Quantcast

Exclusive Interview The Moffatts: Bincang Hangat Penuh Nostalgia

By - 1 month ago in Artist Interviews

Siapa yang tidak kenal dengan The Moffatts? Jika kamu penggemar musik 90an, pasti kenal dengan band yang satu ini. Beranggotakan 4 orang kakak beradik, yaitu Scott, si kembar Bob & Clint serta Dave ini mencuri perhatian para remaja di akhir tahun 90an dengan mengeluarkan album perdananya yang berjudul “Chapter 1: A New Beginning”. Melahirkan hits macam ‘I’ll Be There For You’, ‘Miss You Like Crazy’, ‘If Life Is So Short’ dan ‘Girl of My Dreams’, The Moffatts langsung melejit dan wara-wiri di MTV kesayangan kita. Setelah kesuksesannya tersebut, mereka merilis album kedua berjudul “Submodalities”, dengan mengusung musik pop-rock yang agak berbeda dari album sebelumnya, yang menelurkan hit ‘Bang Bang Boom’. Dan di tahun ini, The Moffatts merilis EP terbaru mereka berjudul “Chapter: II”.

Beruntungnya para fans di Indonesia, karena setelah vakum sekian lama, grup asal Kanada ini kembali reunian di ajang The 90s Festival dan sukses memukau para penggemarnya di Jakarta beberapa waktu lalu. Dan berkat kerjasamanya dengan Universal Musik Indonesia, Creative Disc berkesempatan untuk berbincang hangat dengan The Moffatts. Simak keseruannya berikut ini.

CD: Apa kabar kalian?
The Moffatts: Sangat Baik

CD: Sudahkah kalian menikmati suasana kota ini?
Dave: Saya rasa mereka baru tiba disini kemarin..
Scott: Dua hari yang lalu sepertinya. Dan ini adalah kota yang sangat bagus. Kami pergi ke Emporium Pluit, kemudian ke mal yang lain. Kami sudah sedikit melihat-lihat kota ini.

CD: Bagaimana perasaan kalian kembali ke Jakarta sebagai sebuah band yang lengkap?
Scott: Kami kemari tahun lalu tapi hanya bertiga. Tapi kami sangat merasa senang bisa kembali kemari. Kami punya banyak memori selama disini saat kami masih remaja, jadi untuk bisa datang kemari dan bertemu dengan para penggemar setelah melihat-lihat kota ini kembali, sangat berubah banyak. Dan kami berkesempatan membawa keluarga kami, it’s just awesome. It’s a great city.

CD: Apa bedanya touring saat ini dengan yang dulu kalian lakukan?
Scott: Menurut saya industri musik telah berubah. Kami menumbuhkan jenggot sekarang, dan kami lebih dewasa. Saya rasa itu hal yang baik karena kami bisa melihat tempat ini dengan “mata” yang berbeda. Dulu kami hanya mengikuti keadaan, go with the flow, dan sekarang kami datang ke suatu tempat dan merasakan pengalaman yang menyenangkan. Kami juga menikmatinya dulu, tapi kami merasakannya dengan berbeda sekarang, berusaha meresapinya. Mungkin anak kecil tidak menyukainya, tapi sebagai orang dewasa berbeda. You know, it’s pretty cool..

CD: Kalian telah ribuan kali konser. Apa resepnya untuk tetap semangat menggelar setiap konsernya?
Dave: Terjadi begitu saja. Bukan mengenai mencoba untuk tetap semangat, tapi perasaan untuk bisa tampil bersama di atas panggung itu menyenangkan. Kami akan memainkan lagu yang sudah lama tidak kami mainkan bersama. So, it’s gonna be very exciting.

CD: Lagu apa yang sering kalian dengarkan saat tur?
Clint: Sejujurnya saya tidak terlalu mendengarkan musik. Saya tidak terlalu suka mendengarkan berbagai macam musik karena saya kebanyakan mendengarkan musik kami sendiri.
Dave: Kami mendengarkan Chapter 1: A New Beginning berulang-ulang..
Clint: Jika kamu fokus dengan apa yang kamu kerjakan, producing, editing, dan sebagainya, maka kamu akan terpaku disitu. Dan mungkin mendengarkan musik lain adalah hal yang paling terakhir yang ingin kamu lakukan.
Dave: Sedikit berbeda bagi saya..
Clint: Saya rasa begitu..
Dave: Saya selalu tertarik untuk mendengarkan musik baru, dan saya tidak terlalu terpaku pada satu genre, tapi apapun yang sedang trend. Saya sangat terbuka dengan semua musik baru..

