Quantcast

CreativeDisc Interview: Cara ALL TIME LOW Jaga Persahabatan Biar Langgeng

By - 2 weeks ago in Artist Interviews Reviews

Masih belum move on dari gelaran Hodgepodge Superfest 2018 pekan lalu? Creative Disc berkesempatan untuk sedikit berbincang dengan 4 cowok asal Baltimore, ALL TIME LOW, yaitu Alex Gaskarth, Jack Barakat, Rian Dawson, dan Zack Merrick. Selama kurang lebih sepuluh menit, Creative Disc dan awak media lain menemui mereka di backstage Superfest Mainstage. Yuk simak obrolan singkat kami dengan All Time Low!

CD : Hi guys! Selamat datang kembali di Jakarta! Sudah setahun sejak Last Young Renegade, baru-baru ini kalian rilis dua buah single (Everything is Fine dan Birthday). Apakah itu sebuah “bocoran” untuk album baru?

Alex: Dua lagu itu bukan bocoran untuk apapun. Kami benar-benar iseng membuatnya di sela-sela kesibukan tour setelah Last Young Renegade. Kami pikir lagunya oke dan siap untuk dirilis, ya sudah kami rilis saja. Tapi keduanya bukan sneak peek untuk sesuatu apapun dan jujur saja kami belum memikirkan tentang album baru, hahaha

CD: Di setiap pertunjukan, lagu-lagu lama seperti “Dear Maria, Count Me In” dan “Weightless” selalu menjadi favorit para penonton. Gimana rasanya masih membawakan lagu-lagu lama dari masa remaja kalian?

Alex: Seru banget! Mungkin orang bertanya-tanya apakah kita bosan membawakan lagu-lagu lama. Tapi jujur, lagu-lagu itulah yang membesarkan nama All Time Low. Kami justru bangga ketika lagu-lagu lama masih tetap disukai dan dibicarakan orang-orang di berbagai negara.

CD: Anyway, kalian sudah ngeband selama 15 tahun. Gimana cara kalian mempertahankan persahabatan sampai bisa selanggeng ini?

Semua terjadi karena kami banyak menghabiskan waktu bersama sehingga kami sudah seperti saudara kandung. Tapi sesungguhnya yang membuat kami langgeng sampai sekarang adalah karena kami bisa menghargai waktu pribadi masing-masing. Untuk urusan nge-band, kami kemana-mana bersama terus. Tapi ada saat-saat kami memberi jarak dan privasi satu sama lain untuk menghabiskan waktu dengan keluarga atau circle-nya masing-masing. Kurasa itu sangat penting.

CD: Apa saja momen paling memalukan yang pernah kalian alami saat sedang berada di atas panggung?

Alex: Celanaku pernah robek, dan aku juga pernah jatuh dari atas panggung.

Zack: Aku beberapa kali pernah tidak sengaja mencabut kabel di panggung.

Jack: Tapi satu-satunya momen memalukan dia (Zack) itu menurutku saat dia ketahuan memakan burrito di panggung.

Apa saja hal yang ingin kalian lakukan sebelum mati?

Jack: We’re immortal!

Alex: Aku ingin membuat sebuah pulau terbuat dari lego.

Jack: (*kembali serius) Kita sebenarnya ingin menggelar konser di tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi seperti Afrika, atau mungkin tempat-tempat yang indah seperti Bali, Fiji, dan lainnya.

Thanks to: Java Festival Production & Superfest

a weirdo, a dreamer, a freethinker. I'm on a diet but I'm not getting thinner.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | September 6, 2018 By

Penampilan Spesial di Tengah Hujan Hodgepodge Superfest Hari Kedua

Concerts Review | By

Sundara Karma Tampil dengan Gaya Flamboyan di Hodgepodge Festival 2018

Concerts Review | September 5, 2018 By

The Libertines Menua dan Tidak Akan Pernah Habis