Quantcast

CreativeDisc Exclusive Interview With New Hope Club: Siap Rilis EP Baru Akhir Oktober

By - 3 weeks ago in Artist Interviews

Reece Bibby, Blake Richardson dan George Smith yang tergabung dalam trio pop New Hope Club menyambangi Jakarta untuk promo tour beberapa waktu lalu. Universal Music Indonesia selaku label mereka mengadakan promo New Hope Club di beberapa radio dan juga media televisi dan online. Group yang baru saja merilis lagu ‘Crazy’ sebagai single teranyarnya ini menyempatkan diri untuk berbagi cerita dengan Creative Disc.

CD: Apa kabar?
NHC: Kita baik-baik saja

Bagaimana Jakarta sejauh ini?
NHC: Kami belum melihat banyak sampai saat ini, tapi kami merasa disambut dengan baik tadi malam oleh fans kami di bandara dan mereka sangat baik. Mereka memberikan banyak hadiah kepada kami.

CD: Sangat gila tadi malam ya?
NHC: Ya, sangat menyenangkan datang di suatu negara, karena kamu tidak akan menduga seperti apa penerimaannya dari para fans.

CD: Pertama kalinya ke Indonesia?
NHC: Ya, pertama kali.

CD: Bagaimana awal mula band ini terbentuk dan nama “New Hope Club” muncul?
NHC: Pada dasarnya kami bertemu melalui Youtube saat masih sekolah. Kami kumpul bergiliran di rumah kami setiap akhir perkan, dan mulai mengakrabkan diri hingga menjadi teman baik sebelum semuanya terjadi. Dan kami membuat lagu cover pertama kami adalah single ‘Wake Up’ dari The Vamps, dan kami tur bareng di tahun berikutnya. Dan untuk namanya, perlu proses panjang dalam penentuannya. Kami punya daftar yang panjang, ratusan usulan nama. Ada kata-kata yang menyangkut ‘trees’ dan sebagainya. Dan ada satu nama yang menonjol, yaitu New Hope, yang berarti ada harapan baru dan sesuai dengan jati diri band kami. Lalu kami tambahkan kata ‘club’ agar bisa dianalogikan tempat berkumpulnya para fans kami.

CD: Apa rasanya bisa menulis lagu sendiri untuk pertama kalinya sebagai sebuah grup?
NHC: Lagu pertama kami? Tidak terlalu bagus (sambil tertawa) Kami masih sangat muda waktu itu, masih sekolah, dan kami bertemu tiap akhir pekan. Lagu pertama yang kami tulis sebenarnya adalah ‘Perfume’, yang menjadi lagu fan-favorite. Sangat bernuansa muda, kamu bisa mendengarnya dengan jelas.

CD: Setiap akhir pekan? Tidak bolos sekolah hanya untuk menulis lagu?
George: Ya, setiap akhir pekan, tanpa bolos.
Blake: Saya pernah bolos. Kami melakukan tur saat saya masih di sekolah (George & Reece sudah lulus terlebih dahulu), jadi saya sempat beberapa kali tidak masuk sekolah.. Ada foto saya tidur di bus karena kelelahan diatas buku-buku pelajaran saya.

CD:Bagaimana kalian menikmati kesuksesan kalian saat ini?
Reece: Ya, kami rasa ini hal yang baru bagi kami. Kami belum merasa bahwa kami ini terkenal, kami ada di suatu titik dimana kami bisa datang ke suatu tempat seperti Indonesia dan menikmati setiap detiknya. Kami menikmati perhatian yang kami dapatkan, teriakan dari fans. Pertunjukannya adalah momen yang sangat kami sukai. Saat kami tampil, penonton ikut sing-along, merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Ya, dan kami ingin melakukan hal tersebut selamanya..

CD: Kalian melakukan banyak sekali perjalanan belakangan ini. Tempat mana yang menjadi pilihan terbaik bagi kalian dan mengapa?
Blake: Sangat mustahil untuk menentukan tempat mana yang paling kami suka. Indonesia tentu menjadi salah satunya. Para fans begitu baik.. Kami pergi ke banyak tempat dan sangat susah untuk menentukan tempat mana yang terbaik. Kami menyukai semuanya.

CD: Ceritakan sedikit mengenai single terbaru kalian, ‘Crazy’?
Reece: ‘Crazy’ adalah lagu terbaru kami, dimana menurut kami adalah lagu yang paling mewakili diri kami saat ini, dan menunjukkan jenis musik kami yang sebenarnya, akan seperti apa album kami nantinya. Kami biasa menulis mengenai hubungan pada umumnya, dan merupakan hal yang mudah untuk ditulis. Dan lagu tersebut bercerita tentang sebuah hubungan, hubungan yang baik dan buruk, dimana hubungan tersebut bisa berubah menjadi ‘gila’ dalam hal positif. Lagu tersebut direkam di Los Angeles, video klipnya juga dibuat disana dengan nuansa vintage karena tema musik lagu tersebut juga agak-agak vintage, jadi kami menyesuaikan tema videonya.

