Quantcast

Boyzone Sudahi 25 Tahun Berkarir Musik Dengan Konser Epik di Surabaya

By - 3 months ago in Concerts Review

Boyband kawakan asal Dublin, Irlandia yang digawangi oleh Ronan Keating, Shane Lynch, Keith Duffy, dan Mikey Graham akhirnya menyinggahi kota pahlawan Surabaya, Kamis 23 Agustus 2018 di Dyandra Convention Centre. Momen yang memang telah ditunggu sejak bertahun-tahun pula oleh banyak fans yang terbilang sudah tidak “remaja” lagi, mereka yang telah jatuh cinta pada musik era puncak boyband 90an-2000an. Surabaya dirasa sebagai kota yang tepat untuk diadakannya konser perpisahan Boyzone karena penikmat dan fans yang masih sangat hangat dan merindu kehadiran pria-pria good looking ini yang meski sudah bukan sebagai “boys” lagi.

Malam itu pukul 19.00 WIB, segenap tim media telah dikumpulkan diruangan khusus yang nantinya akan dipandu memasuki media pit untuk mendapatkan kesempatan mengabadikan penampilan Boyzone di tiga lagu pertama. Penonton yang terlihat cukup beragam dari segi usia, dari generasi milenial yang penasaran melihat boyband di era tante/mama nya muda dulu menyanyikan lagu “Picture of You” yang sering mereka dengar di radio ataupun dari internet, lalu membaurnya penonton dari segment yang lebih dewasa yang memang penggila Boyzone sejak usia belasan tahun di era 90an dahulu. Rangkaian konser perpisahan Boyzone dibuka oleh salah satu musisi manis nan berbakat jebolan Indonesian Idol Citra Scholastika yang juga merupakan artis dari Star Media Nusantara selaku promoter konser Boyzone ini. Citra menyanyikan dua lagu dalam penampilannya malam itu yakni “Everybody Knew” dan hits terbarunya “You Don’t Have To Go”.

Duo MC kawakan Surabaya mantan penyiar radio, Meity Piris dan Glenn Rozanno memandu acara dengan hangat dan sedikit jenaka membuat penonton semakin tak sabar menyambut Boyzone berkat candaan mereka yang beraksi dengan berpura-pura menelpon “Cak Ron” aka Ronan Keating yang masih terjebak macet katanya. Namun itu hanyalah becandaan segar agar fans semakin gregetan menanti Boyzone. Tibalah 4 pria yang telah membuat degup jantung penonton semakin kencang, Boyzone memasuki stage dengan lagu pembuka sekaligus hits sepanjang masa “Picture of You” disambut dengan teriakan histeris fans yang seketika merasa kembali remaja seperti masa kejayaan Boyzone di eranya. Setelah itu disambung dengan dengan “Love You Anyway” dan sapaan Ronan Keating kepada fans Surabaya. Ronan berkata dia sangat bahagia bisa kembali lagi ke Surabaya setelah 20 tahun lalu berkunjung kesini. Dia juga tidak menyangka bahwa bisa disambut dengan super hangat dan menyenangkan seperti malam itu.

Melanjut setlist konser perpisahan Boyzone dengan deretan lagu koleksi dari album lama ke single terbaru, “Love is A Hurricane” dan “Baby Can I Hold You?”. Penonton sontak bernyanyi dengan lantang mendengar hits lama yang dibawakan dihadapan mereka, belum lagi hits cover Billy Ocean tahun 80an dengan rancak yakni “When The Going Gets Tough, The Tough Gets Going” yang membuat banyak penonton di are Golden Priority dan Festival bergoyang. Meski tak muda lagi,namun Boyzone tetap saja menawan dengan kharismanya yang tak pernah pudar.
Mood kembali dipermainkan dengan tone mellow di lagu “You Needed Me” dari album By Request(1991) dan “Words” dari album Different Beat(1996). Boyzone sepertinya telah memikirkan dengan matang kombinasi setlist lagu apa saja yang dipersembahkan untuk fans dan penonton malam itu. Tak ketinggalan lagu cover dari Eric Martin “I Love The Way You Love Me” juga dibawakan, sejak era 90an Boyzone memang sempat dikenal sebagai boyband yang raijn membuat cover lagu-lagu karya musisi lain namun tetap terasa menyenangkan untuk didengar dan dinyanyikan bersama. Bisa terbayang fans pun menjadi backing vokal yang kompak bagi Boyzone. “Isn’t It A Wonder”, “Father & Son”, “Everyday I Love You” menjadi setlist yang wajib dimainkan. Meski telah lama ditinggalkan oleh mendiang Stephen Gately yang juga menjadi personil dengan wajah paling imut, namun Boyzone selalu membawa kenang Stephen ditiap penampilan mereka, contohnya di lagu “Gave It All Away”.

Kejutan tidak berhenti sampai disini, Boyzone pun mengundang Citra Scholastika untuk menyanyikan lagu “No Matter What” lepas lagu “Love Me For A Reason”. Ronan dkk, mulai berpamitan dilagu ke 18 “Who We Are” dan sangat berterima kasih dengan penonton yang sangat setia dengan mereka. Sambil mendoakan agar semuanya sukses dan atas dukungan yang tidak pernah berhenti bagi Boyzone.

Setelah lampu padam, penonton masih meneriakkan “We Want More!!”, tanda encore harus diadakan disini. Benar adanya, Boyzone kembali dengan lagu encore penutup mereka “Different Beat” yang menyuarakan keragaman dalam hidup didunia, hits dari album terbaru yang dibuat oleh Ed Sheeran yakni “Because” juga ditampilkan lengkap dengan background video klip mereka. Lagu pamungkas penutup yang cukup sukses kami semua berdansa kecil dan bernyanyi sebuah lagu hits dari Ronan Keating “Life is A Rollercoaster”. “Benar-benar mimpi jaman muda yang terwujud!, inilah statement yang terucap dari Heny salah satu fans berat Boyzone dari jaman remaja tahun 2000an silam, statement yang juga menjadi perwakilan dari kebanyakan penonton malam itu. Terima kasih MHP Production selaku organizer dan Star Media Nusantara yang bertindak sebagai promotor. Malam farewell Boyzone ini adalah malam yang akan kami kenang dengan segenap perjalanan musik boyband yang berkarir selama 25 tahun bersama, sekalipun mereka membubarkan diri namun tetap para fans akan selalu Love Them for A Reason, and the reason is LOVE.

Teks: Retha
Photo by Wibie & Hendy.

Personal Style Blogger, Avid Walker, Gigs Wanderer, Astrology Freak, Arians Multitasker.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 5, 2018 By

Festival Neon Lights Singapore Tambahkan Penampilan Selebgram dan Line Up Internasional Tahun Ini

Concerts Review | October 21, 2018 By

Konser Nostalgia 20 Tahun A1 Berkarya Sukses Digelar

Artist Interviews | October 19, 2018 By

CreativeDisc Exclusive Interview With A1: Memilih Jakarta sebagai Awal Rangkaian Konser 20th Anniversary