CD: Jadi pada dasarnya musik Moffatts yang paling sering kalian dengarkan (menunjuk Clint, Bob, Scott)
Bersamaan: Ya, tentu..
Scott: Saat ini. Karena saya sedang mendengarkan kembali album Chapter 1: A New Beginning untuk melihat kembali permainan gitarnya, kunci-kuncinya, aransemennya. Jadi kurang lebih album itu yang sedang saya dengarkan saat ini. And it’s good. It’s a very good music. (disambut dengan tawa dari yang lain)

CD: Berbicara tentang album Chapter 1: A New Beginning, kalian sempat merilis ‘Like I Love You’ dan nuansanya terdengar seperti lagu di era album tersebut.
Clint: Ya benar. It’s kinda cool, karena beberapa minggu lalu saya duduk di teras rumah saya pagi-pagi dan saya mendengarkan lagu ‘Like I Love You’ di Youtube sampai selesai, senang rasanya bisa mendengarkan lagu tersebut setelah sekian lama dan membaca komentar-komentar di bawahnya yang menyebutkan hal tersebut, yang mengingatkan mereka dengan era tersebut. Banyak yang menuliskan bahwa terasa menenangkan dan menyenangkan saat mendengarkan lagu tersebut dibandingkan musik-musik baru yang ada saat ini.
Dave: Tidak terlalu melodis sebenarnya..
Clint: I love that. Banyak komentar baik tentang lagu itu.
Bob: Kami membuat anak kami tidur dengan lagu itu.. (Sambil tertawa)
Scott: Dan saya menjadi mengantuk..

CD: Sedangkan lagu ‘Secrets’ lebih menjurus ke era “Submodalities”.
The Moffatts: Ya, betul sekali.
Dave: Namun lebih modern..

CD: Apa momentum yang membuat kalian merasa sudah saatnya bersatu kembali dalam sebuah band dan membuat lagu?
Bob: Saya rasa ada sebuah perasaan penasaran terhadap musiknya, akan jadi seperti apa nantinya setelah sekian lama dan kembali bersama lagi. Dan kami merasa bahwa kami sudah lebih baik lagi dalam bermusik secara individu. Karena saat terpisah, kami bisa lebih mengasah kemampuan individual kami masing-masing. Dan merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk bisa kembali bermusik bersama lagi, sekaligus untuk melihat siapa yang lebih baik. (Scott tertawa)
Scott: Dan kami dengan cepat mengetahuinya…
Bob: Saya dan Clint tahu bahwa kami mengalahkan mereka. (sambil mengarah pada Dave dan Scott)
Scott: Kami telah membicarakan ini selama bertahun-tahun. Kami mengerjakan proyek masing-masing. Bob, Clint dan saya tergabung dalam sebuah proyek bersama di awal 2000an, sebuah band beraliran pop-rock 70an..
Dave: Saya tidak diajak..
Bob dan Scott: Kamu entah berada dimana saat itu, Dave..
Dave: Mereka tidak pernah bertanya kepada saya..
Scott: Jadi hal itu sudah direncanakan sejak lama. Dan kami akhirnya memutuskan untuk melakukannya. Kami rasa kami siap untuk melakukan yang lebih dari pada sekarang. Masing-masing kami punya sesuatu yang kami lakukan.
Dave: Kami merasa waktunya tepat, jadi kami melakukannya. Kamu tahu, Scott sibuk dengan kegiatan produsernya, dan dia sangat sukses. (Scott tertawa) Kemudian Bob & Clint juga punya kesibukannya sendiri, jadi ya saya menunggu mereka sampai waktu mereka tersedia.

CD: Baiklah. Jadi dengan 3 lagu yang sudah dirilis, apakah akan ada album atau EP berikutnya?
Dave: EP nya akan dirilis secepatnya. Besok.

CD: Berapa banyak lagu di dalamnya?
Bob: Kami merencanakan banyak, namun hanya bisa 5 saja.
Scott: Kami kehabisan waktu…

CD: Jadi kapan sisanya bisa didengarkan?
Scott: Secepatnya. Kami punya rencana, selepas mempromosikan EP ini, karena kami punya single lainnya dalam album ini yang belum didengar para penggemar disini dan di manapun juga, dan itu mungkin akan resonate bagi mereka..
Dave: Scott adalah vokal utama di lagu tersebut, jadi tentu akan diingat.. (Scott tertawa)
Scott: Dan lagi masih ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan, kemudian kami akan berkumpul bersama lagi dan merekam beberapa lagu, dan berharap akan kembali lagi kesini dan mempromosikannya dalam dua tahun ke depan. Dan kami rasa kami akan melakukannya bila waktunya tepat.

