Quantcast

Album of The Day: Twenty One Pilots – Trench

By - 3 weeks ago in Album of The Day

Fueled By Ramen

Meski sudah berkarir semenjak tahun 2009, namun harus diakui nama Twenty One Pilots baru bergema secara luas semenjak album keempat mereka yang sukses besar, “Blurryface” (2015). Oleh karena itu, tidak heran antisipasi akan album mereka berikutnya terasa seperti layaknya penantian sebuah album sophomore, apakah akan mengulang sukses atau tidak?

Menilik “Trench” yang dirilis pada tanggal 5 Oktober lalu, rasa-rasanya jawaban pastinya adalah ya, mereka bisa mengulang sukses tersebut, meski mungkin agak kehilangan sentuhan “magis” dari “Blurryface” dan lebih condong kepada ranah mainstream secara lebih kuat.

Tidak bisa disalahkan juga jika duo Tyler Joseph dan Josh Dun mempertahankan cita rasa musikalitas mereka yang lebih gampang dicerna, karena bagaimanapun mempertahankan eksistensi itu relatif lebih sulit ketimbang bereksperimentasi. Tidak heran jika lagu-lagu yang mereka rilis, seperti ‘Jumpsuit’ atau ‘Levitate’ terasa familiar.

Tapi ada yang membedakan antara Twenty One Pilots dengan band-band atau musisi lain yang terkena sindrom kesuksesan. Alih-alih senantiasa bermain aman, duo ini tetap mencoba mengeksplorasi cita rasa musik mereka yang selama ini bergerak di wilayah rock berpadu hip-hop yang bertemu dengan alternative dan dibalut dengan semangat pop, meski genre yang disebut terakhir kini terdengar lebih mendominasi.

Hasilnya, “Trench” tetap terdengar sebagai sebuah album yang segar dan menantang meski dibungkus dengan pendekatan, atau bolehlah kita sebut formula, yang mereplika album sebelumnya, “Blurryface”. Pop bukan menjadi semacam katalis untuk melunturkan “jiwa” musik mereka, namun malah mempertajam dan memberi aksentuasi yang lebih baik.

Coba dengar bagaimana mereka bermain-main dengan genre dalam track-track seperti rap dalam ‘Levitate’, reggae dalam ‘Nico and the Niners’ dan bahkan indie disco dengan ‘My Blood’. Berbeda antara satu sama lain, tapi tetap dalam benang merah alternative yang playful dan sedikit badung ala Twenty One Pilots.

Yang menambah menarik, “Trench” dikomposisikan sebagai “concept album”, dalam arti album mengandung aspek tematis tertentu ketimbang mengikuti alur satu-lagu-mampu-berdiri-sendiri-sebagai-calon-hits sebagaimana yang tengah berkembang menjadi trend di jaman era streaming masa kini.

Pendekatan ala dystopia atau keadaan masyarakat yang bersifat fiktif-spekulatif dan biasanya terjadi pasca-apokalips menjadi sentra dalam album. Oleh karenanya, “Trench” terdengar sinematis dengan alur yang menyambung antara satu lagu dengan lagu lain.

Tyler menyebutkan jika “Trench” adalah sebuah kisah pelik tentang sebuah tempat bernama Dema, yang diperintah oleh sembilan uskup yang senantiasa menekan para penduduknya. Kemudian muncullah sebuah kelompok perlawanan bernama Bandito dan sosok misterius bernama Nico. Dan “Trench” kemudian berkisah tentang sosok-sosok ini.

Kecermelangan Twenty One Pilots tidak menjadikan narasi ini hanya sekedar gimmick, namun alas bagi komposisi musikalitas mereka, sehingga meski terbelit oleh struktur naratif tertentu, setiap lagu uniknya tetap bisa berdiri sendiri, sesuai tuntutan alur satu-lagu-mampu-berdiri-sendiri-sebagai-calon-hits masa kini tadi. Sebagai bukti boleh disimak ‘Chlorine’ yang mengandung chorus adiktif dan mengingatkan akan Bastille. Atau lagu yang mengingatkan akan The Killers, ‘The Hype’.

Pendekatan yang dipaparkan di dalamnya membuat “Trench” terdengar menjadi sebuah album yang cukup kohesif untuk band dengan perjalanan karir seperti Twenty One Pilots (menemukan ketenaranan setelah perjalanan cukup panjang). Sebuah album yang sebenarnya lebih “low key” dibandingkan “Blurryface”, tapi tidak kehilangan jiwanya secara total, meski memakai pendekatan baru yang lebih komersial.

Utamanya, dengan sebuah album bersemangat eksplorasi tapi tak pretensius seperti “Trench”, Twenty One Pilots membuktikan kalau mereka tetap sebuah kumpulan yang layak untuk dicermati sepak terjang ke depannya.

Official Website

TRACKLIST

1. “Jumpsuit” 3:58
2. “Levitate” 2:25
3. “Morph” 4:19
4. “My Blood” 3:49
5. “Chlorine” 5:24
6. “Smithereens” 2:57
7. “Neon Gravestones” 4:00
8. “The Hype” 4:25
9. “Nico and the Niners” 3:45
10. “Cut My Lip” 4:43
11. “Bandito” 5:31
12. “Pet Cheetah” 3:18
13. “Legend” 2:53
14. “Leave the City” 4:40

Love Film. Love Books. Love Music. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | December 18, 2018 By

Nicki Minaj Meminta Fans Untuk Lebih Berempati Kepada Pete Davidson

Music News | By

Album Posthumous XXXTENTACION, “Skins”, Sukses Juarai Billboard 200

Music News | By

“Bohemian Rhapsody” Adalah Film Biografi Musik Terlaris Sepanjang Masa