Quantcast

CreativeDisc Exclusive Interview With Isaiah: Rilis Single “Close to Me” di Indonesia

By - 1 month ago in Artist Interviews

Mendengar nama Isaiah mungkin tidak terlalu familiar bagi sebagian orang. Namun, pria kelahiran New South Wales, Australia pada 21 November 1999 ini punya segudang prestasi yang membanggakan meskipun baru sekitar 2 tahun berkarir di industri musik.

Selain memenangkan The X Factor Australia season ke 8 tahun 2016 lalu, penyanyi bernama lengkap Isaiah Firebrace ini sempat didaulat untuk mewakili negaranya di ajang Eurovision tahun 2017 lalu.

Creative Disc mendapat kesempatan dari Sony Music Indonesia untuk berkenalan lebih dekat lagi dengan penyanyi bersuara soulful dan seksi ini di hari peluncuran single terbarunya ‘Close to Me’, yang menjadi sangat spesial karena digelar di Jakarta. Simak interviewnya berikut ini:

CD: Apa kabarmu saat ini?
Isaiah: Baik! Aku sedikit lelah karena masih jet lag, tapi aku baik-baik saja.

CD:Bagaimana tur mu saat ini?
Isaiah: Saya sangat senang untuk merilis lagu yang baru rilis hari ini, “Close to Me” dan berada di Jakarta saat perilisannya dan melakukan semua ini.

CD: Apakah ini kali pertamamu di Jakarta?
isaiah: Ya, benar.

CD: Apa pendapatmu tentang Jakarta?
Isaiah: Saat pertama kali datang ke Jakarta saya tidak yakin akan bagaimana nantinya, tapi ternyata suasananya menyenangkan. Restorannya, orang-orangnya, budayanya sangat menarik.

CD: Apakah ada hal-hal yang menjadi favoritmu selama disini?
Isaiah: Ada kafe yang desainnya terlihat seperti kafe di Melbourne, Mr. Sunday, aku suka tempat itu.

CD: Sebagai pemenang X Factor Australia musim ke delapan, bisa ceritakan sedikit mengenai pengalamanmu selama mengikuti ajang tersebut?
Isaiah: Pertama-tama, ajang tersebut menjadi tempat pembelajaran terbesar untuk saya. Saya sangat bersenang-senang di acara itu. Pengalaman yang saya dapatkan semuanya menyenangkan. Saya belajar mengenal diri saya sendiri, apa kemampuan saya. Pengalamannya sangat positif. Saya tumbuh sebagai seorang performer, kepercayaan diri saya pun berkembang, kemudian kemampuan berbicara saya, semuanya.

CD: Setelah X Factor, kamu mewakili negaramu dalam ajang Eurovision. Apa persiapanmu untuk acara tersebut?
Isaiah: Ajang tersebut baru tahun lalu tapi sudah terasa sangat lama. Saya pikir X Factor adalah pengalaman terbesar saya, tapi kemudian saya mengikuti Eurovision, dan itu merupakan ajang dengan level yang berbeda. Saya rasa persiapannya sekitar 1-2 bulan sebelum kami berangkat kesana (Ukraina), termasuk pembuatan lagu dan video klipnya, serta aksi panggungnya dan medianya, sekaligus interview dan sebagainya. Sangat menegangkan. Bahkan sekembalinya dari Eurovision, saya harus melakukan konferensi pers selama 3-4 bulan. Tapi hal itu jadi pengalaman baik untuk saya juga, dan saya sangat bersyukur.

CD: Apakah menjadi seorang bintang pop adalah impianmu sejak kecil?
Isaiah: Ya, 100% ya! Saya senang bernyanyi saat ada kesempatan. Saya juga senang melihat orang bernyanyi, menikmati acara musik dan sejenisnya. Dan saya selalu tahu dan selalu bilang kepada diri saya bahwa suatu hari nanti saya akan tampil di panggung. Dan inilah saya, mewujudkan impian masa kecil saya, berkeliling dunia dengan karir musik saya.