CD: Kalian merekam dua lagu untuk soundtrack Early Man dan juga membawakan ulang lagu tema Mickey Mouse untuk Anniversary nya yang ke 90 tahun. Bagaimana awal mula keterlibatan kalian dalam kedua proyek tersebut?
Blake: Untuk Early Man, kami merekam lagu era tahun 70an yang digemari oleh orang tua kami, dan satu lagu baru untuk film tersebut. Kami hadir di premiere nya, dan sangat menyenangkan bisa mendengarkan lagu yang kamu nyanyikan di film tersebut. Dan untuk Mickey Mouse, pihak penyelenggara mendatangi kami dan menanyakan apakah kami bisa menulis lagu untuk event tersebut, dan kami mengiyakannya. Kami merekam lagu tersebut dengan nuansa rock ‘n roll, kemudian terbang ke Paris untuk syuting videonya. Benar-benar menyenangkan.

CD: Jika kamu diberi pilihan untuk menjadi anggota dari salah satu band yang pernah ada, band mana yang kamu pilih?
George, Blake, Reese: The Beatles!
Reece: Untuk menjadi anggota band tersebut, di era itu, di dunia musik jaman itu akan sangat mengagumkan, tidak masuk akal. Saya rasa tidak ada era (musik) yang sebanding dengan era tersebut. Kami banyak kali berpikir bahwa kami lahir di era yang salah… (sambil tertawa)
Kami berusaha mengambil elemen-elemen dari era tersebut dan memasukannya ke dalam musik kami.

CD: Bagaimana kalian mendeskripsikan musik kalian?
NHC: Saya rasa musik kami adalah campuran dari berbagai jenis musik. Kami terinspirasi dari beragam jenis musik, we just love good music.. Banyak grup musik / band yang mengilhami, tapi kami punya cita rasa musik tersendiri, dengan menggabungkan semuanya. Dan sangat menguntungkan juga bahwa kami menulis lagu kami sendiri di usia muda.

CD: Saat kalian menjalankan tur panjang, hal apa yang paling kalian rindukan dari kampung halamanmu?
Blake: Keluarga, teman, rumah, hewan peliharaan kami.
George: Tempat tidur.
Blake: Kamu terlalu terikat dengan tempat tidurmu. (menunjuk George sambil tertawa)

CD: Apa rahasia yang kalian punya yang akan membuat fansmu terkejut mengetahuinya?
George: Saya rasa saya memiliki satu kaki yang lebih panjang daripada satunya. Saya tidak bisa berjalan lurus meskipun saya tidak sedang mabuk. Selalu saja miring ke salah satu arah.
Reece: Ada satu yang mungkin kami rasa normal tapi untuk kalian tidak normal, kami selalu berbagi ruangan kemanapun kami pergi. Kami menikmati kebersamaan kami, kami merasa lebih kreatif jika bersama. Dan jika kami terpisah, akan terasa sangat berbeda.

CD: Apakah ada proyek yang sedang dipersiapkan?
Blake: Ya, kami sedang mempersiapkan EP yang berisi beberapa lagu baru yang akan rilis tanggal 30 Oktober mendatang. Beberapa lagu sempat kami tampilkan live namun tidak dirilis. Dan akan ada sebuah lagu yang kami bertiga ciptakan dan saya yang memproduserinya sendiri. Kami sangat antusias terhadap proyek kami ini.

CD: Apa lawakan favorit kalian?
Reece: Ini bukan sebuah lawakan/jokes, ada hal yang kami lakukan jika salah satu dari kami melakukan sesuatu hal yang buruk, kami akan ‘menyidangnya’. Misalkan, George kamu telah berbuat buruk, silahkan tentukan siapa hakimnya dan jurinya. Lalu George akan bersaksi menceritakan kesalahannya dan berargumen di ‘persidangan’ itu. Kata kuncinya adalah ‘kami akan menyidangmu’. Jika kami sudah mengucapkan kata-kata itu (saat kamu berbuat kesalahan), kamu tidak bisa menghindar. Jika kamu menolak, akan ada hukuman langsung yang akan diberikan.

CD: Apa hukumannya?
Reece: Apa saja. Contohnya, saya tidak biasa minum kopi dengan susu. Saya harus meminumnya.

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 13, 2018 By

LAUV Akan Hadir Kembali di Jakarta!

Music News | By

‘The Big Unknown’, Lagu Cinta Menyayat Hati Persembahan Sade

Concerts Review Reviews | By

Konser Penuh Cinta dan Kejutan dari “Yovie Widianto & His Friends”