Quantcast

Album of the Day: Years & Years – Palo Santo

By - 5 months ago in Album of The Day

Polydor Records

Semenjak awal trio Years & Years mengemuka, club music adalah sajian mereka. Album debut “Communion” (2015) membuktikan hal itu. Tapi yang harus dicermati adalah bagaimana musik Years & Years tidak bisa lepas dari sang frontman yang kharismatis, Olly Alexander. Aktor dan penyanyi ini dengan bangga menjadi anggota komunitas LGBTQ dan hal tersebut tercermin dalam musik Years & Years.

Komunitas LGBTQ dan club music sepertinya adalah dua hal yang tak terpisahkan. Olly sangat menyadari hal tersebut. Banyak musisi queer sebelumnya yang memeluk jenis musik ini, sebut saja seperti Pet Shop Boys atau Hercules and Love Affair. Oleh karena itu bisa jadi album kedua Years & Years, “Palo Santo“, memeluk club music secara lebih erat. Ini menjadi perbedaan yang cukup signifikan, karena jika “Communion” mengusung musik dance yang cenderung edgy dan gelap dengan perpaduan antara house dan indie-pop atau pop-electronic, maka “Palo Santo” dipastikan menghadirkan warna yang lebih cerah dan ringan.

Album dibuka dengan ‘Sanctify’ yang mungkin saja masih berbayang dengan gaya musikalitas “Communion” yang moody. Tapi dance yang diusung kini jauh lebih evokatif pada kosa kata dance itu sendiri. Olly dengan lebih luwes menggoyangkan tubuh mengikuti irama lagu, ketimbang dance hanya menjadi latar. Dance itu sendiri adalah tubuh lagu.

Dalam “Palo Santo” Years & Years bahkan mengeksplorasi lagu-lagu yang pastinya lebih terasa bubble-gum-ish dibandingkan apa yang mereka sajikan dalam “Communion”. Simak saja bop seru seperti ‘If You’re Over Me’ di mana Years & Years terdengar ingin bersenang-senang dengan musik mereka. Lantas album juga menghadirkan track-track seru lain seperti ‘Rendezvous’ yang bergaya tropikal atau track yang menjadi judul album, ‘Palo Santo’, yang mengadopsi dancehall.

Meski begitu, bukan berarti “Palo Santo” kehilangan warna edgy Years & Years yang sudah mereka perkenalkan melalui “Communion”. Setiap lagu yang terdapat dalam album tetap terdengar layaknya lagu Years & Years, meski kini relatif lebih ringan dan cerah secara nuansa.

‘All For You’ masih mengusung perpaduan house dan pop-dance yang familiar di ranah Years & Years, begitu juga dengan balada ‘Hypnotised’. Hanya saja yang patut dicermati bagaimana “Palo Santo” menghadirkan atmosfer club music dengan lebih pekat di beberapa lagunya. Utamanya queer club scene.

Sebut saja ‘Hallelujah’ yang bergaya pop-dance ala era 90-an yang mengingatkan akan para pendahulu Years & Years yang disebutkan di atas. Album juga memiliki beberapa track lain seperti ‘Karma’ yang mengedepankan dance-R&B atau ‘Preacher’ yang bubbly dan mengedepankan good vibe ala pop dengan lebih tebal.

Sementara itu, ada tiga track yang disisipkan sebagai bonus untuk edisi deluxe “Palo Santo”. Sebenarnya agak kurang mengerti mengapa track-track ini harus disajikan sebagai bonus dan disertakan saja sebagai bagian utuh album, karena secara aspek tematis maupun pendekatan musik masih sejalan dengan track-track utama “Palo Santo”.

‘Howl’ adalah track bubbly lain yang mengedepankan dance yang lebih santai dalam balutan tempo mediumnya. Bop dengan lebih lekat bisa didapat dalam ‘Don’t Panic’, sedangkan ‘Up In Flames’ adalah sebuah synth-pop enerjik yang begitu bergelora sanggup mempengaruhi pendengarnya untuk berdansa di lantai disko.

“Palo Santo” bisa dikatakan memiliki signifikansi berbeda dibandingkan “Communion”. Meski keduanya mengusung club music secara tebal, maka album kedua Years & Years ini memiliki enerji yang berbeda. Jika album debut Years & Years tadi adalah kisah eksistensialisme berbalut romansa gelap, maka album sophomore mereka adalah kisah eksistensialisme berbalut romansa penuh warna.

Tapi bukan berarti lebih jelek. Bahkan “Palo Santo” adalah “pasangan” pas untuk “Communion”. Bukan semata-mata sekuel, melainkan bisa berdiri sama tegak. Muatan materi keduanya bernas dalam takaran yang sama, namun juga bergerak di wilayah yang berbeda.

Dengan ini, jelas jika Olly Alexander, Mikey Goldsworthy dan Emre Türkmen menegaskan jika mereka bukan musisi yang senang bermain aman atau hanya sekedar mengekor kesuksesan yang dulu sempat diraih. Dengan mengembangkan wilayah musik mereka memasuki ranah yang lebih “mainstream”, bukan berarti Years & Years kehilangan kontrol untuk musikalitas mereka. “Palo Santo” adalah buktinya. Sebuah album gemilang lain dari Years & Years yang tentunya sayang untuk dilewatkan bagi penggemar pop yang berkelas.

Official Website

TRACKLIST

1. “Sanctify” 3:09
2. “Hallelujah” 3:39
3. “All for You” 3:39
4. “Karma” 3:13
5. “Hypnotised” 4:03
6. “Rendezvous” 3:04
7. “If You’re Over Me” 3:09
8. “Preacher” 3:26
9. “Lucky Escape” 3:46
10. “Palo Santo” 4:02
11. “Here” 1:39

Deluxe Edition Bonus Tracks
12. “Howl” 3:53
13. “Don’t Panic” 3:15
14. “Up in Flames” 3:34

Love Film. Love Books. Love Music. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | December 12, 2018 By

Kelly Clarkson & Pentatonix Berkolaborasi Bawakan ‘My Grown Up Christmas List’

Music News | By

Pamer Pacar Baru, Nicki Minaj Malah Banjir Kritikan

Music News | By

Miley Cyrus Bintangi Salah Satu Episode Musim Baru Serial “Black Mirror”