CD: Bagaimana kamu mengetahui dirimu bisa bernyanyi?
Isaiah: Keluarga dan orang-orang dekat saya dekat dengan musik. Semuanya mengenal musik dan banyak dari mereka bisa bernyanyi juga. Dan saya bisa nyanyi sejak umur 3 tahun. Menurut saya yang membedakan saya dengan yang lain adalah saya memiliki jiwa bermusik dan kecintaan untuk tampil dan bernyanyi. Bukan hanya hobi melainkan sesuatu yang sangat aku cintai untuk aku lakukan. Saya merasa sangat diberkati, karena ayahku juga seorang musisi. Dia mengajarkanku apapun mengenai musik dan bermain gitar. Ia mengajarkanku bermain alat musik. Ia melatihku sejak kecil. Aku dikelilingi oleh para pecinta musik, tapi aku yang paling berjiwa musik diantara yang lain.

CD: Sebagai seorang musisi, bagaimana kamu mendiskripsikan musikmu?
Isaiah: Tiga single pertama saya seperti diluar genre saya, lebih bernuansa pop. Saya sangat senang bisa merilis ‘Close to Me’ karena lebih bernuansa R&B groove, sesuai dengan ciri saya. Suara saya lebih ke soulful R&B dan saya sangat senang bernyanyi R&B. R&B adalah genre musik yang ingin saya dalami lebih jauh, dan saya sangat senang bisa mengeksplor genre musik tersebut melalui single terbaru saya.

CD: Album pertamamu dirilis tahun 2016, berisi lagu-lagu cover. Bisa jelaskan tentang album itu?
Isaiah: Ya, album tersebut berisi lagu-lagu cover yang saya nyanyikan selama di X Factor. Dan album tersebut, termasuk berisikan ‘It’s Gotta Be You’ telah di streaming lebih dari 2 juta kali. Dan banyak dari lagu-lagunya yang disukai orang, terutama ‘Halo’ dan ‘If I Ai’t Got You’ yang sangat populer. Sangat senang mengetahui bahwa meskipun saya menyanyikan lagu-lagu cover tapi orang-orang menyukainya. Dan itu menyemangati aku untuk merilis lagu-lagu original dan dapat menunjukkan jati diriku yang sebenarnya.

CD: Ceritakan sedikit mengenai lagu ‘Close to Me’?
Isaiah: Saya menulis banyak lagu. Tapi lagu ini ditulis oleh tim produksiku yang berbasis di Los Angeles. Waktu itu saya sebenarnya sedang mengerjakan lagu lainnya di studio saat mereka menanyakan apakah saya mau merekam suara saya untuk lagu ini atau tidak. Dan saya melakukannya. Dan saat proses mixing dan hasilnya bagus, saya langsung jatuh cinta dengan lagu tersebut. Dan label rekaman saya bilang kalau ini lagu yang bagus, dan akhirnya kami merilisnya.

CD: Bagaimana dengan lagu lainnya yang sedang kamu tulis waktu itu? Apakah kamu akan merilisnya?
Isaiah: Sepertinya iya. Tentunya ada lagu yang sedang dipersiapkan untuk dirilis. Kita harus menunggu untuk itu.

CD: Siapa inspirasi terbesarmu dalam bermusik?
Isaiah: Mungkin Mariah Carey. Lucunya, saya tidak tumbuh dengan mendengarkan lagu pop dan R&B. Ayah saya selalu mendengarkan lagu-lagu tahun 60an sampai 80an, musik rock & roll, country. Ayah saya seorang Kristen yang taat, jadi sering memutar lagu-lagu rohani. Jadi saya tidak pernah mendengarkan musik pop sampai saya remaja. Dan saya baru tahu mengenai Mariah Carey sekitar 2 tahun lalu, semasa di X Factor. Dan saya langsung kagum dengan suaranya. Dan saya langsung mencari dengar koleksi lagu-lagunya. Banyak lagunya yang bercerita tentang kepercayaan pada diri sendiri, tentang keyakinan untuk melewati masa-masa sulit dan sebagainya. Dan itulah yang membuatku jatuh cinta dengan musiknya dan sangat menginspirasiku.

