Quantcast

Exclusive Interview with Sigala: Rock ala Queen Sebagai Inspirasi Dalam Bermusik

By - 1 month ago in Artist Interviews

“I just got paid. I’m broke, but I’m ballin’. Don’t know where we’re goin’.We go in when we go out.” Lirik tersebut mungkin sudah mulai akrab di telinga pendengar musik dunia. Beat yang catchy plus lirik yang mudah diingat menjadi faktor populernya lagu berjudul ‘Just Got Paid’ tersebut. Lagu tersebut merupakan hasil karya Sigala yang mengundang Ella Eyre, Meghan Trainor dan French Montana untuk mengisi vokal di dalamnya. Awal bulan November 2018 ini, Sony Music Indonesia mengajak Sigala untuk kembali ke Jakarta dan melakukan pertunjukkan kesekian kalinya. Dan sebelum tampil di Fable, Creative Disc berkesempatan berbincang singkat dengan DJ kenamaan asal Norfolk, Inggris ini.

CD: Hai, apa kabarmu?
Sigala: Saya baik-baik saja.

CD: Sebelumnya, selamat ulang tahun untukmu..
Sigala: Terima kasih banyak.

CD: Bagaimana kamu merayakan ulang tahunmu kemarin?
Sigala: Saya merayakan ulang tahun saya di pesawat dari London ke Jakarta. Dan saya baru tiba disini tadi malam. Karena perbedaan waktu, jadi ulang tahun saya dirayakan selama 16-17 jam penerbangan, karena saat tiba disini sudah tengah malam. It’s all good, man. Saya disini dan siap merayakannya.

CD: Jadi, sudahkah kamu melihat-lihat Jakarta?
Sigala: Belum sempat. Kami tiba tadi malam dan langsung kemari.

CD: Breakthrough pertamamu adalah di tahun 2015. Bisa ceritakan perjalananmu sebelum itu?
Sigala: Sebelum itu saya sibuk menciptakan dan memproduseri lagu untuk orang lain, berusaha agar musik saya bisa didengar dan digunakan oleh artis lain. Sangat menyusahkan dan membuat stress sebenarnya, karena kamu membuat lagu yang kamu suka, namun ternyata orang lain tidak menyukainya. Saat kamu membuat musik untuk dirimu sendiri, kamu punya kendali atas semuanya. Jika saya punya sebuah lagu, saya bisa merilisnya kapan saja. Hal yang menarik untuk dapat menciptakan lagu bagi orang lain, namun memberikan pengalaman juga bagi saya mengenai bagaimana menjadi seorang artis/seniman.

CD: Single perdanamu adalah ‘Easy Life’. Apa kisah dibalik lagu tersebut, dan bagaimana perasaanmu saat mengetahui lagu tersebut merajai tangga lagu dunia?
Sigala: It was amazing, man. Lagu tersebut akan selalu menjadi lagu yang istimewa buat saya. Pada saat itu keadaan sedang sulit bagi saya karena saya berusaha untuk membuat lagu saya didengar orang, dan tidak ada yang peduli. Kemudian saya membuat lagu ini dan keadaan berubah. Dan saat saya merilisnya, lagunya langsung nomor 1 di UK dan menjalar ke tangga lagu dunia. Hidup saya berubah dalam beberapa minggu. Saya akan selalu mencintai lagu tersebut.

CD: Apa inspirasimu saat menciptakan lagu?
Sigala: Menurut saya berbeda untuk setiap lagu. Bisa melalui sesuatu yang saya dengar di radio, lokasi dimana saya bepergian, budaya dari setiap negara yang saya kunjungi, serta musik yang lahir dari kebudayaan tersebut.

CD: Album debutmu baru saja rilis, “Brighter Days”, dan berisikan 10 lagu dari sejak perilisan single pertamamu. Kenapa menunggu waktu lama untuk merilisnya?
Sigala: Karena saya tidak punya rencana untuk merilisnya pada mulanya. Saat saya memulai membuat musik, saya sangat senang merilis single saja, dan saya tidak berpikir akan merilis sebuah album. Dan ternyata keadaan semakin membaik dan saya baru sadar saya mempunyai banyak lagu yang telah saya ciptakan namun tidak bisa dirilis karena saya hanya bisa merilis satu lagu pada saat itu, dan mungkin 2-3 lagu dalam setahun, jadi saya tidak bisa merilis banyak lagu sekaligus. Dan juga banyak lagu yang di dalamnya ada kolaborasi dengan artis lain, dan saya tidak bisa merilisnya jika tidak dalam bentuk sebuah album. Jadi saya merasa bahwa album itu perlu dan penting.