CD: Bisa ceritakan sedikit mengenai lagu terbaru kalian, ‘So In Love’?
Dave: That’s a great song..
Bob: Kami menulis lagu itu bersama Burton Collins.
Scott: Saya tidak ikut menulisnya..
Bob: Scott tidak ada di Nashville waktu itu. Kalau dia ada saat itu pasti dia akan terlibat di dalamnya. Dan Dave kebetulan sedang ada di Nashville juga. It just felt good. Lagu tersebut sangat melodius, pop yang simpel. Dan kami sempat mendengarkan beberapa lagu lama The Moffatts, seperti ‘Miss You Like Crazy’ dan ‘Girl of My Dreams’, beberapa lagu yang benar-benar terhubung dengan orang-orang. It was actually quite cool, karena kamu menyadari betapa simpel nya lagu tersebut, baik melodi juga liriknya. Dan kami rasa itu yang membuat lagu tersebut bagus. Kamu bisa dengan mudah menghafal chorus nya hanya dengan sekali dengar.

CD: Lagu apa yang pertama kali kalian tulis bersama?
Scott: Lagu yang berjudul ‘I’ (Aku). Kami menulisnya saat berumur 10 tahun.

CD: Seperti apa lagunya?
The Moffatts: (sambil bernyanyi) I, I know you, I know you, and you and you and you…

CD: Pertanyaan terakhir, dari semua lagu yang kalian punya, lagu mana yang menjadi favorit masing-masing kalian dan mengapa?
Scott: Dari lagu-lagu The Moffatts?

CD: Ya..
Scott: Saya tidak menulisnya, tapi menurut saya ‘Girl I’m Gonna Get You’ selalu menjadi lagu The Moffatts favorit saya. Kamu tahu lagunya?

CD: Tentu saja..
Scott: Ya, saya rasa lagu itu ditulis dengan baik, aransemen yang tepat, diproduksi dengan benar, dan itu yang membuat lagu tersebut bagus. Vokal dan harmonisasi yang baik.
Dave: Sungguh mengejutkan mendengar pilihanmu..
Scott: Lagu itu selalu menjadi favorit saya. Saya suka yang bernuansa rock juga, tapi bukan berarti saya berhenti menyukai lagu tersebut.
Bob: Meskipun dibandingkan dengan “Submodalities”, lagu ‘Girl I’m Gonna Get You’ tetap jadi pilihanmu?
Scott: Ya, tentu saja..
Bob: Saya tidak percaya dengan jawabanmu. (sambil menatap Scott) Kalau suka ‘Girl I’m Gonna Get You’ dan ‘Don’t Walk Away’. Dua lagu itu adalah favorit saya. Saya suka dengan album “Submodalities”, karena menjadi favorit kami semua, dan sebagai musisi kami bangga atas album tersebut sampai saat ini. Tapi kedua lagu tersebut sangat ringan dan alami, dan saat menampilkannya juga.
Dave: Bagi saya, lagu The Moffatts favorit saya adalah ‘Who Do You Love’. Kalian menyanyikannya dengan baik, terutama bagian chorus nya (menunjuk pada Scott dan Bob). Saya mencoba melatihnya sendiri, dan membayangkan bagaimana jadinya jika saya yang menyanyikannya. Mungkin akan menjadi sebuah single.
Clint: Sepertinya tidak jadi hit disini?
Dave: Disini jadi hit, Clint. Jangan under-estimate lagunya..
Scott: Kalau tidak salah jadi fan-favorite disini.

CD: Bagimu mungkin seluruh album ya?
Clint: Saya tidak mau menyebutnya, biar orang lain yang menyebutnya. (disambut tawa Scott, Bob, Dave)
Dave: Dia sangat rendah hati..
Clint: Favorit saya..
Bob: ‘Who Do You Love’.. (sambil tertawa)
Clint: Saya tidak tahu lagu mana yang jadi favorit saya. Namun setiap kali saya mendengarkan kembali keseluruhan Chapter 1: A New Beginning, saya merasa senang. Saya rasa yang berirama up tempo juga bagus.
Dave: Saya teringat saat mendengarkan ‘Jump’ dan bertanya-tanya lagu apa ini? Terasa sangat berbeda dengan kebanyakan yang kami mainkan dan nyanyikan.
Bob: Kami menulis ‘If Life is so Short’ dan ‘Girl of My Dreams”, dan itu terdengar seperti ciri khas The Moffatts. Dan itu lagu yang bagus. Lagu ‘Don’t Walk Away’ juga terasa seperti itu.
Dave: ‘Jump’ memang berbeda dari lagu yang lainnya. Jika kami mendengar ‘Jump’ akan terasa sangat berbeda sekarang. Dan kami menghargainya dengan bentuk yang lain. Jika dulu kamu merasa tidak nyaman akan sesuatu hal, dan sekarang berusaha melihatnya kembali, kamu akan cenderung menghargainya lebih lagi

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 28, 2018 By

Duo Bob & Clint Moffatt, Endless Summer, Kembali dengan ‘One More Minute’

Music News News | November 9, 2018 By

Nostalgia Bersama The Moffatts Lewat EP Terbaru, “Chapter: II”

Music News | October 9, 2018 By

Blue, The Moffatts, Padi Reborn, Sheila On 7 Akan Meriahkan The 90’s Festival 2018