CD: Apakah tema tersebut yang ingin kau sampaikan melalui karyamu?
Isaiah: Tentu saja. Semua orang melalui sesuatu hal berat dalam hidupnya. Dan saya ingin menggunakan musik saya untuk memberikan harapan baru kepada orang-orang.

CD: Apa yang ada di playlist mu saat ini?
Isaiah: Saya punya banyak playlist (sambil tertawa). Saya punya playlist yang saya dengar sendiri, playlist yang saya putar di mobil saat bersama orang lain, dan juga playlist yang saya putar di mobil jika saya sendirian. Kebanyakan lagu era 90an, tipe American R&B, tembang kenangan, dan hanya sedikit lagu yang diputar di radio saat ini.

CD: Dari semua lagumu, lagu apa yang paling favorit dan mengapa?
Isaiah: Setiap lagu memiliki hal yang istimewa. Menurut saya yang paling berkesan adalah ‘Streets of Gold’, yang saya tulis sendiri. Saya membuatnya tanpa harapan apapun. Bercerita tentang kemanapun kamu pergi, tidak ada hal yang sebanding dengan kampung halamanmu. Tentang bagaimana kamu selalu terhubung dengan asal-usulmu, darimana kamu berasal, dan orang-orang di sekitarmu dulu.

CD: Dan mengenai project kedepannya, apakah ada lagu-lagu yang kamu tulis sendiri?
Isaiah: Ya, saya punya banyak lagu di hp saya yang saya tulis bersama produser saya, dan sering saya dengar saat di mobil yang ingin sekali saya rilis. Tapi pada akhirnya, label saya yang menentukan lagu mana yang harus saya rilis nantinya. Yang terpenting saya tetap terus menulis lagu yang saya suka. Dan saat itu dirilis, ada kepuasan tersendiri dan sangat membahagiakan.

CD: Dan bagaimana dengan albumnya?
Isaiah: Saya masih belum tahu, tapi saya ingin bikin album baru. Dan mungkin saya akan memulainya tahun depan? Saya juga tidak tahu, saya hanya menyerahkan kepada label saya sepenuhnya. Jika saatnya tepat, saya akan beritahu semuanya.

CD: Jadi hanya akan ada single, single, dan single, baru album tahun depan?
Isaiah: Ya, kita harus menunggu (sambil tertawa)

CD: Apakah ada kolaborasi yang disiapkan?
Isaiah: Saya tidak mempersiapkan kolaborasi apapun saat ini, tapi saya sangat ingin bekerjasama dengan banyak orang, kebanyakan DJ dan produser, seperti David Guetta, DJ Khaled, Calvin Harris. Saya ingin berkolaborasi dengan orang-orang semacam itu karena mereka menciptakan musik, mereka bisa bikin lagu yang luar biasa. Tapi ada beberapa penyanyi juga yang menjadi harapan saya untuk berkolaborasi, tapi ya itu, saya hanya bisa berangan-angan (untuk saat ini). Mungkin itu nanti, saat ini saya masih akan fokus dengan karya saya sendiri. Dan jika karir saya sudah mulai ke arah yang lebih besar, barulah saya bisa mewujudkan itu semua.

Special Thanks to: Sony Music Entertainment Indonesia

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 13, 2018 By

LAUV Akan Hadir Kembali di Jakarta!

Music News | By

‘The Big Unknown’, Lagu Cinta Menyayat Hati Persembahan Sade

Concerts Review Reviews | By

Konser Penuh Cinta dan Kejutan dari “Yovie Widianto & His Friends”