Quantcast

Hari Ketiga Terakhir Neon Lights Festival Singapura, Tak Gentar Meski Diganggu Cuaca Buruk dan Delay Jadwal On Stage

By - 1 month ago in Concerts Review

Day 3:
Masih meliput dari Fort Gate, Fort Canning Park, tim Creativedisc.com sudah bersiap menuju venue sekitar pukul 13.00 waktu setempat namun hujan lebat disertai angin membuat kami menunda keberangkatan. Benar saja, sebuah update di app Neon Lights memberikan notifikasi bahwa acara belum dapat dimulai karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Sambil harap-harap cemas berharap kondisi segera kondusif, akhirnya pukul 16.00 kami mendapat kabar baik bahwa update rundown acara telah diubah karena masalah force-majeur. Semua line up dipastikan masih dapat tampil, hanya pergeseran waktu yang membedakan. Sore itu Sobs, indiepop band asal Singapura dengan personil Celine Autumn, Jared Lim dan Raphael Ong mulai menghangatkan venue Neon Lights Festival pasca turunnya hujan dan dilanjut dengan penampilan band electronic asal New York, Bodega.

Jas hujan plastik dan boots karet adalah dresscode senja mendung itu, kebanyakan pengunjung mengenakan dua item tersebut untuk tetap nyaman di bawah cuaca yang sangat tak menentu. Tak sedikit pula yang mengorbankan sepatu mereka diatas tanah rumput berlumpur. Lepas penampilan dari Bodega, Sticky Fingers hadir dengan nyentrik dengan aliran reggae psychedelic rock nya. Band asal Sydney, Australia ini sangat menarik perhatian audiens dan membuat mereka semua menghiraukan betapa becek dan berlumpur venue sore itu. Berdansa dan mengangkat gelas bir, penonton terlihat sungguh menikmati deretan lagu yang dibawakan Sticky Fingers. Lagu yang dibawakan seperti Land of Pleasure, Sad Songs, Gold Snafu,Outcast At Last, Cool & Calm, Kick On, Velvet Skies dan Bootleg Rascal.

Senja mulai menggelap, RHYE pun hadir menyapa dengan melodi kalem yang membuat ambien senja semakin membuat penonton merapat dan bergoyang santai. Solois aliran soul/downtempo asal Toronto, Canada menyapa dengan tempo yang membuat kami melupakan sejenak masalah yang ada. Easy Street stage diwaktu yang sama juga menampilkan Phum Viphurit yang cukup menghibur crowd dengan hits nya Lover Boy, Long Gone, Sweet Hurricane dan Strangers In A Dream.

Malam belum berakhir, Peking Duk, duo DJ eclectic asal Australia tampil dengan beat menghentak dan membuat penonton bergoyang dengan kompak. Dilanjut dengan musisi experimental electronic Caribou yang menjadi penutup malam. Caribou masih menyuguhkan musik dengan ambien yang penuh dengan suara-suara asing dan mampu membius penonton Neon Lights Festival 2018. Betapa tiga hari yang padat, penuh akan kesenangan dan segala cerita. Neon Lights Festival 2018 adalah semua ajang festival yang tak kenal cuaca dan tak pernah gagal menyisakan kisah tak terlupakan untuk kami Creativedisc.com. We hope to see another Neon Lights Festival in the future.

Special thanks to: Neon Lights Festival 2018 Singapore & Full Circle PR

Article by: Lauretha Sudjono
Photo by: Ardy Perdana (Creative Disc); Neon Lights 2018 Docs

Personal Style Blogger, Avid Walker, Gigs Wanderer, Astrology Freak, Arians Multitasker.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | December 13, 2018 By

Kemeriahan DWPX Hari Kedua Bersama Showtek, Mura Masa dan Kungs

Concerts Review | November 16, 2018 By

Neon Lights Festival 2018, Liarnya Line Up Hari Kedua Dari The Vaccines hingga Interpol

Concerts Review | By

Yuna Panaskan Gelaran Malam Pertama Kembalinya Neon Lights Festival 2018 Singapura