoba untuk sedikit mengganti haluan musik mereka ke arah yang lebih pop dan komersil. Untuk mewujudkan hal tersebut mereka memanggil Greg Kurstin yang sudah berpengalaman menangani nama pop seperti Adele, Sia, The Bird & The Bee, P!nk, Kelly Clarkson, dan masih banyak lagi.

Hasilnya, “Love Is Dead” album ketiga mereka seolah dipenuhi buih-buih musik pop kekinian meski mereka masih mempertahankan rasa synthpop murni mereka. Pada “Love Is Dead” mereka lebih menjadi Yazoo dan Erasure ketimbang menjadi Depeche Mode dan M83 dan itu terpatri di dua lagu pembuka di album ini yaitu “Graffitti” dan “Get Out” yang seolah datang dari album Yazoo dan Erasure. Penampilan mereka di dua lagu tersebut sangatlah kuat, pada “Graffiti” mereka masih menciptakan pop melodius ala Sia dengan permainan synthpop yang kuat seolah mendengarkan lagu Sia dalam kemasan 80’an dan “Get Out” yang masih menyimpan cita rasa emosional dan amarah CHVRCHES di album sebelumnya dengan menambah bumbu pemanis berupa musik pop.

Pada album ini, CHVRCHES juga diarahkan seperti band synthpop dan new wave 80’an yang riang dengan unsur pop yang maksimal seperti pada “Forever” yang seolah-olah keluar dari album pertama a-Ha. “Graves” memasukkan bassline ala Peter Hook dari New Order dengan pengaruh musik The Killers di album pertama yang cukup kuat. “Wonderland”, dibangun seperti lagu A Flock of Seagulls “I Ran So Far Away” dengan adaptasi musik yang drum-heavy ala jaman sekarang. “Heaven/Hell” dibangun dengan dasar post-punk yang begitu kuat. “God’s Plan” seolah membawakan kembali unsur goth-house ke dalam album ini dengan dukungan vokal Martin Doherty yang deep dan heavy.

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, banyak sekali warna pop masa kini yang menaungi album ini mulai dari “Never Say Die” dimana Lauren bernyanyi dengan ritme musik trap dengan musik yang merupakan fusi antara trap dan synthpop, “Miracles” mencoba menjadi R&B dengan arsiran EDM yang bombastis dan seperti mendengar Imagine Dragons dalam suara cewek. “Deliverance” seolah menyatu dengan musik iklim musik indie pop saat ini. Kolaborasinya bersama vokalis The National Matt Beringer “My Enemy” terkesan seperti track moody CHVRCHES pada umumnya dan kolaborasi ini tidak memberikan kesan yang kuat sama sekali.

“Love Is Dead” merupakan percobaan CHVRCHES dalam bermain musik pop atau new wave pada kaidah normalnya jika bahasa pop terkesan terlalu menjijikkan buat pecinta musik alternatif. Hasil dari percobaan ini memang signifikan, tidak ada lagi nada-nada muram dengan musik trippy yang mendominasi dan digantikan dengan stereotip dari musik synthpop dan new wave. Dalam album ini Greg Kurstin dan CHVRCHES seolah berpikir bahwa mereka harus bisa menjadi Erasure ketimbang Depeche Mode sehingga eksperimen yang muncul di dua albumnya terasa berkurang malah menghilang di beberapa lagu.

Hal ini tentunya membuat kualitas album cukup terbelah. Di satu sisi CHVRCHES mampu menunjukkan bahwa mereka bisa memadukan musik pop dengan akar musik mereka yaitu synthpop dengan baik malah menjadi terdengar melodius ketimbang album sebelumnya yang sedikit susah masuk ke telinga pendengar awam. Tetapi di satu sisi album ini seolah mengaburkan identitas CHVRCHES yang sudah dikenal di dua album sebelumnya, di beberapa lagu CHVRCHES seolah gagap dan canggung dalam memainkan musik yang ceria dan cepat sehingga beberapa lagu terkesan sedikit awkward.

“Love Is Dead” adalah sebuah album yang penuh dengan dualisme dan apakah dualisme ini baik atau tidak untuk CHVRCHES kembali lagi diserahkan ke kuping pendengarnya yang menentukan sisi mana yang mereka ingin dengar di dalam album terbaru CHVRCHES.

Tracklist “Love Is Dead”:
01. Graffiti
02. Get Out
03. Deliverance
04. My Enemy
05. Forever
06. Never Say Die
07. Miracle
08. Graves
09. Heaven/Hell
10. God’s Plan
11. Really Gone
12. ii
13. Wonderland

Lahir bersama Britpop, besar bersama Evangelion dan pop kultur

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | August 28, 2018 By

Pendewasaan Paramore dalam Konser Keduanya di Indonesia

Creative Disc Exclusive Single | August 6, 2018 By

Creative Disc Exclusive Single: 06 Aug 2018

Music News | By

CHVRCHES Hadirkan Banger Kejutan Bersama Wednesday Campanella, ‘Out of My Head’