Quantcast

Interview with Slot Machine: Nasi Padang sampai Impian yang Tak Terwujud

By - 4 weeks ago in Artist Interviews

Spotify on Stage yang diadakan 12 Oktober lalu sukses memanjakan telinga para pendengar musik di Indonesia dengan beragam artis yang tampil. Slot Machine, salah satunya. Band rock asal Thailand yang beranggotakan Foet (vokalis), Gak (bassis) dan Vit (gitaris) ini sudah 20 tahun berkarier dalam dunia musik di Negeri Gajah Putih. Slot Machine merilis album berbahasa Inggris pertama mereka, ‘Spin the World’ tahun 2016 lalu bersama produser Steve Lillywhite yang pernah bekerja bersama nama-nama besar dunia musik seperti U2, The Killers dan 30 Seconds to Mars.

Foet sang vokalis bercerita, beberapa waktu lalu mereka berlibur ke Bali. Saat mereka sedang bersantai di pantai, ada yang mendatangi mereka dan ternyata orang itu mengenal Slot Machine! Momen itu sungguh berkesan bagi mereka, makanya mereka tidak sabar untuk tampil pertama kalinya di Indonesia.

Sebelum tampil, Creative Disc mendapatkan kesempatan istimewa dari Sony Music Music Indonesia untuk mengobrol santai bersama Slot Machine, mulai dari soal Nasi Padang sampai impian yang tak akan terwujud. Yuk simak interviewnya!

CD: Hi, aku Sheyla dari Creative Disc. Bagaimana Indonesia sejauh ini?
Foet: Ini pertama kalinya kami ke Indonesia. Kami baru tiba kemarin. Tadi malam kami punya pengalaman hebat. Kami lapar, jadi kami makan makanan Padang, rasanya enak. Sejauh ini begitulah Indonesia bagi kami.
Gak: Saat baru tiba kemarin, dari bandara ke hotel, kami dikawal oleh dua polisi. Kami merasa istimewa sekali. Sambutannya hangat. Terima kasih.

CD: Kalian sudah tur ke banyak tempat. Di mana yang paling berkesan bagi kalian?
Foet: Yang paling berkesan adalah di sini. Di sekitaran ASEAN, karena kami merasakan budaya yang sama, juga orang-orangnya.

CD: Apa ada ritual khusus yang kalian lakukan sebelum tampil?
Foet: Ya. Aku berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan diriku.

CD: Di konferensi pers tadi, katamu salah satu cara kalian untuk tetap bersama dalam waktu lama adalah membuat musik kalian tetap segar. Bagaimana maksudnya?
Foet: Saat pertama kali menjadi band, kami membicarakan segalanya, dan yang terpenting adalah bagaimana kami bisa akur dalam waktu lama karena kami pikir kami akan melakukan ini seumur hidup. Kami membuat nama ‘Slot Machine’ karena kami ingin membuat lagu dalam beragam cara dan kami ingin selalu kreatif dengan musik kami berdasarkan musik rock. Kata pertama yang kami buat adalah ‘Machine’ yang yang mencerminkan energi musik rock. Aku memberi usul ‘Slot Machine’ karena menurutku saat kamu memainkan mesin itu, mesin itu selalu sama, tapi kamu mendapat hasil yang berbeda. Hasil tak terbatas. Kupikir itu keren sekali, dan belum ada yang pernah menggunakannya. Itu selalu segar.
Gak: Untuk membuat musik kami tetap segar, sebagai sebuah band selama lebih dari 20 tahun, kami harus saling percaya karena saat kami membuat karya yang berbeda, kami berusaha menghindari pikiran dan produksi yang berlebihan.
Foet: Kami tidak pernah bertengkar. Kami bertemu di usia 14 tahun, dan kami menyukai musik yang sama. Kami merasa, “Ini dia! Kita ditakdirkan melakukan ini.”

CD: Apa ada musisi asing lain yang ingin kalian aja berkolaborasi?
Foet: Banyak sekali. Andai bisa, kami mau The Beatles. Bob Marley, semua musisi legendaris. Itu impian yang tak akan pernah terwujud. Tapi andai bisa, kami mau. Orang-orang dengan pengaruh besar.
Gak: Pekan lalu kami bekerja sama dengan seorang musisi yang pernah bekerja sama dengan Queen, Paul McCartney, Eric Clapton. Dia musisi yang hebat. Dia memproduseri album baru kami. Kami juga bekerja sama dengan seorang musisi yang pernah bekerja dengan Imagine Dragons. Menyenangkan sekali bekerja bersama mereka.

CD: Kata kalian, kalian mengharapkan penonton yang “gila” di penampilan pertama kalian di Spotify of Stage. Apa yang bisa penonton harapkan dari kalian? Bagaimana persiapan kalian?
Foet: Kami memilih lagu-lagu terbaik kami, dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Thailand. Kami membicarakan daftar lagunya, bagaimana kami bisa menghasilkan penampilan yang mengejutkan penonton dan membuat mereka menggila. Karena banyak yang akan menonton kami untuk pertama kalinya, kami harus membuat kesan pertama yang luar biasa.

Penampilan Slot Machine di Spotify on Stage Jakarta ternyata jauh melampaui ekspektasi penonton. Nama yang sebelumnya terdengar asing, kini bikin penasaran. Terima kasih untuk Sony Music Indonesia, Spotify dan tentunya Slot Machine atas perkenalan yang seru ini. Khob khun ka!

From Pop-Punk to K-pop. From "My headbang is so hard that I get my concussion." to "Kyaaa oppa!"

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | October 12, 2018 By

Stray Kids Tak Sabar Tampil Pertama Kalinya di Jakarta

Concerts Review | August 14, 2018 By

Konser Wanna One ‘One The World’ di Indonesia: Belum Move On!

Artist Interviews | August 5, 2018 By

Ngobrol Seru Dengan Midnight Fusic Yang Baru Rilis EP “When Love Was Around”