Quantcast

Album of the Day: Nicki Minaj – Queen

By - 3 months ago in Album of The Day

Young Money

Hip-hop adalah ranah yang maskulin. Hanya beberapa femcee yang bisa menembusnya dan kemudian sukses besar. Berbeda dengan rekan-rekan laki-laki mereka, rapper perempuan relatif hanya ada beberapa nama yang boleh “menonjol” dan lainnya harus rela termarginal.

Selama satu dekade terakhir ini jelas nama Nicki Minaj menjadi yang terdepan. Berawal dengan mengusung idealisme dalam mixtape-nya, Onika Tanya Maraj menyeberang ke ranah pop dalam album studio debutnya, “Pink Friday”.

Meski ia merupakan seorang femcee yang berakarakter kuat (verse-nya di ‘Monster’ milik Kanye West bisa menjadi contoh), tapi sebagai artis mainstream, sajian utama Nicki – dan yang membuat ia populer – adalah pop. Siapa sih yang tidak kenal dengan ‘Superbass’, ‘Starship’ sampai ‘Anaconda’. Begitu juga dengan single-single hit hasil kolaborasinya bersama David Guetta, Justin Bieber, Madonna, Katy Perry, atau Ariana Grande.

Kini dengan munculnya sebuah saingan yang meroket dengan pesat ke tempat teratas hanya berbekal satu album (dan beberapa megahit), jelas eksistensi Nicki sebagai sang Ratu terancam. Tapi terlepas dari masalah eksistensialisme atau insekuritas, Nicki ingin menegaskan jika ia masih sang “Queen”, yang menjadi judul album barunya.

Materi yang disajikan dalam “Queen“, album keempatnya, memang cukup berlimpah; 19! Tapi seharusnya jumlah track yang cukup ekstensif tersebut tidak mengintimidasi, karena percayalah 19 track ini bisa dinikmati dengan renyah tanpa harus terlalu merasakan keinginan untuk menekan tombol skip. Sebagaimana umumnya trend dalam era streaming, setiap lagu dalam setiap album bisa didengar secara mandiri.

Hanya saja ini mengundang kelemahan sendiri, karena tidak ada benang merah yang jelas dari setiap track untuk menjadikan album tersebut terdengar utuh, mengingat masing-masing mencoba mencuri perhatian dengan cara mereka masing-masing. Kelemahan ini juga bisa dirasakan dalam “Queen”.

Keluhan utama adalah di mana beberapa track terdengar ingin mengangkat idealisme Nicki, sementara di satu sisi lain merangkul pangsa pasar luas dengan menghadirkan lagu-lagu yang lebih mudah dicerna. Untungnya ini bukan terlalu menjadi masalah bagi “Queen”, karena ia adalah sebuah album milik Nicki Minaj, di mana karakternya sendiri yang kuat dan ikonik sudah cukup menjadi pengikat setiap track dalam album.

Dengan demikian “Queen” bisa dipecah menjadi dua, sisi komersial dan sisi idealisme Nicki Minaj. Track pembuka, ‘Ganja Burs’ bisa menjadi pwerwujudan sempurna untuk itu. Dengan beat yang melodius dan infusi dance kental, Nicki justru menghadirkan lagu dalam nuansa atmosferik khas.

Terlepas dari kolaborasinya bersama Eminem dan Labrinth dalam ‘Majesty’ yang harus diakui cukup epik dan… majestik, umumnya track-track “Queen” cukup terduga. Mulai dari track ‘Barbie Dreams’ yang kontroversial (berkat julida-annya kepada beberapa artis hip-hop seperti Drake dan DJ Khaled), trap seperti ‘Had White’, repetan cepat dalam ‘Good Form’ atau slow-burn seperti ‘Miami’, juga kolaborasi bersama Ariana dalam ‘Bed’ atau The Weeknd dalam ‘Thought I Knew You’.

Tapi album juga memiliki highlight yang membuat ia layak untuk dicermati. Contohlah ‘LLC’ yang dengan sempurna menunjukkan mengapa Nicki adalah salah satu rapper terbaik saat ini (laki-laki maupun perempuan). Selain ia memiliki kemampuan menulis liriknya sendiri, Nicki dibekali juga dengan teknik rap yang mengagumkan dan ini terlihat jelas di ‘LLC’.

Lantas ada track balada pop manis ‘Come See About Me’. Tentunya ini bukan kali pertama Nicki memilih bernyanyi ketimbang nge-rap dan bukan balada pertamanya. Hanya saja Nicki terdengar lebih matang, baik dari cara bernyanyinya maupun penjiwaaan. Kita bisa merasakan setiap emosi yang ingin dihembuskan Nicki dalam liriknya. Merasakan sisi rapuh seorang Nicki Minaj yang rasanya sulit untuk didapat jika menyimak track-track hip-hop yang gempitanya.

Yang juga sayang untuk dilewatkan adalah kolaborasinya bersama sesama rapper perempuan, Foxy Brown, dalam ‘Coco Chanel’. Track berbumbu dancehall ini tidak hanya mengangkat akar Karibia Nicki, tapi juga bentuk admirasi Nicki kepada Foxy, senior Nicki sebagai sesama rapper asal Trinidad, di mana ia mengaku sudah lama diidolakan dan berniat untuk beduet. Dan hasilnya tidak mengecewakan. Track eksplosif ini tidak hanya club-ready, tapi juga memamerkan kolaborasi apik antara keduanya. Apalagi mengingat Nicki jarang melakukan tandem bersama sesama femcee, jelas ‘Coco Chanel’ sayang untuk dilewatkan.

Sebenarnya “Queen” bisa saja menjadi hit-and-miss. Bukan hanya karena track yang terlalu… melimpah, tapi juga karena materinya yang terkadang terlalu lebar. Tapi untungnya “Queen” dikerjakan Nicki dengan telaten, sehingga terdengar cukup bulat dan nyaris tanpa track yang sia-sia atau filler. Bahkan, jika dibandingkan dengan album sebelumnya, “The Pinkprint” (2014), maka “Queen” hadir dengan lebih solid.

Yang pasti “Queen” menegaskan jika Nicki Minaj masih terdepan dan masih nama yang tetap harus dicermati di ranah hip-hop.

Official Website

TRACKLIST

1. “Ganja Burns” 4:54
2. “Majesty” (featuring Eminem and Labrinth) 4:55
3. “Barbie Dreams” 4:39
4. “Rich Sex” (featuring Lil Wayne) 3:12
5. “Hard White” 3:13
6. “Bed” (featuring Ariana Grande) 3:09
7. “Thought I Knew You” (featuring The Weeknd) 3:18
8. “Run & Hide” 2:34
9. “Chun Swae” (featuring Swae Lee) 6:10
10. “Chun-Li” 3:11
11. “LLC” 3:41
12. “Good Form” 3:19
13. “Nip Tuck” 3:27
14. “2 Lit 2 Late Interlude” 0:55
15. “Come See About Me” 4:06
16. “Sir” (featuring Future) 3:44
17. “Miami” 3:10
18. “Coco Chanel” (featuring Foxy Brown) 3:44
19. “Inspirations Outro” 0:58

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Creative Disc Exclusive Single | November 13, 2018 By

Creative Disc Exclusive Single: 12 Nov 2018

Music News | By

Ashley Tisdale Rilis Single Barunya, ‘Voices In My Head’

Music News | By

Lorde Tuduh Kanye West Mencuri Ide Panggung Konsernya