CD: Jadi, apakah kolaborasi tersebut juga salah satu hambatannya?
Sigala: Sedikit, ya. Tentu dengan semakin banyaknya orang yang terlibat akan semakin lama waktu yang dibutuhkan, karena semua orang harus senang dengan itu. Dan juga banyak prosedur dan kontrak yang harus disiapkan, dan juga label banyak bernegosiasi, jadi prosesnya memang lama. Tapi saya selalu ingin membuat sebuah album yang penuh kolaborasi karena saya senang bekerjasama dengan orang lain.

CD: Jadi apakah hal tersebut akan berlaku yang sama untuk album berikutnya?
Sigala: Tentu saja. Saya belum tahu akan jadinya seperti apa, saya hanya mengikuti alur yang ada saat ini. Mungkin tahun depan akan ada ide atau hal baru lainnya, apakah album berikutnya hanya akan ada saya saja, atau bisa jadi merupakan sample atau remix lagu orang, atau kolaborasi dengan DJ lain selain penyanyi, jadi saya masih belum bisa memastikannya.

CD: Bisa ceritakan sedikit mengenai single terbarumu ‘Just Got Paid’? Dan bagaimana pengalamanmu bekerjasama dengan Meghan Trainor, Ella Eyre dan French Montana?
Sigala: Lagu itu merupakan salah satu lagu kebanggan saya, dan salah satu lagu yang paling menyenangkan dalam pembuatannya. Kami menulisnya di sebuah studio di Thailand awal tahun ini. Saya dan Ella menciptakan lagu aslinya, dan kemudian kami menghubungi Meghan dan French dan mereka menambahkan bagian mereka didalamnya. Saya mempunyai visi yang kuat untuk lagu tersebut, serta siapa yang akan terlibat untuk membuat lagu tersebut.

CD: Dari sekian banyak lagu yang kau ciptakan, lagu apa yang menjadi favoritmu?
Sigala: Mungkin ‘Brighter Days’. Saya suka dengan konsep lagunya, sangat optimistis dan positif. Dan saya rasa semua orang bisa mengambil sedikit pesan dari lagu itu.

CD: Apakah ada kolaborasi mendatang yang sedang dipersiapkan?
Sigala: I don’t know at the moment. Saya ingin membuat album yang benar-benar fresh, memulainya dari sesuatu yang baru, ide yang baru juga. Jadi belum ada yang bisa dipastikan saat ini.

CD: Jenis musik apa yang kamu dengarkan saat beranjak dewasa?
Sigala: Saya mendengarkan banyak musik rock karena orang tua saya penggemar jenis musik tersebut. Musik dari band seperti Queen, Led Zeppelin, juga Prince yang sering didengarkan oleh orang tua saya, dan itu menurun ke saya. Dan sedikit banyak musik yang saya buat terinspirasi dari Queen.

CD: Apa yang ada dalam playlist-mu sekarang?
Sigala: Selalu berubah setiap waktu. Tergantung mood saya jika ingin mendengarkan musik apa. Kadang techno, kadang juga piano klasik. Jadi sering berubah dan tidak ada yang benar-benar jadi favorit saya. Tapi yang pasti musik dance (EDM) adalah musik yang senang saya ciptakan, jadi saya tidak terlalu sering mendengarkan genre musik tersebut karena jika saya ingin menciptakan musik dance, saya ingin hal tersebut benar-benar fresh.

CD: Jadi tidak ada satu lagu yang selalu ada di playlistmu?
Sigala: Tidak ada..

CD: Selain bermusik, apa yang kamu lakukan untuk bersenang-senang?
Sigala: Saya senang travelling, selain karena bagian dari pekerjaan saya, hal itu merupakan kegemaran saya. Jika saya tidak sedang bekerja, saya akan bepergian untuk bersenang-senang saja. Saya senang pergi ke Asia Tenggara, Amerika, dan juga Eropa karena lebih kepada pekerjaan. Jadi saya senang menghabiskan banyak waktu di suatu negara jika saya sedang berada di situ. Dan saya bangga berkata bahwa saya sudah pergi ke hampir semua tempat.

CD: Ada pesan untuk penggemarmu disini?
Sigala: Yeah, it’s so great to be here, in Jakarta. Salam untuk para fans, terima kasih sudah mendukung musik saya, dan sampai ketemu!

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | December 18, 2018 By

Exclusive Interview with Alvin Chong: Artis Multi-Talenta Asal Malaysia

Music News | December 14, 2018 By

Tour 20 Tahun Taking Back Sunday Akan Mampir ke Jakarta Januari 2019

Music News | December 13, 2018 By

Kandasnya Asmara Avril Lavigne dalam Video ‘Tell Me It’s Over’